Jan 232018
 

Jet tempur F-16 Angkatan Udara AS. ยฉ US Military via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pada tanggal 14 November 2017, empat dekade produksi massal F-16 Fighting Falcon di Fort Worth, Texas telah dihentikan. Fasilitas produksinya pun kini dipindahkan ke South Carolina dan akan memakan waktu sekitar dua tahun untuk bisa berfungsi sepenuhnya.

Mereka akan memberikan dukungan pemeliharaan untuk armada jet tempur F-16 yang ada sampai fase mereka habis. Sejauh ini, Lockheed Martin, perusahaan yang sekarang memiliki F-16, bersama dengan sejumlah lini produksi di Belgia, Belanda, Turki, Jepang dan Korea Selatan, telah mengirimkan 4.588 jet tempur F-16 ke 26 negara.

Pesanan 16 unit pesawat F-16 untuk Bahrain dan modernisasi armada F-16 Singapura akan meregangkan fasilitas manufaktur dan upgrade hingga tahun 2023.

Fase penuaan F-16 yang tersedia jauh lebih cepat daripada tingkat produksinya selama lebih dari satu dekade terakhir. Tanpa ada pesanan lebih lanjut, secara bertahap F-16 telah dilupakan.

F-16 adalah produk dari program pesawat tempur ringan yang diluncurkan pada tahun 1970-an. Kebutuhan operasionalnya adalah untuk mengalahkan MiG-21 Soviet, dalam hal manuver tempur.

Sejumlah konsep baru digabungkan ke dalam desain dan kemudian model produksi dari F-16 termasuk kanopi single frame, stick kendali yang terpasang di samping dan kursi pilot 30 derajat.

Namun, itu adalah konsep stabilitas statis yang santai dan ditandemkan dengan Fly By Wire (FBW) dan pembangkit listrik yang sangat kuat yang mampu menjadikan jet F-16 sebagai pelopor klub 9G.

Induksi ke Angkatan Udara AS (USAF) pada tahun 1979, diikuti oleh induksi di angkatan udara berbagai mitra NATO sejak tahun 1980 dan seterusnya. Secara bertahap, ekspor F-16 ke sejumlah besar negara di Asia diizinkan. Pasca-Saddam, Irak merupakan negara penerima terbaru untuk pesawat ini.

Inventarisasi pesawat tempur di dunia telah berubah dalam lima dekade terakhir. Lebih dari 38.000 unit pada tahun 1988 dan menurun secara substansial setelah berakhirnya Perang Dingin. Saat ini, terdapat 79 jenis dan lebih dari 16.275 pesawat tempur yang beroperasi di dunia.

Pada periode setelah Perang Vietnam, MiG-21 adalah pesawat tempur terpopuler dalam hal jumlah. Dan ini diikuti oleh J6 (MiG-19) yang diproduksi secara massal oleh China.

Lebih dari 11.400 MiG-21 diproduksi di bekas Uni Soviet bersama dengan lisensi yang dibangun di India dan Cekoslowakia serta dikirim ke hampir 60 negara. Tapi dalam tiga dekade terakhir, dominasi MiG-21 dan J6 China telah digantikan oleh jet tempur F-16, F-18 dan F-15. Ketiga jenis ini berasal dari Amerika Serikat dan sekarang membentuk 30 persen dari persediaan pesawat tempur di dunia.

F-16 berada pada posisi terdepan dengan pangsa 16 persen, seperti yang ditunjukkan pada Grafik I. Jumlah produksi F-16 lebih banyak dibandingkan dengan MiG-21. Jika saja bukan karena kontrol ketat pemerintah AS terhadap penjualan perangkat keras militer, F-16 akan memiliki pasar yang lebih besar karena kemampuan tempurnya.

