Oct 062018
 

Jet tempur Tornado ECR milik Angkatan Udara Italia © Northrop Grumman

JakartaGreater.com – Northrop Grumman Corporation kemarin mengumumkan bahwa Angkatan Udara Italia telah menyelesaikan uji operasional dari Advanced Anti-Radiation Guided Missile (AARGM) menggunakan jet tempur Tornado ECR di Naval Air Warfare Center, China Lake, menurut rilis media Northrop Grumman pada hari Kamis.

Serangkaian tes penerbangan berujung dengan menembakkan dua rudal langsung pada target ancaman pertahanan udara kritis yang menegaskan efektivitas operasional serta kesesuaian AARGM pada Tornado Angkatan Udara Italia. Penyelesaian uji operasional yang sukses memungkinkan Angkatan Udara Italia untuk melakukan transisi AARGM tersebut ke dalam skuadron operasional.

AARGM adalah rudal anti-radar tercanggih yang tersedia saat ini yang mampu dengan cepat menghadapi ancaman pertahanan udara di darat dan laut, serta termasuk target non-radar. AARGM telah menyediakan rudal anti-radiasi berkecepatan tinggi dengan peningkatan yang signifikan secara taktis termasuk unit pemandu baru yang mampu menampilkan GPS serta antena homing anti-radiasi dan upgrade prosesor sinyal digital. AARGM juga dilengkapi dengan pencari gelombang millimeter terminal akhir yang bisa menyediakan panduan yang jauh lebih baik.

” Kami bangga telah mendukung mitra Angkatan Udara Italia kami dalam menyelesaikan tonggak penting ini dan mengalihkan sistem senjata itu ke status operasional”, kata Cary Ralston, wakil presiden dan manajer umum, Northrop Grumman Innovation Systems. “Selamat kepada Angkatan Udara Italia dan tim gabungan yang bekerja erat dalam mencapai tonggak ini”.

Italia menandatangani nota kesepahaman dengan Amerika Serikat pada tahun 2005 untuk secara kooperatif mengembangkan rudal AGM-88E AARGM. Angkatan Laut AS adalah agen eksekutif untuk program ini, saat ini dalam tingkat produksi penuh serta disebarkan, mendukung persyaratan operasional Angkatan Laut dan Korps Marinir AS.

Penyelesaian uji operasional pada pesawat Tornado ECR adalah platform operasional ke-4 menggunakan AARGM. Platform sebelumnya termasuk FA-18C/D Hornet, FA-18E/F Super Hornet dan EA-18G Growler.

 Leave a Reply