Sep 302013
 
Pesawat Tempur SU-35BM (photo: SUkhoi)

Pesawat Tempur SU-35BM (photo: SUkhoi)

Target TNI di Minimum Essential Force (MEF) I untuk mengantisipasi konflik/sengketa wilayah dengan negara tetangga di utara, seperti Kasus Ambalat, bisa dikatakan berhasil. Berhasil dalam artian mengumpulkan senjata yang mematikan dan memiliki daya gentar yang tinggi. Untuk pertempuran di garis perbatasan maupun pertempuran anti-gerilya, keberadaan Apache AH-64E Guardian, Mi-35, MBT Leopard, serta pesawat tempur Super Tucano, akan menjadi mimpi buruk bagi lawan.

Akan tetapi Apache AH-64E Guardian, Mi-35, MBT Leopard 2A4 serta Super Tucano menjadi tidak berarti, ketika ada negara lain yang melakukan serangan dengan pesawat tempur dan bomber. Keempat Alutsista itu tidak berdaya, ketika ada skadron pesawat musuh melakukan serangan kilat dan membom obyek vital di Indonesia.

Australia sempat berpikir untuk membom Jakarta dengan F-111 Aadvark, ketika pasukan Untaet yang hendak mendarat di Timor Timur pasca jejak pendapat 1999, hendak dihalangi militer Indonesia. Jika serangan itu terjadi, bombardir yang mereka lakukan terhadap obyek vital, besar kemungkinan akan mendapatkan hasil, meski beberapa fighter atau bomber mereka berhasil dirontokkan fighter Indonesia.

Dalam program MEF I, TNI terus menambah radar untuk dapat memonitor seluruh wilayah udara Indonesia. Namun apalah artinya radar, jika tidak bisa menembak.

Indonesia terlalu luas untuk sekedar memiliki satu skuadron heavy fighter SU-27/30. Apalagi pesawat-pesawat tempur negara di sekitar Indonesia akan terus semakin canggih. Australia dan Singapura sebentar lagi akan memiliki F-35. Malaysia sedang mempertimbangkan untuk membeli F/A 18 E/F Advance. Singapura juga memiliki F-15 Silent Eagle. Belum lagi pesawat-pesawat tempur stealth China seperti Chengdu J-20.

F-35 Joint Strike Fighter

F-35 Joint Strike Fighter

Mungkin kita masih ingat ketika F-16 Indonesia menyergap F/A-18 Hornet  USAF di wilayah Bawean. Namun F-16 Indonesia tidak bisa berbuat banyak, kerena pesawat lawan memberikan gertakan yang lebih kuat. Kehadiran 24 pesawat F-16 block 25 eks US Air Guard, tidak cukup signifikan untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Udara Indoesia. AS sendiri hanya menggunakan F-16 block 25 sebagai armada perang lapis kedua. Pasukan pemukul udara AS untuk fighter jenis F-16 berkualifikasi Block 40/42 ke atas.

F/A-18 Hornet USAF (photo: USAF)

F/A-18 Hornet USAF (photo: USAF)

Coba bayangkan akan seperti apa bila F-16 block 25 Indonesia berhadapan dengan F-35 Australia dan Singapura ?. Yang ada pesawat tersebut akan balik kanan, kembali ke markas. Lain halnya jika Indonesia telah memiliki sistem pertahanan anti-udara jarak jauh – menengah seperti S-300 family. Tidak akan mudah bagi pasukan asing untuk menerobos wilayah Indonesia dan F-16 bisa menutup lubang yang masih ditinggalkan S-300.

Praktis sekarang Indonesia hanya memiliki 1 skadron pesawat heavy fighter SU 27/30 untuk mengkover wilayah Indonesia yang demikian luas. Tentu hal itu tidak mencukupi.

Jangan pernah berpikir tidak akan ada perang, karena jika perang itu benar-benar datang, maka porak porandalah kita, karena salah mengambil asumsi. Inggris tidak pernah berpikir akan berperang dengan Argentina yang merupakan sahabat perdagangan mereka. Namun faktanya, perang itu mendatangi Inggris. Begitu pula dengan kasus ancaman Australia maupun provikasi yang dilakukan Malaysia di Ambalat. Sebelumnya, kita tidak pernah berpikir hal itu akan dilakukan tetangga kita.

Kabar gembira muncul dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kamis 26 September 2013, bertempat di Surabaya. Panglima TNI tertarik untuk membeli SU 35, untuk memperkuat Skadron SU-27/30 yang dimiliki Indonesia saat ini.

“Syukur kali ini pesawat tempur Sukhoi sudah satu skuadron. Diharapkan akan ada lagi pembelian jenis SU-35 karena lebih canggih. Semoga perekonomian bisa semakin membaik, sehingga negara bisa membeli alutsista sebagai penguatan NKRI,” kata Moeldoko (republika.co.id/ 26/09/2013).

Jika Sukhoi Su-35 jadi dibeli pada MEF II (2015-2019), kekuatan angkatan udara Indonesia, cukup gagah untuk meladeni pesawat tempur asing yang mencoba menyerang Indonesia.

Untuk mendapatkan air superiority, Indonesia membutuhkan setidaknya tambahan 3 skuadron Sukhoi, yang tentunya keberadaannya lebih powerfull dibandingkan Helikopter Apache maupun MBT Leopard. Sukhoi akan dapat bergerak cepat untuk menutup celah yang ada di udara Indonesia ataupun untuk mengusir pesawat yang menyusup.

Pesawat Tempur SU-35BM

Pesawat Tempur SU-35BM

Jika radar Indonesia mendeteksi adanya serangan musuh, Indonesia tidak bisa menembaknya dengan Apache AH-64E ataupun MBT Leopard, melainkan dengan sistem pertahanan anti-udara atau pesawat tempur. Apache dan Leopard hanya dibutuhkan Indonesia ketika musuh telah mendarat ke tanah Indonesia. Hal itu hanya bisa terjadi jika air superiority dan sistem pertahanan udara Indonesia, telah dilumpuhkan musuh.

Pasukan multinasional yang dipimpin AS, hanya melakukan serangan darat ke Irak, setelah air superiority dan sistem pertahanan anti serangan udara dilumpuhkan terlebih dahulu. Sementara dalam kasus peperangan di Serbia, AS tidak berani melakukan serangan udara/ bombardir, karena satelit mata-matanya menangkap ada beberapa baterai S-300 yang digelar oleh Serbia. Padahal usai perang diketahui sebagian besar baterai itu hanyalah dummy alias palsu.

Pada MEF II, TNI harus bisa membuat Angkatan Udara berada pada level pasukan yang disegani lawan (having a respectable Air Force), yang bertujuan untuk membuat pihak asing berpikir puluhan kali jika hendak menganggu wilayah Indonesia.

Meskipun Indonesia merasa yakin tidak ada musuh potensial saat ini, namun mengamankan wilayah udara adalah sangat penting, karena dari situlah wibawa negeri Indonesia ditegakkan. Rudal pertahanan udara, UAV serta pesawat tempur modern dibutuhkan Indonesia, walau jumlahnya masih sedikit. Efek deteren itu antara lain dimunculkan oleh adanya pesawat tempur yang modern/ up to date, bukan pesawat lawas. Sudah waktunya Indonesia merogoh sakunya di MEF II, untuk kebutuhan tersebut.

Kegunaan S-300
Jika Indonesia memiliki sistem pertahanan udara S-300, maka alutsista ini akan secara efektif menghentikan kemampuan ofensif dari musuh dan tidak memberikan mereka air superiority.

S-300 digabungkan dengan sistem anti-udara jarak pendek (meski sudah tua), akan memberikan perlindungan sangat kuat. S-300 tidak akan efektif untuk menangkal pesawat tempur atau rudal yang sudah terlalu dekat,  serta terbang rendah di bawah 25 meter menelusuri relief bumi. Pesawat tempur atau rudal yang lolos ini, akan ditangani dengan baik oleh rudal/senjata anti udara jarak pendek, seperti gabungan starstreak dan Oerlikon Skyshield atau jenis lainnya, seperti Pantsir.

Gabungan S-300 dengan Pantsir atau rudal anti-udara jenis lainnya, akan menjadi duet maut, sangat sulit untuk ditembus. Untuk tidak tidak heran negeri yang memiliki ancaman militer tinggi, seperti Iran dan Suriah, mati-matian untuk mendapatkan S-300 family.

Jenis Rudal Anti-Udara S-300
S-300P (1978) – 5V55K missile, 47 km range.
S-300PS (1983) – 5V55R missile, 75 km range.
S-300PMU1 (1993) – 4N6E missile, 150 km range.
S-300PMU2 (1997) – 4N6E2 missile, 200 km range.
S-400 modifikasi dari S-300PMU2.

Sitem pertahanan anti-udara S-300

Sitem pertahanan anti-udara S-300

Tiga varian S-300 yakni: S-300V, S-300P dan S-300F:
S-300V. Kode V yang berarti Voyska ditujukan untuk pasukan darat. Perlindungan udara untuk pasukan darat ini meliputi:  anti rudal balistik, anti rudal jelajah serta pesawat tempur.  S-300V diangkut oleh MT-T transporters (tracked) dengan amunisi rudal 9M83 “GLADIATOR” berdaya jangkau maksimum 75 km. Sementara 9M82 “GIANT” (SA-12B Giant) dapat mencapai target hingga 100 km dan mampu menyasar pesawat/rudal di ketinggian (altitude) 32 km (100,000 ft).  S-300V lebih ditujukan untuk menangkis serangan Anti-Ballistic Missile.

