Nov 092013
 
Jet tempur SU 27 TNI AU

Jet tempur SU 27 TNI AU

Saya ingin berkomentar tentang MEF (Minimum Essential Force) dan ALUTSISTA Indonesia. Dari kacamata awam saya, sejak awal tampak tidak ada logika dalam perencanaannya, ataupun kalau ada master plan, di tikungan disalip oleh tindakan-tindakan yang dadakan. Kalau pun ada Master Plan, semacam defence white paper, tidak pernah dipublikasikan, paling tidak kepada DPR. Kalau dikatakan rahasia, ok lah, tapi apa, siapa dan bagaimana mengontrolnya ?. Tidak jelas PDCA-nya (Plan, Do, Check, Act).

Di sini saya komentari tentang tujuan MEF dan implikasinya. Dari namanya yang minimum, bisa diartikan bukan parity/ paling tidak sama, tetapi deterrent/ daya tangkal. Selama defence budget kita hanya sekitar 1 % dari GDP, tidak mungkin kita mencapai parity, yang memerlukan 5 – 10%.

Dengan begitu, secara logika urutan prioritas adalah TNI AU, TNI AL dan TNI AD. Kuncinya adalah jenis alutsista yang dipilih harus mempunyai daya tangkal besar, secara politik/ diplomasi, maupun militer.

Kacamata awam saya melihat yang paling berhasil menerapkannya adalah TNI AU. Matra yang lain masih gamang.

Apa jenis alutsista kunci untuk maksimum daya tangkal? Pendapat saya adalah sebagai berikut :

TNI AU : tujuannya adalah air superiority di atas wilayah RI. Alatnya adalah (1) Heavy fighter generasi 4++, semacam SU-35, dan (2) Integrated air defence system (IADS), semacam S-300/400.

TNI AL : tujuannya adalah sea superiority/ sea denial di ALKI dan sekitarnya. Alatnya adalah (1) Kapal selam, semacam Kelas Improved Kilo, dan (2) shore based anti ship missile, semacam Yakhont versi darat.

TNI AD : tujuannya adalah basis kekuatan darat, yaitu:
(1)memperkuat semua batalyon infanteri tempur kita dari segi pelatihan, perlengkapan personil (rompi anti peluru, tidak ada lagi “sumbangan” dari Freeport), standarisasi senjata (semua buatan Pindad, tidak ada lagi M-16), SMR Minimi tingkat regu dan FNMAG tingkat kompi, senjata anti tank, anti serangan udara, alat komunikasi, NVG, transportasi ringan dan lain-lain sehingga dapat bertempur siang dan malam di segala medan,

(2) memperkuat semua batalyon senjata bantuan mekanis dan artileri medan dan penangkis serangan udara.

Pasti ada yang ingin menambah, tapi ya constraint –nya adalah defence budget kita hanya sekitar 1 % dari GDP, dan ini akan berkelanjutan karena situasi dan ekonomi dunia, yang menurut pakar ekonomi berlanjut jangka pendek ke depan.

Catatan :
-Leo bisa disebut mempunyai daya tangkal, tetapi daya tangkalnya kecil, hanya ditujukan ke Malaysia, bukan regional.

– Jumlah alutsista kunci, tentu disesuaikan dengan anggaran, namun determinasi kita untuk punya saja sudah menjadi deteren yang ampuh. (by Antonov).

  46 Responses to “Arah Minimum Essential Force dan Alutsista TNI (Antonov)”

  1.  

    setuju bung , jadi pengen liat kalo tuh gandiwa beneran dibuat nantinya, mungkin setelah apache dan cougar datang kali ya, tinggal di gado-gado hhe kan kita jago tuh bikin gado-gado 😀

    kalau tidak salah dulu pernah ada desain pesawat tempur namanya srikandi apa gitu ? takut salah ane hhe

  2.  

