Jan 112018
 

Sistem anti-rudal Iron Dome bereaksi melawan roket Hamas di tahun 2014 © Tsafrir Abayov

JakartaGreater.com – Arab Saudi dilaporkan telah menunjukkan ketertarikan untuk membeli sistem pencegat rudal Iron Dome buatan Israel, seperti yang dilaporkan oleh surat kabar Swiss Basler Zeitung yang dilansir oleh Jerusalem Post. Dalam laporannya tersebut Basler Zeitung menuliskan bahwa kedua rezim sedang bekerja untuk menormalisasi hubungan mereka dan bersatu melawan Iran.

Surat kabar tersebut menulis “agen senjata Eropa sedang berada di ibukota Arab Saudi, Riyadh” mengatakan bahwa orang-orang Saudi sedang memeriksa pembelian peralatan militer, termasuk Sistem Pelindung Aktif (APS) Trophy yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems dan Israel Aerospace Industies (Elta Group).

Sistem yang di pasang pada kendaraan ini mampu mencegat dan menghancurkan rudal dan roket yang datang dengan ledakan seperti senapan patah (shotgun). Laporan tersebut juga mengklaim bahwa Riyadh meminta Israel untuk memeriksa kemungkinan memperoleh sistem pertahanan anti-tank dan sistem anti-rudal Iron Dome, melalui pihak ketiga.

Dalam laporan selanjutnya menyebutkan bahwa para ahli militer Arab Saudi bahkan telah memeriksa sistem anti-rudal Israel di ibukota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi. Arab Saudi dikatakan ingin mendapatkan sistem tersebut dalam upaya untuk menghentikan serangan rudal oleh gerakan Houthi di Yaman, kata laporan tersebut.

Pada bulan November 2017, Kepala Staf Militer Israel, Letjend Gadi Eizenkot, menyebut kesiapan Tel Aviv untuk bertukar pengalaman dengan negara-negara Arab moderat dan pertukaran data intelijen untuk menghadapi Iran.

Riyadh dan sekutu-sekutunya telah membom kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman sejak Houthi merebut sebagian besar wilayah utara negara itu pada tahun 2015.

Arab Saudi berusaha untuk meningkatkan persenjataan sistem anti-rudalnya dan juga telah berkomitmen tahun lalu untuk membeli Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari AS dan sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia untuk mempertahankan diri dari serangan rudal balistik.

Bagikan: