Feb 022018
 

Jet tempur Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Inggris. (photo : Rodw via Wikimedia Commons)

JakartaGreater.com – Royal Air Force (RAF) bermaksud meniadakan (scrap) 16 Eurofighter Typhoon sebagai bagian dari proyek penghematan 800 juta ($1,13 miliar) atas biaya operasional armada pesawat tempur, seperti dilansir dari laman IHS Jane.

Rencana untuk membongkar jet tempur Typhoon berkursi ganda dan mengambil suku cadang untuk digunakan pada sisa armada Typhoon lainnya, diungkap oleh Komando Angkatan Udara Inggris (RAF) di High Wycombe, Buckinghamshire sebagai tanggapan atas permintaan undang-undang Freedom of Information (FOI).

Proyek yang dikenal dengan Reduce to Produce (RTP), bertujuan untuk menghasilkan suku cadang senilai £ 50 juta ($ 70,3 juta) dari masing-masing pesawat itu kembali ke rantai pasokan, menurut data FOI.

Guna mengumpulkan lebih banyak suku cadang jet tempur Tornado GR4, BAE Systems menerapkan program Reduce to Produce (RTP) setelah pesawat Tornado F3 Angkatan Udara Inggris ditarik dari layanan pada tahun 2010.

Program RTP ini didasarkan pada studi RAF saat menghemat suku cadang dari armada pesawat Tornado F3. Tujuan RTP itu sendiri adalah mengurangi biaya untuk dukungan pada Skuadron Tornado dan disaat yang sama, mempertahankan rantai pasokan suku cadang untuk pesawat Tornado.

Sejak awal program, tim mampu menyelamatkan sekitar 800 – 1.200 suku cadang per unit pesawat, menghasilkan sukses besar, yang secara langsung berarti penghematan biaya yang besar untuk Royal Air Force.

  82 Responses to “Angkatan Udara Inggris Akan “Scrap” 16 Typhoon”

  1.  

    Bungkus

  2.  

    Wah..laennya pada maen kanibal,dikita malah mau beli..(godhong nggo bayar pesawat ya Indonesia…ahhaha)

  3.  

    si British melakukan penghematan dgn kanibalisasi. China malah giat membangun kekuatan udaranya.

  4.  

    kuwalat dengan indonesia itu.. dulu waktu kita krisis ekonomi dan di embargo pesawat hawk yg kita beli dari mereka seenaknya ditinggal diThailand. Sukurin.. makan tuh kanibal.. xixixi..

  5.  

    https://international.sindonews.com/read/1278565/40/indonesia-dan-korsel-kian-mesra-garap-jet-tempur-dan-kapal-selam-1517475321

    Ga nyangka smpe sehesar itu dana yg Indonesia kasih ke korsel utk program KFX/IFX…ckckkc ga kebayang hrg nya smpe selangit,,,

    •  

      Rp 101,9 T = $ 7,58 M untuk 50 unit IF-X

      Berarti per unit sekitar $ 151,62 juta untuk pespur generasi 4,5

      •  

        Ya bung momod, tp wkt di anggarkan dana itu, apa ga kaget tuh banggar nya soal dana yg diberikan dlm jumlah sebesar itu???…cckkckcck itu duit banyak bgt lhooo,,

        •  

          Dan dgn hrg per unit sebesar usd 151 million itu kemahalan bung,, F35 aja hrg nya cuma usd 122 million,,,dan hanya pespur gen 4,5,,,,,larange mpe mumet

        •  

          Klo dulu awalnya kan direncanakan untuk pengembangan pespur generasi kelima untuk menyaingi F-35. Dan sekarang malah turun kelas menjadi pespur generasi 4 plus plus.

