JakartaGreater.com - Forum Militer
Apr 062018
 

Jet tempur F-16 BLok 60 Angkatan Udara UEA ยฉ David Raykovitz via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pada hari Rabu, tanggal 4 April lalu, Departemen Luar Negeri AS melalui Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) memutuskan untuk menyetujui penjualan varian terbaru pesawat tempur F-16V (blok 70/72) komplit dengan peluru kendali dan bom kepada Slovakia.

Berdasar keterangan yang ada di laman situs Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA), Penjualan Militer Asing ke Slovakia untuk konfigurasi jet tempur F-16V Block 70/72 tersebut memiliki perkiraan biaya sebesar $ 2,91 miliar.

Republik Slovakia sebelumnya telah meminta kemungkinan penjualan untuk:

  • 14 jet tempur F-16V Block 70/72
  • 16 mesin F110 General Electric atau F100 Pratt & Whitney
  • 15 kanon M61 A1 Vulcan 20 mm
  • 16 radar Active Electronically Scanned Array (AESA) APG-83
  • 14 Modular Mission Computers
  • 14 sistem komunikasi LINK-16
  • 16 sistem navigasi LN260 EGI (Embeded GPS and Inertial Navigation)
  • 14 Joint Helmet Mounted Cueing Systems
  • 14 Improved Programmable Display Generators (iPDG)
  • 30 rudal udara-ke-udara AIM-120C7 AMRAAM
  • 100 rudal udara-ke udara AIM-9X Sidewinder
  • 12 rudal latihan AIM-9X Captive Air Training Missiles
  • 24 unit panduan tambahan untuk AIM-9X
  • 224 kit CCG/AG untuk GBU-12
  • 20 kit CCG untuk upgrade GBU-49
  • 150 kit pemandu KMU-572F/B untuk GBU-38
  • 60 peluncur rudal LAU-129
  • 36 pengisi bom MK-82 atau BLU-111
  • 400 selongsong bom MK-82 atau BLU-111
  • 400 sekring FMU-152
  • 6 sniper pod ANA-AAQ-33
  • 14 Joint Helmet Mounted Cueing Systems II
  • 14 Sistem Manajemen Peperangan Elektronik AN/ALQ-213
  • 16 Advanced Integrated Defensive Electronic Warfare Suites AN/ALQ-211
  • 16 Countermeasure Dispenser AN/ALE-47
  • Sistem Identifikasi Teman atau Musuh (AIFF) Canggih

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS, menyebutkan bahwa penjualan tersebut akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS dengan membantu meningkatkan keamanan mitra NATO yang merupakan kekuatan penting di kawasan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di Eropa.

Penjualan akan memenuhi kebutuhan Slovakia untuk pertahanan diri dan mendukung tujuan pertahanan udara NATO. Slovakia berniat untuk menggunakan F-16 itu untuk memodernisasi Angkatan Udara serta memperkuat pertahanan dalam negeri.

Angkatan Udara Slovakia berniat untuk menggantikan armada MiG-29 saat ini. Pejuang Slovakia saat ini tidak dapat dioperasi dengan pasukan AS atau pun sekutu regionalnya. Pembelian F-16V tersebut memberikan Slowakia kemampuan pesawat tempur generasi keempat yang bisa dioperasikan bersama dengan Amerika Serikat dan NATO.

Berbagi

  125 Responses to “Angkatan Udara Slovakia Borong 14 F-16V Komplit”

  1.  

    Ditunggu laporan pembelian 48 F-16V oleh Indonesia. Hhhhhhhhhh

  2.  

    Waduh kena salip…………. (lagi)

  3.  

    catat tuh …. harga pswt +++ perlengkapan nya !!!
    per 1 unit harganya jadi 200 jt usd lebih
    sok pada nabung … xixixi

  4.  

    penjualan ini tidak menciptakan ketegangan dikawasan,,,,,menurut sumber resminya lho…

    jadi klo indonesia beli 48 F-16V penjualan ini tidak menciptakan ketegangan dikawasan,,,,apalagi arm race……..

    so ladies & getlemen,,,,,,this is the art of arms deal…..xixi

  5.  

    F 16?? Bantar gebang kalleeee

    Hahhaahaaaa

  6.  

    ini contoh beli senjata yo koyo gino, lengkap selengkap-lengkapnya, jgn ngeteng teng teng teng

  7.  

    ngeteng juga bagus kok seperti jiran sebelah yg beli kopongan, tpi di modif besar2an.

    saking minat nya, modifnya sampai bikin pesawat ga ori lagi.

    pabrik pun malas kasih klaim/garansi.

    plus minusnya pesawat sanggar tpi garansi hilang.

  8.  

    apa kelebihan pesawat ini bung kalau di bandingkan dengan mig 35?
    bukannya mig 35 lebih cocok di kantong kita dan lebih aman secara politik ya?

    •  

      Mig 35 dgn f16 lebih baik lg mig 35 yg juga menggunakan mesin ganda, manuver yg baik, menggunakan radar aesa & ecm, tapi mig 35 lg diproses menuju siluman tapi mig 35 tdk bisa jauh dr markasnya dibandingkan su35

      Hahhaahaaaa

      •  

        daripada memproses menuju siluman lebih baik memproses mesin yg berumur mcm kolak pisang

        axaxaxa

      •  

        kalau dari perspektif saya, mig 35 malah lebih nyatu dengan doktrin pespur kita yang ingin di tanamkan ke dalam ifx, selain itu mig ini juga lebih capable link nya dengan sukoi
        bukannya lebih baik kalau kita akuisisi mig 35 ya?
        kalau masalah untuk meperlancar lisensi ifx itu kan masalah lain lagi, kita minta lisensi ke as kan beli itu dengan uang, lantas buat apa lagi kita ngambil pespur dia yang jelas2 gak kompeten dengan pespur tetangga yang ada di kawasan

        •  

          Beli lisensi…??? Oh no… apa yang mau dibeli… tehnologi keseluruhan pesawat…??? Berapa banyak duitnya… lagian industri kita tidak mendukung… jadi percuma kalo semua masih perlu infort…!!!

