Arab Saudi Kembali Membeli Bom Pintar AS

12
85
Bom Pintar
Bom Pintar

Arab Saudi terus melengkapi peralatan tempurnya dengan rencana pembelian senjata dari Amerika Serikat.

Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan Pentagon (DSCA), yang memfasilitasi penjualan senjata ke luar negeri, memberi tahu anggota parlemen bahwa penjualan ini telah disetujui. Kini, parlemen Amerika Serikat mempunyai waktu 30 hari untuk memblokir penjualan itu, meski jarang terjadi sebelumnya.

Penjualan bom pintar dan senjata lain kepada Arab Saud, telah disetujui Departemen Pertahanan Amerika Serikat senilai US$ 1,29 miliar (setara Rp 17,7 triliun).
Penjualan ini merefleksikan janji dukungan Presiden AS Barack Obama untuk Arab Saudi dan sekutu Muslim Sunni lain di Dewan Kerja Sama Teluk, setelah ia memimpin kesepakatan nuklir dengan Iran. Pentagon mengatakan akan membantu angkatan udara Saudi memperbarui persenjataan mereka. Diketahui, Arab Saudi merupakan salah satu pembeli terbesar senjata Amerika Serikat.

“Akuisisi ini akan membantu mempertahankan hubungan militer-ke-militer yang kuat antara Amerika Serikat dan Arab Saudi, meningkatkan (kemampuan pasukan Saudi untuk bekerja) dengan Amerika Serikat, dan memungkinkan Arab Saudi untuk mengatasi ancaman regional dan menjaga cadangan minyak terbesar di dunia,” bunyi pernyataan Pentagon.

Penjualan yang diusulkan meliputi 22.000 bom pintar dan reguler, termasuk 1.000 GBU-10 Paveway II Laser Guided Bomb, dan lebih dari 5.000 Joint Direct Attack Munitions untuk mengubah bom terdahulu menjadi senjata presisi yang dipandu menggunakan sinyal GPS. Senjata ini dibuat oleh Boeing Co dan Raytheon Co, tapi Pentagon mengatakan kepada anggota parlemen kontraktor utama akan dipilih dalam sebuah kompetisi.

bom2

GBU-10 Paveway II Laser Guided Bomb merupakan salah satu bom pintar buatan Boeing Co dan Raytheon Co dengan cara kerja menggunkan laser seeker untuk mengganti video kamera sensor. Laser seeker berupa antena dari foto dioda yang sangat sensitif terhadap suatu frekuensi tertentu dari sinar laser.

Agar bom dapat melihat sasaran, seorang operator yang terpisah baik di udara maupun di darat harus menyinari sasaran dengan sinar laser intensitas tinggi. Pantulan dari sinar laser itulah yang ditangkap oleh laser seeker. Sebelum melepaskan bom, computer pesawat pengebom mengirimkan informasi pulsa pattern yang spesifik tersebut kepada bom. Ketika bom dilepaskan, lasser seeker hanya tertarik dengan sinar laser yang memiliki pulsa pattern yang spesisifik tadi kemudian control system mengarahkan bom agar laser seeker terus menangkap sinar laser pada bagian tengah foto dioda lasser seeker tersebut.

12 COMMENTS

  1. Heraaaan yaa…..knapa arab saudi tidak membangun industri pertahanannya sendiri, melalui pembelian yang banyak pasti bisa dpat TOT….terkadang kalau sudah kaya ni, mau buat ini, itu pun udh malas kebanyakan uang…. atau jgn jgn tdk dikasi oleh tuannya….

LEAVE A REPLY