F-16 yang dikombinasikan dengan paket sensor persenjataanya, terbukti sangat sesuai untuk pertempuran udara pada kuartal terakhir abad ke-20. Dari perkembangan sensor elektronik dan senjata jarak jauh terkait untuk pertarungan dan juga pertahanan udara, kemampuan manuver menjadi yang sekunder, karena kemampuan pengamatan rendah sebagai kemampuan inti dari platform tempur.

Teknologi stealth atau siluman telah menemukan jalannya ke dalam operasional dengan F-117, namun dengan keterbatasan dalam hal kecepatan. Pesawat itu subsonik dengan 0,92 Mach sebagai kecepatan puncaknya.

Namun F-22 (2,0 Mach) dan F-35 (1,6 Mach) telah mengatasi keterbatasan kecepatan ini dan telah ditetapkan untuk menjadi platform tempur andalan menggantikan F-16.

Meskipun memungkinkan dilakukan modernisasi pada pembangkit listrik, avionik dan persenjataan di F-16 agar sesuai dengan kemampuan F-35, kemampuan pengamatan rendah yang terakhir tidak dapat disesuaikan karena desain dasar F-16 memang tidak sesuai dengan konsep siluman.

Badan metalik, bentuk dan persenjataan eksternal pada F-16 itu, menghasilkan Radar Cross Section (RCS) yang besar untuk dapat menghindari pengamatan rendah dalam lingkungan operasional saat ini dan masa depan.

Maka dari itu, F-35 dari Lockheed Martin, dengan desain silumannya, telah diatur untuk menjadi pesawat tempur di posisi terdepan. 46 dari pesawat ini dikirim pada tahun 2016 dan produksi meningkat lebih lanjut ke 66 pada tahun 2017.

Jet tempur F-16 Blok 70 mendefinisikan kembali manuver dan tetap menjadi platform yang kuat selama hampir empat dasawarsa. Ini akan tetap relevan secara operasional di lingkungan teknologi rendah selama satu dekade ke depan.

Namun, perkembangan teknologi siluman akan mengurangi relevansinya dan keharusan pemeliharaan akan mendorongnya menuju kepunahan. Pesawat tempur legendaris ini sudah pasti akan dilupakan.

Kita pada saatnya akan menyaksikan awal dari berakhirnya sebuah era.

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Kishore Kumar Khera untuk IDSA. (19/1/2018)

Bagikan :

  89 Responses to “Apakah Era Kejayaan F-16 Telah Berakhir?”

  1.  

    Paling gak sampe 2030 baru deh pensiun nih pesawat, cmiiw

  2.  

    Maaf…apakah ada yg tau terjemahannya…”russian pacific fleet is on fire” ?

  3.  

    Ngalamat tutup pabrik nya, padahal lumayan bagus pesawat nya, lincah dan murah biaya perawatan..

  4.  

    Dark Teler Pasti Senang Karena Sainganx Berkurang Di Kelasx

    •  

      “Jet tempur F-16 Blok 70 mendefinisikan kembali manuver dan tetap menjadi platform yang kuat selama hampir empat dasawarsa. Ini akan tetap relevan secara operasional di lingkungan teknologi rendah selama satu dekade ke depan.
      Namun, perkembangan teknologi siluman akan mengurangi relevansinya dan keharusan pemeliharaan akan mendorongnya menuju kepunahan. Pesawat tempur legendaris ini sudah pasti akan dilupakan”

      Analisa di atas sudah menjadi patron baru untuk pespur generasi selanjutnya. Kebutuhan type F16 dan setara (Gen4++) hanya bisa bertahan sampai 10 tahun ke depan.
      Itulah kenapa pengembangan pespur BARU saat ini yang masih menggunakan platform Gen4 (tejas, gripen NG, JF block 2) menjadi buang waktu dan biaya.

