Jul 042018
 

JakartaGreater.com – Dalam beberapa bulan ke depan, Singapura akan memutuskan jet tempur baru untuk menggantikan armada pesawat tempur multiperan F-16 yang dibuat oleh Lockheed Martin dengan jet tempur siluman F-35 Lightning II yang terlihat sebagai kandidat utama, seperti dilansir dari laman Defense News.

Dalam wawancara dengan media menjelang Hari Angkatan Bersenjata Singapura, Menteri Pertahanan Ng Eng Hen mengatakan bahwa meskipun modernisasi berlanjut pada armada F-16, namun setelah tahun 2030 itu akan menjadi pesawat usang.

Dia menambahkan bahwa Singapura akan membuat keputusan definitif tentang pengganti armada F-16 dalam beberapa bulan ke mendatang berdasarkan interoperabilitas dengan sistem dan platform Singapura saat ini termasuk harganya.

Ng menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai platform tempur yang sedang diincar oleh Singapura. Menteri Pertahanan Ng Eng Hen hanya berkata bahwa Typhoon, F-35, Su-35 Rusia dan jet tempur siluman buatan China adalah “salah satu kandidat” di saat Angkatan Udara memilih platform tempur barunya.

Namun, Singapura telah mengevaluasi F-35 sejak 2013 dan Ng sebelumnya menyarankan bahwa tipe itu cocok untuk menjadi pengganti armada F-16 Singapura. Dalam laporan sebelumnya menunjukkan bahwa Singapura tertarik untuk mendapatkan varian Short Take Off and Vertical Landing (STOVL) F-35B, yang dianggap berguna untuk Singapura, yang pulau utamanya hanya seluas 277 mil persegi dan pangkalan udaranya dipandang rentan terhadap serangan pertama.

Namun demikian, mantan kepala program F-35 Christopher Bogdan, mengatakan bahwa Singapura meminta informasi pada ketiga varian F-35, dan peluang Singapura memilih varian lepas landas dan mendarat secara konvensional (CTOL) F-35A juga tidak dapat dikesampingkan.

Singapura adalah peserta kerjasama keamanan dari program F-35 dan diyakini memiliki kebutuhan antara 40 – 60 jet tempur baru untuk menggantikan armada pesawat tempur F-16.

Angkatan Udara Republik Singapura atau RSAF, saat ini mengoperasikan armada 60 unit pesawat tempur F-16C/D Block 52 dan Block 52+ yang dikirimkan antara 1998 dan 2005. Sebanyak 12 pesawat saat ini ditugaskan ke unit pelatihan lanjutan bersama antara Angkatan Udara AS dan Singapura di Arizona, AS, sementara tiga skuadron berbasis di Singapura.

Armada F-16 Singapura saat ini sedang di upgrade oleh Lockheed Martin dengan program modernisasi yang dimulai pada tahun 2016 dan diharapkan akan selesai pada tahun 2022. Modernisasi itu termasuk penambahan radar AESA AN/APG-83 buatan Northrop Grumman, peningkatan sistem identifikasi teman atau musuh, serta tautan data Link 16.

Berbagi

  34 Responses to “Apakah F-35 Calon Pengganti F-16 Singapura?”

  1.  

    Borong

    •  

      Bung @Lingkar,apanya yang mau diborong?hehehe
      Apa kabar Bung?

    •  

      F16 block 52 Singapore terdiri dari

      Blok 52C 8 unit 1998
      Blok 52D 10 unit 1998
      Blok 52C 4 unit 1999 di USA
      Blok 52D 8 unit 1999 di USA
      Blok 52C 10 unit 2000-2002
      Blok 52D 2 unit 2000-2002
      Blok 52D 20 unit 2003-2004

      Jadi 18+12+12+20 = 30+32 = 62 unit

      Dari 62 unit itu 2 unit yang dipakai latihan di USA jatuh.

      62 – 2 = 60 unit

      Dari 60 unit itu yang paling tua tahun 1998.

      Airframe F16 tahan 8000 jam.

      Kurangi 2000 jam untuk safety.