          •  

            lisensi ifx kan kita beli itu dari LM AS
            yang 4 teknologi intinya yang gak mau di kasih AS

          •  

            Lisensi itu cuma hak pembuatan(produksi) saja kak… kan percuma kita beli lisensinya tapi kita engak bisa buatnya… semisal beli bersama dengan cetak birunya sekalian,,, tapi apa bisa memproduksinya masih perlu dipertanyakan… karna mencakup kelengkapan industri dari hulu hingga hilir,,,, dan kita belum punya… mungkin bisa bila kita inport semua bahan baku lalu mulai merakitnya…!!! tapi saya ragu karna menyangkut kerja sama strategis dan tehnologi sensitif akan mudah terlaksana…. bahkan negara negara sekutu sendiri tidak bisa mencapainya apa lagi kita…. mangkanya cina banyak melakukan pelangaran dalam memproleh tehnologi,,, karna semua tidak semudah dan segampang yang kita pikirkan… kalo bicara uang tentu cina bisa dengan mudah membeli tehnologi,,, tapi bukan hanya masalah uang semata…!!!

    •  

      Pengaruh usa masih besar kak… baik dibidang apa pun,,, jadi tidak bisa secara terang terangan untuk kebijakan yang membuat samasirika berang… dan kita masih perlu dan mengandalkan banyak pihak dan banyak kubu,,, karna kita bukan negara kuat dan mandiri jadi secara defacto kita harus merangkul semua fihak untuk kepentingan kita… gitu kayaknya yaa kak… itu kalo ngak ngawur juga…!!!

      •  

        Pengaruh amerika itu ada pd uangnya, jk ada negara yg mmbutuhkan pinjaman? Maka amerika bisa mmberikan uang pribadinya, itupun jk amerika tidak sedang dlm krisis dgn hutang yg banyak atau amerika mengajukannya ke bank dunia utk negara yg mmbutuhkan pinjaman.

        tapi dr mana bank dunia itu punya uang yg banyak utk mrk mmbutuhkan pinjaman? Mungkin itu uang dr kumpulan amerika & inggris kalleee, kalau sistemnya ngaur semua, mana ada negara yg maju ikut kumpulan nato & uni eropa yg ada kemajuan utangnya, jd bagai mana menilai negri yg maju itu, apakah dilihat dr utangnya atau dilihat dr perkembangan negaranya?

        Tapi utang itu bukan mmbuktikan sebuah negara maju jk utang itu sudah menjamur, hanya saja negara trsebut masih dibawah walau diluar nampak baik tapi didalam ancooorr

        Hahhaahaaaa

        Hahhaahaaaa

        •  

          Jadi apa penyebab negara itu bisa berutang banyak?

          Hahhaahaaaa

        •  

          Gue kurang begitu jelas haa,, Kalo masalah detilnya… jadi biar anu apa mbah piye yang jabarin… dan loe diskusi dah sama mereka…!!!

          •  

            Mungkin terlalu banyak pengeluaran, seprti biaya inport, uang yg keluar dr negrinya & pengeluaran pengeluaran lainnya yg exportnya menurun, nah kalau negri sudah begini? Dibutuhkan pinjaman tapi pinjaman itu tidak menjamur & pinjaman mmng tetap dibutuhkan selagi tidak mnjamur dgn kata lain hanya sebentar saja.

            Mbah anu lg tdk beranu kalleeee

            Hahhaahaaaa

        •  

          Kasihan nulis panjang2 banyak typonya,saya benerin ya….lagi amal ni

          Pengaruh Om-om itu ada pd uangnya, jk ada cabe yg mmbutuhkan pinjaman? Maka Om-om bisa mmberikan uang pribadinya, itupun jk Om-om tidak sedang dlm krisis dgn hutang yg banyak atau Om-om mengajukannya ke istrinya utk cabe yg mmbutuhkan pinjaman.

          tapi dr mana istrinya itu punya uang yg banyak utk cabe2 mmbutuhkan pinjaman? Mungkin itu uang dr kumpulan Om-om laen kalleee, kalau sistemnya ngaur semua, mana ada cabe yg mau ikut kumpulan istri yg punya Om-om yg ada kemajuan utangnya, jd bagai mana menilai cabe yg mau itu, apakah dilihat dr utangnya atau dilihat dr perkembangan anunya?

          Tapi utang itu bukan mmbuktikan sebuah cabe mau jk utang itu sudah menjamur, hanya saja cabe trsebut masih dibawah walau diluar nampak baik tapi didalam ancooorr

          Hahhaahaaaa

          Hahhaahaaaa

  9.  

    Satu persatu negara eropa timur menyingkirkan pespur Rusia demi bs jaga gengsi kongkow2 sesama NATO dan sekutu2nya.he3, kenapa gak ditawarkan saja dgn harga miring atau hibah sekalian ke tetangga disemenanjung sana! Jgn hy RI saja yg terima beli barang bekas dgn bumbu hibah.he3

  10.  

