Feb 082015
 
JF-17 Pakistan

JF-17 China untuk Pakistan

Argentina dan China membentuk kelompok kerja untuk kemungkinan penggunaan jet tempur baru Cina ke Angkatan Udara Argentina, FAA (Fuerza Aérea Argentina, hal yang diungkapkan tanggal 5 Februari 2015.

Kelompok kerja ini dibahas dalam kunjungan Presiden Argentina Cristina Fernández de Kirchner ke Beijing tanggal 02-05 Februari 2015 dan akan melihat kemungkinan transfer berbagai peralatan militer ke Buenos Aries, antara lain FC-1/ JF-17 Chengdu Aircraft Corporation (CAC) atau pesawat tempur J-10.

Menjelang transfer pesawat, kelompok kerja akan memeriksa sarana yang memungkinkan Angkatan Udara Argentina mengintegrasikan pesawat tersebut ke dalam inventory mereka, serta mendukungan dalam servis pesawat. Argentina akan menerima 14 pesawat tempur namun belum ada diketahui jadwal transfernya.

J-10B (photo: Sinodefence.com)

J-10B (photo: Sinodefence.com)

ANALISIS
Dalam beberapa tahun ini, Argentina berusaha menggantikan pesawat kuno Dassault Mirage IIIEA, IAI Dagger, dan McDonnell Douglas A-4 Skyhawk dengan jenis yang lebih baru dan lebih hebat.

Berita tentang kelompok kerja Argentina-China datang seminggu setelah dilaporkan bahwa Rusia dirayu Argentina untuk kemungkinan leasing pesawat Sukhoi Su-24 ‘Fencer’. Saat Kementerian Pertahanan Inggris meninjau ulang pertahanan mereka di Kepulauan Falkland, isu leasing pesawat Su-24 ke Argentina belum muncul. Usulan leasing pesawat tersebut kemungkinan hasil political game Rusia kepada Inggris terkait keterlibatan Inggris atas krisis di Ukraina.

Opsi lainnya, lebih realistis, pilihan yang telah disebut-sebut selama beberapa bulan terakhir, tentang kelebihan pesawat Mirage F1 Spanyol, Kfir Israel Aerospace Industries (IAI), dan Gripen E / F Saab Swedia. Semua ini tampaknya telah terhenti karena alasan baik ekonomi atau politik (Usulan membeli Gripen E / F secara efektif diveto oleh Inggris, yang memproduksi banyak sistem pesawat tersebut).

FC-1 / JF-17 China juga sebelumnya telah disebut-sebut sebagai pilihan yang mungkin untuk Argentina, sehingga menarik untuk melihat sekali lagi yang disebutkan dalam perjanjian terbaru Argentina-China ini. J-10 sebelumnya belum pernah dikaitkan dengan Angkatan Udara Srgentina FAA sebelumnya.

J-10 China

J-10 China

Diperkenalkan pertama kali pada tahun 2006, J-10 mirip dengan pesawat ‘Euro-canard’ Gripen, Dassault Rafale, dan Eurofighter Typhoon (meskipun China mengklaim J-10 benar-benar dikembangkan dari Israel Aerospace Industries Lavi, yang modelnya diambil dari F-16 Lockheed Martin).

Single-kursi, bermesin tunggal, dan memiliki kecepatan tertinggi Mach 1,8 dengan jangkauan ceiling 55.000 ft, kemampuan +9 / -3 g, memiliki radius operasi 300 n mil (555 km, 345 mil), dan payload 6.600 kg dengan 11 cantelan. Senjata pilihan termasuk PL-8 (Python 3) atau rudal udara-ke-udara rudal (AAMs) yang lebih baru seperti PL-11 atau PL-12; Vympel R-73 dan R-77 AAMs; Rudal udara ke permukaan C-801 atau C-802; rudal YJ-8K (anti-kapal) atau YJ-9 (anti-radiasi); dan enam 1000lb bom free fall berpandu laser. Ada juga meriam internal-mount 23 mm dan infrared/laser navigation and targeting pod yang sedang dikembangkan Cina.

Angkatan Udara Cina (PLAAF) diyakini memiliki kebutuhan untuk 300 unit pesawat J-10 dan masuknya Angkatan Udara Argentina FAA untuk memiliki pesawat J-10 akan memberikan kemampuan yang signifikan bagi Argentina. (Janes.com)

  48 Responses to “Argentina Berminat Beli JF-17 / J-10 China”

  1.  

    one

  2.  

    China raja copy

  3.  