Sistem Pertahanan Anti Udara S-300V/  SA-12b GIANT/ SA-12a GLADIATOR

Sistem Pertahanan Anti Udara S-300V / SA-12b GIANT/ SA-12a GLADIATOR

Sementara S-300P merupakan versi orsinil dari sistem pertahanan udara S-300. Huruf P berarti PVO-Strany (Sistem pertahanann udara negara). Awalnya S-300P kesulitan untuk menjejak target di bawah 500 meter dari permukaan tanah. Namun Rusia terus mengembangkan sistem Track Via Missile-nya (TVM) sehingga kini mampu menjejak target di ketingian 25 meter.

S-300PT-1 dan S-300PT-1A (SA-10b/c) merupakan versi import maupun kebutuhan dalam negeri Rusia, hasil pengembangan dari sistem S300PT. Sistem rudal ini menggunakan rudal 5V55KD dengan jangkauan 75 km. Pada tahun 1985 diperkenalkan S-300PS/S-300PM dengan rudal baru 5V55SR dengan jangkauan 90km dan dilengkapi dengan terminal pemandu semi-active radar homing (SARH).

Tahun 1992 diperkenalkan S-300PMU untuk versi eksport dengan feature upgrade rudal 5V55U yang bisa menjejak obyek yang lebih kecil serta memiliki jangkauan hinga 150km.

Jenis peluncur maupunjenis rudal terus berkembang. Ukuran dan hulu ledak yang lebih kecil namun memilki janghkauan yang lebih jauh. S-300PMU-2 misalnya dengan mengusung rudal rudal 48N6E2 mampu menggasak sasaran hingga jarak 195km. Sementara rudal 9M96E2 mampu menggasak sasaran yang sangat dekat hingga jauh, yakni dari jarak 1 hingga 120 km.

Varian S-300PMU

Varian S-300PMU

Adapun S-300F yang berarti Flot (fleet) diperkenalkan tahun 1984 untuk pertahanan anti-udara kapal perang yang mengacu pada Sistem S-300P. Dilengkapi rudal baru 5V55RM, jangkauan sistem S-300F bertambah menjadi 7-90 km dengan kecepatan 4 mach dan mampu menghajar target di ketinggian 25 -25.000 meter (100-82,000 ft). S-300FM adalah versi yang lebih baru dan diperkenalkan pada tahun 1990. Kecepatan rudal meningkat pesat menjadi 6 hingga 8,5 Mach dengan hulu ledak 150 kg dan mampu menyasar target 5–150 km (3–93 mi) di altitude 10m-27 km (33–88500 ft). Setelah dilengkapi dengan ultimate track-via-missile guidance method, rudal ini dapat menyergap short-range ballistic missiles.

Sistem Pertahanan Udara S-300F

Sistem Pertahanan Udara S-300F

Katakanlah anda memiliki dua Pangkalan Udara yang satu dilindungi oleh S-300 dan satu lagi dilindungi AAA Gun. Kerusakan keduanya memiliki nilai militer yang sama. Kira-kira Pangkalan Udara mana yang akan dipilih musuh untuk dihancurkan ?. Tentunya yang dilengkapi pertahanan udara AAA Gun. Semua militer akan mencari target yang lebih mudah. Jika S-300 harus diserang oleh musuh, tentu ada berbagai cara yang mereka lakukan.

S-300 bisa dilumpuhkan, namun membutuhkan usaha yang besar. Membutuhkan kordinasi yang tinggi, teknologi jamming- decoy, taktik dan skill. Sistem pertahanan S-300 memiliki keterbatasan persediaan rudal yang akan ditembakkan. Ketika persediaan itu sudah habis dilepas, tentu akan mudah bagi musuh untuk menghancurkannya.

Satu contoh yang bagus, NATO pada tahun 2011 mengujicoba SEAD fighter mereka (Supression of Enemy Air Defenses) dengan Early Warning Aircraft terhadap sebuah sistem pertahanan udara S-300 Slovakia. Usai ujicoba hanya pesawat Rafale yang mampu keluar dari latihan itu tanpa tertembak. Pesawat lain rontok disikat S-300. Untuk itulah mengapa NATO dan Israel sangat resah dengan Suriah yang diduga telah diperkuat oleh Rusia dengan S-300. Rusia terus memodernisasi sistem pertahanan udara Suriah.

Missile S-300PMU-2 merupakan tantangan berat bagi seluruh pesawat tempur generasi 4 atau 4++ dalam jarak 150 km. Kecepatan dari rudal 48N6E2 S-300PMU-2 sekitar 3 km/ detik atau 6 hingga 8 kecepatan suara/ Mach. Bayangkan saja anda seorang pilot F-16 yang terbang dengan kecepatan 1,8 Mach dihampiri oleh rudal kecepatan 6 Mach.

Katakanlah negara kita memiliki dua baterai S-300PMU-2 dengan rudal 48N62E yang setiap baterainya dilengkapi 8 hingga 12 launcher S-300PMU-2. Masing-masing unit S-300PMU-2 dilengkapi 4 rudal siap tembak. Artinya ada 16 hingga 24 S-300PMU-2  dikalikan (x) 4 rudal, yakni 64 hingga 96 rudal ditembakkan dalam waktu 10 menit. Harga 64 hingga 94 pesawat tempur itu sekitar 10 hingga 20 miliar dollar. Kira-kira bagaimana perasaan atau nyali pihak asing yang hendak mencoba-coba atau mengganggu wilayah udara Indonesia?. Pada MEF II, kita membutuhkan a respectable Air Force. (JKGR).

  117 Responses to “Angkatan Udara Indonesia yang Disegani”

  1.  

    Jika melihat perang teluk, balkan dll, ane sangat, sangat dan sangat percaya kehandalan rudal2 SAM rusia (F117 rontok) tapi maaf dari perang2 tsb pula ane meragukan kualitas jet tempur rusia (kucing dimangsa tikus)…sekali lagi maaf klo kurang berkenan

    •  

      Menurut saya pesawat2 Russia/Soviet tidak kalah kelas dari pesawat2 Barat. Beberapa fakta berikut adalah dasar pendapat saya :

      – Total 52 pilot Soviet yang meraih Aces (menjatuhkan 5 atau lebih pesawat tempur musuh) di perang korea dengan mig-15 (Soviet MiG-15 Aces of the Korean War By Leonid Krylov).

      – Ada 16 Pilot Vietnam yang meraih aces dengan Mig-17/ Mig-21 melawan pesawat Amerika dan dipiloti oleh orang Amerika di periode akhir 1960-an sampai awal 1970-an, periode yang kurang lebih bersamaan dengan 2 kali perang Arab – Israel, dimana pesawat2 negara2 Arab buatan Russia kewalahan melawan pesawat2 tempur Israel.

      – Mig-29 eks Jerman Timur yang dipiloti orang Jerman terbukti mampu mengimbangi F-16C NATO dalam sebuah latihan bahkan dari segi manuver lebih baik.

      Kasus banyaknya jumlah pesawat Russia yang dijatuhkan oleh pesawat Barat/AS di perang Teluk/Balkan adalah karena SDM/kemampuan/pengalaman pilotnya yang masih minim.Saya percaya akan sangat berbeda hasilnya kalau yang dihadapi adalah pesawat yang dimiliki dan dipiloti oleh orang Russia sendiri.

    •  

      pendapat anda betul bro, tapi ketika perang mesir vs israel faktor banyak rontoknya pesawat blok timur karena skill pilot mesir masih kalah kalau dogfight dengan pilot2 israel.

      tapi seteleh blok timur mampu mengungguli design pesawat generasi 4 blok barat (design sukhoi sekarang), skarang mereka segan dengan pespur blok timur. terbukti pada saat Latihan Bersama Pitch Black di Ausie

      •  

        pesawat rusia memang unggul tapi mengalami titik balik di pertempuran di atas lembah bekaa (1982)…menurut ane sbg orang awam ada ‘sedikit’ kelemahan pada kemampuan electronic warefare (ew) jika tidak mengapa sukhoi india menggunakan avionik dan ew bukan buatan rusia? demikian pula malaysia. apakah ada perbedaan peran ew dalam latihan tempur dan perang sesungguhnya? apa yg sebenarnya terjadi pada insiden perairan bawean, pulau rote (tahu siapa yang ‘mengunci’) dan laut sulawesi (tidak tahu siapa yang mengunci)? mungkin ada yg bisa memberi pencerahan…

        •  

          sy br tau klu ada insiden pulau rote.?ada yg tau cerita singkatnya g.?hehehe. maaf soalx ane org awam

        •  

          F18 vs Hawk TNI AU. Sori ralat, di sini yg berhasil melakukan “lock” adalah Hawk TNI AU

          •  

            owww kirain sukhoi yg di lock mas. heheheh
            btw insiden di lockx sukhoi di sulawesi kira: siapa yg melakukan ya mas.?

