Sep 162018
 

Jens Stoltenburg, Sekretaris Jenderal NATO © Anadolu

JakartaGreater.com – Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenburg pada tanggal 14 September 2018 membuat pernyataan mengejutkan bahwa akuisisi Turki atas sistem S-400 Rusia adalah hak mereka, seperti dilansir dari Anadolu.

“Ini merupakan sebuah tantangan dan ada perselisihan antara Turki dan Amerika Serikat mengenai masalah Ankara yang membeli S-400”, tutur Stoltenburg dalam sebuah pernyataan. “Bagi NATO, yang paling penting adalah sistem yang berbeda dapat bekerja bersama”.

Meski NATO enggan menghukum Turki atas kesepakatan S-400 dengan Rusia, namun AS selalu menganggap bahwa kepemilikan Turki atas sistem rudal permukaan ke udara S-400 tersebut tidak menguntungkan Amerika Serikat dan menggarisbawahi langkah-langkah balasan AS atas senjata ini.

Pengumuman itu dibuat oleh Komandan Angkatan Udara AS Tod Wolters ketika dia berbicara kepada media tentang bahaya yang dihadapi Barat ketika Turki mengambil alih produksi sistem pertahanan udara S-400.

Radar 92N6A (tengah) untuk Sistem rudal pertahanan udara S-400. © Vitaly V. Kuzmin (CC BY-SA 4.0) via Wikimedia Commons

Akuisisi Turki terhadap sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara S-400 Rusia akan membantu Moskow mengumpulkan informasi tentang kemampuan deteksi dan banyak fitur luar biasa dari pesawat tempur siluman F-35 produksi Amerika dalam konteks F-35 secara bertahap mengambil kendali kuat di Eropa.

“Apa yang dapat dilakukan S-400 adalah mengumpulkan informasi untuk lebih memahami kemampuan F-35 dan kemudian mendorong NATO pada posisi yang kurang menguntungkan”, katanya. Meskipun Rusia bersikeras bahwa S-400 mampu menangkal setiap serangan udara yang dilancarkan AS.

Untuk menghadapi sistem pertahanan udara canggih seperti S-400, perlu membatasi penggunaan jet tempur siluman F-35, serta meningkatkan penggunaan artileri, rudal, infantri dan UAV untuk mendukung kekuatan serangan.

Dengan menggunakan metodologi tersebut mungkin dapat meminimalkan risiko F-35 ditembak jatuh. Namun, semua akan secara signifikan mengurangi kekuatan serangan udara militer AS.

Jet tempur peperangan elektronika Boeing EA-18G Growler © Senior Airman John Linzmeier via Wikimedia Commons

Solusi berikutnya yang dikembangkan oleh Jenderal Tod Wolters adalah menggunakan jet tempur pernika, EA-18G Growler untuk melawan tembakan pertahanan udara Rusia. Namun, metode ini dianggap akan cukup berbahaya bagi pesawat itu sendiri.

Berbicara tentang alasan untuk menggunakan EA-18G, Jenderal Angkatan Udara AS itu menyarankan bahwa pesawat tersebut dapat membuat serangkaian target yang nantinya diasumsikan untuk melindungi target dengan membodohi radar dari sistem pertahanan udara musuh.

Rencana alternatif berikutnya adalah meluncurkan rudal jelajah jarak jauh langsung ke pangkalan militer Rusia di mana sistem pertahanan udara S-300 dan S-400 dikerahkan.

Setelah menunjukkan ketiga cara alternatif untuk menghadapi sistem pertahanan udara Rusia, Jenderal Tod Wolters mengakui bahwa tidak peduli bagaimana Amerika Serikat dan sekutunya memilih keputusan apa saja, Rusia pasti akan ditentang oleh AS.

Dengan demikian, S-400 masih tetap menjadi ancaman utama bagi Amerika Serikat dan sekutu baratnya setelah Turki secara resmi memiliki senjata canggih ini. Namun NATO tidak berpikir demikian, dengan alasan bahwa S-400 dapat menjadi “tim” dari sebagian besar senjata militer yang ada.

Bagikan:

  37 Responses to “Apakah NATO Dukung Turki Membeli S-400?”

  1.  

    mendukung artinya membiarkan rusia punya mata dan telinga didalam NATO sendiri..menolak bisa kehilangan turki karena sampe sekarang juga masih kekeuh dengan s400 nya..

  2.  

    buah kesemek nih nato..

  3.  

    Kalo Ane sih setuju aja dg Sekjen NATO, pake aja itu S-400 terlepas bakal disadap atau enggak sama Rusia itu perkara belakang. Yang penting NATO bisa belajar dg cepat cara mengatasi S-400 secara real sehingga bisa digunakan untuk melumpuhkan S-400 dan S-300 yg ditaruh di Suriah, China ataupun Iran. Tapi ya itu terserah POTUS dan pimpinan aja, Ane mah ngikut aja. Hhhhhhhhhh

  4.  

    Kekuatan Senat Di Kongres Begitu Kuat Mengalahkan Legitimasi Presiden & Kabinetx, Saya Cemas Si Mattis di Desak / di Copot Jd Menhan Karena Mengizinkan Produk Rusia Ke Negara2 Tertentu, Harap2 Siaga 1 ttg SU-35

    •  

      Berarti Indonesia harus siap-siap menghadapi embargo Amerika, jika Mattis di pecat.
      Kayaknya menunggu su 35 dikirimkan ke Indonesia atau S400 India dikirim… baru kemudian si Mattis di pecat dan dipilihlah Menhan ASU yang super koplak

      •  

        Menurut Insting Sy Indonesia Tdk Akan Di Embargo Militer & Ekonomi, Karena Indonesia Menjunjung Tinggi Nilai2 Demokrasi & Kemanusian, Kalo Embargo Ekonomi Yg Teriak Singaporn, Korsel & Jepang, Mari Kita Belajar dr Venezuaela Yg Sekarang Hancur Karena Ngotot Mempertahankan Ekonomi Sosialis, Kasihan Venezuela Negeri Jawara Ratu Kecantikan Dunia

        •  

          salah satu solusi bagi venezuela untuk beresin ekonominya ya ekspor gadis-gadisnya terutama ke negara pengguna jkgr 😆

          •  

            Kalo Sugimura Agato sih setuju aja dg Sekjen NATO, pake aja itu S-400 terlepas bakal disadap atau enggak sama Rusia itu perkara belakang. Yang penting NATO bisa belajar dg cepat cara membuat es balok secara real sehingga bisa digunakan untuk melumpuhkan F-22 dan F-35 yg ditaruh di Suriah, China ataupun Iran. Tapi ya itu terserah GEMBLUK dan pimpinan aja, Sugimura Agato mah ngikut aja ke laut . Hhhhhhhhhh aaaaaaaahhhhh

  5.  

    Amerika juga nggak setuju kali Indonesia mengakuisisi rudal S400 rusia

  6.  

    jadi sebenarnya fungsi F35 itu apaa sih …? ini ga boleh itu ga bisa …. term of conditionnya banyak banget nih barang F35…

  7.  

    Jadi kesimpulannya
    #2019F35TAKUTS400

  8.  

    Boleh #PresidenYulihantoro2019

 Leave a Reply