Apr 292017
 

THAAD Missile (mda-gov.blogspot.co.id)


Seoul – Juru bicara calon presiden Korea Selatan mengatakan pada 28/4/2017 bahwa sistem pertahanan anti-peluru kendali THAAD Amerika Serikat harus segera ditangguhkan dan menunggu keputusan pemerintah berikutnya.

“Seperti ditekankan lagi, masalah penerapan THAAD seharusnya diserahkan ke pemerintah berikutnya,” ujar Youn Kwan-suk, juru bicara Moon Jae-in, dalam pernyataan menanggapi keterangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat wawancara dengan Reuters bahwa Korea Selatan harus membayar untuk sistem tersebut.

Terkait rencana penempatan sistem THAAD ini, China mengatakan telah menyampaikan keprihatinan mendalam kepada Washington dan Seoul setelah militer Amerika Serikat mulai memindahkan bagian pranata pertahanan anti-peluru kendali THAAD yang kontroversial ke lokasi penempatan di Korea Selatan.

Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan pemerintahnya mendesak AS dan Korea Selatan menarik pranata tersebut.

Seoul dan Washington mengatakan satu-satunya tujuan pranata THAAD adalah untuk mempertahankan diri terhadap ancaman peluru kendali Korea Utara, namun China khawatir radar yang kuat dari THAAD dapat menembus wilayahnya dan melemahkan keamanannya, serta telah berulang kali menyatakan keberatan.

Militer AS mulai memindahkan bagian-bagian dari pranata pertahanan anti-peluru kendali THAAD yang kontroversial dan ditempatkan di Korea Selatan di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah itu terkait program peluru kendali dan nuklir Korea Utara, ujar kantor berita Yonhap.

AS dan Korea Selatan telah sepakat menempatkan THAAD untuk menanggapi ancaman peluncuran peluru kendali Korea Utara, namun China mengatakan hal itu tidak banyak mempengaruhi Korea Utara untuk menghentikan program mereka.

China berpandangan tindakan ini justru dapat menimbulkan ketidakstabilan keamanan wilayah sekitar.

Truk trailer membawa bagian-bagian dari THAAD mulai memasuki wilayah penempatan di daerah Seongju, bagian selatan Korea Selatan, kata kantor berita Yonhap dan televisi YTN.

Antara /Reuters

 Posted by on April 29, 2017