May 222017
 

F-15 Royal Saudi Air Force (Staff Sgt. Chris Hubenthal)

Riyadh – Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) 18/5/2017 mengumumkan peluncuran perusahaan industri militer milik pemerintah, yang ditujukan untuk menyumbang produk domestik bruto lebih dari 14 miliar riyal (sekitar Rp 49,7 triliun) bagi Kerajaan.

Perusahaan Military Industries Arab Saudi ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi 40.000 orang pada 2030, kata PIF dalam pernyataan.

Keberadaan perusahaan industri militer ini dapat mengubah kebiasaan Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya mendaur ulang bagian besar kekayaan minyaknya ke perekonomian negara-negara Barat melalui pembelian senjata dan investasi.

Saudi merupakan salah satu konsumen asing terbesar dalam hal pembelian persenjataan.

Tahun lalu, wakil putra mahkota berpengaruh yang juga menteri pertahanan, Pangeran Mohammed bin Salman, meluncurkan program reformasi Vision 2030 yang digagasnya dalam upaya untuk mendorong pembukaan lapangan kerja serta pemasukan guna mempersiapkan masa depan dengan pemasukan dana yang lebih kecil dari minyak.

“Perusahaan ini akan berusaha menjadi pembawa perubahan penting … untuk melokalisasi 50 persen pengeluaran militer oleh pemerintah di Kerajaan pada 2030,” dari hanya 2 persen saat ini, kata Pangeran Mohammed.

“(Perusahaan) ini akan memimpin sektor industri untuk meningkatkan muatan lokal, meningkatkan ekspor serta membawa investasi asing ke kerajaan dengan membuat usaha patungan bersama perusahaan-perusahaan industri militer internasional utama,” tambahnya.

Perusahaan akan bekerja memperbaiki dan merawat pesawat-pesawat serta memproduksi pesawat tanpa awak, menurut pernyataan.

Sebagai tambahan, perusahaan juga akan melakukan pekerjaan terkait kendaraan militer, amunisi, radar, sistem komunikasi dan perang elektronik.

Arab Saudi telah memimpin persekutuan militer dalam peperangan selama lebih dari dua tahun di negara tetangganya, Yaman, dan menuding saingannya, Iran, melingkari negara itu dengan mendukung penguasa-penguasa bersenjata di kawasan itu.

Kerajaan tahun lalu juga menjadi ujung tombak pembentukan Koalisi Kontraterorisme Militer Islamis, yang akan berpusat di Riyadh dan terdiri dari puluhan negara dari dunia Muslim.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan lawatan pertamanya ke luar negeri dengan berkunjung ke Arab Saudi untuk pembahasan hubungan pertahanan dan keamanan.

Antara / Reuters

 Posted by on May 22, 2017

  27 Responses to “Arab Saudi Mulai Bangun Kemandirian Alutsista Militer”

  1.  

    Camel about

  2.  

    Terus terang saya pesimis sama visinya bang Salmon…

    Lapangan kerja buat warga ereb yg mana ??….. warga ereb sudah biasa hidup mewah tanpa banyak susah, mana mau mereka kerja kotor2an dan berkeringat.

    Mayoritas tenaga kerja di ereb itu warga asing, warga ereb sendiri kerjaanya pesta dan dugem.

  3.  

    No Comment ! ! !

  4.  

    Xixixi…tempat sambel sama saosnya mesti mecing tuh, pake model lampu aladin…kentongannya juga diganti pake tamborin

  5.  

    Baru nyadar sekarang,dulu fulus buat foya2 memperbanyak harim.tinggal menunggu waktu keguncangan dinasti Al-Saud bila gen-3 mengambil tampuk kekuasaan!

  6.  

    putnih..nih sy g pernah bikin bakso dr onta.. tp dr kadal ..hihihi

  7.  

    Ya Salam…..