    Oh yes anunya huha on…. oh no anu. nya off

  11.  

    kalau dari perspektif saya, mig 35 malah lebih nyatu dengan doktrin pespur kita yang ingin di tanamkan ke dalam ifx, selain itu mig ini juga lebih capable link nya dengan sukoi
    bukannya lebih baik kalau kita akuisisi mig 35 ya?
    kalau masalah untuk meperlancar lisensi ifx itu kan masalah lain lagi, kita minta lisensi ke as kan beli itu dengan uang, lantas buat apa lagi kita ngambil pespur dia yang jelas2 gak kompeten dengan pespur tetangga yang ada di kawasan

    •  

      Bedanya mig 35 & su 35 ada pd power ecm nya, yg lbh kuat su 35 jammernya dr pd mig 35 yg sekarang ini, tapi utk mengenai pespur fx? Sudah diambang nyemplung ke laut, jk korsel hanya brharap pd amerika & indonesia brgantung pd korsel

      Hahhaahaaaa

      •  

        su 35 meski wajib di beli bung untuk heavy fighter, kalau mig 35 kan ini untuk versi medium fighternya
        makanya kalau ada wacana untuk medium fighter lebih bagus ambil mig 35, atau gripen atau rafale

      •  

        su 35 meski wajib di beli bung untuk heavy fighter, kalau mig 35 kan ini untuk versi medium fighternya
        makanya kalau ada wacana untuk medium fighter lebih bagus ambil mig 35, atau gripen atau rafale
        rafale jadi opsi terakhir tentu saja karna harganya yg wow

        •  

          baru tahu rafale masuk medium fighter. kecil seperti itu rafale masuk heavy fighter bahkan rafale mempunyai skill khusus yg tidak punyai sama fighter2 lain mampu melakukan serangan nuklir taktis bawa rudal brahmos saja bisa makanya hindia pilih rafale di banding su 35,typhoon dan f 15, di tambah lagi bisa mendarat di kapal

  12.  

    @aming lee
    kalau masalah khawatir dengan pengaruh amerika mungkin kita bisa beli alat militer lain dari dia selain pespur
    mungkin kita bisa beli chinok, apache dari amerika yang memang barang itu punya kompeten di kawasan, tapi kalau masalah pespur seharusnya memang kita lebih baik condong ke rusia kalau menurut perspektif saya

  13.  

    setidaknya kalu ingin menjaga kestabilan barat dan timur mungkin rafale dan gripen bisa jadi pertimbangan tidak harus monoton dengan f 16 viper, toh dalam paket pembelian kan juga sudah di sertakan paket pelatihan pilot dan sebagainya

    •  

      Tidak semua bisa diraba apa lagi dilat… perang kepentingan di segala bidang mulai memanas sejak rusia dan cina menguat… jadi bukan masalah alutsista semata… bisa lari ke politik bisa juga keekonomi… dan sudah saya bilang diatas,,, kita masih butuh dukungan banyak fihak jadi harus hati hati mengambil kebijakan tanpa harus menyingung fihak mana pun…. masalah dengan fihak lain selain kedua kubu,,, kita sudah menerapkannya,,, walau terlihat tidak sebesar nilai transaksi kedua kubu tersebut….!!!

      •  

        maksudnya suku kubu anak dalam ya bung? ๐Ÿ˜› hihihihi

      •  

        kalau begitu sama saja kita masih bisa di setir sama bangsa asing donk, masih bisa di dikte, lantas apa bangganya kita?
        harus nya kalau menyangkut untuk menjaga kedaultan harga mati, kita beli juga produk amerika tapi itu kan gak harus berupa pespur juga
        selain itu kalau beli sama mereka spertinya banyak ruginya, saya suka heran sendiri kenapa setiap kali ada berita kita beli dari amerika tidak disebutkan tot nya, offset nya
        apa elit kita pura2 tidak tahu atau bnyak pihak2 yang main mata disini

        •  

          Pengambilan kata dikte tidak tepat kak… tapi lebih ke tau diri dan mawas diri… karna semua keputusan ditangan kita… tapi juga pertimbangan untung rugi dari suatu kebijakan yang kita ambil…!!!
          Masalah tot atau off set atau apalah,,, sudah ada prosedur dan jalur walau masih serampangan tapi itu harus karna amanat UU dan ada badan hukumnya… tapi tingal bagai mana deal dalam negoisasi saja…!!!

          •  

            meski pun sudah ada UU nya tapi tidak terdengar beritanya masalah tot dan offset dari AS selain offset pembelian f 16 era soeharto yang mana pada saat itu kita memang udah jadi anteknya amerika di Asia tenggara

          •  

            Offset yg bagaimana yg diberikan amerika?

            Hahhaahaaaa

          •  

            Sudah saya sampaikan diatas,,, tidak semua bisa diraba apa lagi dilihat… tot atau offset banyak macam dan tipenya… jadi tidak mesti beli A dapat tot A… karna semua punya kepentingan,,, tingal bagai mana negoisasinya…!!!

          •  

            Jadi kenapa begitu heboh sangat mrk mengenai tot & offset?

            Hahhaahaaaa

  14.  

    @Halata Huha
    coba di telusuri sendiri aja bung, itu jaman soeharto kita beli f 16 ada offset nya
    tapi di pembelian yang sekarang gak pernah terdengar lagi masalah offset ini, bukanya kita beli apache itu baru juga kan meskinya kita dapat offset juga

    @aming lee
    saya sependapat offset dan tot itu bnyak jenisnya, tapi beritanya hampir tidak ada yang membahas masalah tot dan offset jika produk yang di beli dari amerika, padahal faktanya nilai ekspor peralatan militer dari as itu terbilang tinggi buat indonesia

  15.  

    kembali lagi ke topik awal
    kalau dari perspektif saya sepertinya dibandingkan viper lebih bagus kita ambil gripen, apa lagi kalau belinya sampai 48 unit, pasti mereka ngasih tot maksimal seperti yang di janjikan saab

    tapi kalau mau lebih capable dengan sukoi family ya lebih bagus ambil mig 35, selain harganya cocok di kantong juga udah makek mesin kembar dan udah pasti kompeten dengan pespur tetangga

    kalo mau lebih ok lagi ya ambil rafale perancis, tapi harganya juga wow kalau rafale
    hanya saran dari rakyat jelata

    •  

      Semua sudah dikaji dalam pengajuan tender dan sesuai kebutuhan yang diperlukan… jadi untung rugi telah dipertimbangkan secara masak.. jadi bukan hanya baik dan bagus saja tapi harus sesuai kebutuhan dilapangan… yang jelasnya untung dan rugi dan dana yang tersedia dapat terakom0dasi semaksimal mungkin…!!!

      •  

        Rafale? Sudah KO dibuat mig 35

        Hahhaahaaaa

        •  

          rafale itu pesawat yang mumpuni loh, india saja yang bepotensi konflik dengan cina lebih memilih mengakuisisi rafale ketimbang su 35

          •  

            Alasanya sederhana… China membeli Su-35, jelas untuk mengimbangi Su-35 China India harus menggunakan pespur lain supaya memiliki rivalitas yang sesuai… dalam hal ini kedekatan India adalah kepada alutista buatan Russia – Prancsi – Israel… sehingga Rafale yang menjadi pilihan India untuk berhadapan dengan Su-35 China, disamping India sudah mengoperasikan 200san Su-30MKI yang rencananya akan ditingkatkan menjadi Super Shukoi yang mungkin menggunakan mesin yang sama dengan yg digunakan Su-35…
            Justru sekarang yang aneh adalah Pakistan, jika dulu India menggunakan teknologi Russia untuk berhadapan dengan teknologi USA sebagai pendukung Pakistan, sekarang USA sudah meninggalkan Pakistan dan saya yakin itu upaya USA untuk mendapatkan pasar India… meskipun kesuksesan F-16 untuk mendapat kontrak sepertinya gagal karena kalah sama Tejas…

          •  

            Tapi ada yang aneh bung Yuli, kemarin AS bilang masalah pembelian S-400 itu terserah India, tapi sekarang koq AS malah prihatin klo India tetap membeli S-400 Rusia meski ada ancaman sanksi bila itu dilakukan…

            Kenapa otak, hati dan mulut orang AS gak bisa sejalan ya?

          •  

            Alasanya sederhanaโ€ฆ China membeli Su-35, jelas untuk mengimbangi Su-35 China

            maksudnay gimana bung yuli

          •  

            China membeli Su-35(kalimat pertama), jelas untuk mengimbangi Su-35 China India harus menggunakan pespur lain supaya memiliki rivalitas yang sesuai…. jangan dipotong2 bung Anu… itu merupakan kalimat utuh… dan saya tidak menggunakan pemenggalan kalimat baik titik/koma supaya menjadi kalimat utuh…
            Rafale untuk mengimbangi Su-35 China, dan kalimat itu sengaja tidak saya cantumkan Rafale karena niat utama India mencari pembanding Su-35… bisa saja India membeli Thypoon/F-15 yang penting bukan Su-35…
            Jika masih tidak paham, saya sederhanakan =
            China membeli Su-35, India membeli selain Su-35 yaitu Rafale karena tujuanya adalah Su-35 China vs Rafale India…

          •  

            @bung lingkar…
            Saya rasa sistem pertahanan Russia sedikit banyak sama dengan sistem pertahanan yang dimiliki USA dan NATO… saling memiliki Link dan bisa berintegrasi…
            Link dan Integrasi inilah yang dikawatirkan oleh USA, ketika China menggunakan S-400 kemudian India menggunakan S-400 dan Turki juga menggunakan S-400 maka akan terjadi covered area yang luas yang saling terintegrasi… dan ini jelas akan bisa mendeteksi atau memantau pergerakan pesawat2 koalisi barat… dan karena memiliki integrasi, dan Russia sebagai pembuatnya, kemungkinan Russia memiliki kemampuan untuk menggunakan integrasi itu untuk memantau tanpa perlu hadir di negara2 pembeli S-400… ini tentu sangat di benci oleh USA…
            Mungkin seperti itu juga sistem pertahanan yang dimiliki USA, sehingga mereka menjadi ketakutan sendiri ketika sistem pertahanan Russia mulai mewabah dan digunakan dibanyak negara…
            Sekali lagi, kebijakan meninggalkan Pakistan jelas salah satunya untuk mendekat pada India untuk memotong pengaruh Russia di India…

          •  

            Masuk akal bung Yuli, ini biasa menjadi “momok” bagi mereka yang biasanya menerapkan metode tersebut terlebih dahulu…

            Selain memotong pengaruh Rusia, AS juga ingin menghadang berkembangnya kekuatan China melalui India, Taiwan dan Jepang

      •  

        jadi secara resmi udah di umumkan kalau kita akan akuisisi 48 unit f 16 viper ini?
        semoga di beli dengan paket lengkap rudal mumpuni yang banyak, karena ada kekhawatiran kalau terjadi konflik di kawasan supply bisa di putus atas permintaan anak susunya
        seperti yang terjadi di Timur2 tempo hari
        saya bukan fansboy rusia, hanya saja saya tidak suka dengan cara berpolitik AS cs

    •  

      Semua sudah dikaji dalam pengajuan tender dan sesuai kebutuhan yang diperlukan… jadi untung rugi telah dipertimbangkan secara masak.. jadi bukan hanya baik dan bagus saja tapi harus sesuai kebutuhan dilapangan… yang jelasnya untung dan rugi dan dana yang tersedia dapat terakom0dasi semaksimal mungkin…!!!)

    •  

      Gripen itu pespur gado2 teknologinya… ada teknologi USA (seperti mesin), Jerman, Inggris…. Kejadian penjualan ke Argentina di veto UK, karena ada teknologi UK didalamnya… dan justru aneh jika Gripen menawarkan ToT full, karena beberapa teknologinya didapat dari negara lain… dan sama saja dengan F-16 tetap rawan kena sangsi sama seperti produk barat lainya…
      Rafale dan Thypoon jelas terlalu mahal, belum lagi untuk suku cadang dan perawatan… dan lagi2 sama seperti produk barat lainya, sekali ada sangsi maka semuanya akan melakukan hal yang sama…
      Mig-35 harganya memang murah tetapi perlu dipahami pespur ini lebih cocok untuk pespur pertahanan wilayah dengan range serang pendek ditambah mesin double engine yang jelas lebih boros…

      Menurut saya sudah cukup efektif dengan menempatkan Sukhoi family sebagai Heavy fighter, dan kemudina untuk kelas menengah ada F-16, untuk dibawahnya sudah ada T-50/FA-50 dan Tucano… itu sangat efektif sehingga fokus pemeliharaan jauh lebih efektif daripada terlalu banyak memiliki farian pespur…
      Jika ingin di gantikan FA-50 bisa diganti dengan Gripen, karena beberapa teknologi Gripen jauh lebih maju daripada teknologi Korea Selatan… tetapi lagi2 kendalanya Gripen NG harganya mahal untuk ukuran pespur ringan…

      •  

        mungkin maksud fullnya adalah “merakit” sendiri bung Yuli ๐Ÿ˜› hehehe… rakitan full ๐Ÿ˜† wkwkwk… jadi ya ujung-ujungnya produsen suku cadang yang beruntung…

      •  

        Lah ngapain beli Sukhoi yg double engine kalo kata ente double engine jelas lebih boros??? Hhhhhhhhhh

        •  

          @bung Lingkar…
          Nah itu dia… toh ketika diungkapkan fakta ini, sulit bagi Gripen mania untuk menjelaskan apa itu full ToT…

        •  

          rakitan cap buatan tempatan udah Sop itu

          xaxaxa

        •  

          @bung Agato… Alasanya :
          1. Pespur Sukhoi menjadi pilihan ketika Indonesia mengalami embargo dari USA, dan akirnya melibatkan juga sekutu USA lain seperti Inggris (sejarah 3 Hawk yang di tahan di Thailand), jadi alasan menggunkan Sukhoi bukan karena ekonomis dan non ekonomis tetapi untuk menghindari kejadian yang sama yang berakibat kemampuan udara TNI AU langsung KO karena embargo barat…
          2. Sukhoi Family jelas sekelas dengan pespur heavy fighter seperti F-15/Rafale/Thypoon (double engine) yang memiliki berbagai kelebihan seperti jarak jangkau yang lebih jauh dan Payload yang lebih besar, terutama untuk mengcover luas wilayah Indonesia yang banyak di dominasi laut…
          3. F-16 jelas bukan lah jawaban untuk mengimbangi F-18 Aussie, F-15 Singapura, F-18 dan Su-30MKM Malaysia, apalagi pespur canggih USA… dimana seperti black flight lebih banyak dilakukan oleh pespur buatan barat yang merupakan jalur dari Guam ke Aussie…
          4. Indonesia pernah meragukan ketika pertama kali mengoperasikan Sukhoi, dengan berbagai propaganda negatif yang melekat padanya, tetapi ternyata TNI AU sangat puas dan akirnya melanjutkan pengadaan Sukhoi family bahkan tidak heran jika terakir mereka menjatuhkan pilihan langsung kepada Su-35, meskipun Rafale/Thypoon/F-16V dan Gripen begitu intens untuk memenangkan tender pengganti F-5…
          5. TNI AU yang memilih Sukhoi, bukan saya, bukan pula Russian fansboys…

          •  

            Hush.. bung Yuli, ntar pasti keluar argumen “toh TNI AU tetap menerima hibah F-16 dari AS” tandanya pespur buatan AS juga lezat bung ๐Ÿ˜› hihihihih ๐Ÿ˜† atau bisa jadi alasan lainnya karena yang penting adalah “punya alasan”…. wkwkwkw ๐Ÿ˜† terutama disertai lank link lunk supaya tidak disebut hoax

          •  

            Alasan Embargo adalah alasan usang, mau bahas penyebab embargo pun akan ane jabanin karena TNI tidak bisa membuktikan bahwa mereka tidak bersalah pada Peristiwa Santa Cruz. Dan lagi, apa iya TNI bakal mengulangi hal itu lagi, di Papua misalnya?? Saya rasa tidak karena pembagian kerja yg jelas dg kepolisian yg akan menghentikan aksi seperti Santa Cruz terulang lagi.

            Alasan utama kenapa Su-35 dipilih, ya menurut saya biar TNI tak kesulitan mengurus rantai suplai, mereka sudah punya Sukhoi sebelumnya. Tapi seperti yg pernah saya katakan, Su-35 tak lebih dari penjaga sementara hingga IFX selesai. Saya tak yakin Su-35 akan ditambah apalagi membeli Su-57.

