May 152018
 

Sebuah model Millennium Falcon 2 dari film Star Wars © Quarax via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Udara AS telah mendirikan laboratorium eksperimental bernama Kessel Run di Boston. Tujuan dari lab tersebut adalah untuk mengembangkan perangkat lunak “mission-critical” militer dalam waktu sesingkat mungkin, sebagaimana dilansir dari laman Boston Globe.

Setiap penggemar “Star Wars” pasti tahu bahwa sang penyelundup legendaris Han Solo membuat Kessel Run dalam waktu kurang dari 12 parsec atau sekitar 39 tahun cahaya.

“Ini adalah lelucon bahwa kami akan menyelundupkan kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak baru ini ke Angkatan Udara AS dalam 12 parsec atau kurang”, menurut Kapten Bryon Kroger, chief operating officer dari Kessel Run Experimentation Lab di WeWork. Portland Street. “Ini adalah cara terseingkat untuk berpindah dari Point A ke Point B”.

Laboratorium ini merupakan upaya untuk membuat perangkat lunak dalam mengelola penyebaran pesawat tanker yang harus mengisi bahan bakar pesawat Angkatan Udara AS selama penerbangan. Memastikan bahwa jumlah tanker yang benar diwilayah udara yang tepat adalah tantangan logistik yang sangat besar.

Namun hingga saat ini, personel Angkatan Udara AS masih melacak penyebaran tanker dengan memakai tangan serta menggunakan papan tulis.

Tim Angkatan Udara AS bergabung dengan Pivotal Inc., perusahaan yang mendesain sistem untuk menyederhanakan dan mempercepat pengembangan perangkat lunak perusahaan. Biasanya, diperlukan waktu selama 5 tahun untuk cabang militer AS dalam mengembangkan dan menyebarkan perangkat lunak baru. Tim Angkatan Udara-Pivotal membangun aplikasi pengisian bahan bakar hanya dalam waktu empat bulan.

Defense Innovation Unit Experimental, sebuah departemen Pentagon yang berusaha menerapkan pengetahuan sektor swasta untuk masalah-masalah militer, tampak sangat terkesan bahwa ia bekerja dengan Pivotal dan Angkatan Udara untuk membuat Kessel Run.

Menurut Chief product officer Adam Furtado, bahwa secara tradisional militer Amerika menghasilkan perangkat lunak menggunakan metode yang sangat telaten dan mahal yang digunakan dalam membeli kapal, pesawat dan tank. Namun di Kessel Run, mereka merangkul praktik pengembangan perangkat lunak degan cepat yang digunakan oleh perusahaan sipil.

“Kami menembak bulan dan memutuskan untuk mengambil halaman dari buku pedoman Silicon Valley”, kata Furtado.

Rencananya adalah melembagakan cara penulisan perangkat lunak yang lebih cepat di seluruh militer AS.

“Kami sudah mulai melihat berbagai layanan yang memperhatikan apa yang telah kami capai sejauh ini”, kata Furtado. “Sangat mungkin bahwa model kami diadopsi sebagai model yang maju”.

Kessel Run saat ini menempati ruang yang cocok untuk sekitar 90 insinyur. Tetapi pada tahun depan akan pindah ke ruang WeWork yang jauh lebih besar dan akan mampu menampung hingga 300 personel.

Kemungkinan besar, banyak dari mereka akan menjadi penggemar utama “Star Wars”, tetapi tidak Furtado. Dia mulai menonton film aslinya, tetapi menyerah pada adegan Cantina yang terkenal.

  8 Responses to “Angkatan Udara AS Membangun Kessel Run di Boston”

  1.  

    Bikin kessel jg tuh perangkat lunak klu lg eror apalagi dihack pihak2 yg usil!he3

  2.  

    Paling nanti ngayal lagi dan ngaku2 sudah bikin pesawat canggih, yg pendaratan ke bulan aja di manipulasi juga f22 di manipulasi, aah amerika kok dipercaya

    😎

    •  

      Itu bahas Software aka perangkat lunak, kayak Word atau Excel. Bukan bikin pesawat. Untung puasa nih. Makanya biasakan baca artikel dan cermati maksudnya, bukan lihat judul Ama gambar doang.

  3.  

    ”perangkat lunak “mission-critical” militer ”

    Pr bagi militer kita

  4.  

    PR industri militer kita semakin banyak. semakin banyak kita disibukkan dengan perbedaan didalam negeri, semakin jauh kita tertinggal. saat ini perkembangan global sudah semakin menuju ke arah perangkat lunak.

 Leave a Reply