          •  

            ane berharap: Kilo class hehehe

          •  

            Kayaknya sih si Raptor F22 coz dia yg punya daya jelajah jauh yg sama dg keluarga Sukhoi dan berkemampuat Stealth. Su 30 MK2 yg kmaren dilock sebetulnya bisa setara sama F35 Lightning II kalo radarnya di improve. Namun krn yg nge lock ga keliatan ya bisa aja itu F22, kalo F15 E/F kayaknya ga mungkin coz bakal kedeteksi. Kalo F35 daya jelajahnya dibawah 2000 Km.

      •  

        Singkatnya :
        Uni Soviet dulu kalau di Ekspor pasti di downgrade habis-habisan, dan masih lemah di manajemen sensor dan Elektronika, coba bayangkan kita udah pakai PC PENTIUM mereka masih pakai sekelas PC-XT.

        Makanya ngak kaget Israel menang atas Suriah, selain mereka Strateginya Jenius juga ngak Imbang, F-16 / F-4 Modernized melawan pesawat Generasi 2 minus (karena telah di Downgrade sama Unisoviet), begitu juga baterai-baterainya sama-sama minusnya

        Lain dulu lain sekarang,

        Karena sekarang Rusia FULL BISNIS, kamu punya uang, apapun bisa kamu ambil, AS pakai Core I-7, Rusia juga pakai Core I-7, yang OK adalah CUSTOMIZED (Sesuai Pesanan).

        Namun…….

        Secara QC (Quality Control) semua harus mengakui, Rusia agak AMBURADUL.
        Bisa di lihat tentang meledaknya Roket Proton-M yang membawa 3 Satelit, yang ceritanya bikin saya Geli-geli Nikmat

      •  

        Karena The Man Behind The Gun bro. Di Asean bukan hanya Indonesia yang punya Sukhoi Su-30. Bahkan punya Indonesia bukan yang paling mutakhir. Kenapa yang diundang pake Sukhoi justru Indonesia? Karena bosnya pilot-pilot Ausi yang menganggap pilot-pilotnya sekelas maverick (inget Top Gun?). Sehingga hanya dapat diladeni oleh pilot-pilot yang sekelas dengan maverick karena itu mereka mengundang Indonesia dengan sukhoinya, bukan kelas pilot yang pintar “eject kat hanggar” he…he…..saya pernah baca di media ausi sana mengenai alasan ini, besok kalo dah ketemu linknya saya share dah….

    •  

      Selera Panglima TNI sesuai dengan selera formil (Kilo,SU35,S300), masa kejayaan th 1960 telah kembali..

  2.  

    klu mnrut mas penempatan ideal 2 divisi S 300 di daerah mana sj mas.?
    trus kira kl8u seumpamanya ada penambahan 3 skuadron sukhoi, maka kemungkinan terbaik 3 skuadron tambahan itu akan ditempatkan dmn mas.?
    semoga dlm waktu dekat deal SU 35 uda bs terealisasi wlpn mngkn pngirimnnya br bs sekitar tahun 2016

    •  

      kl menurut saya untuk 2 batrai S-300 di tempatkan di Surabaya dan Lampung ( tp kl hanya 2 batrai, saya kira nanggung mas bro..hehehe…mendingan masing” pulau besar di tempatkan minimal 1 batrai ). sedangkan untuk SU-35BM : 1 skadron SU-35BM di tempatkan di Halim ( cover Ibu kota ), 1 skadron SU-35BM di Polonia – medan ( cover sumatera dan sekitarnya dengan asumsi Malaysia punya F/A 18 E/F Advance dan singapura dengan F-35 ) dan 1 skadron di tempatkan di bali ( cover Surabaya,NTB,NTT dan papua buat menghalau F/A 18 silent Australia )…

    •  

      1 batere terserah efektifnya dimana buat asutralia… 1 batere lg dibagi 2: batam dan dumai biar kawasan udara 2 jiran kita jadi no fly zone

  3.  

    Ga usah muluk2 lah,,1 divisi aja dulu di order,itu udh lumayan bikin musuh berfikir kalo mau ajak duel TNI,mudah2 an aja jenderal moeldoko baca postingan bung diego,,biar beliau tahu klo kita2 pengen di beliin tu barang,oia bung mau tanya nih,harga 1 baterai s 300 PMU berapa ya ??..mohon di jawab,buat nambah pengetahuan.

    Trm kasih

    •  

      info doank./..One S-300 PMU missile system is estimated by experts to cost some $115 million, plus $1.1 million or so per missile.) saya ambil dari situs asing hasil jual beli rusia dgn negara pembeli nya

    •  

      Kontrak Iran membeli 5 baterai S300 ke Rusia dihargai 800 juta usd. berarti 1 baterai terdiri dari 12 launcher seharga 160 juta usd atau sekitar Rp 1,6 triliun

      •  

        Murah gan untuk ukuran kedaulatan wilayah udara, bisa dicicil pembayaran selama 1 renstra. Dari segi kualitas dan harga pertahanan udara saat ini Rusia yang terbaik, tapi kalo ngotot harus ada ToT mungkin produk Cina yang akan muncul.
        IMO TNI/pemerintah harus prioritaskan kemampuan pertahanan dulu, baru kemudian prioritas ToT. Karena ToT perlu waktu panjang sementara perubahan situasi keamanan bisa berubah dengan cepat kapan saja

  4.  

    S300 nampaknya harga mati , sebagai barang “wajib”kita beli. dan sangat setuju dengan pendapat admin bahwa jgn berharap tidak akan terjadi perang ,sdah terbukti malaysia mencoba nya di ambalat,australia pas jaman lepas nya timor timur, klo isitilah orang tua dulu, lebih baik bertemu musuh yang nyata daripada yg di dalam selimut atau ga ketahuan,kita ga akan tau suatu saat bisa terjadi konflik dengan singapura,malaysia,australia,papua nugini, cina,jadi sedia payung sebelum hujan, sedia senjata sebelum berperang,masa iya negara seluas eropa, indonesia cuma punya 16 biji sukhoy, dan 100 an MBT,2 kapal selam tua, dan sistem radar yg kadaluarsa,jika s300 dan keluarganya dibeli , cocok bgt di taroh di sumatra utara atau aceh, kalimantan ( rute favorit malaysia lewat) dan bali/NTT buat jaga in ausie yg isenk,dan betul juga kata bung admin penulis, perang jama sekarang akan di mulai dari serangan rudal kendali, dan roket, lalu serangan udara dan di bersihkan dengaan pasukan darat.perang irak, afganistan,libya, semua di mulai dari serangan udara ( roket/rudal/pespur)

    •  

      arta..mungkin bagi tni sebagai user itu harga mati.namun, bagi DPR s-300 mikir2 dulu..bukan gak cock..komisen dan juga sisa anggarannya,perlu di ingat.barangnya bukan tidak cocok..saya pernah baca beberapa minggu yg lalu,menteri pertahanan melirik,rudal anti serangan udara buatan china dengan alasan lebih murah..!!!kalau bicara murah memang barang-barang china,mulai dari handphone sampai kebarang militer mereka..

  5.  

    Wah 3 sk su-35 plus batre S 300 PMU…itu mimpi terliar org2 formil bung, tp klopun terlaksana di mef 2 ceritanya adalah alokasi terbesar anggaran adalah utk matra udara kita, sisanya utk konspirasi KS kita yg kataya pake embel2 “hibah”. Maaf kl ada yg salah dan monggo ditambahkan.

    •  

      mungkin g langsung 3 skuadron SU 35 mas, bisa aja opsinya beli 1 skuadron SU 35 trus dpt sukhoi refurbish 1 skuadron mas. hehehe

      •  

        mungkin juga g 1 skuadron su 35bm mas tapi ngeteng dulu,bisa 2,4,6 atau setengah lebih skudron alias 12 biji hehee. Klo maslah MEF 2 udah sewajarnya bila anggaran belanja alutsista lebih di alokasikan buat TNI AL,baru MEF 3 TNI AU mengingat MEF 1 alutsista TNI AD lebih “bergigi” dengan adanya Leopard,IFV Marder,Javelin dan NLAW sedang buat TNI AL cuma rudal yaknot yang bergigi selebihnya hanya mengejar kunatitas daripada kualitas dan untuk TNI AU cuma sukhoi familly yang membanggakan.Salam

  6.  

    setelah ane topobroto selama 40 hari 40 malem di gunung salak, wangsit yang ane terima adalah sbb:
    – FAK PA
    – S 400
    demikian hasil topobroto ane…

  7.  

    Peperangan dimasa depan memang peperangan fighter dan pembom baik dari pesawat maupun roket jarak jauh yang cuma bisa dihadang kalau kita sdh mempunyai perisai udara spt S300, benar utk mengisi kekosongan perlu real fighter spt SU35. Kita sdh kenyang dipermainkan di wilayah bawean dan memang sgt memalukan. F16 tdk ada apa2nya bila dibandingkan F15, F35 atau F18 super hornet. Utk MEF mendatang hrs dikembangkan AU dan AL, utk darat tdk akan ada musuh yg berani gerilyar diwilayah kepulauan indonesia yg khas apalagi kita mempunyai pasukan marinir dan pasukan khasnya yg siap membantu penetrasi pasukan darat kita

  8.  

    Krn politik bebas aktif menyebabkan indonesia tdk mempunyai blok apapun utk membantu. Krn sadar bahwa kita seorang diri maka seharusnya kita mempunyai angkatan yg kuat dan ditakuti pihak manapun utk mencoba2

    •  

      indonesia ikut blok mahakam,block cepu,block indochina(jambi)..
      Dengan ketiga block itu serta devisa negara kita seharusnya sudah dan wajib mampu beli su-35/37/pakfa dan su -300/400..
      Tapi ya kenyataane pahitt,,
      terpaksa di telen lagi,,
      sudah terlanjur jadi permainan politik wong nduwur

  9.  

    lihat saja kalau indonesia baru mau ammbil S-300 & sU-35,,pasti lah banyak wacana yg kurang menyenangkan dr para DPr,,
    terutama antek” asing..
    Ada tekhnisi sukro di racun lah, di sadap lah,,
    bukanya saya gk optimis,,
    tapi bila itu terjadi pasti tetangga banyak yg ngalor ngidhul nyari bantuan..untuk btalin itu semua..

    Jalan salah satunya..
    Pesen tanpa banyak koar”..
    Kirim dan pasang di NTT,/NTB,makasar,,Jakarta,,kaliantan dan summatra..
    Kalau barang udah dateng br bicara..

  10.  

    Pesawat tempur mah buat patroli n itercept aja
    nggak usah beli banyak2 kalau cuma jadi negara non blok
    buang2 duit….

    udah jarang juga yang nyusup dalam jumlah masiv sampe butuh beberapa skuadron sukhoi untuk ngusir

    untuk sementara mendingan fokus di radar & sistem pertahanan udara
    kan lebih hemat

    sisanya ya buat research missile & ICBM

    kita bukan lagi anak kecil yang cuma tau main kembang api di halaman rumah…….

    •  

      punya mata banyak kalau cuma ngintai dari kejauhan tanpa ada tameng ( pertahanan ) itu mah sia2 doanxz OMM,YA keburu di panah ma musuh dari jauh !!!!!! jadi bukan hanya mata yang mampu mengawasi tapi perlu tameng juga untuk bisa menangkal senjata musuh ketika di lepaskan ( di luncurkan)

  11.  

    tanya dulu ma pemimpin negara tertinggi (presiden) siap gak mentalnya (beranikah)ketika menghadapi gelombang protes keras negara2 persemakmuran, kalau TNI datangkan S300/S350, terutama AUSIT yang paling vokal kalau TNI punya mainan baru yang lebih modern dari OM RUSKY karena dianggap ancaman nyata bagi angkatan udara mereka ketika jadi konfrontasi, saya yakin bahkan 100 % minat TNI untuk mengakuisisi S300 inich akan dapat ganjalan dari negara2 NATO/BARAT dan juga kita harus sadari tetangga kita yang berada di selatan adalah negara sekutu dekat ASSU ,kecuali kedatangannya itu secara the secret/pun secara silent tau2 dah ada ja mainannya di indonesia baru mereka aka diam seribu basa wong barangnya dah di indonesia kan gak mungkin di balikin lagi ke produsennnya protespun hanya sia2 dan balik gi ke pemimipin indonesia trsbut nanti AKHIR 2014 ( presiden baru)

  12.  

    Apakah membela NKRI masih menganut faham Mati Satu Tumbuh Seribu bila S300 dan Sukhoi 35bm/Pakfa T50…tidak bisa dihadirkan untuk memayungi Ibu Pertiwi ini…?

  13.  

    Maaf Bung Diego, mau tanya di paragrap ketiga :

    “Australia sempat berpikir untuk membom Jakarta dengan F-117 Nighthawk dan F/A- 18 Super Hornet,”

    Setahu saya Australia tidak mempunyai F-117, pa mungkin maksudnya F-111 Aadvark?

    •  

      Terima kasih The Great, ya F-111 dan F/A hornet. Telah dikoreksi
      Salam

    •  

      Paragraf ketiga itu emang salah tulis. Ane pernah baca soal itu di Kompas (udah lamaa) & inget betul yg udah disiapkn buat ngebom itu F-111 Aadvark. Sasaran utamanya adalah Lanud Iswahjudi & objek2 strategis di Jakarta. Iswahjudi waktu itu emang pangkalan utama jet tempur Indonesia yg paling mengancam superioritas udara Australia. Ditambah termasuk dekat dgn area konflik (Timtim).

      Superhornet jg blum ada & F-18 gk dilibatkan untuk pemboman strategis jarak jauh. Trus di artikel Kompas itu ditulis juga soal unit ampibi Australia yg stanby di Darwin & siap nyebrang ke Timtim.

      Waktu itu Indonesia udah bener2 kayak serbia yg mau diserbu sekutu (yg dimotori Australia). Makanya Habibie mau gak mau nurut ama tuntutan internasional (& berujung Timtim lepas).

  14.  

    Maaf nanya lagi, di tahun itu (1999) kelihatannya super hornet juga belum datang, apa mungkin maksudnya F/A -18 Hornet yang biasa, bukan Super Hornet?

  15.  

    Artikel menarik. Beberapa komentar dari saya:
    1.Dari SAM famili S-300 400 500, pilihlah yg bisa juga menembak jatuh re-entry vehicle macam warhead-nya IRBM, mengingat ancaman dari China dan India sudah mencakup p. Jawa.
    2.Famili S-300 400 500 ini adalah sistem IADS (integrated air defense system) yg dimaksudkan utk berintegrasi dengan SAM jarak pendek, pesawat pencegat berawak, dan mungkin juga AWACS. Artinya harus terencana dengan baik, sehingga meskipun belinya ketengan, mengikuti master plan pertahanan udara (lihat juga butir 3). Jangan kayak beli Leopard!
    3.Dipikirkan terintegrasinya dengan Kohanudnas yg sudah ada. Kok tdk ada kabar lagi ya pembelian radar utk daerah yg masih bolong? (baca komentar saya tgl. 25 Sept 2013 tentang artikel “Membangun Sistem Pertahanan udara Indonesia”).

    •  

      Atas dasar sejarah kedekatan ruski dgn RI.Sebenarnya pihak ruski sudah berbaik hati mulai dgn pembayaran sukhoi dgn kelapa sawit ,paket kredit untuk sukhoi n ks kilo class sampai tawaran s 300 .bagaimana iran yg susah payah untuk mendapatkanya.tergantung para elit politik pilih bisnis demi keuntungan semata atau untuk NKRI demi anak cucu penerus bangsa.

      •  

        YA mas wong OM RUSKY kan sudah membuka keran alutsista khusus buat INDO selebar2 nya di gelar ( diobral) di jalanan dah kaya pedagang kaki lima,tinggal pilih mau pilih yang mana ( barang yang paling modern juga ada ) dan mesennya berapa ?????? jangan ketengan donxz malui2in ja dah negonya lama beli eceran gi,dah kaya ibu2 belanja dikit negonya lama ampuuun dech

  16.  

    Semoga terealisasi di MEF II,
    3 skudron Sukhoi
    S 300
    ????…????.. ? ? ?? ?????
    NKRI harga Mati

  17.  

    ini kan panglima aja hanya bisa berharap sama kaya di warjag . sungguh ironi dan mimpi yg gak bangun bangun. bukan pesimis sih. tp nyata nya demikian. nyuwun sewu..

  18.  

    Kedepan semoga tdk ada lagi keluhan dan alasan masalah dana, budget dll, sebenarnya dgn anggaran TNI sekarang kita bisa menjadi negara yg sangat kuat di dunia, ini listnya. saya telah menghitung melalui skema keungan terrencana dgn baik atau tepat, dan konsisten. inilah senjata mutakhir yg bisa kita dapat pd 30 tahun dari 2015. Semuanya baru, keluaran pabrik, gress.

    1. Pesawat tempur, super canggih, sekelas F22, T50 Pak-pa, atau su35 = 500 unit
    2. Kapal selam super canggih = 60 unit, atau senilai Rp 150 Trilyun.
    3. Kapal Induk Canggih dan super canggih. = 10 unit. senilai Rp. 400 Trilyun.
    4. Kapal perang canggih dan super canggih = 600 unit
    5. Rudal Jrk. menengah, jauh, dan antar benua, = 350 batrei lebih, setara dgn Rp. 350 Trilyun
    6. Tank super canggih setara leopard atau lebih. = 10.000, senilai Rp.500 Trilyun.
    7. Pasukan Cadangan = 15 juta personel, dgn asumsi tiap tahun 500 rb. tamatan smu wajib militer.

    Angka angka diatas sangat mungkin dicapai dengan catatan.
    – Separuh dari anggaran utk TNI (APBN) khusus untuk membeli / membuat alutsista tiap tahun.
    – Pertumbuhan ekonomi positif 5 s/d 7 % pertahun.
    – Pertumbuhan anggaran TNI 6 s/d 7 % pertahun.
    – bila ada peralatan lain, atau perbaikan, yg tdk masuk dari operasional rutin atau tdk ada dlm program pembelian diatas, seperti radar, dll. dicarikan dari sumber dana lain, atau dana taktis non budgeter.

    Nilai total belanja uang sekarang sekitar. Rp. 2.200 (dua ribu dua ratus) Trilyun.
    Nilai 30 tahun yg akan datang Rp. 7.700 (Trilyun)

    Kalau sebagian bisa dibuat sendiri dalam negeri, berarti menjadi sangat murah, sehingga bisa dicapai dalam tempo jauh lebih singkat.

    “””” Semoga dengan kekuatan senjata ini Indonesia menjadi lebih bijaksana, bukan adigang adigung yg menyebakan kehancuran bagi Dunia dan umat manusia. terutama bangsa sendiri. AAAAAMMMMMMMIIIIINNNNNN ………………….. “”””””””””””””””””

    •  

      Hanya 20% dari anggaran pertahanan per tahun yang dialokasikan untuk pengadaan Alutsista dan pendukungnya. katakanlah tahun depan gdp real kita $1000 bn USD, anggaran dinaikan pada kisaran 1,2% dari gdp. Jatohnya akan sekitar $12 milyar USD. 20%-nya sekitar $2.4 milyar USD. Dan kisaran jumlah itu yang akan dipakai untuk pengadaan Alutsista dan pendukung, baik bayar angsuran kredit ataupun pengadaan baru
      Negara maju rata2 mempunyai anggaran 2.5% dari gdp, sayangnya kita masih negara berkembang yang masih banyak kebutuhan basic seperti pengadaan/perbaikan infrastruktur dll

      Harapan realistis belanja Alutsista berdasarkan estimasi kemampuan ekonomi

      2013 >$946 > anggaran 2014 0,9% = $ 8.5 bn USD > anggaran Alutsista 20% = $1.7 bn USD
      2014 >$1,032 > anggraran 2015 1.2% = $ 12.3 bn USD > anggaran Alutsista 20% = $2.4 bn USD
      2015 >$1,129 > anggaran 2016 1.5% = $ 16.9 bn USD > anggaran Alutsista 20% = $3.3 bn USD
      ……….
      2020 >$1,660 > anggaran 2021 2.5% = $ 41 bn USD > anggaran Alutsista 20% = $8.2 bn USD
      (dalam milyar usd)

      #pertumbuhan gdp di atas berdasarkan estimasi IMF
      http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_past_and_future_GDP_(nominal)
      SIPRI military expenditure database
      http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_military_expenditures

      •  

        Angka diatas, adalah jumlah kumulatif selama 30 tahun, di ditamabah pertumbuhan, rata-rata tiap tahun 7% persen (dari anggaran TNI) tidak perlu menaik kan kapasatitas anggaran jadi 2.5% GDP. cukup dari 0.8 s/d 1,5 % dari GDP seperti sekarang.

        Mengenai jumlah untuk beli alutsista hannya 20 % dari anggaran TNI, perlu dicermati, karena dia belanja 2 thn terakhir sekitar 45 % dari Anggaran TNI. Kalaupun besar mungkin untuk Infrastruktur TNI, seperti LANUD, Pangkalan dan lain-lain. Kalau hanya untuk operasional rutin, angka 80% dari anggaran. itu berlebihan. Karena Polri Saja dengan jumlah Anggota yg besar ditambah semua kebutuhan lain. termasuk peralatan dan kenderaan. anggaran hanya separuh dari anggaran TNI. sedang polisi menghadapi tugas real. dan mereka selalu berperang 24 jam, seumur hidup.

        •  

          Kayaknya kita pake rensta per 5 tahun saja masih sering diingkari dan berubah di tengah jalan gan, mungkin karena rensta pertama ini kita segala kurang dan dinamika ancaman yang bergerak cepat di perbatasan.

          TNI ada tiga angkatan, belum lagi kemenhan. Jika dibagi rata hanya 20t per angkatan atau hanya setengah dari anggaran kepolisian. Sementara polri lebih banyak pada kebutuhan latihan dan alat elektronik, kebutuhan TNI mencakup juga kebutuhan alat berat Alutsista.

          Ada dinamika menarik, ketika kopassus mengalami kasus cebongan masyarakat umum banyak yang memberi dukungan. Sementara ketika polisi ditembaki masyarakat cenderung adem ayem. 40t itu lebih ke dukungan pemerintah saat ini kepada Polri yang berada di bawah presiden langsung, sementara anggaran 80t itu adalah anggaran u kementrian pertahanan yang membawahi TNI AD,AL dan AU

          Imo, perbandingannya TNI AU hanya dpt 20t untuk gaji, operasinal dan belanja alutsistapesawat2 tempur sementara Polri dpt 40t tapi beli rompi anti peluru saja mengeluh ga ada duit

  19.  

    wah Ostrali pernah niatan jahat mau ngebom jakarte
    pantes aja wamenhan & jokowi sibuk mau bikin bunker di monas, bikin jalur pertahanan,penempatan S300
    Yg jelas juga sekarang Ostrali lagi minum ludahnya sendiri sebagai akibat kebijakan menerima imigrant, kan biasanya Ostrali menerima imigran/pengungsi terus memperdaya mereka untuk mengganggu negeri asal, nah sekarang ini jumlah pengungsi semakin banyak dan bisa2 melebihi komunitas kulit putih mangkanya sekarang Tony Abbot kelenger dan terbukti anak2 papua yang mau ikut “freedom flotila” yang sedianya mau dibawa ke Ostrali eh taunya diturunin di Port Moresby alias Papua Nugini. DPR RI kini saatnya membuang jaket sinetron dan sadar diri bahwa NKRI butuh “payung udara” yang handal !

  20.  

    Kalau menurut saya di MEF II terutama rentang 2014-2019 jika pemerintahan mendukung militer seperti sekarang yang akan dibeli adalah pesawat Sukhoi 35 BM, namun jumlahnya tidak akan sampai 3 skuadron (48-54 unit) mengingat anggaran yang tersedia. Cina diperkirakan membeli 48 unit Su-35BM senilai sekitar USD 4 miliar. (CMIIW)
    Apakah kita punya duit sebanyak itu?
    Belum untuk angkatan yang lain. Apalagi diperkirakan anggaran militer RI menembus angka USD 10 miliar baru 2019.
    Menurut saya kalaupun nanti di ngototkan untuk membeli, kita baru akan membeli 1-2 skuadron (32 unit) atau paling 3 skuadron mini (36 unit)
    Untuk SAM perkiraan saya belum sampai ke SAM seri S-300 apalagi S-400. Karena pasca pensiunnya SAM S-75 Dvina (SA-2 Guideline) kita baru terbiasa dengan rudal pertahanan titik (VSHORAD/very short range air defense) selain itu harganya mahal.
    Perkiraan saya di MEF II nanti (2014-2019) kita akan mengakuisisi pertahanan udara jarak menengah pendek yaitu Buk M2 dan Pantsir S-1 yang terintegrasi dengan armada Sukhoi. Mungkin 3-5 batalyon hanud dulu yang akan ditempatkan di ibukota, lalu kota-kota bernilai strategis atau ada obyek vital seperti Surabaya, Medan/Pekanbaru, Pontianak/Balikpapan dan Kupang. Ditambah rudal panggul yang cukup banyak macam Igla.
    Kabarnya di pameran Indodefense tahun lalu Rosoboronexport sudah menawarkannya.

    Sebenarnya pemerintah bisa juga membeli sekalian rudal hanud jarak jauh dengan cara mengurangi anggaran departemen lain atau mengurangi subsidi BBM dan listrik. Tapi apa rakyat kita mau??
    Jika subsidi BBM yang pertahun mencapai USD 30 miliar (300 T) dipangkas separo saja menjadi hanya USD 15 miliar (150 T) maka dananya bisa diarahkan untuk membangun militer yang kuat dan infrastruktur yang bagus terutama diperbatasan.

    •  

      sebenarnya yg paling utama adalah mengurangi dengan seksama jumlah korupsi di sektor migas dan sektor-sektor lainnya,kalau korupsi sudah bisa diatasi dan biaya pembelian alutsista juga masih kurang maka saya yakin rakyat akan ikhlas untuk berkorban. kalau skrg rakyat kecil disuruh berkorban ya jelas mereka emohlah wong para pejabat di negara ini banyak yg memperkaya diri sendiri.

  21.  

    sistem pertahanan udara jarak jauh wajib dan harus segera dimiliki (S300/S400), dan perbanyak roket buatan dalam negeri minimal masing – masing pulau besar 10.000 roket dengan jarak jangkau minimal 100km dan sebagian di tempatkan di perbatasan negara, apabila negara tetangga sudah mulai rewel tuh roket tembakin aja sekaligus, walaupun negara itu punya sistem pertahanan udara canggih toh gak akan bisa menagkis ribuan roket sekaligus,,

  22.  

    Gampang aja menghadapi S300 ini.

    Umpankan aja pesawat2 uzur, tua dan rongsokan kalau perlu berkarat, tetapi masih bisa terbang,
    untuk dilumat si S300 ini, hingga amunisinya habis.

    Sesudah amunisi S300 habis, baru pangkalannya bisa dihajar.

    •  

      Yupz.. setuju..
      S300 itu ibarat ikan.
      Dia harus dipancing untuk habis.
      Pemancing nya…???? ya besi yang bisa terbang. pesawat rongsokan (militer maupun sipil), helikopter rongsokan.

      Kalo ada pesawat, helikopter yg udah keropos, eror2 dikit gpp, bisa diumpankan ke S300. Makanya kalo ada yg udah uzur jangan cepat dikilokan dunkz…

      Suatu hari pasti ada gunanya.

      Kayak Perang Teluk dulu..
      Saddam mengumpankan Tank-tank rongsokan untuk dihajar oleh rudal2 mahal AS….

      •  

        Kalau sesederhana itu pastinya Netanyahu tidak akan terbirit2 ke Moscow untuk protes soal S-300 Syria.

        S-300PMU2 mengusung radar 96L6E all-altitude phased-array target designation dengan wideband signals.
        Radar high-power wideband memiliki kemampuan menghasilkan citra 3-D dari setiap target.
        Ini diimbangi teknik2 high-capacity, high-speed signal and data processing dan algoritma untuk menghasilkan citra dan fitur2 khusus target dalam waktu mendekati realtime.
        Komputer akan menganalisa citra setiap target dan mengenali bentuk, struktur, material, gerakan, distribusi massa dan fungsinya (misal decoy dsb). Disini barang rongsok dan canggih harusnya bisa dibedakan.
        Data lalu dikirim ke battle management center 54K6E2 yang menyusun prioritas ancaman, membagi target kepada unit2 peluncur dan menentukan target yang harus dihancurkan.

        S-300PMU2 dapat diintegrasikan dengan sistem hanud lain (yang ex Rusia), sehingga obyek tertentu yang disimpulkan tingkat ancamannya rendah dapat ‘didelegasikan’ penanganannya.

        •  

          kelihatannya penjelasan mas danu luar biasa dan canggih. tapi kalau yang namanya drone yang kualitasnya “murah2x” dan kuantitasnya banyak diterbangkan ke batrei S-300 kemudian ditabrakkan dan cuma diisi bahan bakar atau bahan peledak yang kualitasnya rendah,ga perlu ditabarkkan ke rudalnya cukup ke radarnya aja hancur juga sistem pertahanan S-300, ga perlu terlalu superior kalo cuman punya ini. hehe.. tapi memang penting lah punya rudal pertahanan udara seperti ini hehe.. tapi ya ga hebat-hebat banget lah..

        •  

          justru dengan canggihnya sistem penjejaknya bisa jadi kelemahan rudal ini bapak2x semuanya.

        •  

          S-300 memang tidak dapat berdiri sendiri, dan melindungi S-300 adalah tugas penting (Among the most important tasks faced by modern troops is protecting their air defense systems. It often happens that air defense systems, especially long-range ones, are the first to be targeted by the enemy in an attempt to secure a “clear sky.” -Ilya Kramnik/Voice of Russia)

          Rusia melindungi sistem S-400 mereka dengan Pantsyr S1 dan kelak dengan Morfei yang sedang dikembangkan. Morfei sepertinya cocok untuk menghadang serangan massal kamikaze; one of its special features is a high number of compact missiles on the launcher (up to 36), which increases its ability to withstand massive air raids and vast volleys of cruise missiles, making the system echeloned and allowing for forceful strikes, penetrating deep into the aircraft formation. The closer the enemy is to the protected target, the higher is the fire density.

        •  

          Ya jelas tereak tereak ke moscow donk om.

          La wong pesawat2 termpurnya yang baru memasuki masa pubertas saja udah pada diobralin ke negara lain.

          apalagi pesawat2 uzur-berkarat-rongsokan, ya sudah jelas bangkainya tidak ada lagi di Lanud-lanud israel.

          Pesawat-pesawat tempur yang digunakan israel adalah edisi fresh terbaru, teranyar baru keluar dari pabrik di Lockheed Martin sana.

          Catnya aja masih berkilat, bening dan masih bau cat.
          Itupun kegunaannya hanya untuk menakut-nakuti palestina, dan hizbullah di lebanon.

          Ya sayang dunkz di umpankan ke s-300..

          •  

            Tidak harus berupa pesawat kan? Bisa saja decoy (UAV) tsb menyerupai cruise missile atau bom JDAM, dan Israel jago membuat UAV.

            Yang pasti pakar militer Barat (seperti si Carlo Kopp from down under) tahu persis kemampuan S-300/400 (pastinya mereka telah studi banding ke Yunani, studi S-300);

            While the S-300P/S-400 series is often labelled as ‘Russia’s Patriot’, the system in many key respects is more capable than the US Patriot series, and in later variants offers mobility performance and thus survivability much better than that of the Patriot.

            From an Australian perspective the deployment of large numbers of the S-300P/S-400 family of missiles in Asia is of major concern. Rapidly deployable, high survivable, and highly lethal, these weapons are especially difficult to counter and require significant capabilities to robustly defeat.

            It is important to note that no F/A-18 variant, nor the Joint Strike Fighter, were designed to penetrate the coverage of the S-300P/S-400 systems. The survivability of these aircraft will not be significantly better than that of legacy combat aircraft.

            Kalaupun Israel telah memiliki F-35, menurut Dr Kopp F-35 tidak dirancang untuk menembus pertahanan S-300/400.

          •  

            Catatan: Carlo Kopp, MSc, PhD ini CV-nya boleh juga…

            Kopp is a Research Fellow in Regional Military Strategy at the Monash Asia Institute in Melbourne, and also lectures in computer science at Monash University in Melbourne, Australia. His computer science research effort currently encompasses ad hoc networking, global navigation satellite system (GNSS) support protocols, network-centric warfare, exploitation of radars for high speed datalink applications, and the information theory underpinning Information Warfare, where he previously contributed much of the foundation theory.

            Kalo doi bilang: these weapons are especially difficult to counter -kita percaya gak ya?

      •  

        Saya setuju dengan bung Desp

        S-300 terkenal karena akurasinya pengenaan target(inilah yang membuat AS penasaran), bukan karena deteksinya, jauh melebihi Patriot (Patriot butuh banyak rudal untuk memburu 1 target saja).
        hal itu berbanding terbalik dengan Patriot yang hebat di radar penjejaknya tapi lemah di akurasi,
        namun tetap saja S-300 sudah kuno (teknologi tahun 1970-an), sudah waktunya diganti yang lebih modern.

        NGAK ADA spontanious-wave yang bisa membedakan metal bagus dan metal karatan, kecuali terpapar langsung, seperti Carbon-Sensing, kalau bahan bisa, misal Wood, Leather dan metal, seperti Marine Radar yang bisa membedakan kapal kayu dan kapal metal. wah ngawur deh….

        Kalau S-300, selecting target tergantung OPERATOR pilih yang mana, berbeda dengan S-350 sudah didesain Secanggih-canggihnya sedemikian rupa agar dapat memilih target yang paling potensial secara automatic namun bisa selecting melalui layar LCD touch screen.

        Kalau saya mending S-350 Vityas, meski kelas Medium, namun mampu menghancurkan Missile/ICBM dan Pesawat Bomber sekelas B2, Penjejak dan targetingnya sudah Modern dengan kemampuan menghabisi banyak macam target udara sekaligus.

        •  

          Rongsok disini maksudnya bukan karatan tapi low value target, dan ini bisa dikenali dari bentuk, struktur, material (mis. target drone terbuat dari glass-reinforced plastic), gerakan/kecepatan (lebih lambat/ tidak selincah pespur) dst…

        •  

          Yupz setuju juga om.

          Dalam situasi perang, segala benda terbang milik musuh/agresor yang terdeteksi di wilayah kita wajib dirontokkan oleh arhanud.

          Sewaktu situasi chaos, operator s300 tidak akan sempat lagi memilah dan memilih mana yang baru dan mana yang lama, mana yang rongsokan dan mana yang terbaru.

          Pokoknya segala benda yang terbang harus disikat habis.

          Tentu ini membutuhkan stok pesawat uzur yang masih bisa terbang dalam jumlah banyak (bagi negara agresor)..

          Pada saat “Operation Desert Storm”, banyak rudal2 Tomahawk AS yang berharga jutaan dollar AS menghantam Tank-tank kayu Saddam Hussein yang dilapisi kaleng.

          Kalau dilihat dari nilai ekonominya saja itu sudah merupakan suatu kerugian besar.

          5-10 juta dollar vs kayu/tank rongsokan, untuk 1 target.

          Bagaimana bila ada 100 target..!!!!

          Woww…. jumlah yang fantastis untuk kehilangan 100 rudal s300 demi merontokkan target yang harganya mungkin tidak sampai 1.000.000 dollar….!!!!!!

          Mungkin sedikit masukan buat pembuat kebijakan di tni, untuk tidak membototkan / mengkilokan alutsista-alutsista jadul, baik AD, AU dan AL karena pada situasi perang keberadaan mereka amat sangat diperlukan sebagai decoy / umpan, bahkan bisa jadi menjadi sebuah penentu kemenangan dalam satu seri peperangan misalnya.

        •  

          Soal waktu sih lebih dari cukup. Radar S-300 berjangkauan 300 km, sama dengan jangkauan max Yakhont. Nah selama menempuh jarak 300 km dengan kecepatan 2-2.5 Mach Yakhont dengan prosesor mini yang dibawanya mampu memilah dan memilih sasaran, mana yang palsu dan asli, berdasarkan data yang dibawa.

          The homing head is designed for search and detection of sea-borne and land-based targets in electronic countermeasures environments, for selection of false targets based on data supplied, for acquiring and tracking of a chosen target, and for preparation and presentation of target coordinates to the onboard autopilot system of the Yakhont anti-ship cruise missile. The homing head performs the above functions in severe weather in conditions up to Sea State 7.

          Radar S-300 dilengkapi komputer kapasitas besar (wong di darat), tentunya jauh lebih mampu memilah dan memilih target.

          Oya, berdasarkan sistem navigasinya (terrain contour mapping -pre programmed) Tomahawk adalah untuk menghantam sasaran tetap (pusat komunikasi dsb) bukan sasaran bergerak.

    •  

      radar itu bisa mengidentifikasi nggak sih pesawat jenis apa yg masuk?
      kan kalau yg masup model2 capung gitu mah dibiarin aja kali… 😛
      atau cukup kirim super tucano buat tembak2an ala battle of britain.. hehehe

    •  

      Jika S300 sudah cukup Rusia tidak bakal mengembangkan pesawat tempur gan 😀 menurut scenario anda kemana pesawat2 intercept ini ketika pesawat2 jadul berdatangan sebagai decoy?

      Tapi mengingat US mengembangkan pesawat f16 tanpa awak kemungkinan itu bisa saja mereka lakukan. US menyimpan ribuan pesawat jadul untuk cadangan, termasuk pesawat f16 hibah u TNI AU itu

    •  

      Masuk akal.masbro… perang udara di lembah bekaa 1982, israel ‘menguras’ rudal2 suriah dgn decoy berupa gelombang drone yg diterbangkan ke wilayah suriah.

      •  

        Versi Airforcemag.com agak beda (The Bekaa Valley War / Rebecca Grant);

        RPV Israel (Israel had one squadron of RPVs, and it had limited nighttime capability) mengawali pertempuran dengan masuk ke wilayah udara lembah Bekaa, memancing dinyalakannya radar SAM Suriah (SA-2, SA-3, dan SA-6). Begitu menyala, rudal HARM langsung diluncurkan F-4 Phantom sebagai pemeran utama serangan. F-15 dan F-16 hanya berperan memberikan perlindungan. 19 SAM batteries dihancurkan dalam dua jam tanpa kehilangan pesawat di pihak Israel.

        (Another time, another chapter in history of Russian air defense system).

    •  

      Tapi saya tetap setuju om, bahwa kita harus memiliki agak-agak 10-20 batre S300 ini…
      Belinya, pake bawang and garam aja…

      Hehehe..

  23.  

    asik juga logika gampang

  24.  

    lo bukan udah di instal…kira2 3 bat…di nkri……..S-350

  25.  

    Artikel yang bagus mas Diego, salut.

    Informasi pertahanan negara semacam ini membuka wawasan (atau mungkin menyadarkan) banyak orang akan arti pentingnya jaminan keamananan dalam konteks pertahanan nasional demi lancarnya roda pemerintahan dan kehidupan berwarga negara. Atas dasar itu mungkin inilah saatnya kita juga tersadar akan pentingnya memaknai arti ancaman dan ganguan yang terjadi selama ini.

    Pemerintah menuntut warga negara untuk terus berkarya dan mengabdi, dan warga negara pun (dimulai dari diri kita sendiri) menjawabnya dengan jawaban kesediaan dan hasil yang berarti.
    Warga negarapun menuntut pemerintah akan jaminan yang bukan hanya keamanan! tapi kedaulatan sebagai bangsa dan negara besar, makmur dan bermartabat… dan pemerintahpun harus sigap menjawabnya dengan bukti.. bukan hanya janji atau mimpi.

    Segala bentuk ancaman ini adalah ancaman kita bersama.. demikian pula segala bentuk prestasi adalah milik kita bersama, warga negara Indonesia.

    Jayalah NKRI.. jayalah TNI.

  26.  

    Klo boleh menerka2 nih,…kemungkinan tahap awal MEF II kalau toh kita akan mengakuisisi SU-35BM, belum sampai ke angka ideal 16 unit (paling banter 12 unit). Yg paling mungkin justru kita membeli lagi 1 sq Sukhoi MK-2 lagi, mengingat di berbagai literatur, fungsi multirole-nya lebih kerasa, termasuk maritime strike. Untuk hanud, mungkin jg belum sampai ke S-300 family. Paling2 masih sebatas short range, macam skyshield dan itu yang akan diperbanyak jumlahnya di beberapa titik strategis. Tapi kalau payung udara utk pergerakan pasukan infantry, nah,..sepertinya malah itu dulu yg akan dipenuhi, secara kita sudah punya leopard, marder dan “adik2-nya” yg lain. Tunguska dan Pantsyr adalah kandidat yg cocok utk peran itu.
    Utk TNI AL,…MEF II kemungkinan masih melanjutkan program yg belum terselesaikan di MEF I, ; PKR, kapal selam DSME dan tambahan beberapa KCR 60. Ada kemungkinan dalam MEF II nanti, TNI AL selain membeli tambahan kasel di luar CBG, juga mempertimbangkan destroyer (bekas) utk menutupi kekurangan kapal di kelas itu. (kabarnya udh ada penawaran, tuh ??). Yaah,,,memang sepertinya belum begitu memuaskan keinginan fanboys di sini (termasuk di formil), tapi ya balik lg masalah keterbatasan anggaran yg harus didistribusikan ke 3 matra. Saya kok kurang yakin kalau ada anggapan MEF I mendahulukan AD ketimbang AL dan AU, baru di MEF II giliran AL dan AU. Saya yakin para perencana di Kemenhan dan TNI sebagai user sudah memperhitungkan tahapan MEF I dan II telah disesuaikan dengan kebutuhan dan ancaman. CMIIW

  27.  

    Oh ya,,,sedikit tambahan,.sebagai persiapan gelar MEF II, kemungkinan AU akan melakukan re-organisasi skadron-tempurnya, meliputi pembentukan dan atau pergeseran skadron tempur (sebagian sudah diwacanakan dan direncanakan oleh kemenhan dan TNI). Topik ini sebenarnya menarik juga utk didiskusikan, mengingat pergeseran lanud mulai menunjukkan keseriusan utk berbenah, menyesuaikan pola ancaman yg mungkin datang. Dari beberapa diskusi di forum, yg saya tangkap adalah adanya rencana penempatan hawk di aceh, sementara lanud yg ditinggalkan akan diisi falcon upgrade dr US. Yg jd impian saya sih,..skadron 14 digeser keluar jawa aja, biar gk pada numpuk di IWJ, sambil menunggu penggantian F-5 di MEF II. klo mnrt sy sih,..calon yg tepat ya geser ke kupang.

  28.  

    kemampuan sistem pertahanan udara mau s400 s300 s350 atw apapun itu akan lebih lengkap dengan dukungan radar anti stealth e vostok buatan belarus yg baru saja diakuisisi oleh negara vietnam. Hal ini jadi pukulan telak buat negara2 pengguna pesawat siluman yg mau menyerang vietnam untuk berpikir kembali.
    “Dikembangkan oleh KB Radar yang berbasis di Belarus, radar Vostok E VHF band merupakan radar pengganti dari sistem radar P-18 saat era Uni Soviet. KB Radar sendiri mengklaim radar Vostok E mampu mendeteksi pesawat tempur siluman seperti F-117A Nighthawk pada jarak 74 kilometer jauhnya saat kondisi electronic jamming (gangguan/kacau elektronik). Dalam kondisi tanpa gangguan, jarak deteksi bisa meningkat hingga 350 kilometer.

    Dengan wideband “Kharchenko” square ring unik yang disusun dalam pola kisi berlian, kelincahan frekuensi radar Vostok E akan meningkat terhadap pesawat-pesawat tempur siluman. Dalam situasi tanpa electronic jamming, deteksi radar Vostok E untuk pesawat tempur non siluman seperti F/A 18 Super Hornet bisa sejauh 255 km. Bahkan ketika menghadapi pesawat tempur siluman seperti F-22, radar Vostok E dapat mendeteksinya pada jarak 57 kilometer dan lalu menembak jatuhnya dengan kombinasi sistem pertahanan udara S-300. Radar Vostok E dianggap sebagai penantang dominasi udara dari pesawat siluman Amerika.

    Apakah petinggi TNI sudah memikirkan untuk menggunakan radar e vostok ini untuk dikombinasikan dgn sistem pertahanan udara kita sekarang ? Kita lihat gerakan mereka.

    •  

      Pada waktu pswt siluman Amrik F-117 mulai beroperasi belasan tahun yl, Russia tidak punya apa2 utk mendeteksinya. Sampai pada perang Balkan, Serbia berhasil menembak jatuh satu F-117 menggunakan SAM Rusia dengan teknologi pada waktu itu yg telah diotak atik. Penemuan ini ditransfer ke Rusia sehingga menghasilkan famili S-300. Ternyata pswt siluman Amrik termasuk F-22 dan F-35 hanya optimum pada gelombang radar sentimeter (UHF) dan kurang efektif pada gelombang radar meter (VHF)

  29.  

    rusia mau / berani tidak menghibahkan S-300nya yg udah kadaluarsa.. ..
    Kalau ada tawaran seaca itu wajib hukummnya di ammbil..
    Hehehe

    masio hibah gpp rekk.. Gawe wedhen oztrali..nd dkk

  30.  

    dari cara anda menganalisa sudah kelihatan kapasitas IQ anda hanya sebatas apa.

  31.  

    SAAB datang berbarengan dengan kabar rencana kemenhan mengganti F5.
    Gripen dgn mesin tunggal dengan elektronik canggih dan terpadu kelihatannya bagus juga untuk patroli udara.

  32.  