          •  

            Kan saya bilangnya, karena embargo makanya Indonesia mau tidak mau hanya bisa membeli jet tempur dari Russia, dan yang dipilih Sukhoi… suka tidak suka begitulah kenyataanya… atas alasan apapun embargo memang diberlakukan… dan itu menyebabkan Indonesia membeli Sukhoi…
            Saya tidak mengatakan TNI tidak bersalah dalam kasus Santa cruz, tetapi karenanya Indonesia mendapatkan embargo militer…
            Sekarang coba dibalik, jika saat itu tidak ada embargo militer oleh USA, jelas Indonesia tidak akan membeli Sukhoi…

            IFX tidak akan bisa menggantikan peran Sukhoi… karena IFX sarat dengan teknologi barat, sedangkan keberadaan Sukhoi adalah penyeimbang bagi kekuatan udara, sehingga ketika terjadi masalah dengan koalisi barat maka Indonesia masih memiliki supremasi udara dari pespur Russia atau sebaliknya ketika Indonesia bermasalah dengan Russia Indonesia masih memiliki pespur barat…
            Anda pasti membaca beberapa statement pimpinan TNI mengapa Indonesia menggunakan pespur buatan barat dan buatan Russia sekaligus…

          •  

            Indonesia bermasalah dengan Rusia tentunya Rusia akan mengembargo Indonesia juga, contohnya?? Georgia dan Ukraina. IFX, dipilih dg double engine karena untuk menaikkan jangkauan tempur dan tentunya superioritas udara. Analisis yg mengatakan bahwa IFX akan tetap disandingkan dengan pespur Rusia karena teknologi IFX masih didominasi oleh USA dan barat adalah analisis yg ngawur dan lemah. Saya tidak pernah melihat, membaca, atau mendengar ada statemen seperti itu dari pimpinan TNI AU maupun TNI. Itu hanya muncul dari pemikiran Anda yg dipaksakan. Saya yakin TNI khususnya TNI AU sudah paham segala resikonya dalam pengembangan KFX IFX. Jika tidak, tentunya mereka takkan memilih untuk join bersama Korea Selatan.

          •  

            https://www.merdeka.com/peristiwa/tni-au-puji-hebatnya-sukhoi-35-4-pesawat-bisa-hancurkan-jakarta.html

            “Aspek geopolitik juga menjadi pertimbangan sebelum menjatuhkan pilihannya. Apalagi pengalaman saat Indonesia di-embargo membuat banyak jet tempur terpaksa dikanibalisasi hingga tak lagi mampu terbang karena minimnya suku cadang.”

          •  

            https://www.suara.com/news/2017/07/22/070300/panglima-tni-puji-keberanian-megawati-saat-as-embargo-indonesia

            Ketika itu, Presiden RI kelima tersebut, melakukan kerja sama alat utama sistem pertahanan (alutsista) dengan negara adidaya dari Eropa Timur, Rusia.

            Kolaborasi alutsista itu terjadi di tengah embargo yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Indonesia.

  16.  

    memang lebih efektif f 16 tapi tetap aja gak ada efek kalau terjadi konflik di kawasan, alutsista kan dibeli untuk di pakek kalau perang meletus, sementara sukoi family masih terlalu sedikit stok yang ada di arsenal kita
    kok dari perspektif saya dari pada beli f 16 viper ini lebih efektif beli fa 50 aja dari korea, kan fa 50 lebih murah tuh dari viper, nah kelebihan dananya di pakek buat nambah sukoi family

    •  

      Fa 50 ? Cemplungin ajja kelaut, msh mending lg yak 130 pesawat latih + tempur

      Hahhaahaaaa

      •  

        Emangnya sapa yg mau beli ? Bangladesh?? Myanmar?? Apa Aljazair??? Hhhhhhhhhh

      •  

        dan pesawat sekelas fa 50 indonesia gak bisa buat, jadi jangan meremehkan produk orang

      •  

        Yak 130 performa kalah jauh jika dibanding FA-50.

        Kecepatan maksimum
        FA-50 1640 km/jam
        Yak130. 1060 km/jam

        Service ceiling
        FA-50 14,63 km dpa.
        Yak130 12,5 km dpa.

        Payload :
        FA-50 maksimum 3740 kg
        Yak130 maksimum 3000 kg

        •  

          Yak-130 dan M-346 memiliki dasar yang sama… dengan spec yang tidak terlalu jauh berbeda…
          Dan Israel dan Singapura lebih memilih M-346 daripada T-50…
          FA-50 memang memiliki spec yang lebih dalam kemampuan mesin, tetapi mesin masih dipasok dari USA… dan itu juga yang menjadikan penjualan ke Uzbekistan terganjal…

          •  

            Aneh, apa hubungannya?? M-346 pake mesin Honeywell buatan USA juga. Walaupun didasarkan pada basis yg sama, kenyataan mereka telah berkembang pada pengembangan yg berbeda.

          •  

            Saya kan hanya mengomentari bung TN yang membandingkan Yak-130 dengan FA-50 dimana specnya lebih tinggi…

          •  

            Anda lucu sekali, anda berkomentar Israel dan Singapura beli M-346 dengan anggapan: Liat, Israel ma Singapura yg cerdas aja beli M-346 yg basisnya Yak-130, berarti Yak-130 lebih unggul dong dari FA-50. And watch out, juga FA-50 rawan embargo karena mesinnya dari USA, so pilihan terbaik untuk Indonesia adalah Yak-130 dengan alasan tidak akan diembargo. Gak akan diembargo gundulmu, Kalo ente buat masalah Ama Rusia juga bakal di embargo juga. Ente juga tau kan rawannya bermain di dua kaki?? Noh Bung Karno bermain di dua kaki, akhirnya didepak juga dari kursi Presiden. Bermain di dua kaki saat ini jelas sangat berbahaya. Lagian apa untungnya dekat dekat Ama Rusia ?? India aja berpaling dari Rusia. Malah lebih milih Rafale daripada Su-35, padahal India pengguna terbesar Sukhoi diluar Rusia.

          •  

            Sebetoelnya ikut amerika mmng tdk ada untungnya, sprti agato yg mau mmbelot ke pangkuan lingkar, tapi india sebetoelnya menyesal mmbeli rafale, krna lbh canggih sukhoi

            Hahhaahaaaa

          •  

            ๐Ÿ™„
            ini apaan sih?

