Sep 052018
 

Jet tempur siluman Chengdu J-20 Angkatan Udara PLA dalam balutan warna emas © The Drive

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) telah merilis sebuah video terbaru yang memperlihatkan aset udara paling mematikan, termasuk beberapa pesawat tempur baru yang dikembangkan sebagai bagian dari modernisasi militer China yang ekstensif.

Menurut The Mighty, video yang berdurasi hampir tiga menit ini merupakan kompilasi rekaman dari latihan-latihan Tiongkok yang menekankan persiapan untuk peperangan era baru. Video promosi, berjudul “Safeguarding the New Era”, menyoroti beberapa pesawat tempur terbaru PLAAF dan disiarkan untuk pertama kalinya tanggal 28 Agustus 2018, di Aviation Open Day Angkatan Udara PLA di provinsi Jilin, Timur Laut China.

Mengomentari video promosi baru China untuk PLAAF, Kantor Berita Xinhua pun menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Udara “telah berpatroli di Laut China Timur, Laut China Selatan, Pasifik Barat dan pulau-pulau, dengan setia menyelesaikan misi dan tugas, dan sebagai jawaban untuk “pelatihan” era baru.

Beberapa platform terbaru yang disorot dalam video termasuk jet tempur siluman Chengdu J-20, jet tempur multiperan Shenyang J-16 dan jet tempur multiperan ringan Chengdu J-10C yang telah dilengkapi dengan sejumlah fitur siluman.

Ketiga jet tempur China tersebut berpartisipasi dalam pelatihan tempur bersama yang berfokus pada penetrasi sistem pertahanan udara pada bulan Juni. “Kombinasi ini akan berfungsi sebagai penangkal udara penting melawan kekuatan eksternal”, kata ahli militer China, Song Zhongping kepada Global Times.

Lebih lanjut berkomentar bahwa J-20 dapat menghancurkan sistem pertahanan udara yang tidak bersahabat sementara J-10C untuk dominasi udara dan J-16 untuk melibatkan target darat musuh.

Baik J-20 dan J-10C dipersenjatai dengan berbagai rudal udara-ke-udara jarak pendek dan jarak jauh, sementara J-16 dilengkapi dengan koleksi rudal udara-ke-udara, rudal anti-kapal dan bom serta roket yang dipandu.

Sementara kekuatan udara China yang kian tumbuh dan menyaingi sebagian dari tetangganya, namun kekuatan PLAAF masih jauh dari Angkatan Udara AS.

Laporan tahunan Departemen Pertahanan AS kepada Kongres tentang kekuatan militer China mencatat bahwa “China masih mengalami kesulitan dengan mesin dan radar” untuk pesawat siluman J-20, yang sangat penting bagi Tiongkok dalam mengembangkan jet tempur generasi kelima. Laporan Pentagon itu juga mengatakan bahwa pesawat generasi keempat J-10C dan J-16 “modern” telah “dilengkapi dengan persenjataan terbaru”.

Pentagon menjelaskan dalam laporan terbarunya bahwa angkatan udara China adalah angkatan udara terbesar di wilayahnya dan terbesar ketiga di dunia, serta menambahkan bahwa PLAAF berusaha menjadi kekuatan “strategis” yang akan mampu melakukan proyeksi kekuatan jangka panjang, sesuatu yang dibuktikan oleh operasi yang lebih sering dari pesawat pembom China pada daerah-daerah di sekitarnya.

Berbagi

  13 Responses to “Apa yang Bisa Diperbuat Jet Terbaru China Dalam Perang”

  1.  

    Negeri yang perlu di waspadai kehadiran’a di LCA dan motif marak’a TKA Tiongkok masuk Indonesia , bisa jadi sebagai agresi lembut PLA .

  2.  

    Chengdu J-20 China’s Stealth Jet Fighter

    https://www.youtube.com/watch?v=SVWGVTZT4-s

  3.  

    Mesin dan radar masih jadi kendala utama buat China. Yaah, masih jauh lah China dari USA. Jadi inget Depazito. Hhhhhhhhhh

  4.  

