Arab Saudi Borong Alutsista AS, Termasuk THAAD

24
50
Littoral Combat Ship, USS Independence (U.S. Navy, Naval Air Crewman 2nd Class Nicholas Kontodiakos)

Washington – Pemerintah Amerika Serikat bekerja untuk mendorong kontrak penjualan senjata puluhan juta dolar ke Arab Saudi, beberapa jaringan baru pipa, menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke kerajaan Arab Saudi bulan ini, ujar sejumlah orang yang mengetahui pembicaraan tersebut kepada Reuters minggu ini.

Arab Saudi adalah perhentian pertama Trump dalam perjalanan internasional perdananya, sebuah tanda niatnya untuk memperkuat hubungan dengan sekutu regional teratas.

Amerika Serikat telah menjadi pemasok utama untuk sebagian besar kebutuhan militer Saudi, mulai dari jet tempur F-15 hingga sistem komando dan kontrol yang bernilai puluhan miliar dolar dalam beberapa tahun terakhir. Donadl Trump telah bersumpah untuk mendorong ekonomi A.S. dengan meningkatkan pekerjaan manufaktur.

Washington dan Riyadh sangat ingin memperbaiki hubungan yang tegang di bawah Presiden Barack Obama karena memperjuangkan kesepakatan nuklir dengan Iran yang merupakan musuh Saudi.

Program Lockheed Martin Co (LMT.N) dalam paket yang akan ditawarkan mencakup sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dengan beberapa baterai, kata sumber tersebut. Sistem THAAD, seperti yang dioperasikan di Korea Selatan, menghabiskan biaya sekitar $ 1 miliar. Juga dinegosiasikan adalah sistem perangkat lunak C2BMC untuk battle command and control dan komunikasi serta paket kemampuan satelit, yang disediakan oleh Lockheed.

Kendaraan tempur yang dibuat oleh BAE Systems PLC (BAES.L), termasuk kendaraan artileri Bradley Fighting Vehicle dan M109, juga dipertimbangkan sebagai bagian dari paket Saudi, ujar orang-orang yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan. Kedua kendaraan tersebut berada dalam persediaan Saudi. Perusahaan pertahanan Inggris BAE memiliki 29.000 karyawan di Amerika Serikat.

Sumber tersebut berbicara dengan nama anonim karena mereka tidak berwenang untuk membahas perundingan, yang juga mencakup kontrak atau item yang dilaporkan sebelumnya yang sedang dibahas selama bertahun-tahun. Salah satu kesepakatan tersebut, paket tiga kapal perang permukaan multi-misi (LCS) senilai $ 11,5 miliar dan layanan dan suku cadang yang menyertainya, telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri pada tahun 2015. Pembicaraan dilanjutkan untuk menentukan kemampuan, konfigurasi dan desain untuk kapal perang yang kompleks namun kesepakatan tersebut hingga kini belum juga masuk ke kontrak akhir

Langkah selanjutnya untuk kapal tersebut kemungkinan adalah surat kesepakatan antara kedua negara, kata sumber tersebut.

Littoral Combat Ship USS Independence (Altairisfar)

Versi kapal tersebut telah digunakan oleh Angkatan Laut AS, Littoral Combat Ship (LCS), yang dibangun oleh Bethesda, pabrik pembuat senjata Lockheed Martin dan Australia Austal Ltd (ASB.AX) yang berbasis di Maryland. Jika kesepakatan tercapai, itu akan menjadi penjualan kapal perang permukaan kecil yang baru untuk sebuah kekuatan asing dalam beberapa dasawarsa. Setiap penjualan senjata utama untuk asing harus diawasi oleh Kongres. Anggota parlemen harus mempertimbangkan persyaratan hukum bahwa Israel harus mempertahankan keunggulan militer kualitatifnya atas tetangganya.

Selain itu, senilai lebih dari $ 1 miliar amunisi penetrator (armor-piercing Penetrator Warheads) dan bom yang dipandu laser Paveway yang dibuat oleh Raytheon Co (RTN.N) ada dalam paket tersebut, ujar sumber tersebut. Pemerintahan Obama menghentikan rencana penjualan tersebut karena kekhawatiran atas kampanye militer pimpinan-Arab di Yaman dan korban sipil.

Seorang pejabat administrasi AS mengatakan bahwa penjualan Raytheon yang diusulkan masih menjalani pemeriksaan antar lembaga. Perwakilan untuk BAE dan Raytheon menolak berkomentar mengenai penjualan tersebut. Perwakilan Lockheed mengatakan bahwa penjualan tersebut adalah keputusan pemerintah-ke-pemerintah dan status dari setiap diskusi potensial dapat ditangani oleh pemerintah A.S.

Seorang perwakilan Kedutaan Besar Saudi di Washington menolak berkomentar. Saham Raytheon dan Lockheed ditutup naik 0,9 persen. Kedua saham tersebut menyentuh level tertinggi sesi setelah laporan Reuters.

Reuters

24 KOMENTAR

  1. Donal tromp g jelas & mencla mencle… umat Islam g boleh masuk mami rika… katanya sarang teroris… ternyata hanya umat islam yg g punya duit yg g boleh… arab saudi g termasuk… pdhal alqaida yg katanya ngebom WTC berasal dr sana….

  2. trimaran kelas klewang kemana ya perginya
    ini abangnya sudah kelayapan sampai ke Arab Saudi masa masih disembunyikan dan dighoibkan
    memang tidak ada yang aneh dengan segala macam strategi militer yang dipilih cuma yang jenis ini terbilang penuh tanda tanya
    apakah ada yang tahu

  3. WAHABOY SAUDI IBARAT KERBAU DI CUCUK HIDUNGNYA OLEH AMERIKA.

    SAUDI DI SURUH BORONG ALUTSISTA.

    SAUDI DI SURUH PERANG DI YAMAN.

    SAUDI DI SURUH MENDANAI KELOMPOK TERORIS DI SURIAH.

    SAUDI MAU DI ADU DOMBA BERMUSUHAN DENGAN REPUBLIK ISLAM IRAN RAYA.

  4. Prinsip dagang penjual senjata menjual dagangannya dikeduabelah pihak yg bertikai baik terang2an atau terselubung, masing2 dikasi antidotnya sehingga tak ada satupun yg menang sehingga perang terus berlanjut dan kebutuhan senjata beserta amunisinya jg ikut dibeli terus! Jd yg bodoh sidomba yg diadu.