    Tanpa buku putih perencanaan pertahanan memang masyarakat hanya bisa menebak nebak. transparansi juga rendah. Mestinya buku putih itu ada dan dibuka untuk umum walau dalam versi kurang teknis. MEF harusnya mengacu pada buku putih pertahanan. Saat ini MEF seakan buku putih yang sosialisasinya dicicil

  3.  

    produk Hind konon sangat kurang dalam dukungan purna jual gan

    •  

      Bukan purna jual kurang, tapi Ruskie hanya melayani permintaan konsumen. Klo mereka minta beli barang tanpa paketan bengkel harwat ya dikasih juga, masalah overhaul dan komponen dilayani di Ukraina. Klo paketan komplit ya dikasih juga tinggal wani piro. Salah dikita ya beli ngeteng paketan nggak komplit. Padahal minta dibuatin bengkel disini juga bisa, kayak China, India dan Vietnam. Lain dengan Amrik, klo jual barang harus dengan paketan harwat dan suku cadang. Tujuannya jelas, meminimalisir angka kecelakaan dan menghindari turunnya kepercayaan konsumen tentang kualitas barang Amrik. Produk Nato juga gitu, makanya harganya lumayan mahal.

      •  

        itu kelebihan sekaligus kekurangan produk2 militer Russia. upgradable, downgradable dan tidak ada syarat politik.

        mungkin solusinya adalah pengawasan yang lebih ketat oleh komisi 1 terhadap penggunaan anggaran pertahanan. hanya saja solusi yang mengandalkan komisi DPR cenderung menghambat kinerja institusi pemerintah karena tidak bisa lepas dari urusan politik.

      •  

        Kelemahan di kita sebenarnya perencanaan jangka panjang bro, yg utuh yg harus dijaga bersama dan dijalankan prosesnya bersama dengan pemerintah sebagai managernya. Lazimnya negara besar harus punya ini, minimal dari sekarang sudah harus menyiapkan apa yg mau dicapai 40 tahun kedepan. Mau sampe kapan pola ganti pemerintahan ganti selera dilestarikan. India, China, Russia, apalagi Amerika pasti punya. Contoh yg bagus ya china, dimulai dari Deng Xiaoping yg memulai program jangka panjang mordernisasi pertanian, industri, iptek, dan pertahanan nasional. Hingga sekarang roadmap itu terus terjaga sehingga kita bisa lihat China yg seperti sekarang dan apa yg diprediksikan ahli di masa datang sebagai the world largest economic dan berpeluang mengalahkan USA dalam militer sekalipun.

        Satu lagi yg lemah dikita adalah kemauan untuk maju secara bersama-sama. Pernah dengar istilah “Bushido”. Itu semangat bangsa Jepang yg diwariskan dari sistem etis golongan keluarga Samurai meskipun secara arti bushi-do itu artinya cara hidup prajurit. Bushido mengalir dalam darah setiap orang Jepang yg hasilnya adalah harus melakukan yg terbaik, dan melayani yg terbaik, sehingga menciptakan elemen Kaizen atau kemajuan terus menerus. Sebenarnya kita punya semangat 45 tapi gagal diimplementasikan disetiap sektor dengan baik. Jangan biasakan ngasih alasan kita bangsa majemuk hingga susah satu suara, nyatanya terjadi itu sumpah pemuda. Klo semangat 45 itu artinya semangat melakukan yg terbaik untuk negara, semangat disiplin dan tepat waktu, semangat untuk bekerja dengan baik, dan semangat untuk menghasilkan yg terbaik kenapa nggak dijadikn simbol bangsa Indonesia seperti Bushido-nya bangsa Jepang.

        Daripada bosen nyalahin orang2 diatas yuk kita mulai semangat 45 dari diri masing2..

        Setetes iler dari ane.. (Nggak usah ditanggapi serius)

  4.  

    Kalo dikatakan leopard hanya ditujukan untuk malaysia saya kurang setuju, menurut saya tank itu sangat bertaring untuk kawasan regional kita, jangan anggap enteng leopard, bukan tank ecek ecek itu!

    •  

      Leopard dalam dunia tank memang ada di kasta tertinggi gan 🙂
      Maksud penulis mungkin karena MBT adanya di rensta MEF III, namun dimajukan karena ada pergesekan dengan Malaysia yang menumpuk tank Pendekar di perbatasan

  5.  

    ikut saya aja golput di pemilihan legislatif gan 😀 rasanya dzolim jika membeli kucing dalam karung, yang efeknya bisa merugikan rakyat dan negara. Untuk Presiden lebih gampang menilai karena kebanyakan jelas track recordnya
    Jika ada calon legislatif kredibel yang mau mensosialisasikan programnya lewat bertatap muka atau lewat media dengan disertai kontrak politik mengingat, baru layak dipertimbangkan untuk dipilih.