          •  

            F35 itu ramnya gak bisa membidik, mengunci & menembak, jadi yg digunakan membidik adalah radarnya, kalau radarnya aesa yg digunakan utk membidik, mengunci & menembak? Otomatis akan bisa ditangkap rwr & itu f35 sudah ketahuan busuknya, tapi rwr tidak bisa mengukur jarak f35.

            jd sebetoelnya f35 itu hampir sama dgn pespur non siluman, untuk itu israel enggan mengambil banyak f35

            Hahhaahaaaa

          •  

            Sebenarnya Pespur ini bisa sampai ke Gen-5 yaitu blok 2… tetapi mungkin karena jumlah dana yang disertakan (kisaran 20%) sehingga kemungkinan hanya mendapatkan Blok 1 yang masih berupa Gen 4++… Saya rasa sih untuk Gen 5 mendingan mendapatkan dari Russia… kalau dari USA hanya sebatas F-35 sedangkan dari Russia bisa mendapatkan SU-47, dan itu merupakan lawan kuat F-22… IFX saya rasa LM akan berusaha membatasi kemampuanya jauh dari F-22…

          •  

            Mau gen 1000 pun broo, klu ram yg digunakan f35 itu blm canggih, yaa sama saja sperti pespur non siluman pd akhirnya

            Hahhaahaaaa

          •  

            F22 itu ramnya sama yg digunakan f35

            Hahhaahaaaa

          •  

            RAM ya… hahahahaha

          •  

            Halo, bung2 semua… Rasanya sudah sering sekali dibahas kalau soal ini deh… IFX indonesia itu emang bukan pespur gen 5 tapi gen 4++ kok masih aja ada yg nanya sih?? Heran sy… Itu pun Awalnya juga korsel maunya single engine tapi mereka mau menuruti keinginan kita ganti jadi double engine… dan dari awal emang block 1 itu yg di incar Indonesia, soalnya indonesia emang maunya pespur yg bisa melebihi F16 tok itu aja berbeda dng korsel… Bisa aja di upgrade jadi gen 5 di block 2 korea sepertinya targetnya kesitu tapi kalau indonesia tidak… Betul Loket sepertinya tidak mau pesawat ini menyaingi F-35 apalagi F-22 dan kebetulan indonesia Ngincernya itu Block 1… Makanya mungkin ini sebabnya mereka ga keberatan korsel share ke indonesia… Jadi kalau soal block 2 Tergantung indonesia juga mau dan ada ga duitnya ga buat di upgrade… Block 2 itu udah urusan masing2 dari situ baru kita bilang selamat tinggal sm KFX dan melangkah dng berbekal ilmu dari project ini kembangkan IFX Block 2 versi sendiri…

      •  

        Ngitungnya nggak seperti itu.

        Perkiraan Total biaya 8,1 triliun won atau 101,9 triliun rupiah.

        Dari 101,9 triliun itu RI hanya berkewajiban bayar 20% saja.

        Yaitu 101,9 x 0,2 = 20,38 triliun saja.

        Dari 20,38 T itu dicicil 10 tahun, jadi 2,038 T per tahun.

        Dari 20,38 T itu RI dapat antara 50 – 80 IFX.

        Jadi 20,38 / 50 = 0,4076 trilyun atau 407,6 juta rupiah per unit.

        Jika dibagi kurs USD sekarang 407,6 / 13,3 = 30,6 = usd 30,6 juta per unit.

        Cukup murah.

        •  

          Nah ini baru betul, tapi saya dengar KFX memiliki kisaran harga $50 juta, kenapa IFX cuma $30,6 juta bung TN?

          •  

            Spesifikasi KFX beda dengan IFX, ada harga ada rupa.

          •  

            Yang penting itu RI bisa bikin pespur dulu.

            Kalau udah bisa baru bisa dikembangkan teknologinya.

          •  

            Mau ngembangin pespur yaa boleh boleh saja, tapi cuma mimpi doang

            Hahhaahaaaa

          •  

            https://nasional.sindonews.com/read/1224994/14/prototipe-pesawat-tempur-kfxifx-diproduksi-pada-2019-1501247829

            Menurut Anne, jika pembuatan pesawat tempur yang menghabiskan anggaran sebesar Rp21,6 triliun

            Saya copas hanya bagian yang menyatakan besaran anggaran… ga terlalu jauh dengan hitungan bung TN… hanya beda 1,22 triliun saja kok… isinya artikel sama dengan yang dinyatakan bung TN, tujuanya kemampuan menguasai teknologinya…
            Kalau untung ruginya IFX saya ada Link di bawah yang sepertinya memang saat ini KAI lebih memperoleh banyak keuntungan daripada kita… diuraikan efek tentang kepercayaan tinggi kepada KAI sehingga mendapatkan banyak orderan untuk membuat part pesawat dari produsen pesawat raksasa dunia… itu saja sih

