Jan 272019
 

Jet tempur Su-35 bersenjata lengkap © Copybook

JakartaGreater.com – Hingga saat ini rencana Indonesia untuk membeli pesawat tempur Sukhoi Su-35 Rusia pada tahun 2019 belum ada kejelasannya, bahkan mungkin bisa dikatakan “Delay” lagi. Belum adanya pembelian dari Pemerintah Indonesia, menjadikan pihak Rusia juga belum dapat menentukan jenis komoditas yang akan ditukar dengan Su-35.

Indonesia rencananya selain akan menawarkan komoditas yang bisa dipilih Rusia untuk ditukar dengan pesawat tempur Su-35, juga akan mengeluarkan dana sebesar US$570 juta sebagai bagian dari US$1.4 milyar untuk pembelian 11 unit pesawat tempur Su-35

Selain belum jelasnya komoditas yang akan ditukar, juga masih belum ada kejelasan terkait pembayaran meski perjanjian pembelian Su-35 sudah ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan Indonesia, sebagaimana ditulis oleh Kompas.

Indonesia rencananya akan membeli armada pesawat tempur Su-35 untuk menggantikan armada F-5 Tiger II yang sudah dipensiunkan.

Sama halnya seperti pesawat tempur Su-27 dan Su-30MK2 yang sudah dimiliki Angkatan Udara Indonesia, Su-35 yang akan dibeli dirancang untuk memperoleh keunggulan udara. Namun Su-35 dapat membawa hingga delapan ton bom dan rudal di 12 titik suspensi dibawah sayap dan badan, lebih banyak dari Su-27 atau Su-30MK2.

Dalam pertempuran jarak dekat, keunggulan utama dari Su-35 adalah kemampuan manuver yang tinggi, dikombinasikan dengan sistem radar, elektronik dan avionic yang sedikit dibawah spesifikasi pesawat tempur generasi 5.

Su-35 masih merupakan pesawat tempur paling kuat yang tergabung bersama militer Rusia dan China.

Kecepatan, sensitivitas, muatan senjata, dan avionik luar biasa, menjadikan Su-35 sangat berbahaya bagi pesawat tempur negara-negara Barat. Musuh utamanya saat ini mungkin hanya pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-22 milik Amerika Serikat.

 Posted by on Januari 27, 2019

  27 Responses to “Apakah Pembelian Jet Tempur Su-35 TNI-AU “Delay”?”

  1.  

    pembelian alutsista selalu super mbulet era oowi..

    •  

      Oleh karna itu baiknya indonesia bubaran saja, dr pd kepemimpinan oowi yg tdk beres serta pemerintahannya
      😆 😆

      •  

        Terus mau dipimpin siapa ? Prabowo?? Malah ntar lebih deket ke USA dong. Hhhhhhhhhhhhhh

        •  

          Silahkn sj brteman pd amerika tapi jgn sampai trjerat tanpa mamfaat.

          tapi apa bisa prabowo melunasi hutang indonesia dalam 2 tahun?

          Klu tdk bisa? Percuma sj rezim ganti rezim hutang makin menumpuk, oleh karna itu indonesia baiknya bubaran saja,
          klu loe agato trserah mau ikut siapa, mau ikut lingkar atau ikut amerika ke somalia
          😆 😆

        •  

          Baguslah pak deket2 USA,krn geopolitik RI yg otomatik masuk kedalam pusaran konflik Laut China Selatan harusnya saat ini lebih dekat ke blok USA/kawasan saja…namanya jg sikontol ke ke ke
          Contoh:dikawasan tk cukur bawah pohon lagi ramé…ikutlah bawa tk cukur sendiri berbaur biar tambah ramé

        •  

          Alaaaah, klo yg satu ini sih kebanyakan Teori… bukannya dengan demikian dagangan ente bakal laris manis? Sok nyindir tapi dalam hatinya berharap… 😆 wkwkwkwk… tau kan klo yg spti ini disebut apa?

  2.  

    Maklumlah… Masak teknologi canggih dituker Pete, Trasi, Sambel Pecel.. Rusia ya mikir.. ini pemimpin Indonesia sebetulnya bisa menghargai karya Rusia apa enggak sih?

  3.  

    #Berulang kali,,,aku mencoba,,,untuk slalu m ngintip,,,,#lagu lebai yg muncul”Sudah terendus.

  4.  

    Su 35 dary 2014 sampai sekarang belum diell.
    Hadech
    Pusing saya

  5.  

    lucu ah…..yang mau ngawaki udah “disono” sejak lama…..(mungkin mo disetir sendiri pulang).

  6.  

    tenang aja pasti datang …
    saa baaarrr …???

  7.  

    Tumben gak ada Russian Fanboys disini. Malah adanya kang Prett yg muncul. Hhhhhhhhhhh

  8.  

    Pastinya akan datang SU 35 ke Indonesia…F 35 jauh…

  9.  

    Mungkin masih ribet di kementrian keuangan kali, kan menhan sudah salaman sama pihak Rusia

  10.  

    Tidak semudah itu Fergusho

  11.  

    Dagangan menjelang PILPRES nih… 😆

  12.  

    beli ketengan ,ngarep ToT 200 %

    Coba yg waktu itu beli f16 24 biji dpt tot apa.

  13.  

    apa lgi pk di tuker sm garam,pete,cabai dll

    yg punya produk mules lah.

    kita ga tahu jk sbnrnya rusia itu negara yg membela negara kl ada apa2.

    cm petinggi kita pd merem.

    tar giliran kita di keroyok sm antek si amer br deh ngerasa.

  14.  

    Berita lama diulang-ulang setelah direvisi artikel nya, ini kayak Dejavu aja neh

    😎

  15.  

    sdh lelah jenderal denger berita su35….. buletnya ky bola volly….. mbok kl ga ada anggaran ga usah beli. kesel yang nungguin kasian TNI. sdh saja pak menhan beli FA50 ga usah yg mahal-mahal toh yg penting bisa nakutin kucing dalam sangkar

  16.  

    Walaupun “katanya” Pemerintah AS mengecualikan Indonesia dr sanksi (walaupun Trump mencak2 karenanya), sepertinya ada kementerian di Pemerintah yg “ketakutan” dengan (kebijakan otoriter polisi mafia dunia) “sanksi bentuk lain” yang bisa dikenakan terhadap Indonesia.

    Pemerintah Indonesia (entah itu Kemenkopolhukam, Kemenhan, Kemendag atau Kemenkeu) sepertinya ketakutan sama Amerika.

    Dimana semangat awal membela kedaulatan dan kemandirian Negara RI? Menyedihkan, bahkan sudah layu sebelum Su-35 mulai dipabrikasi. Kalau begini mental di tingkat kementerian, jangan berkoar2 minta semangat rakyat membela negara.

    Kalaupun jadi pengadaannya, pasti sudah terlanjur pesawat yg datang lagi2 ketinggalan zaman. Tetangga di utara dan selatan (akan) sudah kedatangan F-35 (gen 5), pada saat su-35 diterima TNI AU ( ntah itu tahun berapa), tetangga mungkin sdh menunggu pesawat tempur gen-6.

    Sementara Indonesia masih berkutat f-16 viper atau masih su 35.

    Migrain gue liatnya.