Okt 302018
 

Prancis luncurkan desain jet tempur generasi ke-6 © F. Dosreis via Defence Blog

JakartaGreater.com – Kerjasama proyek pesawat tempur masa depan Eropa atau FCAS (Future Combat Air System) dimaksudkan untuk menggantikan pesawat tempur tua negara-negara Eropa dengan jet tempur buatan Uni Eropa yang baru.

Namun, baru-baru init Belgia memutuskan untuk beralih ke jet tempur siluman F-35 buatan AS daripada membeli jet tempur Eropa.

Menurut kabar terbaru mengenai pembahasan antara Prancis dan Jerman berkaitan dengan proyek jet tempur gabungan yang dikenal sebagai “Sistem Tempur Udara Masa Depan” telah menghasilkan kebuntuan, karena pihak-pihak terkait tidak setuju dengan ketentuan ekspor, seperti dilansir dari laman Der Spiegel yang mengutip info rahasia dari duta besar Jerman ke Paris.

Menurut majalah tersebut, Paris menuntut ekspor tidak terbatas untuk pesawat masa depan, sementara Berlin berpendirian sebagai pemeriksa atas pengiriman jet tersebut ke negara-negara non-Uni Eropa dan non-NATO.

Jerman meyakini bahwa jet itu dapat digunakan oleh pemerintah yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia jika ekspor tidak dikontrol. Prancis, di sisi lain, tegas dalam posisinya mendukung penjualan secara bebas, dan jika tidak diijinkan, mereka tidak akan berpartisipasi dalam proyek FCAS.

Kepala Airbus, yang ikut berpartisipasi dalam proyek FCAS, Tom Enders mencela apa yang Berlin inginkan, dalam sebuah wawancara dengan outlet Jerman, Ender berkata bahwa keinginan itu akan menghambat kerjasama Eropa.

“Berlin tidak dapat mendorong kerjasama Eropa yang lebih besar dan kemudian menolaknya, ketika proyek telah mulai terbentuk”, katanya.

Future Combat Air System adalah proyek bersama yang bertujuan mengembangkan pesawat tempur untuk negara-negara Eropa yang diperkirakan siap untuk melakukan uji penerbangan sekitar tahun 2025.

Bagikan: