JakartaGreater.com - Forum Militer
Feb 172015
 

image

Dalam 18 bulan terakhir Argentina berusaha membeli pesawat dari Israel, Spanyol dan baru-baru ini, ke Moskow. Dalam “kelompok kerja” yang dibentuk oleh Argentina dan China, Beijing setuju untuk menyediakan sekitar 20 jet tempur 20 FC-1 / JF 17 “Thunder” yang diproduksi oleh perusahaan Chengdu Aircraft Corporation.

Argentina dan China menandatangani kesepakatan untuk pesawat tempur 20 FC-1 dalam rangka meningkatkan kemampuan udara Argentina. Langkah ini selanjutnya meningkatkan ketegangan di Atlantik Selatan setelah kunjungan tiga hari Presiden Argentina Kristina de Kirchner ke Beijing pekan lalu, di mana Argentina menyepakati 15 perjanjian ekonomi dan investasi keuangan yang signifikan untuk meningkatkan perekonomian ekonomi mereka yang gagal.

FC-1 (JF-17) yang single-seat dan bermesin tunggal, dapat dilengkapi sampai 3629 kg persenjataan udara-ke-udara dan udara-ke-darat dan memiliki kecepatan tertinggi Mach 1,8 pada ketinggian 55.000 ft dengan combat range 840 mil, yang memungkinkan untuk nyaman terbang ke Port Stanley dan kembali dari pangkalan udara Tierra del Fuego di Argentina Selatan. (Taringa.net).

Berbagi

  45 Responses to “Argentina Beli 20 Jet FC-1 China”

  1.  

    mntepp

  2.  

    d embargo UK…

  3.  

    Inggeris meradang, ekspansi china kemana mana, membahayakan hegemony Inggeris di Falkland alias malvinas.

  4.  

    joss..

  5.  

    Hahaha..
    Udah ga jaman main embargo.. udah banyak pilihan
    Yang penting punya duit bisa beli dimana ajah..

  6.  

    lama lama kayaknya Argentina bisa beli df 41. Argentina bisa jadi pintu masuk produk militer china ke amerika selatan. Kadepannya bisa jadi China dan Argentina joint produksi pespur.

  7.  

    Kalau dari Rusia, Argentina beli apa?

    •  

      Argentina mau beli 12 Su-24 Fencer dari Rusia & udah sempet diomongkan ke Putin. Tp gak jd karena ……

      http://www.airrecognition.com/index.php/archive-world-worldwide-news-air-force-aviation-aerospace-air-military-defence-industry/global-news-2015/february/1517-argentina-likely-to-buy-20-chinese-made-fc-1-xiaolong-fighter-aircraft-.html –>

      “Sumber mengatakan kepada Sunday Express bahwa kesepakatan dengan Rusia, yang dilaporkan oleh Sunday Express pada September 2014 lalu, telah dibatalkan setelah serangkaian penundaan dan kekhawatiran akan layanan purna jual Rusia.”
      ——————————–

      Alasan yg sama dgn Brazil ketika coret Su-35 dari pilihan mereka 😀

      •  

        Dan Indonesia negara yg paling gampang ditipu….

        •  

          Bukan saja gampang di tipu bung jalo, tapi SUKA di tipu. makin di tipu makin senang dia.

        •  

          Tahun 2013 untuk Assy Enggine Sukhoi kita mengeluarkan duit sekitar 550 M, dan itu prosesnya yah tahu sendiri, ribeeet…. Jangan lihat murahnya, lihat layanan purna jualnya.

          •  

            Ya buktinya usernya yang mau kok, mungkin user punya pertimbangan sendirilah yg kita ngga tahu, kita ini kan cuma pemirsa, banyak faktor yg kita blom tau knp user memilih ini. Untuk perjalanan jauh saya lebih memilih mobil cc besar atau mobil eropa untuk dikendarai walaupun after salesnya dan bbmnya jauh lebih eficien dibandingin mobil xe*** av**** . Namun sebagai driver sy lebih percaya diri utk melibas mobil lain dan datang lebih cepat tanpa badan merasa pegal2 ..

        •  

          Salut buat bung jalo yg selalu tau tentang kebobrokan tni… Andai saja bung jalo yg jadi panlima atau menteri pertahanan…
          Ngarep.com

        •  

          Bung Jalo, ditipu gimana ?