          •  

            Bung Agato… makanya kalau ada orang komen dibaca yang bener… mana ada kalimat saya menyatakan kalau lebih baik membeli Yak-130 karena tidak kena embargo…
            Anda ini kalau komen ga lihat konteks dan ga lihat tema… asal ngegas saja…
            Mana kalimat saya mengatakan Yak-130 lebih baik daripada FA-50???

          •  

            Memangnya ente suruh Indonesia gabung ke blok amrik? Itu sama aja kamu menyarankan kita menolak konsensus negara bebas aktif yg ada di UUD dong agato? Tuduhan berpijak di 2 kaki itu tdk berdasar tp cenderung asumsi dan mendoktrin, emangnya kalau beli dr Russia itu tanda ikut blok Russia? amrik aja yg paranoid ๐Ÿ˜€

  17.  

    @Yulihantoro
    Indonesia kan juga ada potensi untuk konflik dengan cina, kenapa pemerintah tidak lebih memilih rafale?
    apa viper mampu menghadang su 35 cina?
    atau viper mampu menghadang hornet malaysia dan australia?
    atau viper mampu menghadang f 15 singapura?

    mungkin kalau mig 35 atau rafale yang di akuisisi akan lain ceritanya bung
    rafale memang mahal, tapi kedaulatan lebih mahal
    mig 35 memang boros tapi harga beli nya murah
    jadi ada plus minus nya lah

    •  

      China berkonflik dengan banyak sekali negara, bahkan dengan Vietnam sekalipun sampai pernah media Vietnam berharap Su-35 Indonesia akan menjadi lawan tanding sepadan Su-35 China…
      Rafale lebih mahal… dan Indonesia belum memiliki pengalaman mengoperasikan dan merawatnya, itu akan bisa menjadi masalah tersendiri…
      Viper dipilih jelas sepele, karena Indonesia memiliki pengalaman merawat pesawat F-16 dan Sukhoi… sehingga kedua jenis ini akan digunakan Indonesia mungkin dalam waktu yang tak terhingga sampai kedua model sudah tidak lagi diproduksi atau sudah tutup…
      Mig-35 dan Rafale, kedua kombinasi itu akan menguras dana lebih dalam terutama untuk biaya perawatan dan pengoperasian dibandingkan kombinasi F-16V dan Sukhoi family…
      Murah di pembelian itu belum jaminan, justru yang dibutuhkan murah perawatan atau pembelian, dalam kasus Sukhoi adalah lebih familier dan cocok karena combat radiusnya yang paling jauh hanya dengan internal fuel…

      •  

        Dan jelas bahwa memang Sukhoi family dijadikan oleh TNI AU sebagai superioritas udara, dan hal tersebut tidak bisa diperoleh dari beberapa jenis pespur lain yang disebutkan diatas.

        •  

          sukoi series memang harga mati bung untuk heavy fighter kita karena kan gak ada probabilitas kita untuk membeli hornet atau f15 jika di lihat dari beberapa faktor, yang di bahas di atas itu pengganti medium fighter kita (f16)
          opsi 1 nya mig 35
          opsi 2 nya rafale

      •  

        kalau jawaban lebih familiar yang anda pilih, indonesia lebih familiar dengan helikopter mi-35p, lantas untuk apa dibeli apache?
        mi-35p dan apache sama2 helikopter serang, bukannya menambah jumlah mi-35p lebih efisien dalam hal perawatan dan lebih familiar dengan TNI?
        ifx itu mesinnya kembar dan termasuk medium fighter, jika ifx di duet kan dengan sukoi series apakah itu tidak memakan banyak dana secara pengoprasian?
        saya yakin sukoi series kedepan akan menjadi tulang punggung AU RI, karena tidak akan mungkin sukoi mau buka bengkel di Indonesia kalau produknya tidak di pakai berkesinambungan
        mig 35 menjadi opsi karena capable dengan sukoi series, sementara rafale capable dengan radar pertahanan kita yang memang ada yang di beli dari perancis
        sangat di sayangkan kalau viper yang di akuisisi, karena saat membeli alutsista itu bukan cari yang familiarnya, tapi liat yang potensi bentrok dengan kita itu punya apa aja, dan dapat di lawan dengan apa
        kan gak mungkin kalau terjadi perang viper nya parkir aja karena gak jamin menang kalau ketemu pespur tetangga, sementara kita cuma punya sedikit sukoi series, saya rasa rafale dan mig 35 perlu di pertimbangkan juga sebagai pengganti medium fighter kita

        •  

          Berkenaan dengan pengadaan sista sejenis dari berbagai produsen saya juga bingung langkah yang diambil kita,,, mungkin karna trouma dengan embargo atau bisa jadi tidak ada sista yang cukup memuaskan untuk diadopsi baik tehnologi dan kehandalanya,,, untuk dipelajari atau mungkin ingin dipadukan seperti contoh senapan serbu kita….!!!

          •  

            klo senapan serbu kan hanya perangkat mekanis saja, itu semua bisa dikerjakan di bengkel sendiri bung, bahkan orang awam mampu memodifikasi dan membuat sendiri senapan serbu, asal ada 1 atau 2 barang untuk di bongkar dan dioprek di bengkel bubut.

            beda dengan teknologi pesawat yang sebagian besar adalah digital dan untuk saat ini hingga beberapa waktu ke depan akan sulit untuk bisa kita produksi sendiri…

          •  

            Saya menjawab bung akbar bukan khusus satu sista… tapi permasalahan pembelian satu jenis sista dari berbagai produsen… seperti dicontohkan meriam yang pengadaanya lebih dari satu atau dua produsen…!!!