    Bukan saya merendahkan profesi tertentu, tapi di daerah saya ada preman pemabukan mantan tukang becak tukang judi yang jadi anggota dewan ‘terhormat’ hanya karena dia punya masa tanpa punya visi dan program kecuali ambisi pribadi/golongan. Anggota dewan kita adalah cerminan masih rendahnya kesadaran politik masyarakat kita. contohnya klasik lihatsaja #D#-Perjuangan yang harusnya Demokatris karena menjual kata DEMOKRASI tapi mempraktekan kultur individu dan nepotisme akut, bahkan sampai sekarang. Tapi suaranya tetap banyak kan? walau sudah banyak perbaikan2 namun tetap saja elitnya oportunis, konstituennya buta politik. Agak lucu karena Pilkada provinsi kemarin saya pilih calon dari partai ini 😀 , maksud saya fleksible saja lah, jangan fanatik partai tanpa melihat kualitas individu sang calon

  6.  

    gawat gan heli TNI AD jtuh diperbatasan malaysia…turut berduka cita

  7.  

    Sering jatuh? Jangan2 yang ini juga termasuk kategori “peti mati terbang”…

    •  

      berarti bener apa kata bung melektech
      alutsista rusia masih kurang di bagian QC (quality control) nya,tapi di banyak negara kayaknya cuma di indonesia aja dech yang jatuh apa waktu datang heli nya gk di bacain tahlil / doa. 😀 😀

  8.  

    Memang MEF masih gamang seakan-akan ada kekuatan besar yg masih bermain boleh dan tidaknya TNI memiliki alutsista yg modern…disamping dephan kurang berani menambah alutsista yg kelas berat…kasihan generasi penerus TNI yg masih kurang pengalaman berperang dengan era modern…apa masih mau mengandalkan perang gerilyanya yg masih dipuja-puja…?TNI harus melihat kekuatan besar bukan kekuatan negara tetangga..semisal harus melihat kekuatan India,China….mereka mempunyai banyak skuadron tempurnya umpamanya jatuh 100 pesawat tempur tapi masih punya 1500 pesawat tempur…

    •  

      pendapat yg brilliant,anda menghitung peta kekuatan secara global,mmg inilah yg benar..selama ini kekuatan militer negri jiran dijadikan komparasi,kita mmg hrs berfikir jauh kedepan..gerilya produk masa lalu yg tdk bs lg diterapkan di zaman yg serba canggih sperti skrg..lanjut kawan!

      •  

        Saya dukung pendapat anda tentang cara melihat peta kekuatan haruslah berdasarkan proyeksi kekuatan yang lebih besar dari kita, sonora TIDAK BOLEH dijadikan dasar untuk komparasi, terlalu kecil.

        Namun, saya kurang setuju dengan pendapat anda tentang gerilya adalah produk masa lalu, justru perang gerilya adalah konsep perang paling briliant yang pernah dicetuskan.

    •  

      O ya?, pernah dengar kelompok gerilyawan bernama Hezbollah?

      Di Afghanistan-pun Taliban belum berhasil ditundukkan AS, juga Gen. Mohammed Farah Aidid, the Somali faction leader who humiliated the United States in 1993.

      Sementara Vietcong mengusir AS dari Vietnam, 1975.

      Tapi anda tahu apa sih selain menebar racun…

  9.  

    [email protected] telak buat dunia penerbangan indonesia,khususnya alutsista tni…
    Sering saya mengkritik teman2 yg terlalu berkoar koar tentang alutsista tni yg “AKAN” lbh hebat dr jiran(pdhl br wacana/mungkin cm mimpi)
    melecehkan negri org seolah2 kita yg terhebat,pdhl dgn mata terpejam pun dunia tahu yg sebenarnya..
    Seandainya accident ini menimpa jiran saya yakin semakin byk koment2 org indonesia yg melecehkan mereka,tp saya jg yakin jiran tidak akan berbuat serendah itu kpd kita tentang accident helikopter tni ad,tp dilain pihak teman2 bs saja punya prasangka “mereka(malaysia) pasti sedang mengejek kita” hehe

    •  

      ikut berduka bagi yang meninggal, mudah-mudahan pos jaga nya tetap jadi, beli atau buat yang lebih banyak lagi…

    •  

      ” Seandainya accident ini menimpa jiran saya yakin semakin byk
      koment2 org indonesia yg melecehkan mereka,tp saya jg yakin
      jiran tidak akan berbuat serendah itu kpd kita tentang accident
      helikopter tni ad,tp dilain pihak teman2 bs saja punya prasangka
      “mereka(malaysia) pasti sedang mengejek kita” hehe

      bukan sebaliknya kah franss…
      Dimalaysia forum,topic bagaimana mereka menghina kita,merebut sipadan ligitan,,
      sperti leopard bukan sekedar wacana,tapi udah datang,,begitu pula apache,,javelin,,tergantung kita saja optimisapa tidak dengan negara kita,,

      SAYA LIHAT KOMENTAR ANDA SELALU MENGERUCUTKAN BANGSA INDONESIA,,PADAHAL ANDA SENDIRI BILANG “mengkritik org” yg mmelecehkan negri sebelah,tapi anda malah melecehkan bangsa sendiri,,
      APA ANDA ANTEK” ASING.ATO LSM BAHKAN SALAH SATU DARI SNOWDEN ALA INDONESIA..

      Terima kasih

    •  

      kenapa TNI musibah lo kayak girang? kesannya lo seperti ingin ngomporin agar forumer sini mulai mengejek Malaysia. adu domba kah? serigala bernulu domba kah? gua pikir lo sebenernya antek OPM atau GAM atau WNA dari jiran yg nyamar

      modernisasi dan peningkatan kekuatan helikopter militer Malaysia baik army atau navy sekarang ini on hold dalam batas waktu yang belum ditentukan karena masalah ketiadaan dana akibat pengurangan anggaran pertahanan. padahal rencana pengadaan heli termasuk rensta yang sudah ada jadwal. proyek mercusuar militer, hutang negara serta politik dalam negeri menghadapi Pemilu mereka yg baru saja selesai kelihatannya akan membebani anggaran untuk waktu yang lama. sebaliknya kekuatan helikopter TNI baik AL dan AD sedang ditingatkan dan hanya tinggal menunggu kedatangan unit yg telah dipesan

      Gua ulangi lagi. nominal anggaran TNI saat ini saja sudah 2x lipat anggaran TDM dan akan menjadi 4x lipat dalam bbrp tahun ke depan. skill prajurit TNI terbukti tidak kalah dengan skill prajurit dari negara2 yg dianggap memiliki militer terbaik, lihat saja AASAM, AARM yg Malaysia tidak mampu memperoleh satupun medali. walau Discovery Chanel menempatkan Kopassus di posisi 3 dunia tapi ketika diadu dalam pertandingan antara pasukan khusus dunia Kopassus berhasil mendapat posisi no 2 hanya di bawah Green Beret, pasukan khusus AD USA. Lebih dari itu semua adalah nyali prajurit dan karakter masyarakat yang militan dan sejarah bangsa yang memperoleh kemerdekaan melalui perjuangan, bukan pemberian.

      Masalah yang berhubungan dengan ekonomi bisa diperdebatkan, tapi masalah Militer untuk Asia Tenggara TNI selalu yang terkuat dan sedang dalam arah menuju yang terbaik.

    •  

      Hanya orang bodoh yang berpendapat ada korelasi langsung antara satu-dua kasus heli TNI tipe X dengan tingkat safety dunia penerbangan Indonesia secara umum.

      Pesawat latih Grob ex Jerman (yang terkenal dengan produk2 berkualitas tinggi) macet landing gear dalam hitungan bulan, apakah langsung bisa diartikan kualitas produk Jerman kalah jauh dari Rusia, yang helinya jatuh setelah tahunan digunakan?

  10.  

    Kembali ke topik, saya setuju dgn “yang paling berhasil menerapkannya
    adalah TNI AU. Matra yang lain
    masih gamang”. Utk Leo, bisa jadi itu akan berfungsi spt battleship Jerman pada PD II khususnya “Tirpitz”. Sekali lagi, bisa jadi, bukan pasti. Ini hanya pandangan saya sebagai orang awam.

