Apr 082018
 

Sistem howitzer medium swagerak, M109A6 Paladin © US Army via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Departemen Luar Negeri AS dihari Kamis, tanggal 5 April melalui Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) telah memutuskan untuk menyetujui penjualan militer asing untuk sistem howitzer medium swagerak M109A6 Paladin ke Arab Saudi.

Berdasar keterangan yang dilansir dari laman situs resmi Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA), pemerintah Arab Saudi telah mengusulkan modernisasi armada Paladin Angkatan Bersenjata Kerajaan Saudi dengan rincian sebagai berikut:

  • 180 struktur howitzer medium swagerak M109A5/M109A6 Paladin 155 mm untuk mengkonversi 177 howitzer swagerak yang kini ada dalam layanan Angkatan Darat Kerajaan Saudi (RSLF)
  • 3 alat latihan statis Fire Support Combined Arms Tactical Trainers (FSCATT)
  • 180 senapa mesin M2 HB kaliber .50
  • 8 Advanced Field Artillery Tactical Data Systems (AFATDS).

Perkiraan biaya untuk modernisasi 177 howitzer medium swagerak menjadi standar M109A5/M109A6 Paladin adalah sekitar $ 1,31 miliar.

Modernisasi yang diusulkan tersebut akan berkontribusi pada kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu meningkatkan keamanan mitra penting yang telah dan terus menjadi penyumbang utama dalam stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Timur Tengah.

Modernisasi produk howitzer medium swagerak standar M109A6 secara keseluruhan adalah pada kemampuan bertahan hidup, kehandalan, ketersedian dan pemeliharaan serta persenjataan.

Ini termasuk modernisasi perisai lapis baja, pengaturan internal yang di rancang ulang untuk amunisi dan penyimpanan yang lebih aman, peningkatan mesin, suspensi, dan meriam M284 dan M182A1.

Perbedaan terbesar dari varian M109 sebelumnya adalah pada integrasi sistem navigasi inersia, sensor pendeteksi letak senjata, otomatisasi, dan juga sistem komunikasi digital terenkripsi dengan memanfaatkan frekuensi yang dikendalikan oleh komputer untuk menghindari peperangan elektronika musuh.

Hal ini memungkinkan Paladin untuk berhenti dan menembak dalam 30 detik dengan akurasi yang setara dengan model sebelumnya ketika ditempatkan dengan benar, yakni penempatan di posisi aman, sebuah proses yang membutuhkan waktu beberapa menit untuk posisi terbaik.

Secara taktis, modernisasi ini meningkatkan daya tahan sistem dengan memungkinkan baterai beroperasi tersebar berpasangan di pedesaan dan itu memungkinkan howitzer dengan cepat bergeser antar salvo, atau jika diserang oleh tembakan tidak langsung, melalui pesawat atau pasukan darat.

Kapasitas penyimpanan amunisi telah meningkat dari 36 butir menjadi 39 butir amunisi kaliber 155 mm.