          Banyak infotaiment menyebutkan bahwa perdana mentri Australia meriang 7 hari 7 malam, hanya karena ada info hoak yang menyebutkan bahwa Indonesia akan membeli 180 pesawat tempur Sukhoi. (padahal itu cuma hoak). 🙂 Singapura aja langsung pakai F-15 SG begitu Indonesia dan malaysia membeli sukhoi.

          Indonesia bagaimana bisa mendapatkan service bagus, jika skema pembeliannya kayak gitu. awalnya beli 4 unit terdiri 2 SU-27 + 2 SU-30, kemudian beli 6 unit terdiri 3 SU-27 + 3 SU-30, kemudian beli lagi 6 unit SU-30. coba seandainya indonesia membeli langsung 1 paket yang terdiri 16 unit SU-27 + senjata + fasilitas training dan fasharkan, tentunya gak akan ribet.

          Gak usahlah kita membandingkan dengan China ataupun India, dengan Vietnam saja, kita dapat service berbeda dari Rusia, tapi cara pembelian vietnam dan unit yang dibeli juga beda kok.

          Vietnam beli 10 unit SU-27, lanjut 24 SU-30, lanjut lagi 12 SU-30, pembelian kayak gitu, pastilah dikasih bonus potongan harga untuk fasilitas traning dan pemeliharaan pesawat. belum lagi dengan pembelian 6 unit KS Kilo dan 2 unit fregat gepard.

          •  

            Untuk mendapat support / dukungan sebenarnya bisa banyak cara koq, nggak cuma melulu soal jumlah pembelian.

            Soal “ngeteng” sih sebenarnya kembali ke niat. Jika memang berniat membeli untuk 1 skadron, tinggal dibuatkan kontrak multi-years, jadi tidak membebani dan sesuai kondisi kedua belah pihak.

            Itu baru soal teknis “ketengan”, belum ke potensi yang lain semisal perdagangan, ekonomi, dan politik yang dapat digunakan untuk negoisasi.

          •  

            Yup mbah Moel, infotainment itu seperti pernyataan Kopassus pasukan khusus nomer 3 dunia dibawah SAS dan Mossad. Padahal Mossad-kan dinas intelijen Israel, kan pasukan khusus mereka namanya Sayeret Matkal.

            Nah kalau mau pembelian seperti itu, yah harus konsen beli satu skadron full, mungkin kita juga akan dibantu. Tapi setahu saya, Rusia cuman janji akan membantu fasilitas perawatan. Kasus janji juga pernah terjadi pada pembelian BMP-3F yg dalam perjanjian kontrak dan MoU dijelaskan akan membantu kita dalam pemberian ToT kalau sampai beli 37 unit.

            Saat semua sudah tersanggupi, kita hanya diberikan ToT kunjungan ke Pabriknya selama dibawah seminggu dan itu jatuhnya kunjungan biasa, tidak diperkenankan membawa ahli dalam negeri seperti dari Pindad atau dislitbang AL. Cuman Engineer muda yg akan diajarin cara perawatan dasar saja.

            Mereka juga janjiin kita akan dibantu ToT teknologi amphibius untuk Kendaraan lapis baja, ujung2nya kita malah dapat teknologinya dari negara tetangga mereka yg sedang konflik dan dari Korea Selatan.

          •  

            “perawatan dasar” itu seperti apa, ya bung Jalo?

            Sudah 54 IFV di tangan Kormar, Rusia masih tidak memenuhi permintaan RI?

          •  

            Perawatan dasar ya cuman pemahaman seperti kita dengan kendaraan yg kita punya. Kayak saya, cuci karburator, ganti busi, dll…

            Sampai nurunin mesin lalu memperbaiki mesin atau yg lain itu butuh teknisi khusus, dan Rusia lah yg bisa menjawabnya.

          •  

            Lah, koq gitu ya itu Rusia, bung Jalo?

            Apa nanti BMP=3F bakal mengalami seperti PT-76 dan BTR-50 Kormar ya?
            Dioprek sendiri?

            Dan apa strategi Kormar dan RI thdp Rusia ini ya?

            Sathar TNI-AU masih bisa memelihara mesin F-16 dan F-5E ya?