    •  

      IMO itu hanya sesuai dengan alokasi dana gan, pada akhirnya semua matra akan mendapatkan perhatian. Mengingat pemekaran anggota marinir, sepertinya TNI AL akan mendapat prioritas jangka panjang.

      inilah efek TNI lama ‘diabaikan’, begitu banyak yang harus dipenuhi dengan dana yang terbatas

  11.  

    sekedar menghimbau kpd teman2 agar dlm memberi komentar utk tdk lg melecehkan negara lain,bkn kah dgn accident ini sdh menelanjangi militer kita dimata dunia khususnya asean..dan ini bkn kejadian yg pertama,msh ingat trimaran yg terbakar blm smpt digunakan pdhl akan menjadi kebanggaan tni,tp justru berbalik menjadi tamparan keras utk sebuah proyek ambisius yg ternyata gagal..terlepas dr itu mari kita bgn bangsa ini dr ketidak sempurnaan menuju kpd bangsa yg berkarakter kuat,bkn di takuti lawan tp lbh dihormati lawan maupun kawan..maaf jk ada teman2 yg nasionalismenya terusik oleh komentar2 saya!

    •  

      @frans, entah berapa kali kegagalan Jerman dalam membuat perluru kendali pertamanya, bertahun2 dilewati dengan kegagalan sebelum akhirnya berhasil. di masa sekarang USA juga gagal berulang kali menguji system peluru kendali terbarunya sebelum berhasil. akan tetap begitu selanjutnya dalam hal R&D

      tanpa berani mencoba dan gagal maka suatu negara hanya akan jadi konsumen. jika lo WNI dengan minat pada bidang militer lo pasti tau terbakarnya trimaran tidak bisa dikaitkan dengan TNI. Trimaran terbakar di tangan PT.Lundin ketika dalam proses produksi dan pengujian, bukan di tangan TNI.

      karakter budaya Indonesia jelas dan kaya. jika tidak, tentu pihak luar tidak akan ngebet mencuri kekayaan budaya Indonesia demi kepentingan industri pariwisatanya yang minim budaya dan lebih mengandalkan infrastruktur.

      •  

        jerman atau amerika negara kaya kawan,mereka punya anggaran besar..gagal dlm satu dua uji coba bkn masalah buat mereka,seperti proyek pembom B2 yg luar biasa menguras dana tp tetap berjalan hingga produksi, f35 lightning yg msh debatable hingga kini tp mereka tetap go on krn anggaran mereka yg luar biasa,walau mereka bermitra dgn bberapa sekutunya..nah berbeda dgn kondisi anggaran kita kawan,satu kegagalan justru bs menjadi batu sandungan,bkn berarti tdk bs bangkit cm sdh pasti akan menghambat krn anggaran dephan yg sdh terbagi,rumitnya birokrasi negri ini ikut memberi andil tersendat2nya modernisasi alutsista tni

        •  

          Kenapa (lagi2) lo menyerang usaha Indonesia bisa maju dalam hal R&D dan berharap Indonesia hanya jadi konsumen? jangan ganti topik, riset PT.Lundin tidak dibiayai anggaran pertahanan. terbakarnya Trimaran bukan kegagalan TNI.

          Banyak forumer Indonesia yang mengkritik pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif. Namun semuanya jelas didasari cinta Negara ini. namun lo beda, yg terus lo lakukan adalah mengerdilkan bangsa Indonesia hampir dalam setiap posting komentar. mengkritik keberanian dalam berusaha, mengkritik ejekan kepada jiran dengan cara merendahkan Indonesia.

          seperti yang gue bilang. gua pikir lo cuma antek pendukung GAM, OPM, Fretelin atau WNA yg iri dengan kemajuan Indonesia.

  12.  

    sekali ini wa hrs blg setuju bgt koment anda,tni mmg sdh lama di abaikan,mulai dr kesejahteraan sampe alutsista..
    mdh2an presidan yg br nanti gak keblinger dgn cb2 mengkebiri kebijakan pemerintahan skrg tentang pertahanan dan kesejahteraan prajurit,lanjut bro!

  13.  

    ada batas jelas antara ‘kritis’ dan ‘kerdil’, lo frans, kerdil

  14.  

    I have your strategic planning (MEF) until 2024 …. it is only good on the paper, but too many inconsistency in its implementation ….. hahahaha

  15.  

    saya rasa kata “kerdil” itu lbh pas utk kawan diatas..
    Saya berfikir realistis sesuai dgn kondisi riil yg terjadi,tdk ber “andai2” seperti byk koment kawan selama ini..krn gengsi mengatakan kekurangan kita, membuat kita “terpaksa berbohong” demi mengatakan kelebihan kita..maaf,saya mmg bkn pakar pertahanan/alutsista,jd tdk fasih dlm menceritakan detil alutsista,berbeda dgn kawan di atas,pasti dia sdh pakar sekali sehingga “mengerti bgt” tentang dunia militer,tahu detil tentang persenjataan,mampu memprediksi kekuatan militer msg2 negara,salam hormat dr saya,fransiskus liem!

