Oct 162018
 

Para peneliti di KACST tampilkan satelit Saudi Sat 5A dan Sat 5B © King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST)

JakartaGreater.com – King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST) berhasil  mengembangkan dua satelit pengintai untuk penginderaan jauh baru dengan ketelitian tinggi, yang disebut sebagai Saudi Sat 5A dan Saudi Sat 5B. Satelit itu akan diluncurkan tahun ini, menggunakan roket ruang angkasa Long March 2D, China, guna mendukung layanan penginderaan jauh di Kerajaan Arab Saudi, seperti dilansir dari laman KACST.

Visi 2030 Arab Saudi adalah peta jalan menuju upaya tersebut, menciptakan penelitian berteknologi tinggi dan sektor industri seperti program ruang angkasa dan satelit juga merupakan prioritas penting bagi Riyadh.

King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST)

KACST adalah lembaga sains dan laboratorium nasional Arab Saudi. Fungsi dari lembaga sains tersebut melibatkan pembuatan kebijakan sains dan teknologi, pengumpulan data, pendanaan penelitian eksternal dan layanan seperti kantor paten.

Tanggung jawab utama KACST adalah:

  1. Mengusulkan kebijakan nasional untuk pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi dan mengembangkan strategi dan rencana yang diperlukan untuk mengimplementasikannya
  2. Berkoordinasi dengan lembaga pemerintah, lembaga ilmiah dan pusat penelitian di Kerajaan demi meningkatkan penelitian dan pertukaran informasi serta keahlian
  3. Melakukan riset terapan dan memberikan saran kepada pemerintah tentang hal-hal sains dan teknologi
  4. Mendukung penelitian ilmiah dan pengembangan teknologi
  5. Foster inovasi nasional dan transfer teknologi antara lembaga penelitian dan juga industri
  6. Foster kerjasama internasional dalam sains dan teknologi.

KACST mendirikan Pusat Saudi Penginderaan Jauh, yang merupakan inti dari penelitian ruang angkasa dan memulai kerjasama dengan NASA melalui Challenger Space Shuttle untuk meneliti Empty Quarter Desert.

Kerajaan juga mendirikan pusat penelitian untuk mempelajari bulan dan planet-planet di tata surya bekerjasama dengan Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) dan Pusat Tamyuz untuk Penelitian Penerbangan dan Antariksa Gabungan di Universitas Stanford.

Pusat Teknologi Satelit Nasional mengembangkan, memproduksi, menguji, meluncurkan dan mengoperasikan satelit dari dua stasiun bumi Arab Saudi. Arab Saudi hingga kini telah merancang dan memproduksi 13 satelit melalui KACST, menunjukkan keahliannya di lapangan.

KACST telah menyempurnakan proses produksinya untuk menghasilkan satelit dengan cepat dan dengan biaya murah. Mereka dapat digunakan untuk menguji sistem baru di luar angkasa, termasuk telekomunikasi dan penyimpanan energi dan data. KACST telah meluncurkan 13 satelit dan berpartisipasi dalam misi eksplorasi Satelit Changi 4 dengan China.

King Abdullah University of Science and Technology (KAUST)

Universitas Sains dan Teknologi King Abdullah (KAUST) sekarang sedang bekerja untuk memperkuat posisi Kerajaan dalam kaitan dengan teknologi dan sistem ruang angkasa dan penerbangan melalui kerjasama nasional dan internasional pada program penelitian dan pengembangan.

Universitas meluncurkan sistem yang dikembangkan sendiri untuk pelacakan satelit dan pengendalian kapal komersial. Sistem ini mencakup lingkup harian yang komprehensif dari lalu lintas kapal hingga 30.000 kapal di seluruh dunia.

Misi Satelit Changi 4 bersama China

China pada tanggal 30 Agustus 2018, telah meluncurkan satelit komunikasi bulan yang dirancang mendukung misi untuk menempatkan pendaratan land-rover di bulan pada akhir 2018. Misi Changi 4 semula seharusnya diluncurkan pada tahun 2015 akan tetapi ditunda karena perubahan dalam hal desain misi.

Satelit Changi 4 itu termasuk detektor pencitraan optik bulan kecil yang dikembangkan oleh Arab Saudi, sebagai bagian dari kesepakatan antara King Abdulaziz City of Science and Technology dan China National Space Administration.

Tim riset Saudi memproduksi payload ringkas dengan kapasitas tinggi kurang dari 10,5 cu.cm dan berat tidak lebih dari 630 gram. Payload tersebut terdiri dari unit fotografi dan pengolahan data, yang tak hanya ringan tetapi juga mampu bertahan di lingkungan ruang angkasa.

Peralatan ini mampu mengambil foto dari berbagai sudut dan ketinggian yang bervariasi sesuai dengan perubahan orbit lunar. Muatan itu disiapkan dalam catatan waktu tidak lebih dari 12 bulan saja.

  One Response to “Arab Saudi Kembangkan Dua Satelit Pengintai Baru”

 Leave a Reply