Feb 022018
 

Kapal selam INS Kalvari, kelas Scorpene pertama Angkatan Laut India. (Indian Navy via commons.wikimedia.org)

JakartaGreater.com – Jengkel dengan penundaan yang berlebihan untuk mengirimkan enam kapal selam kelas Scorpene kepada Angkatan Laut India di bawah program P75 senilai US $ 3,75 miliar, Kantor Perdana Menteri (PMO) telah mengecam Kementerian Pertahanan India karena tidak melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan Naval Group of France (dahulu DCNS) dan Mazagon Dock Shipbuilders Ltd. (MDL), seperti dilansir dari laman Business Line.

Akibatnya, dalam sebuah “langkah kuat yang tak biasa”, tim khusus dari Kementerian Pertahanan, yang di pimpin oleh Joint Secretary and Acquisition Manager (Maritime Systems), Ravi Kant dikirimkan ke Paris minggu lalu untuk terlibat dengan para vendor dan mengkomunikasikan ketidaksenangan pemerintah India akibat terus tertundanya proyek”, kata sumber kepada Business Line.

Penundaan Lebih Lanjut

Tim Kementerian Pertahanan India yang kembali dari Prancis akhir pekan lalu, mengerti bahwa keseluruhan proyek, yang telah tertunda selama enam tahun akan menghadapi tambahan penundaan dua tahun lagi, terutama diakibatkan masalah prosedural dalam pengadaan peralatan yang digunakan untuk membangun kapal selam, tutur sejumlah sumber.

Rupanya, Kementerian Pertahanan telah memberi tahu Naval Group dan MDL bahwa penundaan itu “tak dapat diterima”. Bahkan jika semua masalah “disortir”, setidaknya baru pada tahun 2023 Angkatan Laut India memperoleh kapal selam terakhirnya.

Sejauh ini, hanya kapal selam pertama INS Kalvari dari enam kapal selam yang sedang dibangun di MDL, di bawah alih teknologi dari Naval Group, dilantik ke dalam armada Angkatan Laut India pada bulan September 2016 lalu.

Program P-75 disetujui pada tahun 2005 dan kapal selam pertama dijadwalkan untuk dikirimkan ke Angkatan Laut pada tahun 2012, dan yang terakhir atau yang keenam, akan dikirim pada tahun 2016.

Sementara kapal selam kedua INS Khanderi diluncurkan pada bulan Januari 2017 dan sekarang menjalani uji coba laut, yang ketiga, INS Karanj, akan diluncurkan pada hari Rabu di Mumbai oleh Sunil Lanba, Kepala Staf Angkatan Laut India.

Pencurian Data

Akibat penundaan peralatan dari Prancis, pengiriman kapal selam keempat, kelima dan keenam kemungkinan akan ditunda lebih lanjut hingga dua tahun. Selain itu, program ini juga mengalami “kemunduran besar” setelah kebocoran data penting kapal selam India dari Naval Group, sebuah isu yang menimbulkan kekhawatiran di Kementerian Pertahanan India.

Naval Grup terkena kebocoran data yang sangat besar pada tahun 2016, dimana data sensitif kapal selam bocor, yang hampir membahayakan program Scorpene di India.

Sumber di Naval Group menyatakan bahwa penundaan awal memang bisa dibenarkan, mengingat kompleksitas proyek dan fakta bahwa semua kapal selam dibangun di India untuk pertama kalinya.

Sementara itu, permintaan tindak lanjut untuk membangun tiga atau lebih kapal selam di bawah program P75 oleh MDL dan Naval Group yang dilayangkan tahun lalu juga telah dihentikan oleh Kementerian Pertahanan India.

  10 Responses to “Apakah India Akan Tunda Proyek Scorpene Berikutnya?”

  1.  

    absen ah…

  2.  

    Aku no komen aja …

  3.  

    Trus aj india jorjoran beli senjata nanti ekonominya bangkrut liat aj kereta api dinaiki sampai atap ga kebeli apa?

  4.  

    Make in India tapi tetap bermasalah!