May 192017
 

Arab Saudi berharap dapat menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 40.000 warganya di industri pertahanan, dengan fokus pada pekerja dari dalam negeri daripada tenaga kerja dari luar negeri, seperti dilansir dari Sputnik News.

Pemerintah Saudi juga telah menyatakan optimis bahwa industri pertahanan tersebut dapat memberikan kontribusi sebesar US $ 3,7 miliar per tahun bagi perekonomian Saudi.

Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed Bin Salman mengatakan bahwa perusahaan akan berusaha menjadi katalisator utama untuk melokalisasi 50 % dari total pengeluaran militer pemerintah didalam negeri pada tahun 2030.

Ini akan memimpin sektor industri militer untuk meningkatkan konten lokal, meningkatkan ekspor dan membawa investasi asing ke kerajaan dengan melakukan usaha patungan dengan perusahaan besar industri militer internasional.

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Deputi Menteri Pertahanan Kerajaan Saudi Pangeran Mohammed di Ruang Oval, Gedung Putih. © Evan Vucci

Pengumuman tersebut muncul saat dilaporkan bahwa AS saat ini sedang memasuki tahap kesepakatan senjata raksasa dengan Arab Saudi, dan Riyadh bersedia menaikkan anggaran pertahanan sebesar US $ 350 miliar dalam 10 tahun pada persenjataan Amerika.

Arab Saudi telah meningkatkan pembelian senjata dan peningkatan militer selama beberapa tahun terakhir, termasuk pembentukan kekuatan “NATO” Muslim.

“Perusahaan industri pertahanan milik pemerintah Arab Saudi, bertekad menjadi salah satu dari 25 perusahaan pertahanan teratas di dunia pada tahun 2030”, menurut pernyataan dari Saudi Public Investment Fund.

Kontraktor pertahanan Amerika mungkin sangat gembira sekaligus khawatir dengan berita terbaru tersebut. Di satu sisi, investasi Arab Saudi ini akan memungkinkan mereka untuk melakukan penelitian bersama dan proyek-proyek pembangunan, namun di sisi lain dapat memperkecil monopoli yang dinikmati oleh perusahaan AS dalam ekspor senjata ke Arab Saudi.

Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dalam sebuah laporan di bulan April mengatakan bahwa Riyadh adalah pemboros militer terbesar di dunia, mencapai angka US $ 63,7 miliar. Saat ini, hanya 2 % dari pengeluaran keamanan dan pertahanan negara itu yang berasal dari industri lokal, namun pemerintah Saudi mengatakan pihaknya berharap dapat mencapai 50% pada tahun 2030.

Pembentukan industri pertahanan Saudi yang kuat dapat mengubah posisi negara itu dalam percaturan dunia. Kemandirian yang diberikan oleh industri pertahanan dalam negeri yang stabil, bisa mengubah semua itu. Itu adalah tahun lalu, saat pangeran mahkota Mohammed bin Salman mengumumkan visinya pada skema reformasi 2030 untuk terus meningkatkan pendapatan negara tersebut dalam mempersiapkan kemungkinan masa depan.

Arab Saudi telah menjadi ujung tombak sebuah koalisi militer selama dua tahun terakhir di negara tetangga Yaman, dimana Arab Saudi menuduh Iran mendukung pemberontak Houthi sebagai kekuatan proxy.

Namun, pengumuman industri pertahanan dalam negeri Saudi akan menjadi perhatian besar bagi aktivis hak asasi manusia yang telah menuduh negara kaya minyak tersebut melakukan sejumlah peluncuran rudal tanpa pandang bulu dan pelanggaran berat HAM. Kasus terburuk, pada bulan September 2015 rudal yang dilincurkan menghantam sebuah pesta pernikahan di ibu kota Yaman, Sana’a yang telah menewaskan 131 orang.

Komentar Facebook :
Bagikan Artikel:

  13 Responses to “Arab Saudi Berharap Dapat Memenuhi Persenjataan Sendiri Tahun 2030”

  1. 1

  2. Kesepakatan senjata raksasa apakah itu?

  3. arab saudi sekarang doyan yg kw kw..

  4. Bakso bang 1000 tusuk

  5. ngopi dulu OM… jam 12:43 malem nih…

  6. Terlena oh terlena

  7. arab saudi jangan buat sendiri dong, mending beli senjata ke pindad atau produsen lainnya di indonesia.. soalnya buatan indonesia kualitasnya sangat bagus

  8. 🙂

  9. Negeri berduit enak target 20 tahun mandiri, negeri kere dah dari lahir cita2 berdikari tapi 50 tahun lagi pun kyknya ga sampe

  10. Sapa yg gak tergiur dgn dana pertahanan Arab Saudi, pasti AS lbh mendapat keuntungan karena sekutunya di Tim Teng dan Israel pun semakin aman karena Arab Saudi tunduk dgn AS sebagai induk semangnya!

  11. wDuh kepancing juga ni arab….. keluarin trus tuh duit…..

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)