Okt 092017
 

PT Angkasa Pura II prioritaskan peningkatan kapasitas sisi udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui pembangunan infrastruktur penyokong teknologi IRC-86, runway ketiga, dan jalur “east cross taxiway”. (commons.wikipedia.org)

Jakarta – Jakartagreater.com. PT Angkasa Pura (AP) II memprioritaskan peningkatan kapasitas sisi udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui pembangunan infrastruktur penyokong teknologi IRC-86, runway ketiga, dan jalur “east cross taxiway”.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam rilis, Sabtu 7-10-2017, mengatakan penambahan kapasitas sisi udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta memang telah mendesak, sehingga pihaknya konsisten melaksanakan pengembangan di sisi udara melalui program IRC-86 dan pembangunan runway ketiga sehingga arus pergerakan pesawat di sisi udara dapat berjalan lancar dan membantu maskapai dapat memenuhi kinerja ketepatan waktu jadwal pesawat.

“Pembangunan runway ketiga sekarang ini dalam proses musyawarah pembebasan tanah, termasuk juga pembayaran kepada pemilik tanah yang setuju. Sejauh ini proses secara keseluruhan berjalan lancar dan kami optimistis pembangunan runway ketiga dapat secara cepat dilakukan sehingga dapat dioperasikan pada awal atau pertengahan tahun depan,” ujar Muhammad Awaluddin.

Adapun pembangunan runway ketiga ini membutuhkan tanah seluas 216 hektare di mana seluas 49 hektare sudah dimiliki AP II sehingga sisa yang harus dibebaskan adalah 167 hektare terletak di Desa Bojong Renged, Rawa Burung, Rawa Rengas, wilayah Kabupaten Tangerang, Kelurahan Benda dan Selapajang Jaya, wilayah Kota Tangerang.

Runway ketiga memiliki dimensi 3.000 x 60 meter persegi dan membutuhkan investasi sekitar Rp1,7 triliun khusus untuk konstruksi.

Sementara pembangunan infrastruktur penyokong “improve runway capacity” 86 atau IRC-86 senilai Rp625 miliar akan meningkatkan kapasitas 2 runway yang sudah ada sebelumnya sehingga dapat mengakomodir dari 76 menjadi sebanyak 86 penerbangan per jam pada kuartal I/2018.

Secara total ada 12 proyek infrastruktur pendukung IRC-86 yang mencakup antara lain perluasan tempat parkir pesawat dan jalur penghubung runway dengan apron (“taxiway”), serta penambahan jalur yang dapat memangkas waktu tempuh pesawat dari runway menuju apron.

Sejalan dengan program IRC-86 dan pembangunan runway ketiga, AP II juga tengah membangun *east cross taxiway* atau jalur penghubung antara runway I dan II di mana jalur ini berada di sisi Timur bandara.

“East cross taxiway ini akan melengkapi west cross taxiway yang telah dioperasikan,” paparnya dan menambahkan, pembangunan “east cross taxiway” senilai RP1,5 triliun. Nantinya, dengan runway 1, 2, dan 3 serta “east-west cross taxiway” maka Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat melayani 114 pergerakan per jam.

Adapun penambahan kapasitas di sisi udara ini mengikuti peningkatan kapasitas di sisi darat melalui pembangunan Terminal 3, revitalisasi Terminal 1 dan 2 yang direncanakan selesai pada tahun 2020, serta pembangunan Terminal 4 yang direncanakan selesai pada tahun 2022 (Antara)

  9 Responses to “AP Bangun Runway Ketiga Bandara Soekarno-Hatta”

  1.  

    Semakin mengarah ke utara terutama daerah dadap..

  2.  

    86 sajalah. 🙂

  3.  

    moga cpt selesai … biar Halim PK bisa steril lg !!!

  4.  

    Bingung kalau sudah masuk di dalam….2020 baru kelar….masih lama….shuttle bis apa masih di pakai? moga2 masih di gunakan….

  5.  

    Yeah…so confious…