    Justru yg terlihat jauh biasanya tanpa terasa sdh ada dibelakang kita, tanpa kita menyadari krn menganggap kita berada diatas angin. Itu yg terjadi dng AS terhadap China utamanya dlm perdagangan. Dlm hal teknologi memang China tertinggal dr AS, tp seberapa jauhkah saat ini tertinggalnya dibandingkan 3 dekade yg lalu.? Dng Anggaran yg sangat besar dan jumlah penduduk yg banyak, China sdh mulai menggurita bahkan jepang pun sdh bisa mereka lewati jika bicaranya sebatas level Asia. Dng duit yg banyak, apa yg tdk bisa dilakukan china saat ini walaupun dng cara spanyol sekalipun. So…..jauh hanya soal jarak, bukan berarti tidak bisa menjadi dekat. Itu yg harus diwaspadai tdk hanya oleh AS tp jg dunia khususnya Asia. Dmn ketamakan china sedikit demi sedikit sdh.mulai terlihat jelas.

    •  

      Bung Ruskye, Ente harus liat kondisi makroekonomi China saat ini. Pertumbuhan ekonomi China dah turun dari 10% tahun 2013 sekarang hanya 6,5 %. Itu artinya ekonomi China, melambat. Taktik perdagangan China adalah buat barang KW atau sejenis dg kualitas rendah tapi banyak kuantitasnya. Nah, awalnya bakal laku tapi karena barang dagangannya ditujukan kepada Eropa, USA dan Jepang yg lebih mementingkan mutu makanya mau gak mau China harus ngejar kualitas. Disinilah kerentanan ekonomi China berada. Roda itu selalu berputar, begitu juga kemajuan pesat ekonomi China, suatu saat mereka juga bakal turun dan tanda-tandanya udah ada sejak beberapa tahun lalu. Index saham Shanghai China tahun lalu aja mengalami penurunan terbesar sepanjang sejarah dunia. Dalam 1 hari bisa turun USD 6 Triliun perdagangan sahamnya. Disisi lain, kalo bicara kualitas maka kita bicara softskill yg dimiliki tenaga kerja. Kenyataannya, lebih dari 60-70% pekerja China adalah buruh atau pekerja kasar. Mereka sama dg Indonesia yg sekarang terjebak dalam middle income trap. Makanya ekonomi China takkan bangkit sebelum memperbaiki softskill kebanyakan tenaga kerja mereka dan itu akan butuh waktu puluhan tahun kedepan lagi.
      Jadi, kalo mau bilang China bakal ngejar USA ya bisa jadi iya, bisa jadi enggak. Tinggal bisa nggak China ngejarnya. Hhhhhhhhhh

      •  

        Ada point yg saya sepakat tp ada jg yg tdk sepakat terutama dalam hal kemajuan teknologi.

        Bung Gato jg hrs ingat jumlah penduduk china.yg besar merupakan aset market pemerintah mereka yg dipatuhi rakyatnya.

        Dulu memang orientasi mereka menjiplak/copy paste yg kita kenal dng barang KW, namun sekarang dng kekuatan sdm mereka yg berbayar murah, hasil dr menjiplak kini teknologi mereka sdh mulai menyamai jepang dan bahkan eropa.
        Jepang dan eropa masih berpatokan pada kualitas yg bertahan lama, berbanding terbalik dng china yg tdk mutlak mementingkan faktor ketahanan namun pada kelengkapan teknologinya. Karena mereka berpikir teknologi berkembang pesat. Jika berkutat pada kualitas namun pelit di teknologi, maka akan bernasib sama dng barang2 dr jepang dan Eropa yg ditinggalkan konsumennya. Contoh kecil peralatan komunikasi yg kita gunakan. Antara N*kia dan Op*o. Dng harga yg sama kita akan dapat HP Opp*yg lebih canggih fasilitasnya dari hp N*kia.
        Jika memikirkan ketahanan pakai, mungkin dng Hp yg N*kia yg kita beli tahun ini sdh tertinggal teknologinya dng pesaingnya dr Op*o.
        Teknologi berkembang semakin pesat jika tdk mengikuti kita akan tertinggal.

        So…melemahnya pasar China bersifat sementara, terimbas dr melemahnya pasar dunia. Dan itu sangat wajar. Tp China tetaplah raksasa yg sedang menggeliat.

  5.  

    Kapal induk Amerika dan armada laut n udara Jepang yg mencoba menggertak China di kepulauan Diao Yu, toh akhirnya pulang kampung menandakan bahwa mrk gentar dengan kekuatan China saat ini.
    Yg taunya cuma tolah toleh kanan dan kiri tentu tdk paham apa2 , ya dimaklumi saja!

 Leave a Reply