      8000 – 2000 = 6000 life hours

      2018 – 1998 = 20 tahun

      Selama 20 tahun Singapore bisa jadi hanya pakai 200 jam setahun.

      20 x 200 = 4000

      6000 – 4000 = 2000

      Jadi sisa jam terbang adalah 2000 jam + 2000 jam lagi untuk cadangan safety.

      Jika pakai program SLEP bisa tambah 4000 jam lagi.

      Jadi : 2000 + 4000 = 6000

      Jadi jatah jam terbang sisanya menjadi 6000 jam ditambah 2000 jam lagi untuk cadangan safety.

      6000 jam yang bisa benar2 dipakai.

      6000 / 200 = 30

      Jadi F16 blok 52 RSAF generasi pertama (tahun 1998) jika pakai program SLEP, bisa dipakai 30 tahun lagi sampai tahun 2048 !!!!

      Namun walau dicanangkan penggantiannya tahun ini, akan benar2 diganti pada 10 tahun berikutnya, yakni pada 2028.

      Sementara itu, karena kita butuh banyak pesawat, kita bisa mengintai untuk menggantikannya sebagai pemilik dari 48 – 60 unit itu.

      Tinggal minta dari Amrik program SLEP itu supaya dikerjakan di RI.

      Xixixixi ngarep-lungsuran.com

      Mungkin ada yang bilang, lho F16 punya Singapore itu punya beberapa alat yg dianggap harom karena berasal dari suatu negeri tertentu yg tidak punya hubungan diplomatik dengan RI , gimana cara mencari gantinya ?

      Ya via Singapore atau Filipina khan bisa toh ?

      Xixixixixi

      •  

        Woow detail sekali anda menghitungnya, klw gt ada bagusnya Indonesia beli aja pesawat bekas Singapore ini dan kita minta upgrade sama US seperti program F16 52ID dulu sambil nunggu program IFX/KFX kelar

        Tapi untuk jaga2 dan antisipasi F35 singapore dan Australia mau gak mau Indonesia jg harus punya SU 57 agak sekitar 32 buah atau 2 skuadron, soalnya kalau gak jika mereka macam2 nakal pakek F35 kita gak bisa apa2 dan gak bisa berbuat banyak walau kita punya SU 35, karena emang SU 35 di rancang bukan untuk jadi lawannya F35 atau F22 raptor

      •  

        perasaan sudah sangat jelas kalau pimpinan militer sudah menyatakan kalau ngga lagi beli bekas…

        •  

          Lho instruksinya itu adalah Jangan terima hibah bekas lagi.

          Lha kalo beli juga diinstruksikan supaya punya nilai ekonomi (bisa dipakai) minimal 20 tahun.

          Jadi kalo mengganti berapa persen dari nilai beli mereka plus mengganti biaya upgradenya khan boleh2 saja toh.

          Mulai Januari tahun 2016, Singapore mengupgrade 60 unit F16 block 52nya dengan radar AESA SABR, juga mengupgrade air framenya dengan cara memperpanjang usia pakai. Saya curiga memperpanjang usia pakai ini dengan SLEP.
          Dengan program SLEP memperpanjang pemakaian pesawat dari hanya 8000 jam, ke 12000 jam terbang, alias bisa nambah 20 tahun dari pemakaian normal.

          Usia F16 block 52 yang tertua (1998) Singapore baru 20 tahun, artinya baru terbang 4000 jam (terbangnya 200 jam setahun).

          Singapore dibebani biaya upgrade senilai USD 914 juta.

          Masa upgrade ini diharapkan selesai 30 Juni 2023.

          Saat tahun 2023 usia F16 yang tertua baru 25 tahun, artinya baru habis 5000 jam terbang.

          8000 + 4000 = 12000
          12000 – 5000 = 7000

          Jika dikurangi 2000 jam untuk cadangan safety (maintenance test, taxy run, take off and landing).

          7000 – 2000 = 5000

          5000 / 200 = 25

          Itu artinya cukup untuk terbang minimal 25 tahun lagi dari tahun 2023 sampai tahun 2023 + 25 = 2048 !!!

