Aug 172019
 

Baturaja  –  Jakartagreater.com, Helikopter canggih yang baru di miliki TNI AD, Apache AH-64E, yang di sertakan dalam Latancab TNI AD Kartika Yudha 2019, memamerkan kemampuannya di hadapan Komandan Kodiklatad Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos dan Wadanjen USARPAC (United States Army Pacific) Mayjen John P. “Pete” Johnson.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya dalam rilisnya pada Kamis 16-8-2019 di Jakarta. Dijelaskan Kadispenad bahwa dalam Latancab Kartika Yudha ini, Helikopter Apache yang baru didatangkan dari Amerika itu sengaja disertakan untuk mengetahui sejauh mana bisa dioperasionalkan guna mendukung tugas TNI AD.

“Selain 2 unit Helikopter Apache, kali ini Penerbad juga mengerahkan 2 unit Helikopter Serang BO 105, 2 unit Helikopter Serang AS 550 Fennec, dan 5 unit helikopter Bell 412 EP,” ungkap Brigjen TNI Candra Wijaya.

“Pada sesi latihan materi serangan yang dilaksanakan secara parsiil hari Kamis 15-8-2019, kegiatan menembak Helikopter Apache dan beberapa Alutsista lainnya telah dilaksanakan dengan aman dan lancar,” ujar Candra.

“Termasuk saat menembak, disaksikan langsung oleh Komandan Kodiklatad selaku Komandan Latihan Latancab, dan Wadanjen USARPAC selaku Tim Peninjau dari US Army serta para Komandan Pusat Kesenjataan TNI AD,” ujar Brigjen TNI Candra Wijaya .

Ditambahkan Brigjen TNI Candra Wijaya bahwa 2 unit Helikopter Apache yang dikerahkan dalam Latancab merupakan bagian dari 8 unit Apache milik TNI AD yang berada di Skuadron 11/Serbu, Semarang.

“Puncak Latihan yang melibatkan sekitar 5.000 pelaku, penyelenggara, dan pendukung, serta ratusan Alutsista dari berbagai kecabangan ini, akan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2019 mendatang dan akan disaksikan secara langsung oleh Panglima TNI (Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip), Kasad (Jenderal TNI Andika Perkasa), Pangkostrad, Dankodiklatad, serta Pangkotama, Dan/Kabalakpus dan para Petinggi TNI/TNI AD lainnya,” tegasnya.

Apache AH-64E buatan Amerika Serikat ini, lanjut Candra, merupakan tipe tercanggih dari helikopter Apache. Selain memiliki kecepatan yang dapat mencapai 370 km/jam, juga dapat dioperasikan dalam berbagai kondisi medan maupun cuaca,” jelasnya. Candra pun menyebutkan, AH-64E ini menggunakan sistem avionics terbaru, juga memiliki Modernized Target Acquisition and Designation System.

Lebih lanjut Candra mengatakan bahwa Pilot Apache AH-64E dapat mengarahkan senjata M230 melalui perangkat sensor yang ada pada helmnya. “Jadi tanpa harus merubah arah atau posisi. Helikopter yang juga dilengkapi peluru kendali Hellfire, roket Hydra 70 dan senjata Canon 30mm serta fitur khusus penunjang misi tempur , penginderaan siang dan malam hari,” terangnya.

“Si pilot tidak perlu menghitung jarak dan angin karena sudah dihitung oleh weapon processor,” pungkas Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya . (tniad.mil.id).