    Boleh

    •  

      Ada penyataan yg nenarik “Usulan membeli Gripen E / F secara efektif diveto oleh Inggris, yang memproduksi banyak sistem pesawat tersebut”, saya kira pernyataan tersebut memperoleh perhatian saya. Bila melihat nanti untuk penggantian f 5, saab yg menawarkan 100% TOT tak lepas pula kemungkinan embergo.

  4.  

    Nyimak aja dulu …
    Apa ada skema TOT nya ? Purna jualnya gimana ?

  5.  

    Bagus mana ma gripen y

  6.  

    kejadian kan??? argentina tidak bisa beli gripen
    ” Semua ini tampaknya telah terhenti karena alasan baik ekonomi atau politik (Usulan membeli Gripen E / F secara efektif diveto oleh Inggris, yang memproduksi banyak sistem pesawat tersebut).

    klo kita beli gripen juga. lantas ada masalah dgn PFDA , kemungkinan di embargo lg ma inggris,, karena masih banyak kompnen gripen yg berasal dari inggris

  7.  

    yakin nih argentina mau lawan inggris pakai pesawat ini

  8.  

    iiioo

  9.  

    yah wajar kalo Inggris gak ngijinin SAAB jual Gripen ke Argentina….. konflik Falkland masih membekas sampai sekarang. Kiblat sista Argentina paling Rusia, China, atau negara2 yg gak ada pengaruh barat. Kalo Perancis gw kira masih bisa diintervensi Inggris, seperti kasus Exocet.

  10.  

    China Slametan dong !

  11.  

    Kangen sama neng okelah.
    Promosi :
    Harga terjangkau, spare part terjamin, setara dgn F-16 cd block 52, rudal tinggal pilih hasil produkai china, bisa tot maksi tinggal biaya tambahan.

    •  

      Anggaran indonesia minimum, klo mengaju renstra 1 kmrn .
      Indonesia beli pespur : 6 sukoi 30 mk2, 24 f-16 cd block 25 upgrade, 16 T-50i, 16 super tucano
      Anggaran sekitar 1,9 -2 milyar dollars.
      1,5 – 1,6 milyar dollar untuk pespur pengganti F-5 misalkan SU35
      0,4 – 0,5 milyar dollar untuk jf-17 siapa tau dpt 1 skuadron he he he

  12.  

    bukan raja kopi bung..mrk maniak teh pahit

  13.  

    produk alutsista china mmg tdk bgtu di minati byk negara,adapun argentina berencana beli krn dlm situasi “terpaksa”..tp saya jg kurang yakin realisasinya,krn membeli produk dr negara yg tdk memiliki teknologi tinggi akan beresiko tinggi jg,apalagi image produk china apapun jenisnya tetap di anggap produk kwalitas rendahan sepanjang masa

  14.  

    JF-10 VS F-16 indo / FA-50 menang mana suhu?

  15.  

    tes

  16.  

    embargo…, hal yang sangat mengerikan bagi militer sebuah negara yang belum bisa membuat sediri peralatan militernya. kita belum bisa meraba-raba dengan siapa suatu saat nanti akan berkonflik, tapi yang pasti indonesia dikelilingi oleh negara2 anggota FPDA, dan indonesia memiliki banyak pengalaman pahit dengan negara2 FPDA.

    Pesan bung Karno : jangan lupakan sejarah.
    Hidup itu berputar seperti roda jadi kemungkinan sejarah masa lalu bisa terulang lagi di masa depan

  17.  

    Duitnya bakalan abis buat maintinance ini peswat… sayang sekali, knpa nggk beli sukhoi ata Mig pemerinth Argentina

  18.  

    Lha bukannya berita nya AU Argentina mo akuisisi Gripen yg dibuat di Brasil apa gak boleh krn tekanan UK tpi J-10 mirip kok dengan Euro-canard Family tapi mungkin lebih murah

  19.  

    sepanjang masa? Kalau melihat dari peradabannya dimana cina sudah menempa logam ratusan tahun sebelum ada yg namanya bangsa amerika tentu kemajuan militer cina sangat lambat terlebih asal muasal senjata api berasal dari cina tapi dimasa depan cina akan lebih menguasai teknologi tinggi berkualitas dan kemungkinan besar melampaui amerika. Faktanya dgn senjata yg katanya ga bermutu tak ada negara yg berani perang terbuka dgn cina, taiwan yg sekutu amerika saja tdk leluasa membeli senjata canggih amerika karna tekanan beijing terhadap washington.

  20.  

    TIONGKOK Berdiri diatas kaki sendiri (NEKAT)

 Leave a Reply