Mar 212017
 

Korvet Hang Nadim dengan nomor lambung 134 milik Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM). (© Pinterest)

MELBOURNE – Pusat perencanaan untuk restrukturisasi dan rekapitalisasi dari Angkatan Laut Malaysia juga telah terpengaruh oleh sengsaranya anggaran negara, menyebabkan sebagian besar program mengalami kekurangan dana atau tidak didanai sama sekali, sebagaimana dilansir dari Defense News.

Rencana yang disebut sebagai 15 ke 5, diungkap pada tahun 2015, untuk pengurangan pesanan peralatan perang Angkatan Laut Malaysia dari 15 menjadi 5 untuk kapal perang dan kapal selam, yang diharapkan akan memangkas biaya kelestarian perawatan oleh pensiunnya kapal perang tua serta mengurangi jenis kapal yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Malaysia pada tahun 2030.

Idealnya adalah 5 jenis kapal yang akan terdiri dari 12 unit kapal perang pesisir (LCS) yang dirancang oleh Perancis, 18 unit kapal patroli lepas pantai kelas Kedah, 18 unit kapal misi pesisir yang dirancang oleh China, 3 unit kapal pendukung multiperan (desain belum ditentukan) dan 4 unit kapal selam.

Baca juga Analisa: “Angkatan Udara Malaysia (TUDM) Menderita Karena Kekurangan Anggaran”

Dari jumlah tersebut, hanya terdapat 6 unit kapal patroli lepas pantai kelas Kedah bersenjata ringan yang sudah dalam pelayanan bersama dengan 2 unit kapal selam diesel listrik kelas Scorpene buatan DCNS Perancis.

Malaysia juga telah memesan 6 unit kapal perang pesisir (LCS) berdasarkan desain Gowind 2500 Prancis di bawah kontrak sebesar USD 2 miliar yang ditandatangani pada tahun 2011, dengan 2 unit kapal sedang dalam tahap konstruksi di Boustead Naval Shipyard Malaysia.

Desain kapal perang pesisir TLDM diambil dari desain korvet DCNS Gowind 2500

Kapal- berbobot 3.000 ton tersebut akan dipersenjatai dengan rudal anti kapal Kongsberg NSM dan rudal anti pesawat MBDA MICA, bersama dengan senjata 57 mm dan senjata 30mm serta tabung torpedo. Kapal pertama diharapkan akan dikirim kepada TLDM pada akhir 2019 atau awal 2020.

Malaysia juga telah mendorong maju program Kapal Misi Pesisir, menandatangani kontrak pada awal November 2016 dengan Administrasi Sains, Teknologi dan Industri untuk Pertahanan Nasional China untuk 4 unit kapal pertama dengan 2 unit kapal akan dibangun oleh galangan kapal Boustead Malaysia sementara 2 unit lainnya akan dibangun di galangan kapal China.

Belum ada desain kapal maupun nilai kontrak yang telah diungkapkan, namun diketahui bahwa untuk saat ini kapal hanya akan dilengkapi dengan persenjataan ringan, namun kedepannya akan dilengkapi dengan persenjataan tambahan dan sensor, akan tetapi keterbatasan anggaran dapat berpengaruh pada  perlengkapan mereka. Berdasarkan rencana 15 ke 5, kapal ini akan menggantikan beberapa jenis kapal yang saat ini sedang dalam layanan TLDM, termasuk korvet kelas Laksamana.

KD Sri Inderapura terbakar pada 8 Oktober 2009 saat bersandar di pangkalan angkatan laut Lumut, akhirnya dipensiunkan pada 21 Januari 2010.

Namun, seorang analis pertahanan Malaysia, Dzirhan Mahadzir mengatakan kepada Defense News bahwa prioritas TLDM ini masih harus memperkenalkan kapal pendukung multiperan atau MRSS, mengutip kesenjangan kemampuan angkutan laut strategis yang telah ditinggalkan akibat musnahnya kapal bekas Angkatan Laut AS dari kelas Newport News sebagai kapal pendarat tank KD Sri Inderapura menyusul kebakaran yang terjadi pada tahun 2009.

Mahadzir mencatat bahwa MRSS juga akan memungkinkan TLDM untuk melakukan operasi dukungan dan bantuan bencana kemanusiaan secara lebih efektif dan juga memindahkan pasukan serta peralatan dalam jumlah besar di mana angkutan udara tidak memungkinkan atau tidak tersedia.