          •  

            Klo mimpi sih gak bung Huha, karena sekarang sudah kita laksanakan, cuma yg jadi persoalan adalah seperti dampak terhadap industri kita saat ini akibat proyek tersebut, selain itu, untuk membangun unit lainnya tentu kita butuh suku cadang utama yg belum bisa kita produksi sendiri, dengan kata lain masih impor, jadi kita masih dalam tahap merancang dan merakit saja…

        •  

          Nah, itung2an bung tn baru masuk akal bung momod,,heheh namanya jg tukang ngitung yak??? xxiii.,ya kalo hrg segitu sangat masuk logika sih,,usd 30,6 miliion per unit,.,sangat murah ketimbang itung2an bung momod lingkar,,hehehe piss

        •  

          Rugi banyak klu diteruskan indonesia proyek pespur fx itu, rugi diteknologi, rugi waktu & rugi yg lainnya jk diteruskan, karena yg digunakan adalah teknologi f35 & ram yg digunakan f35 saat ini tidak bisa membidik, mengunci & menembak, jd yg digunakan adalah radarnya aesa, yg otomatis bisa ditangkap rwr pespur non siluman dgn begitu f35 ketahuan busuknya, tapi rwr tidak bisa mengukur jarak atau posisi f35.

          Dgn demikian, pespur fx itu hampir sama dgn pespur non siluman, utk itu israel enggan mengambil banyak itu f35, karna lbh baik pespur non siluman

          Hahhaahaaaa

        •  

          Mohon Maaf Ikut Komentar
          Mohon Maaf Inyong Sedang Sakit
          Itu sahabat inyong
          Ha ya Share Komentar

          Tukang Ngitung PHP

          Terima Kasih
          IFX dan KFX

          Biaya Produksi tersebut Dari mana
          Adakakah Pihak Pihak Dari Swasta yang mau Memproduksi nya

          Tetapi Ada Sumber mengatakan
          Ketika harus Memilih Pespur diantara banyak pilihan

          Maka kesimpulan jawaban Dari Mabes Dan Mako TNI AU adalah

          ” yang menguasai mean lapangan di udara ”

          Tetapi Apakah bisa atau Tidak nya

          •  

            Mbah 16030594

            Eh iya, itu baru biaya pengembangan.

            Belum biaya produksi.

            Xixixixi

            Menguasai medan lapangan di udara itu harus banyak berlatih dengan demikian banyak jam terbangnya.

            Untuk itu dipilih yang ongkos operasionalnya kecil.

            Yang paling kecil ongkos operasionalnya Super Tucano.

            Yang ongkos operasional kecil itu ada 2 yaitu FA-50 dan Gripen c/d.

            Yang sedikit lebih banyak dari itu ya F16.

            Kalau Sukhoi boros mbah, kasihan para pilot kita jadi sedikit latihannya.

            :P

          •  

            Bung TN itu nama nya ngirit bukan nguasai medan dalam ready tempur, kalau menguasai medan dlm arti jelajah maka yg sering terbang adalah pilot dan pesawat maskapai komersil

            :D

          •  

            oh inisial ‘TN” tuh tukang ngirit yah..xixixi kabuur….

          •  

            Kang ceuri ngomporin neh … xixixi

            Kebanyakan yg black flight adalah intelijen asing yg terbang dgn pesawat sipil, mungkin utk uji kehandalan radar Kita kale …

          •  

            becanda aja bung,.. abis nya bung tn belom juga rilis artikel…xixi

        •  

          Terima Kasih
          Putra Sanjaya

          Salam Tri Brata
          Liting 2009 team 1 dan team 2

          Sahabat ku Tukang Ngitung PHP
          Penjelasan nya Luar Biasa
          Mohon Maaf

          Insya Allah Saget melengkapi kekurangan dalam pola pikir yang Sangat
          terbatas terbatas terbatas terbatas terbatas terbatas terbatas terbatas terbatas

          Hufftttt

          Mohon. Maaf
          Mohon Maaf
          Mohon Maaf

        •  

          Jadi ternyata murah ga mahal yah bung TN…

        •  

          Ternyata Hand phone nya Tegayoja Baktinegoro Sulistyono Sering di Off kan Signal nya matikan pada waktu Shif