          •  

            Saya lebih curiga…ngapain singapur mengupgrade f-16/52 mereka, kalo buru2 mo dipensiunin

          •  

            Justru mengapa Singapore memilih memensiunkan pespur yang masih memiliki jam terbang dan memiliki opsi ugrade untuk memperpanjang life time???

            Tapi saya heran dengan bung TN, suka banget yang bekas2… jangan2 juga suka dengan yang second = Janda misalnya

          •  

            Udah nyerah yah bung nawarin CD bekas?? Padahal dulu katanya CD bekas swedia itu pilihan yg paling baik… Ehh kok sekarang malah jadi nawarin Elbot bekas si upil wkkkkk…

        •  

          Lho itu bukan opsi upgrade tapi memang sedang diupgrade sampai tahun 2023.

          Singapore itu tahu kalo RI sedang butuh banyak pespur tapi duit terbatas.

          Jadi sebagai teman berlatih yang sudah 50 tahun bersama, Singapore mau untuk sediakan F16 kepada temannya, tapi bukan gratis melainkan ada penggantian biaya upgrade dan juga biaya penggantian sisa jam terbangnya.

          Singapore akan mengganti F16nya secara bertahap, jadi RI juga ingin F16 ex RSAF itu bertahap juga.

          Pertama2 12-16 unit dulu buat pengganti Hawk di Pekanbaru.

          Tapi supaya Amrik nggak begitu nggerundel, RI juga akan beli 48 F16 BARU untuk mengisi 3 skuadron baru di timur.

  2.  

    Tes

  3.  

    RSAF beli pespur silukman dr China kayaknya kagak mungkin.he3

  4.  

    bakar menyan ….. panggil mbah bowo pla …… kalau mbah bowo satunya pemilik warung apung lcs saya selalu ketemu ……… kangen sama bung narayana

  5.  

    Kalau si Singapura dan Australia borong banyak F35 Indonesia mau gak mau harus cari lawan sepadannya, karena jika gak bisa lakuin apa2 jika mereka pakek F35 tu untuk coba2 nakal ke kita radar kita gak bisa deteksi pesawat mereka, pesawat2 kita radarnya jg gak sanggup mendeteksi secara sempurna walau pun kita punya SU35 karena emang SU35 bukan lawan sepadan F35, karena lawan sepadan yg cocok tu adalah SU57, dan untuk itu mestinya kita punya setidaknya 32 pesawat SU57 dan juga harus di lindungi oleh sistem pertahan udara terbaik minimal rudal S400 atau kalau rusia mau lebih baik kita bisa beli S500 sekalian, dijamin mau itu Singapura, Australia, US atau China pun gak akan mau coba2 usil ke negara kita

  6.  

    Saya rasa Singapore akan melirik Su-57 meskipun hanya 1 skuadron… mereka gerah karena Indonesia dan Malaysia memilikinya sehingga mereka tidak lagi menjadi kekuatan yang benar2 ditakuti meskipun memiliki F-15 dan F-16….

  7.  

    Singapura meski mau beli pesawat tempur buanyak….tapi itu semua pesawat pada di parkir australia….jadi alangkah baiknya memang wilayah timur di pageri sama S300 atau arhanud atau fregat….

  8.  

    Jika rudal pertahanan terbaik dan berlapis ada disingapura ditambah dg adanya f35 jmaka singapura sudah bukan lg lawan sebanding jika perang dg indo..

    Tinggal hanya bth tanker udara singapura mampu meluluhlantakkan jawa..

    Indo indo

    Ha ha ha

  9.  

    Menteri Pertahanan Ng Eng Hen hanya berkata bahwa Typhoon, F-35, Su-35 Rusia dan jet tempur siluman buatan China adalah โ€œsalah satu kandidatโ€ di saat Angkatan Udara memilih platform tempur barunya.

    Emang udah bosen kah pake pespur asu?? Si upil kan pengguna setia Pespur asu dan ga pernah di embargo pula buat apa berpaling ke yg lain … Apakah karena tuh menhan masih Ragu kah sm F 35 jadi ngemeng gitu??

 Leave a Reply