Jan 192019
 

Jet tempur multiperan MiG-35 buatan Rusia © Russian Aircraft Corporation

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Rusia akan menerima 4 unit jet tempur multi-peran generasi 4++ MiG-35 akhir tahun ini, menurut sumber industri kedirgantaraan dan dilansir dari laman TASS pada hari Jumat.

“Menurut kontrak yang ditandatangani pada bulan Agustus 2018, 2 MiG-35UB [versi trainer tempur] diproduksi dan dikirim tahun lalu. Sementara 4 MiG-35S [versi produksi massal] akan diserahkan kepada Angkatan Udara Rusia di tahun 2019”, kata sumber itu.

TASS melaporkan belum dapat mengkonfirmasi informasi tersebut secara resmi pada saat artikel ini dipublikasikan.

Sebelumnya, uji coba awal penerbangan dan presentasi internasional pesawat berlangsung pada bulan Janauary 2017. Uji coba pabrikan telah diselesaikan pada Desember 2017.

CEO MiG Corporation Ilya Tarasernko mengatakan bahwa pada akhir November 2018 batch pertama jet tempur Mig-35 telah memasuki tahap akhir konstruksi dan mereka akan segera diserahkan ke Angkatan Udara Rusia (VKS). Dia juga mengatakan bahwa kapasitas produksi perusahaan memungkinkan untuk menghasilkan 36 unit MiG-35 setiap tahun karena sistem produksi digital terbaru.

Uji penerbangan dua MiG-35 Rusia. © Russian MoD

Kontrak produksi 14 MiG-35 akan di teken tahun 2020

Angkatan Udara Rusia akan menandatangani kontrak akuisisi untuk pengiriman batch lain jet tempur multi-peran generasi 4++ MiG-35 pada tahun 2020, menurut sumber di industri penerbangan Rusia.

“Pada tahun 2020, sebuah kontrak baru untuk memasok sejumlah 14 jet tempur multi-peran MiG-35, mungkin dalam waktu tiga tahun ke depan akan di teken”, kata sumber itu.

MiG-35 adalah jet tempur berkursi tunggal dan MiG-35D dengan kursi tandem dirancang untuk menghancurkan target udara, target darat mobile serta target permukaan stasioner dalam segala iklim dan cuaca. Varian kursi tandem dapat pula digunakan sebagai pesawat latih tempur.

Konstruksi MiG-35 sendiri, meminjam desain jet tempur multi-peran MiG-29K/KUB dan MiG-29M/M2. Yang membedakan adalah muatan yang lebih besar pada sembilan suspensi, peningkatan cadangan bahan bakar, plus pengisian bahan bakar di udara dan kemungkinan untuk menggunakan jet tempur sebagai pesawat tanker.

Glider MiG-35 sendiri tahan terhadap korosi. MiG-35 dirancang dengan penurunan tanda tangan radar. Berat lepas landas normal adalah 19.200 kg, sementara berat lepas landas maksimum adalah 29.700 kg.

Kecepatan maksimum adalah 2.35 Mach di ketinggian dan 1.13 Mach di ketinggian rendah. Layanan ketinggian adalah 17.500 meter. MiG-35 kursi tunggal dilengkapi rudal udara-ke-udara dan tiga tangki bahan bakar memiliki radius tempur 1.000 – 1.400 km, ini tergantung pada persenjataan dan ketinggian terbang.

Sementara itu, MiG-35D kursi tandem dengan rudal udara-ke-udara dan tiga tangki bahan bakar bersuspensi memiliki jangkauan 900 – 1.300 km, dengan rudal udara-ke-permukaan dan tiga tangki bahan bakar akan memiliki jangkauan 750 – 1.050 km. Overload maksimum untuk kedua opsi adalah 9G.

  2 Responses to “Angkatan Udara Rusia Akan Mendapat 4 Unit MiG-35 Tahun ini”

  1.  

    kl ada 1 skuadron taro di riau kynya cukup deh buat nakut2in singapura

  2.  

    MiG-35 mulai dibuat tahun 2001, dan berbeda dengan MiG-29 varian dasar.MiG-35 (single seater) nomor 156 (di Rusia diberi kode MiG-29OVT) dan MiG-35D (double seater) nomor 154, masing-masing dikembangkan dari MiG-29M (buatan tahun 1991) dan MiG-29M2 (buatan tahun 1990). Selain airframe yang diperkuat supaya bisa membawa bahan bakar dan senjata lebih banyak, pesawat ini juga dijejali dengan tehnologi mutakhir yang digunakan pada MiG-29K/KUB Shipborne Fighter (tahun 2006) yang dirancang Rusia untuk India….https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/07/mig-35-fulcrum-f-multirole-fighter.html