    •  

      Salam juga Bung!
      saya apresiasi komentar2 Bung yg kritis yg memang perlu buat ngimbangi temen2 yg kelewat eforia-chauvinist hingga warung ini jd lebih beragam (hehehe… beda dgn anak kerdil di atas).

      Btw, blum ada yg ulas soal pmbelian persenjataan Thailand dari Korsel. Mereka beli frigat (DW3000H) yg ‘katanya’ akan jd yg tercanggih di ASEAN. Harganya emang lebih tinggi dari PKR, sekitar $470 juta (PKR sigma cuma $220 juta tp itu kosongan).

      Apa Indonesia gak coba melirik lagi kapal perang dari Korsel? Misal sekelas LHD yg tot-nya bisa buat sempurnakan desain LHD-nya PAL? (kasus LPD kemaren kan cukup sukses tot-nya)

  16.  

    errik [email protected] ini dominan mengulas tentang militer indonesia,akibatnya terkadang ulasannya jd tdk berimbang kawan..sbg negara pembanding lbh dominan malaysia,lbh byk bernuansa sentimen kebangsaan drpd kondisi nyata!
    bung erik benar,sbg tambahan menurut saya thailand dan filipina adalah kuda hitam di asean,apalg mereka adalah selir2 amerika hahaha

    •  

      Siapa musuh potensial Indonesia ke depan ?. Ini nomer satu yang harus dijawab sebelum membuat proyeksi militer. Setelah diidentifikasi dengan jelas, barulah proyeksi militer itu dijabarkan. Musuh potensial tentu bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu, namun Thailand dan Filipina tidak masuk list 😀

      •  

        menurut saya dari konflik berbagai kasus terhadap negara tetangga dan regional ,.
        musuh potensial yaitu singapore , malaysia dan australia ,.
        singapore dengan indonesia karena konflik batas lautnya,.
        malaysia dengan indonesia karena konflik ambalatnya ,.
        australia dengan indonesia karena konflik tim-tim dan pengintaian di pulau cocos ,.

        mohon koreksi bung diego karena saya masih newbie ,.
        dari pada terus menjadi silent reader ,. hehe,,. 🙂

  17.  

    kalau yang di maksud bung diego adalah china ,.
    bukannya indonesia tidak punya sejarah konflik dengan china ,.
    dan bukannya indonesia berhubungan erat sama china dengan sering melakukan latihan gabungan dengan mereka ,.

    •  

      Terjadi beberapa insiden di laut Natuna tapi hubungan Indonesia dan China bisa dibilang semakin erat saat ini. Yang paling ekstrim adalah dengan Malaysia, setelah menyatakan kedaulatan di lepas pantai Serawak kemudian juga sekarang merencanakan latihan militer bersama, surreal.

      China sedang melakukan politik carrot and stick. bisa menguntungkan untuk Indonesia tapi apapun hasilnya yg pasti akan mengacak acak ASEAN. Bukan salah China, sejak awal memang banyak konflik kepentingan dalam Asean sendiri,

      Indonesia memandang miring kehadiran negara Malaysia, Malaysia memandang miring kehadiran negara Singapura, dan saat ini ketika Singapura makin mendekat pada US untuk perlindungan, Indonesia dan Malaysia juga memandang miring kepada Singapura. Itu alasan mengapa anggaran Singapura 5% dari GDPnya.

      Itu masalah regional kecil, di zoom out ada urusan LCS, China Vs negara2 Asean, China Vs Jepang+US, China vs Russia, Russia Vs Jepang, China vs Taiwan, Taiwan vs Philipina, Korut vs Korsel, Korut vs Jpy, Korsel Vs Jpy 😀 makanya data Sipri melonjak di kawasan ini, dan armada US boyongan ke Pasific

  18.  

    Honestly speaking ….I am very impressed with what Pakistan has achieved with its poor economy ….
    Keeping up with rising world power India, is no joke. Imagine what more Pakistan would achieve with Indonesia’s wealth ?

    So, you have to learn from them …….

    •  

      close to home there is Vietnam, also quite impressive military power achievement with their level of economy. but than again they are facing different level of security threat.

      in addition to the economic burden, there are other prices they must pay for those kind of military buildup that I don’t think Indonesia willing to pay