      Pesawat Gen4++ yang sudah mapan saat ini bahkan sudah ancang-ancang untuk masuk ke Gen5 seperti Typhoon, Silent Eagle, Rafale, Sulfur Block 3, Su35-Pakfa.
      Sedangkan Platform BARU langsung loncat ke Gen4.5-5 adalah TFX, KFX, Shinsin jikapun masih banyak kekurangan tetapi pada dasarnya “MAMPU” dikembangkan ke Gen5 dengan perencanaan Teluk Senjata, material komposit, dan Avionic yang direncanakan dari awal untuk Gen5.

      Tidaklah mudah merombak secara mendasar platform gen4 saat ini (Tejas, Gripen, F16) menjadi Platform Gen5 dengan IWB.
      Platform typhon dan Silent Eagle kemungkinan bisa ke Gen5, dikarenakan penggunaaan double engine yang menyediakan space dan power yang lebih.

  5.  

    Sudah waktunya diganti Ama F-35.

  6.  

    Btw beneran gak tuh Changbogo 405 yg dibuat di PAL rencananya jadi akhir tahun ini ya. Kalo beneran berarti pencapaian yang luar biasa. Btw itu progresnya apakah sampai metalurgi atau cuma ngelas bahan aja. Sama ga dg transfer alih teknologi waktu Kita buat PKR.

  7.  

    Nah lho gmn dgn F16V apa bakal dibeli RI, kan katanya lini produksi akan berhenti. Gen4 bakal ditinggalkan bgt Gen4,5 jg bakal nyusul dan NATO benar2 beralih keGen5 dan 6. Gmn dgn IFX yg masih Gen4,5?

    •  

      bung Andre …
      kalo menurut pendapat pribadi, sy kira kalo kita terusยฒan mengandalkan produk impor maka arsenal militer kita akan selalu tertinggal dibandingkan dg negara tetangga, mereka akan beli jg product yg sama atau setingkat lebih tinggi spek nya.
      sy lebih percaya diri dg product anak bangsa, tanpa melihat gen 4 atau 5 nya karena buatan sendiri maka negara lain tdk bisa mengetahui performance sebenarnya.
      seperti CMS buatan LEN, pswt racikan DI, kapal buatan PAL, panser + tank + senapan/munisi Pindad dll. … bila di produksi & develop sendiri, pihak lain akan sulit mengetahui kemampuan tertinggi product tsb. contoh nyata senapan Pindad bisa merajai setiap lomba.
      Salam

      •  

        Memang wajib cinta buatan sendiri, tapi klu teknologi inti jg mesin masih import sama saja negara lain bs tau kemampuan IFX. Kecuali kita jg mendapat ilmunya seperti Korea jg dgn membuatnya di PT.DI dan PT.LEN dgn improovisasi sehingga negara2 lain akan sulit mengukur kemampuan maksimalnya! Tapi tetap bangga jika IFX bs berproduksi masal sebagai tonggak dan awal sejarah kemajuan industri Dirgantara RI!

    •  

      pola pikirnya mungkin gak gitu om, gak harus gen 5 untuk menyatakan kita bisa buat…. gen 4 pun kalau kita bisa buat itu sdh bagus, karena sampai saat inipun negara2 besar masih operasional dg armada gen 4 juga, tergantung kondisi lapangan untuk penggunaanya…. kalau harus langsung project gen5 yg disasar maka gap tekhnologinya akan makin jauh, sedangkan untuk IFX saja masih kesulitan dg kerangka tekhnologi intinya…..

  8.  

    Apakah ada yang tahu kabar terbaru tentang si trimaran klewang??

  9.  

    Yg lg 50% others tu apa aja ya? mana ada yg kbh laris drpd F16???,,tp jgn berakhir dl deh kajayaan dr F16 hya, baru jg nyampe dimari yg hibah itu,,,,xixi

  10.  

    Waduh, gimana nih… Walaupun si loket terkenal Pelit, Licik, dan tukang kibul tetapi ane berharapnya mah bukan produknya dia F-16 yg berakhir tetapi Produknya Boeing… Soalnya pespur2 tetangga yg nyeremin punya Boeing semua sih wkkkkkk… Dan Untungnya pespur Loket yg nyeremin kagak dijual

    hhhhhhhhh

  11.  

