Mar 192019
 

Venezuelan F-16B taking off while the afternoon rainfrontis building © Rob Schleiffert via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Di tengah-tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Caracas, sejumlah tindakan AS dianggap sangat ilegal oleh pemerintahan Venezuela dan sekutunya. Mulai dari sanksi ekonomi yang keras hingga secara sepihak menyatakan calon yang disukai Barat, Juan Guaido, sebagai presiden sah negara itu. Padahal dia sebelumnya tidak pernah bertarung dalam pemilihan, seperti dilansir dari laman Military Watch.

Venezuela sendiri hanya melakukan relatif sedikit balasan terhadap Amerika Serikat, dan terus mengadopsi strategi bertahan yang sangat defensif, belum mengungkapkan rencana yang berarti untuk mencegah tekanan lebih lanjut atau tindakan agresif oleh Washington yang terus mengancamnya dengan aksi militer.

Andai saja Venezuela, sebuah negara kecil dunia ketiga dengan aset ekonomi yang dapat diabaikan di luar cadangan minyaknya, mencari cara untuk membalas pelanggaran yang lakukan oleh Amerika, mereka mungkin dapat menemukan jawaban untuk masalahnya pada Angkatan Udara, yaitu lewat armada kecil F-16 Fighting Falcon yang diperoleh dari Amerika Serikat pada tahun 1983.

Angkatan Udara Venezuela menjadi salah satu yang pertama di dunia yang menyebarkan jet tempur multiperan F-16 yang dirancang sebagai pelengkap yang lebih ringan dan lebih murah untuk pesawat bermesin kembar F-15 Eagle. Sebanyak 21 unit F-16 Fighting Falcon saat ini dalam pelayanan, 17 berkursi tunggal dan 4 berkursi tandem, berfungsi sebagai pelengkap yang lebih ringan untuk armada jet tempur superior Su-30MK2 Rusia yang baru-baru ini diakuisisi Venezuela.

Armada jet tempur Su-30MK2 Angkatan Udara Venezuela © Military Watch

Sementara Su-30 sebagai pesawat tempur kelas atas dan dengan margin signifikan yang paling mampu digunakan di mana saja dibenua Amerika diluar AS, kemampuan armada F-16 Venezuela agak tidak biasa. F-16 tidak hanya dirancang untuk misi udara-ke-udara kelas atas seperti Su-30MK2, tapi juga merupakan desain yang jauh lebih tua, lebih dari 40 tahun sejak 1978.

Sensor, kemampuan manuver, layanan ketinggian, jangkauan, daya angkut senjata serta kemampuan peperangan elektronika Su-30 Venezuela beberapa tiangkat di atas Fighting Falcon dan jet tempur buatan Rusia tersebut merupakan kekuatan pencegah terhebat atas kemungkinan serangan oleh Amerika Serikat maupun negara tetangga lainnya.

Armada Su-30MK2 dalam layanan Angkatan Udara Venezuela memiliki akses ke amunisi udara-ke-udara kelas atas, termasuk rudal R-27ER (130km) atau R-77 (110km). Sedang F-16A/B Venezuela sebaliknya tak memiliki amunisi udara-ke-udara jarak jauh, itu hanya mengandalkan pada varian AIM-9 Sidewinder yang lebih tua serta Python 4 Israel dengan jangkauan tempur hanya 15 km.

Sementara jumlah F-16 dalam armada Angkatan Udara Venezuela saat ini sangat terbatas, terutama karena kekurangan suku cadang setelah embargo senjata oleh AS terhadap pada negara tersebut, itu dapat memberikan aset yang berpotensi sangat berharga bagi negara sekutu Venezuela, terutama Rusia.

An F-16B slows down on the runway of Anápolis (Brazil) during exercise Cruzex 2006. The ageing F-16s are still in service with Grupo Aéreo de Caza 16. © Rob Schleiffert via Wikimedia Commons

Perlu dicatat bahwa Amerika Serikat di masa lalu telah bersusah payah untuk memperoleh jet-jet tempur kelas atas Soviet dan Rusia, membelinya dari bekas sekutu seperti Mesir dan China atau dari negara-negara pasca-Soviet seperti Belarus. Angkatan Udara AS mendapat banyak manfaat dari akses ke platform seperti MiG-21 (dari Indonesia dan China), MiG-23 (dari Mesir), MiG-29 (dari Moldova) dan Su-27 (dari Belarus), tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teknologi mereka, tetapi juga memungkinkan AS untuk memahami bagaimana mereka beroperasi dan apa keterbatasan dan apa potensi mereka didasarkan pada uji pengalaman terbang mereka.

