Armada F-35 Norwegia Bisa Grounded Akibat Kurangnya Pilot, Teknisi dan Biaya

Ten F-35C Lightning II aircraft assigned to the Argonauts of Strike Fighter Squadron (VFA) 147 sit on the flight line, Feb. 27, 2019 at Naval Air Station Lemoore. © MC2 Manuel Tiscareno via U.S. Navy

JakartaGreater.com – Dengan akuisisi 52 jet tempur F-35 sebagai pengganti armada F-16 yang menua, Norwegia berharap dapat menjadi salah satu kekuatan udara termodern di dunia. Namun, ada kekhawatiran itu semua akan dihancurkan oleh kurangnya pilot dan teknisi, seperti dilansir dari laman Aftenposten.

Meskipun ada investasi besar-besaran dan ambisi Norwegia untuk membangun angkatan udara yang tangguh, mungkin berakhir sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pilot berpengalaman dan biaya operasional yang membengkak.

“Pada tahun 2025, kita akan memiliki salah satu armada udara paling modern di dunia. Kekhawatiran utama saya adalah apakah kita memiliki cukup uang untuk benar-benar menggunakannya”, sebut Mayjend Tonje Skinnarland, Kepala Staf Angkatan Udara Norwegia.

Menurut Skinnarland, ada kesenjangan besar antara jumlah pilot yang direkomendasikan dan jumlah peserta pelatihan sebenarnya yang dididik setiap tahun. Selain kurang pilot, Skinnarland juga menyoroti kurangnya teknisi penerbangan. Ini semakin diperburuk oleh kenyataan bahwa sangat banyak pilot dan teknisi saat ini mendekati usia pensiun.

Brigadir Øyvind Strandman, yang sebelumnya bertanggung jawab di program pendidikan pada Angkatan Udara Norwegia, berbagi keprihatinan dengan Skinnarland.

“Situasinya adalah bahwa kita memperoleh sistem senjata yang mahal, tetapi tidak memiliki ekonomi untuk dapat mengoperasikan sepenuhnya dan karena kurangnya keahlian”, kata Strandman.

Selain itu, biaya penerbangan yang melambung tinggi dan pendidikan yang ekstra mahal juga disebut sebagai faktor risiko yang mungkin mengakibatkan pesawat terbang mahal itu di grounded tanpa batas waktu.

Biaya operasional untuk F-35 adalah sekitar NOK 110.000 ($ 13.000) per jam. Pendidikan lengkap untuk pilot menghabiskan biaya sekitar NOK 60 juta ($ 7 juta). Jika digabungkan, faktor-faktor ini dapat mengakibatkan beban keuangan yang serius bahkan bagi ekonomi Norwegia yang kaya minyak sekalipun.

Sementara itu, Pertahanan Udara Norwegia baru-baru ini mengurangi jumlah pangkalan, untuk melakukan investasi besar pada pesawat baru. Sejauh ini, Norwegia telah menerima 9 jet tempur F-35 dengan harga rata-rata NOK 1,375 miliar ($ 160 juta) per unit, dengan 7 lainnya masih di AS untuk pengujian. Dengan total 52 unit pesawat seperti itu, Norwegia akan menjadi salah satu pengguna F-35 terkemuka di Eropa.

Tinggalkan komentar