Feb 162019
 

JakartaGreater.com – Missile Defense Review (MDR) 2019 yang baru dirilis oleh AS mengklaim tidak hanya melindungi tanah air AS, sekutu dan mitra AS, namun juga menempa sistem pertahanan rudal global dan memperkuat kapasitas pertahanan rudal secara keseluruhan. Ini sekali lagi membuktikan obsesi Amerika dengan apa yang disebutnya sebagai “keamanan absolut” atau “absolute security”, seperti di sampaikan oleh analis militer asal Tiongkok, Ling Shengli di laman PLA Daily.

MDR terbaru dipenuhi dengan karakteristik unik dari pemerintahan Trump. Dipandu oleh doktrin “America First” atau “Amerika Pertama”, pemerintah AS menjadi lebih terobsesi dengan praktik mempertahankan dominasi Amerika dengan meningkatkan kekuatannya dan lebih mementingkan kompetisi “negara adikuasa”.

Amerika telah lama terobsesi dengan “keamanan absolut”. Ini terkait erat dengan kondisi geografis, pengalaman historis, ideologi dan faktor lainnya. Dalam hal lokasi geografis, AS diapit dan dilindungi oleh Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik, sementara tetangganya di utara dan selatan relatif lemah, sehingga tanah airnya pada dasarnya stabil dan aman.

Dalam hal pengalaman historis, Amerika Serikat selalu memberikan perhatian tinggi untuk melawan musuh di luar tanah airnya. Ini adalah alasan penting mengapa AS bergabung dengan dua perang dunia serta terus-menerus melakukan intervensi internasional setelah berakhirnya Perang Dingin.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (photo: Petty Officer 1st Class Patrick Kelley
U.S. Coast Guard Headquarters – U.S. DoD)

Dari segi ideologi, orang-orang Amerika menganggap bahwa diri mereka merupakan “umat pilihan Tuhan” dan sedang menyebarluaskan apa yang disebutnya sistem “bebas, demokratis” di seluruh dunia dalam upayanya untuk membangun tatanan internasional yang menampilkan “kebebasan dan demokrasi”.

Untuk mencapai “keamanan absolut”, AS bahkan bekerja keras untuk menciptakan lingkungan “tanpa musuh”. Artinya, tidak boleh ada negara lain yang mampu untuk menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasionalnya dan semua negara sejalan dengan ideologinya dalam dua aspek utama: konvergensi nilai-nilai dan kesamaan sistem politik.

Adalah untuk pengejaran “keamanan absolut” yang menjadikan Amerika ini sangat mementingkan pertahanan rudal. Ancaman rudal merupakan tantangan utama bagi keamanan tanah airnya yang paling kritis dan Amerika selalu berusaha keras untuk membangun sistem pertahanan rudal untuk meningkatkan kapasitas pertahanan misil dan juga sekutunya.

Dalam MDR terbaru, pemerintah AS dengan jelas menetapkan sejumlah tujuannya untuk melindungi keamanan tanah air AS, pasukan AS di luar negeri, dan sekutu serta mitranya. Mempertimbangkan pangkalan militer Amerika yang tersebar luas, sekutu dan mitra yang berada diseluruh dunia, AS perlu melindungi banyak target beragam di dunia ini, tentu merupakan tugas yang sulit. Itu harus menghabiskan banyak sumber daya membangun kapasitas pertahanan rudal yang lebih kuat.

Ballistic Missile Defense System Overview © Missile Defense Agency via Wikimedia Commons

Selain tujuan keamanan, definisi ancaman keamanannya juga membuktikan obsesi kuat Amerika terhadap “keamanan absolut”. MDR terbaru menunjukkan bahwa AS tampaknya terlalu gugup untuk menghadapi ancaman: Amerika tidak hanya perlu melawan ancaman rudal dari apa yang disebutnya sebagai “negara jahat”, tetapi juga khawatir bahwa teroris akan menggunakan senjata pemusnah massal.

Lebih penting lagi, MDR yang baru dirilis menempatkan penekanan lebih besar pada ancaman keamanan dari negara-negara adikuasa. Dokumen tersebut menganggap negara-negara seperti Rusia sebagai “saingan potensial” AS, dan mencatat bahwa peningkatan kapasitas rudal dan anti-satelitnya mengancam keamanan Amerika dan sekutu serta mitranya.

Berbeda dengan pemerintahan Obama, pemerintahan Trump cenderung mengambil tindakan nyata untuk melawan ancaman tersebut. Semua ini menunjukkan bahwa pemerintahan Trump memberi perhatian khusus pada persaingan kekuatan besar. MDR terbaru berisi berbagai ancaman keamanan yang rumit, menyiratkan bahwa AS menangkap bahaya dalam setiap suara. Faktanya, ini semua akan menciptakan lebih banyak musuh bagi Amerika Serikat.

Untuk mencapai “keamanan absolut”, Amerika juga berusaha menggunakan cara “absolut” untuk melawan ancaman rudal, yang mana bertujuan untuk menempa kapasitas pertahanan rudal yang komprehensif.

Kompleks Pertahanan Rudal Aegis Berbasis Darat di Rumania © US Navy via Wikimedia Commons

Dokumen tersebut juga mengklarifikasi bahwa AS perlu mengembangkan kapasitas pertahanan rudal multilevel dan komprehensif. Untuk tujuan tersebut, AS, di satu sisi, terus meningkatkan kapasitas pertahanan misilnya melalui langkah-langkah seperti memperkuat semua jenis kapasitas pengembangan teknologi anti-rudal dan membentuk “Pasukan Antariksa” sebagai cabang keenam angkatan bersenjata AS pada tahun 2020, dan di sisi lain, harus memperdalam kerjasama dengan sekutu dan mitranya untuk memangkas biaya pertahanan rudal balistiknya dalam upaya membangun sistem pertahanan rudal global yang lebih efektif.

Mengejar “keamanan absolut” membuat AS khawatir tentang keamanannya setiap saat, yang secara signifikan ditunjukkan dalam MDR terbaru 2019.

Bagi Amerika, musuh-musuhnya, sampai batas tertentu, dikandung dan dibangun dengan sendirinya. Karena AS tidak melakukan upaya apapun dalam memperkuat keamanan tanah air serta sekutu dan mitranua, AS harus melemahkan keamanan negara-negara lain sampai batas tertentu, sehingga memicu perlombaan senjata yang akibatnya meningkatkan ancaman keamanan bagi AS sendiri.

Sayangnya, AS tidak menyadari bahwa mencapai “keamanan absolut” tidak hanya membutuhkan kerjasama dengan para sekutu dan juga mitranya tapi juga dengan keseimbangan strategis. Dari perspektif filosofis, maka tidak ada yang namanya sebagai “keamanan absolut”.

  2 Responses to “Apakah AS Tahu “Keamanan Absolut” Tidak Ada? – PLA Daily”

  1.  

    Tak ada yang abadi klo kata Peterpan 😀

  2.  

    Tak ada yg abadi tapi mengejar pertahanan yg terbaik di Dunia. Teknologi akan selalu baru tapi cara penanganannya akan selalu berputar, makanya USA hanya perlu beberapa langkah didepan musuh² mereka. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh