Apr 262017
 

Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi fasilitas NPO Saturn. © Alexei Druzhinin

RYBINSK – Masalah ketergantungan Angkatan Laut Rusia terhadap mesin turbin uap yang diimpor telah diselesaikan sepenuhnya, menurut Alexander Artyukhov, CEO United Engine Corporation kepada Presiden Vladimir Putin pada hari Selasa (25/04/2017), seperti dilansir dari TASS Defense.

Kepala negara Rusia mengunjungi asosiasi penelitian dan produksi NPO Saturn, disana dia melihat lokakarya perakitan dan pengujian mesin turbin gas dan mulai melakukan pengujian sistem propulsi turbin gas buatan dalam negeri untuk Angkatan Laut Rusia.

CEO United Engine Corporation Alexander Artyukhov beserta Direktur NPO Saturn Viktor Polyakov menunjukkan salah satu mesin kepada presiden Rusia tersebut, serta mengatakan bahwa sekarang masalah ketergantungan pada mesin-mesin buatan Ukraina tersebut telah sepenuhnya diselesaikan oleh Rusia.

Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin mencatat bahwa proyek tersebut bukan hanya peluncuran produksi mesin baru namun menandai dimulainya sektor baru, pembangunan mesin turbin uap.

“Sampai sekarang, semua mesin turbin uap kapal perang Rusia hanya dirakit oleh Ukraina, di Nikolayev. Hari ini adalah hari peluncuran sebenarnya sektor baru, pembuatan mesin kapal”, kata wakil perdana menteri tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh wakil perdana menteri Rusia, sektor baru tersebut diciptakan dalam waktu singkat yaitu dalam waktu dua setengah tahun sejak keputusan tersebut dibuat.

“Mesin-mesin ini akan sangat beragam dan terdiri dari berbagai ukuran, termasuk untuk kapal air-cushion“, kata Rogozin.

“Kita belum pernah melakukan semua ini sebelumnya. Mereka [Ukraina] berpikir bahwa mereka telah memaksa kita untuk tidak menyelesaikan pembangunan kapal perang. Namun kita telah berhasil melakukan semua ini”, kata wakil perdana menteri Rusia tersebut.

  25 Responses to “Angkatan Laut Rusia Lepaskan Ketergantungan Pada Mesin Buatan Ukraina”

  1. Kemampuan membuat mesin sendiri memang penting untuk kemandirian pertahanan.
    Masih ada yang berpikir beli aja lebih gampang?

  2. indonesia harus dan wajib juga lepas dari segala ketergantungan..terutama mesin sin. sin..alias darurat permesinan type destroyer

  3. Ngopi kental pahit dulu ah. sambil nunggu waktu istirahat setelah aktivitas kerja yang melelahkan otak sejak pagi tadi

    Cruupp….. Crupppp….Cruupppp…….. enuak tenan…..

  4. Sekolahkan ilmuwan2 kita kenegara2 yg maju ilmu metalurginya, ingat gak pake bolos dan lupa pulang membangun negeri!he3. Bangun pabrik mesin plat merah seperti Texmaco dulu, lucu juga ada dulu yg suka komen RI gak usah bikin mesin sendiri biaya R&D mahal dan tdk ekonomis bl dibuat cukup beli saja! Klu diembargo baru kalang kabut mangkrak semua alat perangnya, klu diserang kembali seperti Zaman batu pake ketapel, bambu runcing dan jampi2!

  5. KAGAK

  6. MONCER

  7. BARANG !!!

 Leave a Reply