Mar 032018
 

Jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II terbang perdana di Edward AFB. ©U.S. Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Udara India atau IAF, membantah telah menunjukkan ketertarikan eksplisit untuk pengadaan jet tempur siluman F-35 Lightning II AS bagi armada tempurnya yang kian menipis, seperti dilansir dari laman The Indian Express.

Laporan tentang IAF yang meminta Lockheed Martin untuk memberi briefing rahasia mengenai F-35 terjadi ditengah kabar bahwa pemerintah sudah memutuskan untuk membatalkan proposal membuat pesawat tempur asing bermesin tunggal di India.

“Kami [Angkatan Udara India] belum secara resmi meminta pengarahan tentang F-35 atau tidak ada permintaan yang diajukan ke AS”, menurut Marsekal BS Dhanoa, Kepala Staf IAF kepada The Indian Express.

Sumber mengatakan bahwa pembelian jet tempur berikutnya adalah keputusan yang harus diambil dengan banyak pertimbangan, termasuk pertimbangan strategis.

Pertimbangan keuangan, saat ketentuan anggaran terbatas untuk pengadaan berskala besar oleh Kementerian Pertahanan India, juga akan memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan tersebut.

Dhanoa mengatakan bahwa pada saat ini IAF hanya memiliki 31 skuadron tempur yang seharusnya ada 42 skuadron, maka sangat penting agar segera memenuhi kekurangan tersebut. Dengan demikian, sebaiknya hal ini dilakukan lewat kesepakatan pemerintah-ke-pemerintah untuk memperoleh pejuang berikutnya.

Menambahkan, Dhanoa menyebut proposal untuk membeli dan membuat jet tempur bermesin tunggal dibuat dua tahun lalu dengan berbagai pertimbangan. Ini termasuk biaya akuisisi pesawat bermesin tunggal yang secara signifikan lebih rendah daripada pesawat bermesin ganda seperti Rafale.

Apalagi, biaya operasional pesawat tempur bermesin tunggal juga lebih kecil daripada jet tempur bermesin ganda. Keputusan awal mengenai pemilihan akan memungkinkan IAF untuk membangun kekuatan tempurnya, bersamaan dengan induksi jet tempur domestik Tejas buatan HAL.

Bagikan:

  7 Responses to “Angkatan Udara India Bantah Minat F-35 AS”

  1.  

    SU-57 sdh lulus uji coba di suriah jd nggak perlu F-35

  2.  

    Untuk Gen5 bukannya sudah ada kerjasama dgn Rusia!

  3.  

    Angkatan Udara India Bantah Minat F-35 AS… hahahaha… berarti masih ogah beli kalkun..

  4.  

    India saja tahu utk menghemat anggaran di gunakan mesin tunggal. Kapan ya Indonesia mendapatkan lisensi SAAB Gripen E/F (NG) buat 10 skuadron untuk pesawat tempur patroli dan intersep ketika ada penyusup yg ditempatkan menyebar ke seluruh Lanud-lanud tipe C dan D.
    Karena Indonesia jauh dari kata perang. Tapi Indonesia juga harus punya pesawat tempur mesin ganda utk perang dengan minimal memiliki 3 Skuadron SU-35, 2 Skuadron MIG-35, dan 3 Skuadron IFX yang ditempatkan di Lanud-lanud tipe A dan B.
    Nanti kalo anggaran pertahanan kita di kasoh 10% dari APBN bersih yang berasal dari pendapatan pajak, cukai, dan non pajak. Ketika pendapatan negara dari 3 poin itu berkurang, maka berkurang pula anggaran militer. Sehingga TNI akan didorong juga sebagai pengawal pendapatan pajak negara sebagai OMSP (Operasi Militer Selain Peran).

    •  

      APBN bersih disini adalah APBN yg bersumber dari pendapatan (pajak, cukai dan non pajak), tidak ada yang berasal dari hibah atau pinjaman. Jadi TNI dirancang bukan cuma sebagai mesin ATM APBN saja. Tapi juga sebagai penjaga dari ATM tersebut. Tapi bukan pengumpul uang untuk mengisi mesin ATM-nya. Itu tugasnya orang2 Kementrian Keuangan (PAJAK dan BEA CUKAI) serta Kementrian lainnya

 Leave a Reply