Angkatan Luar Angkasa AS Kerahkan Pasukan ke Qatar

Jakartagreater.com  –  Keputusan Donald Trump untuk mendirikan cabang militer operasi luar angkasa dikritik baik secara internal maupun eksternal, yang para ahli mengatakan dinas militer baru akan mengarah pada kompetisi persenjataan ruang angkasa secara global.

Sebagai langkah perkembangan dari program ini, Angkatan Luar Angkasa AS telah mengirim 20 prajurit ke Pangkalan Udara Al-Udeid Qatar, dalam penempatan asing pertama mereka di luar AS. Kolonel Todd Benson, direktur pasukan Angkatan Luar Angkasa di Al-Udeid, mengatakan lebih banyak prajurit akan bergabung dengan unit “operator inti ruang angkasa” yang akan memantau pergerakan musuh, mengoperasikan satelit, dan berupaya mencegah konflik di luar angkasa, dirilis Sputniknews.com, pada Senin 21-9-2020.

“Kami mulai melihat negara-negara lain yang sangat agresif mempersiapkan perluasan konflik ke luar angkasa. Kami harus mampu bersaing dan mempertahankan serta melindungi semua kepentingan nasional kami”, ujar Kolonel Todd Benson, direktur pasukan Angkatan Luar Angkasa di Al -Udeid, kepada The Associated Press.

Kolonel Benson menolak mengatakan negara mana yang bersiap untuk memperpanjang konflik ke luar angkasa dengan Amerika Serikat. Pengerahan pasukan ini, bagaimanapun, menyusul setelah berbulan-bulan ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran. Itu juga terjadi 2 bulan setelah Washington mengatakan Rusia telah menguji senjata anti-satelit berbasis ruang angkasa.

Kembali pada bulan Juli 2020, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Gedung Putih menggunakan klaim tersebut untuk membenarkan rencananya dalam menyebarkan senjata di luar angkasa dan mencatat bahwa yang disebut senjata itu hanyalah satelit inspektur.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengklaim bahwa Rusia dan China sedang mengembangkan senjata yang dapat merusak satelit AS, melumpuhkan ponsel, Drone, Jet tempur, kapal induk, bahkan pengontrol senjata nuklir.

Pembicaraan tentang Korps Luar Angkasa independen telah berlangsung selama bertahun-tahun di Amerika Serikat. Pada tahun 2001, Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld menyerukan pembentukan kelompok antariksa antarlembaga di Dewan Keamanan Nasional, karena Washington khawatir aset AS di luar angkasa dapat terancam.

Pada tahun 2018, Donald Trump tergoda dengan ide untuk menciptakan cabang militer keenam. “Kami akan menyebutnya Angkatan Luar Angkasa,” kata Trump dalam pidatonya kepada Marinir pada Maret 2018. Tiga bulan kemudian, dia memerintahkan agar proses pembentukan dinas militer baru dimulai.

Keputusan Trump telah dikritik baik secara internal maupun eksternal. Penentang gagasan di Amerika Serikat memandang Angkatan Luar Angkasa sebagai cara untuk mendapatkan poin sebelum pemilihan presiden dan mempertanyakan perlunya cabang tersebut. Kritikus juga mencatat bahwa inisiatif AS dapat menghasilkan perlombaan senjata baru di luar angkasa, yang dapat mengancam dunia.

2 pemikiran pada “Angkatan Luar Angkasa AS Kerahkan Pasukan ke Qatar”

Tinggalkan komentar