          •  

            Nah kalo itu lebih baik nanya ke Rusian Fans Boy, Argentina yg sudah berpengalaman menenggelamkan Kapal aja mundur karena memikirkan Purna Jualnya. Kalau saya sih terserah pemimpin negeri ini aja deh, sudah banyak ahli kita yg mendunia memberikan masukan ke mereka mau diterima atau tidak itu urusan mereka.

          •  

            Bung Jalo,

            setau saya, pembelian BMF-3F yang generasi awal ( 17 unit ) itu tidak pembelian G to G tetapi memakai perusahaan swasta sebagai brokernya (PT.Citra Persada). sedangkan yang ke dua ( 37 unit ) itu kayaknya baru ada campur tangan Dephan secara langsung. 🙂 dan saya juga melihat, waktu itu ada banyak instruktur Rusia berseragam marinir yang mondar mandir di moro krembangan dan di situbondo.

            Saya kok meragukan kalau Rusia melanggar kontrak ( saya gak ngerti juga sih, kontraknya seperti apa) karena kenyataannya Uni Emirat Arab di beri hak lisensi memproduksi BMP-3F beserta dengan lisensi memproduksi Amonisinya. bedanya dengan kita, UEA membeli BMP-3F sebanyak 700 unit. hehehehe. Dan juga saya lihat ada beberapa bagian dari BMP-3F yang ditiru untuk Pengembangan Tank medium kerjasama Indonesia-Turki. (kalau lihat prototipenya sih kok malah lucu dan aneh, karena dasarnya kan BMP-3F adalah bukan tank tapi IFV ).

            Ohh iya bisa dibantu gak, kenapa sih ketika Indonesia yang awalnya di embargo Amerika dan akhirnya membeli BMP-3F kok mendadak akhirnya / Tiba-tiba saja, Korea selatan memberi Hibah 35 unit LVT 7A1 walaupun akhirnya yang diberikan cuma 10 unit,

            kesan yang saya tangkap, ketika Indonesia miskin/ada kemelut politik, Indonesia diembargo, gak boleh membeli senjata produk Amerika dan Eropa beserta sekutunya. ketika Indonesia, akhirnya memutuskan untuk membeli senjata produk Russia/China/Afrika selatan, secara tiba-tiba selalu ada saja hibah produk Amerika, baik yang ditawarkan secara langsung ataupun melalui negara sekutunya.

          •  

            Indonesia itu juga aneh, kalau dalam penjualan BMP-3F service purna jual Rusia jelek, kenapa juga Indonesia masih aja mau melanjutkan membeli BMD-4M (versi BMP yang bisa diterjunkan dari pesawat angkut berat).

            Dan yang paling aneh, kenapa juga membeli BMD-4M, karena kenyataannya Indonesia belum mempunyai pesawat angkut berat, mau diterjunkan pakai apa itu BMD-4M ???? wkwkwkwwk padahal senjata dan spek teknis dari pada BMD-4M dengan BMP-3F kurang lebihnya sama, sasis juga sama. dan juga, doktrin bertempur antara paratroper Rusia dengan PPRC Indonesia juga beda.

            lha mbok yao, di perbanyak saja itu BMP-3F biar Indonesia benar-benar mampu untuk memproduksi sendiri itu BMP-3F, atau bekerja sama dengan UEA agar mau berbagi lisensi. akan sangat lumayan jika indonesia benar-benar mampu memproduksi BMP-3F karena selanjutnya pasti kemampuan memproduksi kendaraan berat beroda rantai akan berkembang sangat pesat. ( untuk saat ini, Indonesia membuat “tapak Rantainya” saja, masih belum bisa).

            daripada TNI AL membeli BMD-4M, apa tidak lebih baik, jika Indonesia meng-upgrade PT-76 90mm yang sudah beruban dengan yang lebih baru, semacam Tank Sprut-SD 125mm.

          •  

            …daripada TNI AL membeli BMD-4M…

            Saya pernah baca berita mirip itu, tetapi sepertinya penulisnya / wartawannya salah tulis.

            Sepertinya yang ingin dibeli TNI-AL itu adalah BTR-4 buatan Ukraina. Dan sepertinya batal.

          •  

            Bung Jalo, Bung moel, kalau purna jual rusia sudah jelek tapi masih di beli, saya mencium ada unsur KKN di sini (80% lah dan 20% lebih ke faktor lain seperti deteren dan embargo).