Dalam artikel yang diterbitkan minggu lalu, Jakarta Greater menyebutkan bahwa pembuat kapal pelat merah Indonesia, PT PAL  telah menandatangani nota kesepahaman dengan Boustead Naval Shipyard Malaysia pada akhir tahun 2016 untuk berkolaborasi pada program MRSS Malaysia, yang akan didasarkan pada desain kapal kelas Maksassar yang digunakan oleh Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Laut Filipina.

Desain MRSS Malaysia didasarkan pada kapal 150 m buatan PT PAL Indonesia, yang disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Laut Malaysia. (© IHS Jane)

Singkatnya, harus dicatat bahwa tantangan keamanan yang paling mendesak dan menekan bagi Malaysia berada dalam domain maritim. Selain banyaknya pelanggar hukum dan bandit dari selatan Filipina selatan hingga negara-negara disebelah timur Malaysia, seperti halnya Indonesia dan Singapura yang telah bergulat dengan bajak laut di lepas pantai baik di Selat Malaka dan Laut China Selatan.

Ini lebih penting dari kebutuhan berpatroli di ladang minyak dan gas lepas pantai yang membentuk bagian signifikan dari arus pendapatan negara, dan untuk menegakkan klaim pada pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Selatan.

Dengan anggaran yang tampak terus diperas tanpa akhir, akibat keterpaksaan itu TLDM harus terus mempertahankan kapal perang tua yang seharusnya sudah pensiun dan di tenggelamkan sebagai terumbu karang, menimbulkan keraguan lebih lanjut pada kemampuan Malaysia untuk mengamankan perairannya sendiri.

Bagikan Artikel:

  65 Responses to “Analisis: “Angkatan Laut Malaysia (TLDM) Menderita Karena Kekurangan Anggaran””

  1. Walau kekurangan anggaran..Tp Malaysia selalu beli persenjataan gahar..TDK bnyk berpikir..Kena sasaran..TDK bnyk plesir..Beli tepat sasaran..

    • “walau kekurangan anggaran,tapi beli banyak persenjataan gahar”….
      gimana caranya gan?
      kategori tepat sasaran itu gimana ya,apa scorpene itu maksutnya??
      edisi nyungsep hihi

      • Maksud bung Darta :
        Persenjataan gahar , Beli tepat sasaran adalah kapal type MRSS buatan INDONESIA ada pula mereka beli Panser Anoa/Komodo/ Pesawat Cn 295 semua itu tepat sekali dimiliki malay.

        ayo malay jangan malu-malu beli yang banyak bisa kortinglah dikit.

    • Tidak banyak berpikir ??….

      Apa juga yg mau dipikir, anggaran cekak…… dipikir ya tambah mumet !!….. 😆

    • Comment hiburan dari penduduk negara miskin. Biar negaranya nyata miskinpun berlagak sebagai penduduk negara kaya. Biarkan saja penduduk malaysia munafik tak seperti keadaan sebenarnya..

  2. kasian

  3. Indonesia mau gak mau harus bantu negeri jiran ini , buat di jadiin bumper menghadang kekuatan militer cina..
    Kelak suatu saat Lcs..bergejolak, biarlah saudara yang sengak ini maju duluan ampe bonyok dah….hehe..

  4. PT. PAL hati2 dikadalin beruk, nanti malon tidak sanggup bayar kapal MRSS, ……… !!!
    Cian de lo beruk, ……… muihihihi !!!

  5. tudm dan tldm udah divonis menderita, tinggal satu lg ya itu yg disebut pasukan hentak2 bumi yg biasa perkosa bumi..

  6. kalau ingat kesombonganya di ambalat,rasanya ingin teriak ” sukuriiiiiiinnnn”
    kalau ingat mereka masih keturunan nusantara,ingin juga teriak” kaaasihaaaaannn kamu dek gak pinter pinter”

    semangat ya upin hihihi

  7. Gitu…Analis mereka mau oprek-oprek Natuna lagi karena dilihat dari sejarah dan garis ZEE….buat masalah saja nih orang…

  8. Hang nadim kan nama bandara di batam, knp di caplok oleh malon, kita harus protes, kekayaan nama2 indonesia di ambil lg…ganyang malon..

