Jun 292016
 

Angkatan Laut Amerika tengah mengembangkan sebuah meriam terbaru yang diberi nama ‘Railgun’. Senjata ini menggunakan energi elektromagnetik untuk menembakkan sebuah peluru dari rel tembaga.

Para ilmuwan yang mengembangkan senjata ini meyakini peluru dari railgun mampu melesat hingga 7,5 mach atau sekitar 9.100 kilometer per jam dan mampu menjangkau 160 kilometer. Memanfaatkan empat buah sirip kecil pada ekornya, senjata ini digadang-gadang dengan mudah mampu menghantam objek bergerak seperti, pesawat nirawak, rudal, dan kapal laut.

Railgun bukanlah senjata yang murah. Dibutuhkan 500 juta dolar AS atau sekitar Rp6,7 triliun untuk memproduksinya. Salah satu komponen paling mahal dari teknologi ini adalah selonsong pelurunya yang unik. Sejauh ini AL AS berharap bisa memasang senjata itu di kapal tempur baru USS Zumwalt, yang memiliki kapasitas lebih besar untuk mengoperasikan railgun.

Bagikan:
 Posted by on Juni 29, 2016