    Beli 11 unit saja ada yg ngomong keberatan…gak tanggung2 yg ngomong..langsung tangan kanan big boss …kog mau beli jenis tersebut 48 unit..ntar bisa langsung ngomong peraaaang!..hahahaha…dari peristiwa tersebut sangat2 terlihat betapa susahnya kita kalo mau beli pespur jenis itu…ini kalo dikehidupan sehari2 sudah termasuk peringatan keras lho…misal tetangga kita sering dengerin musik keras..karena kita sungkan pasti kita menyuruh istri kita utk ngomong ke istri tetangga tsb..bahwa kita keberatan kalo dengerin musiknya sampai keras2..istri kita kan tangan kanan kita..saya yakin..bapak2 TNI AU..tetap maju untuk pengadaan pespur tsb..supaya bisa lebih maksimal usaha mereka untuk menjaga kedaulatan NKRI…ibarat trail tetangga memakai KTM,kita ya pakai Husqvarna,CRF,kawasaki yg japan,suzuki,..gak mungkin kita beli GAS-GAS..nah nanti tergantung modif dan jongkinya..

  12.  

    Wajar barang tua, model tua tentu akan diganti dgn yg lebih maju (ngomong jujur) baik bentuk nya mesin nya, avionik nya dan perlu diganti gen berikut nya, hanya pengganti nya juga belum maksimal juga …

    Sebenarnya semua doktrin perang hanyalah “Aman, bisa menghancurkan musuh dan menang” trus dikembangkan dgn berbagai jenis jurus salah satu nya adalah “Jurus perang gerilya” jika memakai doktrin tsb digunakan pada pesawat adalah pesawat siluman, pesawat cepat, pesawat anti rudal (jamming rudal) dsb

  13.  

    Nah, itu 16 unit aja sudah USD 2,3 miliar lho bung @Tukang Ngitung, PhD. ๐Ÿ˜› berarti yg 48 unit itu pesawat bekas lagi dong ya? koq harganya muahal? kan bekas itu??? ๐Ÿ˜† wkwkwkw

    •  

      Sumber โ€“ yang berbicara dengan syarat anonimitas โ€“ menggambarkan penjualan ke Bahrain sebagai โ€œizin Lockheed untuk mempertahankan lini produksi F-16 terbuka sampai tiga sampai lima tahun ke depan.โ€ Sementara di sisi lain Angkatan Udara Bahrain sangat membuthkan pesawat baru untuk bisa bersaing dengan negara-negara Teluk lainnya.

      โ€œIni win-win solution. Bahrain membutuhkan F-16 dan F-16 membutuhkan Bahrain,โ€ kata sumber tersebut sebagaimana dilaporkan Defense News Minggu 21 Januari 2018.

      Namun, dengan kesepakatan ini, pejabat militer Bahrain mengkonfirmasi mereka menarik dari rencana pembelian Eurofighter Typhoon. โ€œKeputusan sudah diambil dan selesai. Angkatan Udara Bahrain tidak akan mengoperasikan Typhoon dalam waktu dekat, โ€ katanya.

      โ€œDengan total 16 F-16 baru dan 20 pesawat Block 40 diupgrade ke konfigurasi V, angkatan udara tidak lagi membutuhkan pesawat jenis baru.โ€

    •  

      Usd 2,3 milyar untuk 16 unit itu sudah termasuk ribuan amunisi rudal, roket dan bom.

      Kalau usd 4,5 milyar untuk 48 unit itu baru untuk paket kosongan pesawat (tapi sudah termasuk suku cadang dan sensor) =
      48 unit x usd 80 juta = usd 3840 juta plus usd 660 juta untuk rudal.

      •  

        tetap kemahalan bung TN, mestinya per unit (kosongan) itu dibawah USD 20 juta, dan harus lebih murah dari Su-35, menurut itungan anda kemaren toh… ๐Ÿ˜› wkwkwkw

        48 x usd 20 juta (max) = usd 960 juta
        nah, sisanya buat persenjataan, boleh kan?

        kabur ah…
        meooong

        •  

          Saya pribadi berpendapat kalkulasi dan opini @PhD tidak masuk akal, karena untuk apa Bahrain membeli ribuan rudal, roket dan bom yang jika dianalogikan 1 pespur akan mendapat jatah ratusan rudal, roket atau bom.
          Sungguh fantastis jika ini benar adanya ๐Ÿ˜ฎ

        •  

          Lho Bahrain itu untuk rudal, bom dan roket itu beli dari luar dan tidak bikin sendiri

          Kalau RI untuk bom dan roket bisa bikin sendiri, hanya rudal yang beli dari luar.

          Makanya punya Bahrain lebih mahal dari punya kita.

        •  

          Sebaiknya tidak usah jauh2… toh Menham juga baru menanyakan harga, belum mengajukan permintaan harga resmi dan rinci…
          Kisaran hitungan 1 unit kan usd 93 juataan… yas sudah itu saja pegang dulu, jangan ditambah2 dengan rudal dan yang lain2nya… itu nanti kan kalau sudah resmi bakalan ada penawaran dan lain sebagainya… terlalu berlebihan tiba2 sudah include harga rudal dan lain sebagainya…
          Harga alat perang itu sangat kompleks, dengan berbagai perangkat yang bisa di instal didalamnya sesuai keinginan pembeli jelas harga bisa saja berbeda untuk masing2 negara… mungkin yang dibeli Bahrain sudah yang paling top dan kategori terbaik, sehingga harganya jauh lebih mahal atau perhitungan kisaran usd 143 jutaan, mungkin juga ada deal tertentu atau tambahan apapun yang tidak kita ketahui tetapi tidak usah di kira2, karena hanya akan membuatnya makin terlihat konyol….

        •  

          Masih mending klo dibilang konyol dr pd dibilang hitungan keblinger. Dana 40 Milyar Dolar utk 15 Tahun dibilang utk 5 tahun aja. Apa beliau gak ngitung jika ngutang setara 520 Triliyun hanya utk alutsista dalam 5 tahun, blom ditambah hutang utk pembiayaan infrastruktur selama 5 tahun.? Akhir jabatan pak Jokowi bakal menggelembungkan hutang negara. Apa gak ngitung kalo peride sekarang sdh ada penambahan hutang 750 Triliun.? Kasihanlah pak jokowi nanti dibilang tukang ngutang. Realistislah kalo buat hitungan. berdasarkan kebutuhan memang benar, tetapi bukan berarti di realisasikan dalam waktu singkat.
          Namun apapun itu, arikel ” Ayo Mari Kita Berhitung ”
          tetap artikel yg menarik utk dibahas.

      •  

        Saya pribadi berpendapat kalkulasi dan opini @PhD tidak masuk akal, karena untuk apa Bahrain membeli ribuan rudal, roket dan bom yang jika dianalogikan 1 pespur akan mendapat jatah ratusan rudal, roket atau bom.
        Sungguh fantastis jika ini benar adanya.

        •  

          Ya memang gak masuk akal. Hitungan dia kan utk perang besok….xicixicixi.
          Negara disuruh ngutang buat alutsista doank. Rakyat disuruh makan rudal…xicixicixi

        •  

          Nanti kan pas perang rudalnya ga dicantolin tetapi dikarungin… soalnya punya ribuan…
          16 x usd 80 juta = usd 1,28 miliar
          usd 2,3 miliar – usd 1,28 miliar = usd 1,02 miliar (untuk beli ribuan rudal+rocket+bom)

          Bahkan hitung2an diatas tidak pernah ada… yang ada adalah :