    Dari keterangan Menhan dan artikel “Sukhoi Siap Tempur” di harian Kompas hal. 5 tgl. 26 Sep 2013, konfirmasi sistem senjata yg. sdh. dimiliki Flanker adalah :
    -bom latih
    -bom bodoh (dumb bombs)
    -flare dan chaff u/ mengelabui lawan
    -rudal AAM R73E dan RVV-AE
    -rudal ASM Kh-29T/TE dan KH-31.
    Dan rencana akan dibeli adalah :
    -simulator
    -anti jam dan jammer.
    Yang belum jelas adalah :
    -data link
    -HMS (hemet mounted sight)
    Coba kita lihat satu per satu/ sharing :
    -Untuk Flanker bom bodoh (dumb bombs) tidak diperlukan, ini adalah domain tugas Super Tucano, Hawk, F-5 dan F-16; sayang kalau Flanker digunakan, bahasanya eman-eman lah.
    -Yang diperlukan Flanker justru bom pintar (smart bombs) baik berpandu elektro optik, laser, panas atau satelit. Rusia punya bom pintar thermobaric (pengganti napalm) GNPP KAB-1500 (1,500 kg) atau KAB-500 dengan optical television guidance over a radio correction channel (KAB-1500TK), atau dengan ‘fire and forget’ optical correlator guidance (KAB-1500Kr), dengan laser guidance (KAB-1500L) atau dengan satellite guidance system (KAB-1500S-E). Dengan air burst atau promixity fuze, efek panasnya mencakup radius 150 m, sedangkan efek ledakannya sampai jarak 500 m dari ground-zero. Setiap Flanker dapat membawa 3 bom yang besar atau 6 bom yang kecil.

    – flare dan chaff: standard perlengkapan adalah SPO-15LM Beryoza 360? radar warning system; chaff/flare dispensers.
    – rudal AAM R73E adalah untuk pertempuran WVR, data sbg berikut (sumber http://www.ausairpower.net/APA-Rus-BVR-AAM.html)
    Type Seeker Model Acquisition Kinematic O/B Target G Launch G Length Dia Weight
    Range Range
    Units – – [NMI] [NMI] [deg] [G] [G] [in] [in] [lb]
    R-73E IRH MK-80E 8.0 16 75 12 8 114.2 7.9 232

    Sedangkan rudal AAM RVV-AE (R-77 / RVV-AE / RVV-SD / AA-12 Adder) adalah untuk pertempuran BVR; data sebagai berikut (sumber sama):
    Type Seeker Acquisition Kinematic O/B Target G Launch G Length Dia Weight
    Range Range
    Units [NMI] [NMI] [deg] [G] [G] [in] [in] [lb]
    R-77 ARH/DL/IMU 8.6 54.0 ? 12 8 141.7 7.9 386.3
    R-77M ARH/DL/IMU 8.6 ?54.0 ? 12 8 141.7 7.9 386.3
    R-77T IRH/DL/IMU 8.0 54 75 12 8 141.7 7.9 386.3

    R-77P Passive RF ~130 54 75 12 8 141.7 7.9 386.3
    R-77M-PD ARH/DL/IMU 8.6 86.5 ? 12 8 145.7 7.9 496.7
    R-77T-PD IRH/DL/IMU 8.0 86.5 ? 12 8 145.7 7.9 496.7
    R-77P-PD Passive RF ? 86.5 ? 12 ? 145.7 7.9 496.7

    ARH- active radar homing seeker
    DL – datalink for midcourse guidance corrections
    IMU- inertial package for midcourse guidance
    IRH – heatseeking,
    Passive RF – passive radio frequency anti-radiation seeker
    O/B – seeker off-boresight acquisition angle

    Apakah rudal RVV AE yg dimiliki kita jenis pandu radar atau optik/panas, atau sub tipe PD (extended range) masih belum jelas. Doktrin pertempuran BVR Rusia yaitu menembakkan salvo pasangan rudal masing2 berpandu radar dan panas untuk menaikkankemungkinan kena sasaran, sebaiknya ikut saja doktrin mereka. Artinya kita perlu memiliki RVV AE dengan 2 jenis seeker.
    – rudal ASM Kh-29T/TE adalah rudal taktis udara-darat merupakan ekivalen Maverick yg supersonik jenis eletro-optical.
    -Kh-31 (asumsinya Kh-31P (AS-17 Krypton) adalah rudal supersonik anti radiasi. Jenis Kh-31A/MA adalah rudal anti kapal yg dapat dimodifikasi menjadi anti AWACS. Milik kita jenis yg mana? Perlu dipertimbangkan rudal counter AWACS Wedgetail Aussie. Perlu juga dipertimbangkan rudal anti kapal supersonic Mach 2.2 Raduga Kh-41 [SS-N-22 Sunburn], atau Mach 2-2.5 Kh-61 Yakhont [SS-N-26].

    -simulator: memang sangat diperlukan utk melatih pilot kita selain menghemat biaya flight time dan maintenance; namun belilah yg lengkap dengan software yg dapar dimodifikasi utk berbagai macam skenario melawan pesawat2 tetangga kita .
    -anti jam dan jammer: standard perlengkapan adalah KNIRTI L005-S Sorbtsya wingtip jammer pods dan KEDR towed decoy.
    -data link: TKS-2/R-098 (Tipovyi Kompleks Svyazi) Intra Flight Data Link (IFDL) perlengkapan ini menghubungkan s.d 16 Flanker berguna untuk mengeroyok misalnya Wedgetail yg dikawal CAP musuh, serangan terkoordinasi dilakukan berbareng dari high-low altitude, kiri-kanan jarak 40 km, kapan rudal dan jenis apa yg diluncurkan, kapan balik kanan dan maju kembali; apakah sudah perlengkapan standar?
    -HMS (helmet mounted sight): ini seharusnya perlengkapan standard, sangat menentukan dalam pertempuran WVR. Aslinya tipe ASP-PVD-21 series helmet mounted sight (HMS) atau diganti dengan yg lebih modern Sura-K HMS system.

  33.  

    Pengadaan simulator Su30/27 sedikit berlebihan jika hanya punya 1 squadron, kemungkinan AU sudah ada rencana nambah Sukhoi lagi di rensta 2. Bisa jadi Su35 yang hanya beda di mesin dan elektronik/radar

    •  

      Logika gampangnya bro, cuma pnya 1 ska tp koq beli simulator? eng ing eng…berarti eh berarti punya kita lebih dr 1 ska atau jg bwt persiapan yg uda past dteng tp labelnya “RAHASIA”, scra kita ma Ruski uda teken perjanjian “pengadaan alutsista militer scra rahasia”.

  34.  

    Bung Diego, klo boleh usul buat edisi khusus perkembangan Radar Militer dan Sipil di Indonesia. Terima kasih.

  35.  

    MEF II S300 FAMILY HARGA MATI !!!!!!!!

  36.  

    Tebakan gue, pinsil yg dikiri itu adalah rudal BVR AAM RVV-AE (R-77 / RVV-AE / RVV-SD / AA-12 Adder), dan yg kanan adalah rudal WVR AAM R73E. Yg difoto kan bagian kiri pesawat, bagian kanannya ya muat pinsil yg sama. Jumlah hardpoints ada 12 jadi masih bisa dimuati lagi.
    Flankernya sendiri dengan no badan 04 adalah SU-30MK2, yg pada gambar tersebut kayaknya dipersiapkan untuk tugas air superiority.

    •  

      Setujuu bung antonov , ini penampakan pertama kali di publik pensil sukoi kita. Apa mungkin dlm latihan ini diuji coba rudal ini ?? TNI AU wajib uji coba missile R-77 dan R-73 untuk mengetahui kehebatan rudal ini. Kyk ujicoba yakhont untuk mengetahui karakter rudal tsb, klo ok baru Beli byk.
      Jgn cuma maverick atau sidewider aja hi hi hi

  37.  

    Artikel ini semoga dibaca oleh Petinggi TNI.
    Analisanya sangat Obyektive, tepat dan sesuai dengan kondisi kawasan.

    Dengan melihat spesifikasi teknis dan jumlah pesawat yang dimiliki oleh tetangga, akan sangat riskan pertahanan udara Indonesia. F-16 BRE ( bekas rawan embargo ) sangat berpotensi akan menjadi bebek goreng yang renyah jika dipaksakan berhadapan dengan F-35, F-18, F-15SG, dan SU-27/30/35 yang kan segera / telah dimiliki oleh tetangga di kawasan.

  38.  

    Dari pada beli yang gk jelas cukup s400 30 batt, grippen 2 ska, hemat irit serius tapi santai

  39.  

    Menurut info yang terdengar TNI sdh memiliki KALAM kiloklas dan sekarang masih menunggu pesanan berikutnya yang lom jadi, untuk SU 35 target s/d th 2017 180 pesawat akan dikirim langsung secara terbang alias pesawat langsung dirakit disana dan dikirim langsung dengan uji terbang sampai ke indonesia dengan pilot2 kita juga yang sampai saat ini masih disekolahkan disana. Kalo gak salah demikian berita dari “the shadow”

  40.  

    Gimana prkmbngan S300 Family…apa di kabinet trpilih kali ini (Jokowi) snjata tsb bisa terealisasi? Ato paling tdk dirncanakan utk dimiliki Indonesia kita yg trcinta ini??

 Leave a Reply