Jan 132018
 

Rudal permukaan ke udara SA-2 Guideline. © GETTY

JakartaGreater.com – Angkatan Udara dan Pertahanan Udara Yaman yang menentang pasukan koalisi Arab, memperkenalkan rudal permukaan ke udara yang dikembangkan secara lokal, seperti dilansir dari situs berita SABA. (10/1/2018)

Rudal baru tersebut telah menembak jatuh pesawat tempur GR4 Tornado pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi saat pesawat tersebut terbang di atas provinsi Saada dan juga mengenai pesawat F-15 musuh di atas ibukota Sanaa.

Pada hari Senin, 8 Januari 2017, asisten juru bicara militer Yaman, Kolonel Aziz Rashid, telah mengumumkan pengembangan dan pembuatan rudal pertahanan udara baru yang mampu menghancurkan pesawat militer modern.

“Meskipun serangan pasukan koalisi Arab Saudi adalah untuk menghancurkan sistem pertahanan udara Yaman namun unit tersebut masih terus beroperasi dan sekarang mampu menghancurkan pesawat militer musuh”, kata Aziz.

Menurut pernyataan dari Yaman, Angkatan Udara dan Unit Pertahanan Udara Yaman berjanji untuk terus mengembangkan senjata pertahanan udara untuk membela tanah air melawan agresi asing.

Pada tanggal 8 Januari 2018, Houthi merilis rekaman video termal inframerah, melalui jaringan televisi Al Masirah, menunjukkan penghancuran pesawat terbang F-15S Arab Saudi, yang mana terlihat logo sistem FLIR dalam bingkai yang dapat menjelaskan bahwa rudal tersebut dilengkapi dengan sebuah sistem pemandu.

Video lengkap juga menunjukkan improvisasi turret sensor FLIR didarat yang bisa merekam hasil tembakan rudal. Kantor berita resmi milik pemerintah Arab Saudi, SPA mengkonfirmasi jatuhnya sebuah pesawat tempur, namun mengatakan itu adalah karena kesalahan teknis, bukan tembakan musuh.

Jet F-15 Eagle adalah pesawat tempur taktis bermesin ganda buatan AS yang dirancang oleh McDonnell Douglas (sekarang Boeing). Pada bulan Oktober 2010, Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS memberi tahu Kongres tentang Kemungkinan Penjualan Militer Asing kepada Pemerintah Arab Saudi termasuk 84 pesawat tempur F-15SA. Kontrak tersebut juga untuk modernisasi 70 pesawat tempur F-15S ke konfigurasi F-15SA.

Menurut informasi terbaru tentang kemampuan Angkatan Udara dan Pertahanan Udara Yaman, mereka dilengkapi dengan sistem rudal permukaan ke udara jarak pendek S75 (SA-2) buatan Soviet, Sistem Pertahanan Udara Man-portable (MANPADS) FN-6 buatan China atau SA-7 (Strela-2) buatan Rusia.

Pada bulan Desember 2017, AS telah menunjukkan bukti bahwa Iran telah memasok rudal balistik jarak pendek kepada pemberontak Houthi di Yaman.

Bagikan Artikel :

  25 Responses to “Angkatan Udara Yaman Mengembangkan Rudal Permukaan ke Udara Baru”

  1. Ancaman baru buat pespur koalisi arab saudi.

  2. SAMA AJA NENG. KENA LEDAKAN JATUH JADI HANCUR. ITU MIRIP F-18 DI FILM BEHIND ENEMY LINES.

  3. Mantap sekelas gerilyawan saja sdh punya rudal mumpuni, walau bombastis jg beritanya klu bs buat sendiri padahal dipasok negara pemrakarsa pemberontakan!he3

    • Dari mana pun ToT-nya, menurut saya tidak jadi masalah… bukankah semua ilmu pengetahuan yg ada berasal dari sang maha pencipta? 😀 Klo tak mau ToT dari negara A, mintalah dari negara B, C dan seterusnya, klo masih gengsi juga ya cobalah untuk berfikir dan menciptakan sendiri 😛 wkwkwkw

  4. Bukti yg tak terbantahkan, lengkap dengan videonya…….. kemaren2 ada warjag yg ngeyel kalo Tornado dan Eagle jatoh karena bukan karena tembakan tapi lebih ke faktor teknis…….. checkmate…xixi…

    Tapi kena F15 yg musti kena selepet, pespur bagus itu…… sayang banget….

 Leave a Reply