          “Meskipun jumlah pesawat telah berkurang dari total 19 menjadi 16 unit karena kebijakan pengurangan biaya,”

        •  

          Jadi jatuhkan bom dan rudalnya pake karung gitu ya broo.? saking banyaknya….xicixicixi

          Lama gila perang dia broo… ๐Ÿ™‚

        •  

          Jadi jatuhkan bom dan rudalnya pake karung gitu ya broo.? saking banyaknya….xicixicixi

          Lama2 jadi pecandu perang dia broo berkawan dng si Kim… ๐Ÿ™‚

        •  

          wkwkwkwkwkwkwk… ๐Ÿ˜€

      •  

        itungan woof woof sdh benar …
        body nya dilapis emas, panel nya ditaburi berlian, kaca nya kristal asli …

      •  

        U.S. officials said Indonesia asked for pricing for an additional 48 F-16 aircraft, a deal which could be worth $4.5 billion.

        Mengapa tiba2 ada usd 660 juta untuk beli rudal?????? padahal baru menanyakan harga 48 F-16… memang lama2 hitunganya liar… kalau harga ga cocok main comot aja apa2 dimasuk2in, ya rudal lah, ya gincu lah ya bedak lah…

    •  

      Sebenarnya sy tahu dari dulu jika ada yg aneh dgn ini, tp sy tidak berani membuka, cuma ngelus dada sambil berkata “kok tega bener”

  14.  

    F16 bagus sih tp masih generasi 4, kalau bertempur ketemu SU 35, f22, f35, f18 sulit bisa menang, kalau sekedar patroli utk keamanan mending cari yg pesawat light tp sdh di upgrade senjatanya.

    •  

      Opini saya pribadi, kita lebih urgent radar dan payung udara dengan spek yang baik.
      Mengenai pespur gen 4, Indonesia jika yakin dan dapat bersabar akan terbayarkan dengan IFX, karena biarpun kita memborong F-16 Block 70 tetap saja IFX tidak akan mendapatkan 4 teknologi inti dan juga mayoritas rudal dan bomb F-16 Block 70 dapat dicantelkan di hard point IFX.

      •  

        Saya setuju, pesawat sehebat apapun jika perang tanpa bawa senjata pasti bakal kalah lah …

        Sekarang ini SU 35 diperlukan utk sekedar intersep menakuti aja ketimbang langsung dihajar rudal darat, hajar dgn rudal malah jadi geger besar … xixixi

  15.  

    Wah, jangan melirik ke saya bung wangsa ๐Ÿ˜› hihihihi

  16.  

    Vietnam lah yg sdh serius, Indonesia minat tp gak berani Beli, saat ini lg sy komporin biar pejabat pertahanan pengen beli itu S400

    ๐Ÿ˜€ … xixixi

  17.  

    Kenapa jadi doble (ada uplikat komentar)?

    Hadeehhh…

  18.  

    F-16 menjadi antiklimaks karena proyek F-35…

  19.  

    Tapi saya dukung untuk pembelian 12 unit F16 viper blok terkini(kalo bisa radar AESAnya sama persis milik F35 tercanggih) dan full ammo terkini juga tiada downgred dan pengurangan jumlah ideal ammo setiap 1 pespurnya…(karena kedepannya kita butuh ini hehehe)…

    •  

      Tetap macan ompong mas bro…
      Hingga saat ini jumlah rudal untuk F-16 yang kita miliki saja masih jauh dari jumlah ideal, lebih baik bertahan dengan IFX, karena jika tidak meleset programnya pakai AESA, dananya dapat digunakan untuk membelidan mengembangkan rudal, karena F-16 V dengan IFX ibarat 11 – 12 untuk yang dapat dicantelkan di hard pointnya.

  20.  

    hari s…lagi sibuk mengkonfirmasi tuu kapal korvet apa distroyer…xixixizzZ….

 Leave a Reply