Salah satu kegunaan terbesar yang dapat dilakukan AS dari para pejuang Soviet ini, yang secara luas dikerahkan oleh musuh potensial dari USSR ke Korea Utara, Iran dan China, adalah penempatan mereka ke skuadron agresor – di mana mereka diterbangkan sebagai “skuadron merah” di simulasi pertempuran udara melawan pilot Amerika – memberikan mereka pengalaman berharga dalam menghadapi jet ini.

Nilai F-16 bisa jauh lebih tinggi bagi Angkatan Udara Rusia, atau orang-orang dari musuh potensial AS seperti China, dibandingkan dengan dampaknya yang relatif sedikit yang saat ini diberikannya untuk pertahanan udara Venezuela. Terlebih, bahkan nilainya sebagai pelatih agresor untuk militer Venezuela dapat diabaikan, karena tidak ada negara tetangga yang menggunakan F-16 Fighting Falcon, sementara potensi serangan AS kemungkinan akan dipelopori oleh jet tempur yang lebih tinggi seperti F-22 dengan dukungan pembom diikuti oleh F-18 dan F-35 milik Angkatan Laut begitu pangkalan dan pertahanan udara Venezuela dinetralkan.

Jet tempur siluman F-22 Raptor AS © Airwolfhound via Wikimedia Commons

Terhadap pesawat kelas atas Amerika dan mengingat keakraban militer AS dengan F-16 sebagai platform tempur yang paling banyak digunakan dengan sekitar 1.000 pesawat, keunggulan F-16A bagi Venezuela akan diabaikan. Akan tetapi, jika armada Rusia atau sekutu lainnya memperoleh jet-jet ini, mereka akan menjadi pelatih agresor yang hebat dan akan memberikan pemahaman yang lebih besar tentang penerbang tempur generasi keempat Amerika yang ada saat ini.

Akuisisi jet tempur buatan AS oleh Rusia untuk pelatihan agresor tidak dengan sendirinya tanpa preseden. Misalnya pesawat tempur ringan F-5E, pendahulu generasi ketiga F-16, terbukti sangat berguna bagi Angkatan Udara Soviet selama pelatihan agresor pada tahun 1970-an, ketika pesawat diperoleh dalam jumlah besar dari Vietnam. Militer AS sendiri sangat berhati-hati untuk mengevakuasi pejuangnya yang lebih elit, yakni F-4E Phantom sebagai pendahulu F-15 dan memastikan bahwa tidak ada yang jatuh ke tangan Soviet.

Sementara F-5 tidak pernah menjadi andalan armada Amerika, dan terutama diproduksi hanya untuk sekutu dunia ketiga, F-16 juga melayani peran itu saat ini dan kemungkinan akan terus melakukannya dengan baik hingga tahun 2030-an, mungkin jauh lebih lama sebagai varian F-16V yang ditingkatkan jika program F-35 yang dimaksudkan untuk dapat menggantikannya tertunda lebih lanjut.

Jet tempur multiperan F-16 buatan Amerika Serikat © Lockheed Martin via Alert5

Rusia pada giliranya memberi lebih dari sekedar kompensasi pada Venezuela untuk F-16 Falcon, dengan menyediakan pejuang kelas berat seperti Su-30MK2 untuk memperluas armada yang ada atau menyediakan platform pelengkap yang lebih ringan seperti MiG-29 atau bahkan MiG-35 yang lebih canggih.

Pesawat-pesawat ini, semuanya modern, dapat dibandingkan dengan amunisi kelas atas Rusia dan tidak bergantung kepada suku cadang buatan Barat yang lebih bermusuhan dan  akan membuktikan aset yang jauh lebih berharga bagi pertahanan Venezuela.

Sementara penjualan pesawat tempur F-16 pada pihak ketiga tanpa persetujuan Amerika dilarang berdasarkan kontrak saat F-16 tersebut disampaikan, Venezuela mungkin bakal melihatnya sebagai respon yang adil terhadap apa yang dianggapnya sebagai tindakan ilegal oleh Amerika sendiri.

Jet tempur ringan MiG-21 Angkatan Udara Mesir © Military Watch

Memang, Caracas sebelumnya berusaha menjual armada Fighting Falcon-nya ke Iran di pertengahan tahun 2000-an yang memancing kemarahan Washington. Menjualnya ke Rusia dapat dilihat sebagai perkembangan yang jauh lebih buruk oleh AS dan dari pihak Rusia dapat juga dilihat sebagai kompensasi atas hilangnya rahasia teknologi yang terjadi sama ketika Washington mendorong Mesir dan Indonesia untuk melanggar kontrak yang mereka buat dengan Moskow dan memberikan MiG-23 dan MiG-21 masing-masing kepada militer AS.

