Sep 082016
 

Transformasi senilai US $12 milyar sedang berlangsung untuk pesawat tempur F-15 era 1980an milik Angkatan Udara AS, sebuah langkah menuju upgrade armada udara yang menurut seorang pejabat militer baru-baru menyebutkan sebagai “armada terkecil, tertua dan paling siap” dalam sejarah.

Pesawat tempur F-15 telah lama dipuji sebagai pesawat yang paling sukses pada pertempuran jarak dekat dalam sejarah AS, membuat rekor tempur udara-ke-udara tak terkalahkan dengan lebih dari 100 kemenangan pertempuran udara, menurut Boeing, kontraktor utama dan pengembang pesawat.

Angkatan Udara awalnya berencana untuk mengganti seluruh armada F-15 dengan pesawat generasi kelima F-22 Raptor, namun produksi pesawat siluman dihentikan pada tahun 2009 dan hanya berhasil memproduksi 188 unit dari 749 unit F-22 yang dibeli oleh Pentagon.

Dengan negara-negara pesaing seperti China dan Rusia yang dengan cepat menutup kesenjangan teknologi yang memungkinkan AS untuk menguasai langit selama beberapa dekade dan lebih sedikit F-22 dari yang diharapkan, Angkatan Udara telah memutuskan untuk berinvestasi dalam pembedahan secara besar-besaran F-15 yang sudah teruji untuk mengisi kekosongan dengan memperpanjang usia hingga tahun 2040.

Upgrade akan mencakup 435 unit F-15, dengan penggantian radar berteknologi baru, memperbarui sistem komputer misi, alat komunikasi modern, pencarian dan melacak inframerah canggih dengan kemampuan dan pertahanan perang elektronik sehingga F-15 dapat bekerja sama dengan pesawat lain yang lebih canggih, ungkap Angkatan udara kepada CNN.

Banyak upgrade F-15 juga dimodifikasi untuk mampu membawa hingga 16 rudal, jauh lebih banyak dari standar sebelumnya yang hanya mampu membawa 8 rudal, sehingga memberikan tingkat mematikan pesawat yang lebih besar, kata juru bicara Boeing, Randy Jackson.

Sumber: Defense Aerospace