Okt 242015
 

iran militer

Di Amerika saat ini tengah gencar untuk membentuk opini agar lebih baik dilakukan perang terhadap Iran guna menghancurkan kekuatan nuklir Republik Islam tersebut. Para sponsor perang di Kongres yang biasa disebut dengan American Hawk terus mendesak pemerintah membatalkan kesepakatan nuklir dengan Iran dan mengambil langkah perang.

Pada kekuatan udara jelas Amerika ada di atas angin. Tetapi Iran juga bukan negara lemah. Negara ini memiliki kekuatan anti-access/area-denial (A2/AD) yang cukup handal. Kekuatan ini biasanya terdiri dari rudal, radar, kapal selam dan sebagainya. Iran disebut-sebut mengadopisi strategi anti-access/area-denial China dengan sistem asimetris yang cerdas, dan Iran adalah salah satu dari mereka.

Iran memiliki berbagai peralatan canggih untuk menjalankan sistem ini baik rudal balistik dan jelajah, kapal selam, senjata cyber dan C2 dan sistem C4ISR, kekuatan Iran dalam A2 / AD cukup tinggi.

Lalu akan seperti apa kampanye yang akan dilakukan Iran ke pasukan Amerika? Mari kita berandai-andai Iran dengan alasan tertentu memutuskan, untuk menyerang terlebih dahulu dengan memanfaatkan setiap kekuatan AD/A2.

Data terbaik untuk menggambarkan kekuatan Iran adalah laporan Center for Strategic and Budgetary Assessments (CSBA) pada 2001 tentang kemampuan A2/AD Iran. Dari laporan berjudul “Outside-In: Operating from Range to Defeat Iran’s Anti-Access/Area-Denial Threats” disebutkan tentang berbagai kemungkinan repons Iran terhadap Amerika.A

Bagikan:

  21 Responses to “Apa yang Akan Dilakukan Iran Jika Diserang AS ?”

  1.  

    Eno

    •  

      Tulisan ini adalah untuk
      mereka yang masih terus dilanda ilusi bahwa Iran hanya
      berpura-pura bermusuhan dengan Amerika dan Israel.
      Perang Laut Iran – Amerika atau disebut sebagai
      Operation Praying Mantis tahun 1988 merupakan
      perang laut terbesar Amerika setelah Perang Dunia II
      yang melibatkan Armada ke-7 Amerika yang dipimpin
      oleh kapal induk bertenaga nuklir USS Enterprise dan
      didukung oleh 2 kapal jelajah, 4 destroyer, 3 frigat,
      kapal-kapal meriam, pasukan komando angkatan laut,
      sejumlah pesawat tempur, helikopter dan kapal-kapal
      pendukung lainnya.
      Perang ini berlangsung singkat pada tanggal 18 April
      1988, namun memiliki arti sangat mendalam, terutama
      bagi Iran. Setelah menyadari bahwa mereka belum siap
      untuk menghadapi kekuatan laut Amerika, Iran pun
      akhirnya menerima tawaran gencatan senjata Perang
      Iran-Irak yang diprakarsai PBB, beberapa bulan
      kemudian. Selain itu, belajar dari perang itu, Iran
      akhirnya berhasil mengembangkan kekuatan lautnya
      sendiri untuk menghadapi kemungkinan perang laut di
      masa depan yang lebih besar.
      Perlu diketahui bahwa selain berhasil membangun
      kapal-kapal perang sendiri, Iran juga telah berhasil
      membangun senjata-senjata baru yang dianggap
      sebagai senjata paling canggih dalam perang laut
      modern seperti rudal ballistik anti-kapal “Khalij Fars”
      dan torpedo berkecepatan tinggi Hout yang mampu
      melaju di bawah air dengan kecepatan 360 km per-jam.
      Iran juga mampu membuat ranjau-ranjau anti-kapal
      paling canggih, seperti ranjau yang bisa bergerak
      sendiri mencari kapal musuh.
      Perang ini dipicu oleh sebuah insiden yang menimpa
      kapal frigat peluru kendali USS Samuel B. Roberts yang
      rusak berat dan nyaris tenggelam setelah menabrak
      ranjau yang dipasang Iran untuk memblokade Selat
      Hormuz dari kapal-kapal pengangkut minyak negara-
      negara Arab yang mendukung Irak dalam Perang Iran-
      Irak 1980-1988.
      Pada saat itu Amerika, yang mendukung Irak dan
      negara-negara Arab (kecuali Suriah) memerangi Iran,
      menggelar operasi pengawalan terhadap kapal-kapal
      tanker Kuwait dan negara-negara Arab Teluk lainnya
      melintasi Selat Hormuz yang ditutup Iran. Pada tanggal
      14 April 1988 USS Samuel B. Roberts menabrak ranjau
      Iran. Ledakan yang timbul akibat ranjau itu membuat
      kapal Amerika itu rusak berat dengan lubang selebar 5
      meter di badan kapal tersebut.
      Meski tidak sampai tenggelam, kapal tersebut tidak
      bisa beroperasi dan harus ditarik ke Dubai untuk
      diperbaiki. Atas terjadinya insiden ini, Amerika pun
      merancang operasi militer balas dendam yang diberi
      kode Operation Praying Mantis.
      Pada tanggal 18 April Amerika pun melancarkan
      serangan terhadap beberapa anjungan minyak Iran di
      sekitar Selat Hormuz. Operasi serangan itu dibagi ke
      dalam 3 group kapal perang yang didukung oleh
      pesawat-pesawat tempur dari kapal induk USS
      Enterprise dan kapal jelajah USS Truxtun.
      Serangan dimulai oleh dua group kapal perang yang
      melakukan serangan secara terorganisir. Group pertama
      terdiri dari kapal destroyer USS Merrill (yang
      mengangkut detasemen helikopter) dan destroyer USS
      Lynde McCormick, ditambah kapal amfibi USS Trenton
      yang mengangkut pasukan komando. Sasaran group ini
      adalah anjungan minyak Sassan.
      Pada pukul 08.00 komandan group yang juga
      komandan Skuadron Destroyer ke-9, memerintahkan
      kepada USS Merrill untuk memberikan peringatan
      kepada orang-orang yang berada di anjungan itu untuk
      pergi sebelum diserang. Dua puluh menit kemudian
      tembakan pun dimuntahan kapal-kapal Amerika.
      Anjungan minyak itu menyerang balik dengan tembakan
      senapan kaliber 23 mm ZU-23, namun kalah kuat
      dibandingkan senjata-senjata Amerika dan dalam waktu
      tidak terlalu lama sebagian senjata-senjata di anjungan
      itu hancur. Sempat diselingi gencatan senjata untuk
      menyelamatkan warga sipil di anjungan itu,
      pertempuran tidak seimbang kembali dilanjutkan.
      Setelah meriam-meriam dan rudal-rudal kapal
      ditembakkan, helikopter-helikopter Cobra diluncurkan
      untuk memberikan pukulan tambahan dan kemudian
      diakhiri dengan pasukan khusus yang didaratkan ke
      anjungan itu. Mereka hanya menemukan seorang tentara
      Iran yang terluka, yang lain tewas. Anjungan itu
      kemudian diledakkan dengan bom.
      Selanjutnya group tersebut berpindah ke anjungan
      Rakhsh. Saat kapal-kapal itu meninggalkan anjungan
      Sassan, 2 pesawat F-4 Phantom Iran muncul dan
      melakukan serangan tembak dan lari, namun senjata
      elektronik kapal Lynde McCormick memacetkan sistem
      persenjataan pesawat-pesawat itu.
      Sementara itu group lainnya yang terdiri penjelajah
      rudal USS Wainwright serta fregat USS Simpson dan
      USS Bagley menyerang anjungan Sirri. Pasukan khusus
      Navy SEALs direncanakan akan melakukan pendaratan di
      anjungana itu, namun karena kondisi anjungan sudah
      hancur oleh senjata kapal-kapal Amerika, rencana itu
      dibatalkan.
      Iran merespon dengan mengirim speedboat-speedboat
      ‘Boghammar’. (bersambung)