          •  

            Mungkin keduanya aming lee, trauma embargo & teknologinya tdk memadai, jd loe kagak prlu lg bingung

            Hahhaahaaaa

            Hahhaahaaaa

          •  

            trus itu marinir borong ratusan SMG buatan Belgia ๐Ÿ˜€ ini berarti Pindad masih belum bisa produksi utk yang satu ini ๐Ÿ˜›

    •  

      Typhoon, Rafale, F,18, F-15 atau bahkan Viper semuanya adalah pesawat tempur baris kedua. Semua itu jelas bukan lawan seimbang bagi keluarga Sukhoi.Itulah kenapa AS dan sekutu menciptakan F-35 yang mereka klaim dapat melibas jajaran pespur Rusia tersebut.

      Kalau saja beberapa pesawat diatas mampu melawan keluarga Sukhoi, tentunya mereka tidak akan sibuk keluarkan anggaran milyaran dollar untuk patungan buat F-35 lho bung…

      Bila disebutkan untuk akuisis MiG-35, tentunya ada banyak pertimbangan yang akan dilakukan TNI AU untuk itu, alasan pertama adalah itu pesawat baru, alasan lain adalah kelasnya yang tentu berbeda dengan keluarga Sukhoi yang termasuk dalam jajaran “heavy fighter”… terlepas dari kecanggihan yang diusungnya ataupun harga akuisisi dan juga biaya perawatan dan operasional….

      Tentunya TNI AU punya pertimbangan tersendiri untuk memilih atau tidak pada pesawat tempur yang ada saat ini dan ditawarkan oleh para produsennya.

    •  

      Kalaupun terjadi perang one by one dgn singapura, mudah banget TNI menaklukkan nya walau singapura pakai 1000 pespur sekalipun, tapi kemungkinan terjadi nya perang tsb akan sulit terjadi

      ๐Ÿ˜Ž

  18.  

    tentu berbeda fungsi nya dengan sukoi, kan yang di bahas ini untuk pengganti f16 bung (medium fighter) bukan pengganti sukoi (heavy fighter)
    hebat sekali berarti tetangga kita kalau menggunakan f18 dan f15 sebagai pespur lapis ke dua, kerdil sekali alutsista AU kita kalau memang seperti ini faktanya

    •  

      Nah, disini yang anda kurang paham… kenapa saya katakan itu semua sebagai pesawat lapis kedua? karena untuk kedepan, fungsionalitas mereka sebagai superioritas udara sudah terpinggirkan… Contoh, RAF sudah menggantikan peran F-18 dengan F-35, sementara F-18 RAF akan dipensiunkan dan atau dijual kepada Kanada. Silahkan baca artikel di JKGR mengenai hal tersebut.

      Selanjutnya Singapura, untuk saat ini memang F-15 masih menjadi tulang punggung andalan AU Singapura, tetapi untuk kedepan mereka sedang mempertimbangkan untuk membeli F-35, namun dengan bahasa yg lebih halus bahwa itu dilakukan beberapa tahun lagi… Untuk yang ini silahkan baca artikel di JKGR mengenai rencana Singapura tersebut.

      Klo untuk tetangga kita yang satu lagi saya rasa tidak perlu dibahas, karena mereka mengalami krisis yang tidak berkesudahan, sehingga tidak ada pilihan lain selain mengandalkan pesawat yg ada sebagai pespur gugus depannya.

      Saya diatas “menitik-beratkan” pada AS dan sekutunya.

    •  

      F-16 tidak akan digantikan… karena kita sudah biasa mengoperasikanya… sehingga secara perawatan sudah sangat familier…
      Ada alasan penting dalam hubungan pengadaan pespur dimana F-16 akan dipertahankan, termasuk dalam menjaga hubungan relasi dengan USA dan juga untuk mengisi pamahaman kemampuan pilot kita tentang jet tempur buatan USA… beberapa kali terbukti penting ketika terjadi insiden karena membuat pilot kita sedikit banyak memahami karakter pespur barat…
      Rafale… tidak sesuai kalau menjadi pengganti F-16 karena terlalu mahal dan kelasnya adalah setara Su-35

  19.  

    Kata superioritas terlalu berlebihan dalam mengumpamakan sista sejenis apalagi satu generasi… superioritas dipakai mengumpamakan tiada lawan bandingan… baik tehnologi maupaun kemampuan… dalam mengumpamakan perbandingan sista sejenis apalagi satu generasi akan sulit dikatakan superioritas,,, karna tehnologi dan kemampuan tidak jauh perbedaanya… dan itupun hanya hitungan dalam kertas dan sedikit uji coba,,, karna setiap uji coba tidak semua kartu diungkap baik tehnologi maupuan kemampuan sesunguhnya suatu sistem sista…!!!
    Mungkin lebih tepat bila kata superioritas di sematkan pada perbedaan yang generasi atau cukup jauh tertingal baik tehnologi maupun kemampuanya…!!!

    •  

      sebenernya itu merujuk pada kemampuan keuangan negara tersebut untuk memiliki alutsista yang akan dijadikan andalan, misal, superioritas menurut negara Afrika bisa saja berbeda dengan Asia, Eropa dan AS ataupun Amerika Latin

      •  

        Dalam langkah yang diambil satu negara harus dicermati sedetil mungkin,,, seperti kebijakan pengantian armada pespur dan sejenisnya… bisa jadi strategi bisa jadi politik atau bahkan ekonomi…!!!
        Kalo bicara tetangga sebelah utara memang sudah wataknya mau mendiminasi tapi punya penyakit bawaan paranoit,,, jadi serba salahkan…!!!

 Leave a Reply