Apakah Venezuela akan mengejar atau bahkan mempertimbangkan tindakan ini tentunya masih harus dilihat, tetapi tetap merupakan kemungkinan yang menarik dan salah satu dari sedikit sumber menyebut Caracas mungkin harus menanggapi tindakan Washington.

  26 Responses to “Apakah Venezuela Harus Transfer F-16 ke Rusia?”

  1.  

    Terkadang analis seperti sengaja memancing Venezuela dan sedikit mencubit AS 😛 hehehe

  2.  

    Su 27 itu bukan dari belarusia min, tapi dr ukraina & sovyet dr dulu tdk penting dgn pesawat buatan amerika, malah amerika yg penting dgn pesawat sovyet, brbagai cara merka usahan utk mndapatknnya walau ada dgn cara ngepet
    😆 😆

    •  

      Kenapa harus ngepet bung?

      •  

        Karna tdk punya akses kesitu broo, lagian amerikakan suka guling² dipbb, maling pun iya juga
        😆 😆

        •  

          Parah dong… tapi lebih parah mana nih?

          tuh Rusia tempatkan pembom strategis, S-300, S-400 sekarang Iskander berkemampuan nuklir dah ada di Crimea, langkah yg diambil akibat instalasi senjata AS di Rumania… Dan bila Rusia membuktikan ancamannya bahwa negara yg menempatkan VLS Mk-41 sebagai target rudalnya, sekarang siapakah yg bo.do.h 😀

          Meski Ukraina koar-koar, berapa persen peluang NATO dan AS melindunginya?

        •  

          Kapan ya NKRI,ini punya lagi pemimpin seperti bung “Karno”sekarang&bakal” calon masih jauh dr kata #Berwibawa#.

          •  

            Soekarno salah nya nonblock tdk jelas, karna disaat hubungan sovyet lg mmburuk dgn china? Soekarno malah mendukung pakistan yg pakistan dr belakang didukung china pd saat itu, sedangkn india didukung sovyet diera khurshchev, dgn demikian soekarno block ke china setlh jfk mati, oleh karna itu soekarno dikudeta dgn mudah oleh cia melalui soeharto, krna cia tau hubungan china ke sovyet lg mmburuk & tdk mungkin dibantu sovyet,

            Kudeta trsebut bisa trjadi setahun stlh khrushchv digantikan ke breznev, jk tdk ada pergantian pimpinan sovyet? Tentu kudeta trsebut tdk akn prnah trjadi krna khurshchev msh punya hubungan baik walau soekarno brsekutu dgn mau zedong yg disebut khruschev sepatu busuk, krna amerika tdk mau sperti kuba trjadi diindonesia yg presiden kuba dukungan amerika beserta jendral dukungan amerika yaitu batista digulingkn GRU, begitujuga perusahaan² tambang asal amerika trmasuk freeport diusir keluar kuba kemudian dinasionalisasi fidel castro seluruh tambang milik amerika.

            Tapi setahun stelh pergantian pimpinan sovyet digantikan bekas didikannya yaitu breznev kemudian trjadilah kudeta trsebut & breznev tau pelakunya adalah amerika, tapi krna hubungan china ke sovyet lg mmburuk, sementara
            soekarno diblock china, jd sovyet memilih netral dikonflik dlm negri indonesia, kemudian ditahun 1969 trjd perang sovyet mlwn china yg china dipaksa mundur dr yg diklaimnya.

            Jd disitulah salah soekarno nonblock tapi block ke china, sementara josef boriz tito prnah mengatakn kpd soekarno utk nonblock
            😆 😆

          •  

            Bukan sepatu busuk tapi pelari busuk yg disebutkn khrushchev
            😆 😆

  3.  

    si amer negara yg sekehendaknya sendiri.memilih presiden di suatu negara oranglain.
    coba kl seandainya sejarahnya di balik.
    si amer ganti peminpin lawannya.

  4.  

    Wellleh bongkar rahasia mig,21&23 ni bejalan era pk Harto.

    •  

      Soeharto dulukn kaki tangan amerika, jd dgn mudah alutsista punya indonesia asal sovyet diborong amerika diantarannya mig 21, kri irian barat & alutsista lainnya, dgn jumlh yg banyak diborong amerika alutsiata punya indonesia asal sovyet bukan cuma utk mrk pelajari, tapi krna amerika takut jk nanti msh ada para jendral dgn pasukannya yg masih pro soekarno menggempur soeharto & amerika.

      Tapi mig 23 blm ada diera soekarno
      😆 😆

  5.  