          Salah atau tidak Menggunakan Nomer Kaliasin dengan nomer Pabrik Tanpa nomer Kepolisian dan Nomer Inventaris sertifikat adminitrasi NPWP Pabrik
          Kurasa yang bisa menjawab hal tersebut hanya

          Mbah Eko Budi Wahono
          Bapak Komandan sebagai Sarjana nya Sarjana nya Sarjana nya Hukum

          Orang Orang tersebut Sekarang Tidak bisa membedakan
          Antara Rakyat dan Masyarakat
          Apakah Asal Ada Hand phone dan nomer kartu yang sesuai seharga cukup murah ea langsung…

          Tetapi Sampai Berkali kali ijin Tidak merasa udah
          Keputusan nya
          Meninggal lah di kasta Atas

          Mohon Maaf data Inyong hanya Untuk Share Social Almarhum 010138461
          Yang meninggal di daerah Keputih
          Sesuai perijinan Restu inyong ke Bos Inyong, 20 Januari 1957
          Sebagai Warga Wono Ayu Medokan AyuRungkut Surabaya

          Mohon Maaf dan Terima Kasih

      •  

        Lah, Emangnya biaya R&D itu gratis ya?? ToT itu gratis ya?? Harga segitu wajar karena ini buat pesawat baru, bukan pesawat lama diupgrade. Ngasih komentar kok bias.

        •  

          Betul bung Sales Loket… Kita termasuk beruntung bisa kerjasama dan dapat ilmu R&D dari Korea… Coba bandingkan dng Kangguru dan si upil yg udah keluar modal banyak buat F-35 tapi ga dikasih apa2 wkkkkk… Sekalian nanya bung sales yg terhormat, kalau si upil dan kangguru menuntut TOT apakah Loket akan kasih TOT 100%, atau malah seperti korsel nasibnya xixixi…

    •  

      Ptoject Gak Jelas, tiada arti….tenggelamkan saja

  6.  

    Si Yuli ini gimana toh ?

    Lha wong RI dapat IFX senilai Usd 30,6 juta per unit TANPA BELI F35.

    RI juga hanya beri modal 20% saja sudah bisa dilatih untuk bikin pespur dari kadar nihil sama sekali.

    Coba bandingkan dengan Korsel :
    Korsel Beli puluhan F35 dapat 21 macam teknologi.
    RI TIDAK BELI F35 juga dapat 21 macam teknologi.

    Lha wong RI untung gitu lho kok dibilang rugi.

    Soal Korsel lebih untung itu wajar sebab mereka jauh lebih banyak modalnya.

    Misal elo Yuli partneran bisnis sama teman elo si Huha, situ hanya bermodal seperlima bagian saja dan masih blo’on belum ngerti itu bisnis apa, sedang teman elo si Huha itu modalnya 80% dan lebih mengerti bisnisnya dan elo diajarin si Huha step by step sampai elo ngerti sebagian besar dari bisnis itu.

    Nah saat meraih untung, kok situ nuntut supaya prosentase untungnya sama seperti si Huha ? Yang wajar itu dari 20% bagian elo, si Huha dapat lagi fee separohnya dari elo karena dia ngajarin elo bisnisnya.

    •  

      Emang kita dapat teknologi intinya juga ya bung? Klo demikian baguslah, asal jangan semua cuma asumsi kita belaka… toh kita tidak melihat hitam diatas putih mengenai kesepakatan tersebut dengan Korsel… Karena klo sebagian mesti disuplai dari luar apalagi dari Korsel, berarti mereka harus produksi dalam jumlah besar agar kita bisa mengerjakannya sesuai target pengadaan IFX tersebut, karena klo tidak ya tentunya bakal molor jadwalnya… dan biasanya semakin lama akan semakin naik harganya, itu kan ciri khas produk Korea :D

      •  

        Ada 25 teknologi, yang diberikan oleh USA 21 teknologi.

        25 – 21 = 4

        Trus sisa 4 teknologi yang lain RI dan Korsel sama-sama belajar.

        •  

          Sampai saat ini, TAA (Technical Assistance Agreement) masih belum ditandatangani dan pemerintah Amerika Serikat juga meminta Indonesia untuk segera memiliki Defense Technology Security System (DTSS), yakni : sebuah sistem pengamanan teknologi yang apabila Indonesia mendapatkan ilmu dari Korea Selatan dan Amerika Serikat, Indonesia harus mampu meyakinkan pihak Amerika Serikat bahwa hal tersebut tidak akan sampai bocor kepada pihak ketiga.

          Untuk itu, diperlukannya koordinasi yang erat antar kementerian dan lembaga (seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, PT.DI sebagai pelaku industri pertahanan, dan lain-lain) untuk bersama-sama meningkatkan hubungan baik dengan Amerika Serikat dalam rangka mendapatkan persetujuan mengenai TAA.

      •  

        Maksudnya dikasih produk inti apa teknologi inti nya? Beda tipis istilah tp beda jauh arti nya lho? Kalau dikasih produk itu cuma merakit aja, soal nya kita dpt info ifx cuma “katanya” tidak pernah lihat draf perjanjian asli nya sih …

        :D

        •  

          Nah, itu dia, katanya dapet blueprint, klo blueprint cuma buat menyatukan komponen sih, P&I Diagram, ya sama aja bung dengan merakit, soalnya draf tersebut kan sifatnya rahasia, orang umum mana tau isinya seperti apa. Apakah itu teknologi inti dibagikan ke Indonesia agar bisa buat sendiri ataukah cuma beli buatan Hanwa misalnya.

      •  

        Gak beli F-35 dan masih minta 4 teknologi inti?? Padahal iuran biaya R&Dnya hanya 20%?? Orang macam apa Ente?? Rakus bener jadi orang. Makanya Su-35 gak kelar2 kalo orang2nya kayak ente, Lingkar.

        Udah dikasih 80% lebih ToT yg dibutuhkan, sisa 4, itu juga lagi dicari dan dikembangkan oleh Korea atau kerjasama dgn pihak luar. Artinya sisa 4 teknologi inti itu tetap akan dikejar dan dicari agar bisa dipasang di KFX/IFX. Kok masih ada yg gak bersyukur. Coba dana USD 7,58 Billions dipake buat R&D pesawat baru generasi ke-4 ++ dan masih bisa dapat 50 pesawat jadi siap pake?? Emangnya ada yg mau?? Jangankan Barat, Rusia dan China aja bakalan angkat tangan.

    •  

      Itu kan kiraan dari gak beli dapat untung, tapi loe gak kira setelah untung rugi seterusnya, ini kan gak loe pikirkan, pantesan loe disalip jimsul dipersimpangan, sembari lewat jimsul berkata, taruk ajja dilaut, supaya kagak ngepul lg

      Hahhaahaaaa

    •  

      Bung TN perasaan saya di bahasan IFX mendukung anda kok… lihat saja dari komen yang diatas… nih copasnya
      “Kantor Berita Yonhap melaporkan sebagai imbalan untuk membantu membiayai sebagian biaya, Jakarta akan menerima beberapa pengembangan data teknis yang dihasilkan dari program tersebut.”
      Lagian saya rugi “rugi” kan karena sedang membuai Huha… ya ngga Huha… ^_^

      •  

        Ada apa ini yulli, kok nama gue dibawa bawa, apa mu yg dipegang pegang tn phd

        Hahhaahaaaa

      •  

        Lagian isi link itu jelas berisi keuntungan yang didapatkan KAI, Indonesia antara rugi ga rugi, kalau baca artikel dalam Link tersebut keuntungan jelas banyak didapatkan oleh KAI tidak hanya dalam artian mengenai proyek IFX/KFX tetapi mencakup reputasi perusahaan KAI dimata perusahaan pesawat dunia… sedangkan PT.DI terseok2 dengan mengirimkan banyak ahli ke KAI untuk proyek IFX/KFX sehingga di internal PT.DI babak belur termasuk molornya banyak project yang sudah dibayar oleh TNI…
        Baca saja sendirilah bung, saya pusing jadinya… saya tidak terlalu optimis dengan proyek ini karena LM, saya berpendapat LM akan berusaha mencegah pespur ini lebih superior dari F-35… apalagi mendekati kemampuan F-22, mungkin malah bisa dijadikan ajang untuk spionase… riet euuyyy

      •  

        Xixixixi

  7.  

    Benarkah Bung TN berita lama ini

    infoglobal.co.id/id/detailnews/94

  8.  

    hm..rame yah..