Feb 252018
 

UAV Insitu ScanEagle (United States of America Mass Communication Specialist 3r/U.S. Navy)

Jakartagreater.com – Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) saat ini sedang mempersiapkan penerimaan empat kendaraan pengintai tanpa awak (UAV) Insitu ScanEagle dari pemerintah AS, ujar seorang sumber dari markas dinas tersebut kepada Janes.com pada tanggal 23 Februari 2018.

Sistem UAV dan peralatan dan peluncurnya yang terkait disediakan di bawah hibah oleh pemerintah AS di bawah program pengembangan kapasitas untuk angkatan laut Asia Tenggara yang dikenal sebagai Maritime Security Initiative (MSI).

MSI pertama kali diumumkan oleh sekretaris pertahanan AS Ashton Carter pada iterasi 2015 dari Shangri-La Dialogue di Singapura. Inisiatif ini berupaya meningkatkan kemampuan maritim negara-negara mitra di kawasan ini, yaitu Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

UAV Insitu ScanEagle ( United States of America MC2 Joseph M. Buliavac/U.S. Navy)

Khusus untuk Indonesia, MSI berupaya meningkatkan kemampuan patroli maritim di negara itu, integrasi ISR, dan kapasitas pemeliharaan peralatan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk melindungi kawasan maritim dan sumber daya ekonomi secara memadai, dan berkontribusi terhadap keamanan dan stabilitas regional, demikian sebuah catatan mengenai program dari situs web pemerintah AS.

Selain TNI-AL, penerima manfaat program MSI lainnya termasuk penjaga pantai negara tersebut, yang akan menerima bantuan dalam pengembangan organisasi dan pelatihan keterampilan teknis dari pemerintah AS.

UAV ScanEagle dapat dilengkapi dengan berbagai jenis payload termasuk pencitraan elektro-optik, sensor infra merah gelombang panjang, dan radar X-band. Informasi tentang jenis sensor yang akan menempel pada UAV Indonesia ini, belum diketahui.

UAV Insitu ScanEagle (U.S. Navy photo by Petty Officer 2nd Class Darby Dillon)

Menurut catatan wikipedia, Insitu ScanEagle adalah UAV buatan Boeing. Boeing Insitu ScanEagle merupakan kendaraan udara tak berawak kecil yang tahan lama, yang dioperasikan oleh Insitu, anak perusahaan Boeing, dan digunakan untuk pengintaian. ScanEagle dirancang oleh Insitu berdasarkan Insitu SeaScan, sebuah UAV komersial yang ditujukan untuk spotting ikan. ScanEagle terus menerima perbaikan melalui peningkatan dan perubahan.

Uav ini pertama kali terbang 20 Juni 2002 dan bergabung dengan US Navy pada tahun 2005.

Bagikan Artikel :

  47 Responses to “Angkatan Laut Indonesia Terima 4 UAV ScanEagle Tahun 2018”

  1.  

    Australia, singapur dan malaysia dari tahun 2012 sudah mengoperasikan scan eagle kemudian dilanjutkan fhilipin dan terakhir indonesia, kalau yang dihibahkan sekelas predator atau reaper baru WOW..

  2.  

    Jangan pake produk USA, ntar takut diembargo… Kata siapa ya???? Hhhhhhhhhh, Buktinya TNI dan pemerintah beli produk USA fine fine aja tuh. Hhhhhhhhhh

  3.  

    Yang Anti US Berarti Anti Avengers

  4.  

    Perlu dioprek dulu agar bersihk dr penyadap, agar klu digunakan data2 tdk bocor kepemilik awal! Seperti dulu yg dituduhkan barat pd produk Hwahwe China yg digunakan untuk peralatan komunikasi dan internet dikatakan ada ditanamkan alat penyadap. Walau judul hibah kan tdk mgkn gratis totalkan?

  5.  

    ? ? ?

  6.  

    Semerbak merbaknya bunga, lebih merbak bunga kuburan, mungkin ada yg bangkit dari kubur kalleeee

    Hahhaahaaaa

  7.  

    mbok ya b-2 nya yg dihibah in ke indonesia , kan bntr lgi tu pesawat mau di pensiunin ,,,,

 Leave a Reply