    Tuhan Telah Membuka Mata Seluruh Dunia…..Sebenarnya Amerika Itu Seperti apa…Perwatakan Dan Sifatnya….Ternyata Sangat Berbahaya Bagi Kedaulatan Negara Lain….Apalagi Bagi Negara Seperti Indonesia Yang Kaya Akan Sumber Daya Alam Yg Melimpah…Suatau Saat Akan Diobok Obok….Maka Persiapkanlah Khususnya Indonesia Dengan Alutsista Yg Gahar Kalo Perlu Produksi Sendiri….Apapun Bentuknya Alutsista Yg Sumbernya Dari USA Suatu Saat Ada Ketidak Cocokan Dengan Kepentingan USA , Semuanya Tidak akan Berguna…Mumpung Lagi Suasana Damai…Belajarlah dan Kalo Perlu Beli Teknologi Rudal Yg Canggih Ke Negara Selain USA, Dengan Tujuan Suatu Saat Memproduksi Sendiri…Untuk Jaga Jaga, Karena Wilayah Indonesia yg Luas Harus Dilindungi Dari Sabang Sampai Merauke

    •  

      Sudah… sebelum merdeka RI pun mereka obok-obok, klo dulu lewat Sekutu, klo sekarang lewat geopolitik dan intelijen 😀 termasuk HAM dan demokrasi…

      Smentara mau segahar apapun alutsistanya tapi klo tanpa nuklir, semua cuma isapan jempol… AS bisa dengan mudah meratakan seperti menepuk lalat…

  6.  

    klo terang-terangan memberikan pesawat ke pihak opposan maka akan merugikan negara itu karena akan mendapatkan kesulitan pada wktu melakukan pembelian2 , bisa jadi akan di black list

  7.  

    Betul Sekali….Aku Dukung Sepenuhnya …Mudah2an Indonesia punya senjata Nuklir….Bukan Untuk mengancam negara lain…Tapi Untuk Jaga jaga ….Karena yg Namanya USA dan Kroni Kroninya sering Membuat Ulah dan Adu Domba….Kalo Bisa Seperti India dan Pakistant Punya Senjata Nuklir yg Canggih dan Mutakhir

  8.  

    Betul Sekali….Aku Dukung Sepenuhnya …Mudah2an Indonesia punya senjata Nuklir….Bukan Untuk mengancam negara lain…Tapi Untuk Jaga jaga ….Karena yg Namanya USA dan Kroni Kroninya sering Membuat Ulah dan Adu Domba….Kalo Bisa Seperti India dan Pakistant Punya Senjata Nuklir yg Canggih dan Mutakhir…

  9.  

    Jgn miuluk2 senjata nuklir benahi dulu ekonomi kita, buat rencana jangka panjang dan jangka pendek yg harus di capai karena untuk membuat negara menjadi besar itu butuh rencana dan proses. Setiap rencana jangka panjang Tampa di pengaruh politik. Rekrut orang cakap yg punya jiwa nasionalisme Tampa unsur politik.batasan segala unsur politik dlm pemerintahan dan militer.

  10.  

    Hibah ke Indonesia aja biar dapat reunian sama F16 NKRI ….. secara menambah koleksi TNI AU …

  11.  

    Yah gak masalah Venezuela ngasih F-16 ke Rusia lagian itu cuman Blok A/B. Tenang aja, ntar gantian Pentagon ngoprek Su-35 dan Mig-35 punya Mesir. Kalo gak ya ntar nunggu Indonesia ganti pemerintah yg lebih pro USA, ntar juga Su-30MK2 Indonesia bisa dioprek juga kayak Khibiny dan Su-30MKM Malaysia.

    Indonesia itu baik banget kok ama USA ampe dibolehin bangun Kedubes di ring 1 Jakarta. Rusia, China mana boleh. Dan lagi itu jadi salah satu kedubes USA yg terbesar didunia loh. Bisa naruh US Marine diatap sambil ngintai seluruh area Ring 1 termasuk Merdeka Utara nikmat apalagi yg kalian dustakan. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

    •  

      Ya lah tuh… yg bangga karna gak tau 😀 mestinya dipikir lagi, USMC bukan lawan sepadan bagi TNI jadi meski satu armada dikumpulin disana, tak lebih dari 1 jam mereka sudah KIA/MIA 😀 wkwkwkw… kemampuan AS sudah pasti terukur, teknologi siluman warisan asli Indonesia jauh lebih banyak 😀 😛 wkwkwkwk

  12.  

    Tenang aja, lagian yg dikasih Venezuela cuman blok A/B. Ntar gantian Pentagon ngoprek Su-35 dan Mig-35 punya Mesir. Kalo enggak, bisa pinjam Malaysia atau Indonesia kalo udah ganti pemerintah yg lebih pro White House. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh