Apr 132019
 

Sistem peluncur roket TOS-A1 (foto : Sputnik/Alexander Vilf)

JakartaGreater.com – Rusia mengirimkan batch pertama sistem peluncur roket termobarik TOS-1A ke militer Saudi, lapor media RIA Novosti pada 10 April yang mengutip dari sumber di kompleks industri militer Rusia.

Peluncur TOS-1A, yang mengambil basis pada tank T-72, sanggup meluncurkan roket termobarik kaliber 220mm berat dengan jangkauan hingga 6 km. Peluncur roket ini secara efektif digunakan oleh pasukan Irak dan Suriah selama perang melawan ISIS.

Pengiriman peluncur TOS-1A adalah bagian dari perjanjian besar-besaran Rusia-Saudi yang dicapai pada tahun 2017. Kesepakatan itu mencakup senjata canggih lainnya, termasuk sistem pertahanan udara S-400, rudal anti-tank Kornet-EM (ATGM), Peluncur granat AGS-30 dan senapan serbu Kalashnikov AK-103.

Di bawah kesepakatan itu, Industri Militer Arab Saudi (SAMI) nantinya akan diizinkan memproduksi beberapa bagian dari senjata Rusia di dalam negeri. Nilai total kesepakatan tidak pernah terungkap, namun diperkirakan bernilai beberapa miliar Dolar AS.

Sistem peluncur roket TOS-A1 (foto : Twitter SAUDI POWER)

Blogger militer Saudi, Sulaiman al-Doosari merilis dua foto yang menunjukkan beberapa peluncur roket TOS-1A yang baru dikirim di Arab Saudi. Varian Saudi tampaknya dilengkapi dengan unit daya tambahan (auxiliary power unit – APU) atau air conditioning (AC).

TOS-A1 telah menjadi senjata berat buatan Rusia pertama yang memasuki layanan dengan militer Saudi. Dalam waktu dekat, kerajaan kaya minyak bisa menerima sistem senjata lain yang termasuk dalam perjanjian 2017 dengan Rusia.

Southfront

  13 Responses to “Arab Saudi Terima Peluncur Roket TOS 1A dari Rusia”

  1.  

    Nah, bisa dicoba tuh buat nyerang Houthi di Yaman. Menang mana produk Rusia lawan China/Iran.

  2.  

    Ajegile… dari sana sini borong terus… banyak amat duitnya. Promosi di suriah laku jg, rusia.

  3.  

    TOS-A1 jarak 6km cocok di natuna,…

  4.  

    Kalau Saudi beli senjata Rusia kenapa pak lik Sam diem aja gak ributin mau embargo ya, apalagi roket TOS 1A termasuk kategori senjata pemusnah masal 1 unit peluncur dengan puluhan roketnya sanggup meratakan area 3 ha lebih nyaris tanpa sisa karena efek ledakannya tidak saja menghancurkan tapi juga membakar habis…

  5.  

    Akhirnya saudi borong senjata2 Rusia, karena ada embargo dari German dan beberapa negara eropa, juga kecaman dari kongres ASU, kalau sudah begini embargo (CATSA) ASU ke Rusia percuma