Jun 132016
 

Angkatan Laut Jerman (Marine) pada 3 Juni 2016 resmi mengggunakan rudal permukaan-ke-permukaan Saab RBS-15 Mk3 untuk kapal Korvet Braunschweig (K-130) class. Jenis rudal ini akan memberikan Marine kemampuan untuk terlibat dengan target darat menyerang dari laut.

Rudal RBS-15 Mk3 SAAB Swedia terpilih pada tahun 2004 melalui tender internasional; dengan dua pesaing lainnya Kongsberg’s Naval Strike Missile dan Boeing’s Harpoon Block II missiles. Meskipun setelah penundaan teknis dan dua gagal dalam uji penembakan pada tahun 2013, rudal RBS-15 Mk3 berhasil dalam uji penembakan pada tahun 2015.

German Navy Braunschweig class corvettes (K130)

German Navy Braunschweig class corvettes (K130)

Angkatan Laut Jerman adalah pengguna yang kedua, setelah Polandia, untuk melantik sistem senjata ini ke pasukan mereka. RBS-15 Mk3 memiliki rentang tembakan 200 km, dengan perbaikan atas versi sebelumnya di misi komputer, autopilot digital, INS / GPS sistem navigasi, yang memungkinkan untuk mengikuti beberapa titik arah jalur penerbangan, kemampuan untuk membedakan target dan melakukan manuver, dan sektor lainnya.

RBS15 Mk3 is launched from German Navy Braunschweig class corvette

RBS15 Mk3 is launched from German Navy Braunschweig class corvette

RBS-15 Mk3 memiliki kemampuan manuver yang tinggi, jarak jauh, dan mampu di semua cuaca, fire and forget rudal RBS15 Mk3 dapat melacak target dalam penerbangan tingkat rendah di atas permukaan air dan terbang di sekitar atau di atas pulau sampai jarak melampaui 200 km. Sistem ini sangat tahan terhadap sistem anti-elektronik dan ketahanan tinggi terhadap situs pertahanan udara, misalnya, dengan manuver mengelak yang tak terduga selama pendekatan terminal.

Saab RBS-15 Mk3

Saab RBS-15 Mk3

Korvet (K130) Braunschweig class Angkatan Laut Jerman dirancang dan dibangun konsorsium yang dipimpin Blohm + Voss. Lima kapal dibangun memiliki tugas utama pengawasan permukaan, pengintaian, keterlibatan dalam target permukaan, misi kemanusiaan, melawan ancaman asimetris dan beroperasi terutama di littorals.

Pindad baru baru ini mengumumkan terlibat kerjasama pembuatan rudal dengan SAAB Swedia, untuk jenis sistem Pertahanan Udara Berbasis Daratan (GBAD), serta memperpanjang umur operasional sistem Rudal Pertahanan Udara TNI, RBS70 Mk2. SAAB juga menawarkan sistem RBS70 NG.

Variations of RBS15 Mk3 missile

Variations of RBS15 Mk3 missile

Sumber : Thaimilitaryandasianregion.wordpress.com

Bagikan :

  14 Responses to “Angkatan Laut Jerman Pilih Rudal Saab RBS-15 Mk3”

  1.  

    1

  2.  

    Ciek

  3.  

    Patromax

  4.  

    Omong opo to Le ? Sing apik wae lah

  5.  

    semoga projek roket di Indonesia bs mengambil manfaat dan kesempatan menimba teknologi dr piranti canggih ini kelak bila telah terjalin baik kerjasama dg Swedia

  6.  

    bagaimana kabarnya tot rudal c705 cina kok lama tidak ada kabarnya?

  7.  

    Inginnya sih ini rudal dipasang di PKR Sigma 10514 tandem dng KCR 40 yg jg diinstal rudal RBS-15 mk3 utk armada wilayah barat.
    Nah kalo yg di wilayah timur PKR Sigma 10514 yg diinstall rudal C-705 versi hasil ToT yg ditandemkan dng KCR-40.
    Utk yg khusus di Selatan yg patroli hrs lebih garang yaitu tandem Frigate 12516 yg dinstal Yakhont dan KCR-60 yg diinstall C-705 versi ToT. Kombinasi yg mak..nyooss.

  8.  

    kykny Ri jua dah akuisisi rudal ini deh.

  9.  

    Pilihan yang tepat kalau kita punya ini…
    Apalagi kalau dapat lisensi produksi sendiri ….
    Mau menunggu hasil kerja sama dengan china ….rasanya lama dan birokratis ..tidak jelas …

  10.  

    berapa sih jarak canbera dg pontianak ?
    Sesunhuhnya itu yg mesti dibuat

  11.  

    Rudal ini bagus sekali. Tp kita sudah ToT rudal C705. Kita fokus saja agar semua kapal perang sudah membawa rudal C705

  12.  

    #Angkatan Laut Jerman adalah pengguna yang kedua, setelah Polandia,#

    kalau indonesia pengguna yg no ke berapa yah..???

    https://en.wikipedia.org/wiki/Equipment_of_the_Indonesian_Navy

    RUDAL GHOIB TNI AL ….RBS 15 MK 3 ….

    ha ha ha

  13.  

    Mobil merk Saab juga ada

 Leave a Reply