Sep 182016
 

Angkatan Udara Amerika Serikat pada hari Jumat (16/9) waktu setempat, mengumumkan bahwa pihaknya telah menarik 10 jet tempur F-35 Joint Strike. Grounded tersebut dilakukan selang sebulan setelah jet tempur itu dinyatakan “combat ready”.

Dalam pernyataan resminya, Angkatan Udara Amerika Serikat menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena adanya masalah pada bagian avionik pendingin pada baris dalam tangki bahan bakar. Total sebanyak 57 jet mengalami rusak pada garis pendingin, sehingga hanya ada 15 jet yang tetap tersedia.

Dari sebanyak 15 pesawat yang siap di lapangan, 10 diantaranya telah dinyatakan siap tempur, satu sedang dalam pengujian, dan empat lainnya berada pada puncak pelatihan. Dua dari empat pesawat yang berada pada puncak pelatihan merupakan milik Norwegia Royal Air Force.

Perwakilan dari Angkatan Udara dan Program Lockheed Martin F-35 mengatakan bahwa garis pendingin yang rusak tidak ditemukan di semua pesawat. Menurutnya, penggunaan bagian yang rusak itu terbatas pada satu sub-kontraktor yang tidak bekerja pada semua pesawat.

“Keselamatan selalu menjadi pertimbangan pertama kami dan Lockheed Martin berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin untuk mengembalikan jet pada status terbang,” ujar juru bicara Lockheed Martin, Michael Rein, seperti dilansir CNN pada Minggu (18/9).

Jet tempur F-35 digambarkan sebagai sistem senjata yang paling mahal dalam sejarah, dengan biaya program diperkirakan mencapai 400 miliar dolar AS. Produsen pesawat, Lockheed Martin, telah mengirimkan 108 unit F-35A dari total rencana Angkatan Udara untuk membeli 1.763 unit.

Sumber: CNN

 Posted by on September 18, 2016