            Saya lebih condong Indonesia beli alutsista dari eropa seperti Eurofighter, gripen, rafale. Orang sana lebih jujur dan tidak mudah korupsi. kalau beli dari timur ya tau sendiri lah gaya bisnis mafianya.

            Banyak perusahaan bagian purchasing baik BUMN atau swasta, percaya atau tidak, KKNnya luar biasa. Ini sudah rahasia umum.

            Pernah 1 supplier bercerita bahwa seorang purchaser di sebuah perusahaan sengaja mencopot shaft sebuah mesin dan menyuruh si supplier menjual balik shaft yg di copot itu dengan harga 3-5x lipat. padahal shaft tidak rusak. (Ini hanya salah satu contoh.)

            Serung saya bayangkan kalau suku cadang alutsista yg rusak di hargai 4-5x lipat??? Bisa BANGKRUT indonesia di tepu sama purchaser.

            Pernahkah anda bertanya kenapa Rupiah tidak pernah menguat??

            Lah gimana menguat, uang hasil KORUPSI trilliunan Rp di bawa kabur keluar dengan memborong US$.

            Maka itu saya ketawa pas dengar pembelian alutsista di pending tunggu dolar dan rupiah stabil. Selama korupsi tidak di berantas Rp bakal melemah trus mau 100 thn atau 1000thn.

  8.  

    Tidak Masalah….
    Kalau kurang puas….pesawat tempur ini …mungkin masih bisa Di modifikasi dgn bantuan negara tertentu yang mau..seperti israel dll…..yang penting ada Duit….
    Yang rugi yaa inggris , USA dll itu….

  9.  

    Ingeris mumet

  10.  

    Inggris bisa apa tanpa sekutu ?

  11.  

    Biar ada Balance utara-selatan

  12.  

    Gak terpaksa juga. Rusia mau jual sukhoinya ke argentina. masalah harga saja. Ini pesawat masih jauh di atas T501 tni au. Bahkan di atas FA50 filipina. Jf 17 bisa BVR, jangkauan dan ketinggian di atas T50i dan FA50. dan harga kira kira 35jt dlr. jadi harga masih di bawah FA50 yg harganya kira kira 40jt.

    •  

      Setuju dengan Bung Cocor.

      Pesawat JF17 Thunder ini adalah pesawat serang ringan bagi China, di kembangkan bersama Pakistan. ( katanya ) Teknologi yang dipakai adalah campuran dari beberapa negara, mesin Rusia, Avionik Israel dan desain eropa barat. dengan harga 15 juta dollar, pesawat ini juga dikatakan mempunyai kemampuan berbeda tipis dengan F-16 C/D

      Dijual lebih murah karena PLA sendiri sudah pasti memfokuskan pada Chengdu J-10, Shenyang J-11 (lisensi SU-27SK) dan Shenyang J-15 (lisensi SU-33).

      Harga yang sangat murah dan memang difokuskan untuk pasar ekspor, pesawat ini juga cukup banyak peminatnya terutama negara-negara Africa, Amerika latin, dan Timur tengah. Katanya berita, juga disebutkan bahwa Myanmar sudah sepakat untuk memproduksi sendiri pesawat JF-17 thunder.

      Ahhh.. seandainya Indonesia bisa mendapatkan ToT F/A-50 Golden Eagle korea selatan dan bisa memproduksinya sendiri dan kemudian laris manis dibeli Kamboja, Iraq, mesir, Suriname, Srilangka, Maladewa… Ahhhh mimpi di siang bolong dehh..

      Semoga projek KFX/IFX Sukses. ( kalau jadi, katanya kemampuan KFX/IFX akan melebihi Rafale dan F/A 18 Super Hornet). ===> “kalau jadi”

      Seandainya indonesia bisa memproduksi sendiri pesawat serang ringan saja dulu, dengan beserta teknologi rudalnya ( semacam F/A 50 Golden Eagle + rudalnya ) akan sangat luar biasa… semoga tidak didahului oleh Myanmar dengan JF 17 thunder’nya

      •  

        kebanyakan mimpi dan seandainya nih… 🙂

        koreksi Bung Cocor. harga JF-17 Thunder adalah kisaran di 15 juta dollar dan harga F/A 50 Golden eagle adalah 35 juta dollar.

        •  

          Murah amat? 17jt? kaga dapet kali sekarang. dengar dengar yg jf 17 blok 2 sudah 35jt.