    •  

      Iran merespon dengan
      mengirim speedboat-speedboat ‘Boghammar’ untuk
      menyerang sejumlah sasaran di Teluk Parsi, termasuk
      kapal berbendera Amerika ‘Willy Tide’, kapal
      berbendera Panamana ‘Scan Bay’ dan kapal tanker
      Inggris ‘York Marine’. Semuanya mengalami kerusakan
      akibat serangan itu dengan berbagai tingkat kerusakan.
      Setelah serangan itu Amerika meluncurkan pesawat-
      pesawat A-6E Intruder dari kapal induk USS Enterprise
      65. Dengan panduan dari sebuah kapal frigat Amerika,
      pesawat-pesawat anti-kapal tersebut menenggelamkan
      sebuah speedboat dengan bom cluster dan merusak
      beberapa speedboat lainnya yang melarikan diri ke
      Pulau Abu Musa.
      Pertempuran semakin memanas setelah Iran mengirim
      kapal perang Joshan, yang dengan berani menantang
      kapal jelajah USS Wainwright dan group yang
      dipimpinnya. Mengabaikan peringatan untuk berhenti,
      Joshan justru menembakkan sebuah rudal Harpoon
      yang meleset dari sasaran. USS Simpson membalas
      tembakan Joshan dengan menembakkan 4 rudal
      Standard, sementara USS Wainwright menembakkan
      sebuah rudal Standard. Rudal-rudal itu menghantam
      Joshan dengan telak, namun gagal
      menenggelamkannya. Kapak itu baru tenggelam setelah
      USS Bagley, USS Simpson, USS Wainwright
      menembakkan meriamnya bertubi-tubi ke kapal Iran
      tersebut.
      Saat pertempuran laut itu berlangsung 2 buah pesawat
      F-4 Phantom Iran terbang mendekat. USS Wainwright
      menembakkan dua rudal ER Standard yang salah
      satunya merusak sebuah pesawat F-4 Iran, memaksa
      mereka mundur dengan sebuah F-4 yang rudak
      mendarat di Bandar Abbas.
      Selanjutnya pertempuran makin keras setelah Iran
      mengirim kapal frigat Sahand dari Bandar Abbas
      menantang kapal-kapal Amerika. Kapal frigat itu
      terdeteksi oleh dua pesawat Lizard A-6E yang
      mengawal kapal USS Joseph Strauss. Sahand
      menembakkan rudal-rudal anti-pesawat ke arah
      pesawat-pesawat A-6E itu dan dibalas dengan 2 rudal
      harpoon dan rudal Skipper. Sementara USS Joseph
      Strauss juga menembakkan rudal Harpoon. Tembakan-
      tembakan itu merusak dan membakar hebat Sahand,
      dan setelah kebakaran mencapai ruang penyimpanan
      amunisi terjadi ledakan hebat yang menenggelamkan
      Sahand.
      Kemudian pada hari yang sama Iran juga mengirimkan
      kapal frigat Sabalan yang sempat menembakkan rudal-
      rual anti-pesawat ke pesawat-pesawat A-6E Amerika,
      namun meleset. Pesawat-pesawat itu membalas
      menembakkan peluru kendali Mark 82 dan mengena
      dengan telak meski tidak menenggelamkannya. Lumpuh
      oleh tembakan rudal Amerika, Sabalan harus ditarik
      dengan kapal pemandu (tug) ke galangan terdekat.
      Kemudian untuk membalas kekalahan, Iran
      menembakkan rudal-rudal Silkworm buatan Cina
      terhadap kapal-kapal Amerika di Selat Hormuz dan
      Teluk Persia, namun meleset. Meski diberitakan di
      media massa, pemerintahan Presiden Reagan menolak
      mengakui penembakan rudal-rudal Silkworm karena
      akan memaksa Amerika melancarkan serangan balasan
      terhadap pangkalan laut Iran yang menembakkan rudal-
      rudal itu, dan pada akhirnya akan memicu pertempuran
      yang lebih besar.
      Menyusul tertembaknya Sabalan dan merasa misi sudah
      cukup, komando militer Amerika memerintahkan
      jajarannya untuk menghindari pertempuran lebih lanjut
      dan hanya menjaga kewaspadaan. Iran pun berusaha
      menjaga situasi tidak semakin memburuk dan menerima
      tawaran penghentian tembak-menembak.
      Dua hari kemudian USS Lynde McCormick mengawal
      sebuah kapal tanker Amerika dan kapal kargo
      Skandinavia melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan
      dari Iran. Operation Praying Mantis pun dinyatakan
      selesai.
      Dengan hanya kehilangan 2 orang awak helikopter Sea-
      Cobra yang jatuh di dekat Pulau Abu Musa, angkatan
      laut Amerika di Teluk Parsi berhasil menghancurkan 2
      galangan minyak, sebuah frigat, tiga speedboat, dan
      sebuah kapal meriam cepat. Frigat Sabalan yang rusak
      parah akhirnya berhasil diperbaiki tahun 1989 dan
      beroperasi lagi hingga sekarang.
      Sebulan kemudian kapal USS Vincennes tiba untuk
      mengawal Samuel B. Roberts yang ditarik ke Amerika
      untuk diperbaiki. Pada tanggal 3 Juli menembak
      pesawat penumpang Iran Air nomor penerbangan 655,
      menewaskan seluruh 290 penumpang dan awaknya.
      Amerika berdalih awak USS Vincennes menyangka
      pesawat penumpang itu adalah pesawat tempur F-14
      Iran yang hendak menyerang.

  2.  

    Hapus iran dari peta

  3.  

    Jos

  4.  

    Wuiiih…sponsor perang….diindonesia Ada sponsor perang gak ya?..

  5.  

    Bisa jadi,
    Tp saudi adalah antek USA dan Inggris. Negara mereka didirikan oleh inggris. Ini fakta sejarah.

  6.  

    halllllaaaaaaa…. g perang2.
    perang sono yang penting NKRI aman..

  7.  

    Artikelnya kok dipotong? Kenapa tidak ditampilkan semua ya?

  8.  

    saya yakin om rusky gk akan tinggal diam jika Iran benar” diserang

  9.  

    saya yakin om rusky gk akan tinggal diam jika memang benar as menyerang Iran
    dan as pun butuh pertimbangan yg sangat matang karena Iran bukan negara yg gampang untuk diancam dan diintimidasi apa lagi diserang

  10.  

    Us nyerang’a sendiri, pa kroyokan…??

    •  

      doktrin militer Iran bersifat defensif, dirancang tuk mencegah serangan, bertahan, membalas thd agresor & menekankan solusi diplomatik dlm sengketa.
      perluasan hubungan dngn semua negara, terutama negara” tetangga merupakan prioritas kebijakan luar negeri’a.

      mereka bisa melakukan aksi apapun di Selat Hormuz.
      Bila Iran sampai berhasil memblokir’a, maka suplai minyak & gas dunia akan terhambat, efeknya akan sangat buruk bagi perekonomian dunia.
      walaupun ini bukan pekerjaan mudah, Iran selama ini justru sangat memperkuat kemampuan militer’a demi mengontrol Selat Hormuz bila terjadi perang.
      meskipun, Us juga sudah mempersiapkan banyak hal utk menjaga agar Hormuz tetap terbuka, antara lain dngn menempatkan berbagai perlengkapan militer di Bahrain, Saudi, Qatar, Kuwait & UAE, namun inipun bukan tanpa resiko.
      Iran berkali-kali mengancam, bila wilayah’a diserang, mereka akan melakukan serangan balasan ke semua pangkalan” militer di berbagai wilayah di sekitar Iran.

      he… he…
      dngn bantuan Hizbullah & sekutu’a, mereka juga mampu menghancurkan Tel Aviv & Haifa.

      •  

        Nahh…itulah salah satu alasan US ingin menguasai Iran. Tidak lain dan tidak bukan adalah letak geografis yg strategis bagi perdagangan minyak dunia. Siapa yg bisa mengendalikan harga dan suplai minyak dunia, dialah sang penguasa ekonomi global. Salam…..

      •  

        Iranlah merupakan duri yg selama ini membuat Us/israel susah tidur.
        suhu panas perang sll dihembuskan, meskipun mereka ragu, karena ternyata Iran berbeda dngn negara” yg selama ini sudah dilumatkan’a.sebab kemampuan militer sejumlah negara tsb tdk mampu bersaing dngn Us.

        militer Iran dewasa ini jauh lebih kompeten & kuat.
        setelah menyaksikan perang di Irak selama satu dekade, Iran memiliki pemahaman yg baik tentang taktik & strategi Us di Irak.

        btw… soal letak geografis & sda, bukan tdk mungkin kitalah target berikut’a.

        salam jg bung Sally.

    •  

      cemana mo fair play bung Hoax…
      lha wong wasit mandul & klasemen papan atas’a nyaman ma hak veto.

      mempertahankan diri dari serangan merupakan bagian dari perang, namun perlu diingat bahwa esensi perang adalah memperbaiki luka yg ditimbulkan’a
      tujuan utama perang sejati’a adalah tuk membangun kembali perdamaian.

      salam y bung.

  11.  

    Nang perang perango..aku tak turru wae..

  12.  

    Bisa bung, tidak harus berpihak ke salah satu blok…asalkan mendapat persetujuan dari organisasi nuklir dunia kita bisa memilikinya. Tentu dgn syarat semua yg berkaitan dgn nuklir negara harus dilaporkan, baik itu tentang jumlah, jenis, daya hancur, dsb. Dalam organisasi tersebut mewajibkan keterbukaan sesama negara yg memiliki nuklir, hal itu bertujuan untuk monitoring jika ada sesuatu yg mencurigakan. Dengan tujuan untuk melindungi diri, tidak ada salahnya memiliki itu tapi dibarengi tanggung jawab yg besar pula dalam penggunaannya. Salam…

  13.  

    Apa yang dilakukan Iran jika diserang USA? Memperbaiki fasilitas untuk nikah mut’ah dan mendatangkan perempuan-perempuan Syi’ah dari Irak,dan Lebanon yang siap mut’ah, untuk merayu pasukan USA agar jadi loyo…

    HAHAHA….Tapi KAGAK BAKAL MONCER tu rayuan…malah USA akan ‘mengguyur’nya dengan ribuan smart bom dan Tomahawk…bakal kecukur abis tuh jenggot Syi’ah….

 Leave a Reply