Arah Pembangunan Alutsista TNI

15
62

kfx-111.jpg

… PT Dirgantara Indonesia bisa memproduksi pesawat tempur, PT PAL bisa menghasilkan kapal selam, dan PT Pindad bisa membuat senjata kaliber besar.


Kepala Divisi Perencanaan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Said Didu mengungkapkan, saat ini kemampuan industri pertahanan dalam negeri masih kalah dibandingkan luar negeri. Jika dibuat skala 0 sampai 10, maka ia memberikan nilai rata-rata industri pertahanan Indonesia di skala 5.

“Amerika Serikat itu 10, Rusia juga 10, Korea Selatan 8,” katanya di Jakarta, Minggu (17/8/2014).

Nilai Indonesia akan semakin tinggi jika industri pertahanan mampu melakukan hal baru. Misalnya, untuk PT Dirgantara Indonesia bisa memproduksi pesawat tempur, PT PAL bisa menghasilkan kapal selam, dan PT Pindad bisa membuat senjata kaliber besar.

“Kendala kita ada di kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Kalau ini benar-benar disiapkan, 10-15 tahun lagi kita bisa,” tuturnya.

image
Kepala Divisi Perencanaan KKIP, Said Didu (photo : Antara).

Saat ini, banyak produsen pertahanan luar negeri yang tertarik untuk bekerja sama dengan industri pertahanan dalam negeri. Beberapa contoh yang telah melakukan kerja sama yaitu Airbus Military, dan perusahaan propelan dari Prancis.

“Dampak UU ini, industri pertahanan asing berebut untuk masuk,”.

Dalam UU Industri Pertahan mewajibkan pengadaan alpalhankam semua harus berasal dari dalam negeri, kecuali yang belum bisa diproduksi di dalam negeri.

Jika harus impor, maka harus memenuhi sejumlah persyaratan antara lain 85 persen nilai pengadaan harus bisa kembali ke dalam negeri dan dari 85 persen itu, 35 persen di antaranya berupa kandungan lokal dan offset yang bisa dimanfaatkan bagi pengembangan industri pertahanan dalam negeri.

Upaya mewujudkan kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) dengan menumbuhkan industri pertahanan dalam negeri terus dilakukan. Keberadaan UU Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan diyakini telah membawa pengaruh besar terhadap kebangkitan industri pertahanan di Tanah Air. (Sindonews.com).

15 KOMENTAR

    • Insyaallah kalo pemimpinya memberi kesempatan pada anak bangsa apapun yang mau diproduksi pasti jadi . kita punya lulusan dari berbagai ketrampilan yang tersebar dari seluruh perguruan tinggi didunia .kalo ada yang bilang sdm kita kurang saya kurang setuju
      Yang paling tepat adalah sdm pemimpinya yang kurang bukan sdm yang dimiliki bangsa ini.

      Mongo dikoreksi dan direnungkan benarkah kita tidak mampu atau memmang kita tidak mau!!!

      • Mantaf bung Damar Jati, SDM pemimpin bangsa yg kurang karena proses pada jaman orba sangat kental dengan KKN, sedangkan yg punya kemampuan tetapi tidak bisa KKN banyak yg tercecer kemana-mana termasuk ke luar negeri. Sekarang ini bisa dilihat dan dirasakan hasilnya, ternyata orang awampun bisa merasakan adanya kesenjangan kemampuan antara para Pemimpin Bangsa dengan Rakyatnya.

    • Assalamualaikum wr.wb.
      sepertinya itu ranking yang dirilis globarfire,
      itu hanya hitung-hitungan di atas kertas bung berdasar aset yang dimiliki.
      la nyatanya militer Zionis sama militan Palestina kalah total, namun memang militan Palestina kalah dalam logistiknya.
      skill dan strateginya masih belum ikut kehitung.
      kalau salah ya maaf 😀

  1. Isinya apaan nih berita udah nyampe mana progress kemandirian alutsista kita, karena kurangnya media yang memberitakan hal ini jadi rakyat gak tau atau malah gak mau tau, sebenarnya kami sudah muak dan bosan lihat berita dan tontonan yang isinya provokasi dan penggiringan opini publik yang isinya pengamat bayaran yang sok pintar mohon pada pak menteri kominfo supaya difungsikan lembaga kontrol medianya.