        •  

          Bung Vantura.

          Jangan lah kita ambil JF-17 thunder, buat apa ?? malah bikin kita repot dan menyusahkan tentara di lapangan.

          kita sudah punya dasar pengetahuan yang cukup kokoh untuk pesawat+rudal produk Amerika, untuk pesawat serang ringan, kayaknya lebih efisien kita produksi F/A 50 golden eagle.

          karena kita sudah membeli 16 unit T/A 50, kita juga sudah lama pakai F-16 C/D, bisa dikatakan bahwa F/A 50 golden eagle adalah minimalis dari F/A 18 Super hornet, juga pesawat F/A 50 bisa 100% memakai senjata/rudal F-16/F-18.

          Kalau sudah datang semua, Indonesia akan mempunyai lebih dari 36 unit F-16. akan lebih efisien jika pesawat serang ringannya pakai F/A golden Eagle karena sebagian besar jenis senjata dan rudalnya sama.

        •  

          kalau harga JF-17 Thunder China (FC-1) 1 kursi masih 15 juta $, kalauJF-17 Thunder pakistan mungkin lebih mahal karena memang dikembangkan sendiri dengan lebih serius oleh pakistan.

          Sekarang China memproduksi JF-17 memang untuk jualan (katanya sih targetnya sekitar 300 unit harus terjual). Untuk pesawat serang ringan PLA, China lebih fokus pada Chengdu J-10 ( pengembangan copy paste lavi Israel)

      •  

        Inilah kelebihan China ulet dan programnya jangka panjang.Untuk bikin satu prototype butuh belasan tahun beralih tehnologi karena bermacam sebab dari rusia pindah ke barat tersandung lagi pindah ke israel.Tapi karena keteguhan hati akhirnya jadi juga.Sementara di Indonesia ganti rezim ganti kebijakan.Contoh udah keluar biaya besar untuk riset mobil listrik ,Pindad udah banyak invest untuk motor dsb,sekarang tidak di lirik pemerintah baru .Dana sudah habis tapi program tidak berlanjut.Mulai dari awal lagi .Harusnya program berlanjut sampai berhasil.Begitu juga heli gandiwa ,tidak ada progres,.Ini namanya program menghabiskan anggaran saja sesuai tahun.Bukan hasil yang jadi tujuan tapi cuma bagaimana anggaran terpakai habis agar tahun berikutnya ada lagi dana turun.

    •  

      Serius Bung Santri ??

      Soalnya harga kedua pesawat itu memang beda jauh loo.. Harga JF-17 Thunder 15 juta dollar sedangkan gripen sekitar 50 juta dollar.

      Bayangin aja, beli 1 unit Gripen udah dapat 3 Unit JF-17, masih sisa 5 juta dollar lagi. kualitasnya juga berbeda kok, kalau menurutku sih, JF-17 Thunder itu sebenarnya sekelas dengan Mig-21/mirage III yang dipermodern ulang, sedikit dibawah lavi Israel. Kalau gripen itu sudah masuk sekelas dengan f-16. Spesifikasi teknis dan senjatanya juga berbeda kok

  13.  

    REBUT KEMBALI MALVINAS !!!

  14.  

    pembelian krn kepepet kayaknya sih, kok kasusnya seperti kita beli sukhoi dulu…lha sekarang kalo kita beli Sukhoi lagi apa krn TNI Tau kualitas Sukhoi ato cuman buat gagah2an Para petinggi TNI nih kita beli krn pake uang rakyat loh?

  15.  

    JF 17 CHINA lumayan juga tuk gantiin Hawk 100/200 indonesia… NKRI maju terus ALUTSISTA nya..

  16.  

    Katanya sudah “tidak ada lagi” embargo ya? Ini baru mau beli saja sudah dihalangi.. hmmm..

    Tapi untuk pengganti F5 tetep vote Gripen NG 😀

  17.  

    yup’s saya setuju pendapat [email protected] lampir,tot sucad lebih berharga n punya nilai jual yg tinggi dikawasan,apa lagi di negara2 yg kena embargo sucad.

  18.  

    JF-17 murah meriah? oke emang murah tapi liat mesinya bro…. pake RD-33 sama kaya Mig-29. Perawatannya mahal, boros, masih ada asepnya. untuk airframe, no comment lah pasti udah pada tau kualitas airframe china

 Leave a Reply