    • Hang Nadim…bapaknya bernama Hang jebat…Hang Tua yang membunuh Hang Jebat, …itu tiga orang yang legenda rakyat untuk area Johor sampai Kep. Riau saat kesultanan Johor Sultan Mahmud……..nah sekarang milik siapa mereka …hehehe

  9. Masih ga papa toh, luas negara malon berapa aja, beda sama indonesia.
    Gowind 6 unit, lms 4 unit, cb 90 10 unit, ngpv 6 unit. Total 26 unit.

  10. serius .. gowind tanda tangan kontrak 2011,… delivery 2019/2020,… lamaaa boneeeng…….

  11. Nggak ada duit…barang harus ada, utangpun jadi..nekat aja.

  12. saatnya kita ganggu wilayah mereka (efek belum move on dari kasus pelanggaran wilaah laut oleh TLDM pada waktu itu)

    • Malon = FPDA

      Malonesia
      Brithis
      Osatralili
      Selandia Baru
      Singaporn

      Dibentuk untuk tujuan menghabiskan NKRI menjadi terpecah belah. konon 5 pangkalan ini yang menjadi perhatian khusus TNI selain mengarah langsung ke jakarta. dan yang paling di takutkan pemerintah adalah proxywar mereka dan statetmen perang asimetris telah lama mereka bina di indonesia.

      Jika perang LCS dan perang Rusia jadi kita tunggu kesempatan menyerang tuh FPDA langsung ke sasaran OSTALI dan SINGAPORN otak yahudi.

      • betul bung. kita ingat saat kita lg lemah pasca reformasi 98 Timor timur mau lepas malaysia sbg tetangga justru ikut mendukung timor timur lepas dr NKRI. malon mmang bukan tetangga yg baik. skrang mrka cuma punya puluhan kaprang smtara kita sudah hampir 200 kaprang. kl kita mau bisa aja kita kerjain mrka u skdar olahraga. hhee

      • Malon n ostrali itu musang berbulu domba,kl ada maunya selalu baikan sm indonesia,tapi suka menusuk dari belakang

  13. Korvet Hang Nadim nya bawa gotongan rudal lumayan banyak. Ada 6 unit.

  14. nih anak knapa ya. ada yang tahu gak

  15. Ada informasi bahwa pembangunan kapal selam sudah di mulai. Semoga lancar. Tolong bung diego angkat beritanya.

  16. Ya sudah sabar aj. Msh untung Malay PNY tetangga bkn tukang copet. Gk kyk kami Indonesia PNY tetangga bawaannya mw nyopet Mulu klo Indonesia LG lemah.

  17. Anggaran sudah cekak apa masih merasa paling jaguh gak ya?

  18. Persenjataannya malon yg beliin raja salman bung darta..

  19. kan baru analisis…
    melihat tingkat ekonomi malaysia sih..gua yakin..malyasia masuk kategori krisis moneter..karena malaysia merasa jaguh jadi bangkrut….hahahahaha..makan tuh jaguh..ada yang bakar ama rebus..bebas…hahahahaha

    • Apa ngak terkena krisis bung,mereka terlalu ngandalin eksport minyak dan sawit,di saat harga 2 komoditi itu turun drastis ekonomipun jd colaps

  20. Buset pada menghina orang melulu & belum tentu yg menghina lebih baik dari yg dihina..
    Seandainya ini jaman dahulu, lebih baik dikawin-kawinin sajalah antara Malaysia dan Indonesia bait ga berantem mulu

  21. kalo ada jenis berita gini,,
    saya kok jadi lebih sering secroll langsung ke koment kalian ya wkwkwkwk

    kalian luar biasaaaaaa!!!!

  22. Negara jaguh sejagad…..
    Jagadnya siapa tp….?ha ha ha

  23. anggaran kolap… kapal perang malon di ganti pake rakit dari pokok pisang… hahaha jaguhh kononnnn….

  24. Kasihan malon yah …
    Makanya kemarin dia ngarep pesawat dari saud tanpa malu dan gantinya bayar cuma ngajarin nyelam kapal, saking pintarnya kapal malah nyelem gak muncul2, dan setelah muncul malah gak bisa nyelam hihihi

  25. pkr sigma akan indonesia hibah ken k malay,,,tahun 2050

  26. Waduh..mau mncgat rudal korut..sampai gunakan bomoh(dukun) untuk menghadang.y..krn kekurangn anggarn..xixi…

  27. Low class navy

 Leave a Reply