Armada MiG-29M Mesir adalah Game Changer

Jet tempur multiperan MiG-29M Fulcrum-E Angkatan Udara Mesir bersenjata lengkap © Ahmed XIV via Twitter

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Mesir telah memasuki kelas pesawat tempur elit baru ke dalam layanan yang dipersiapkan sebagai revolusi kemampuan tempur, seperti dilansir dari laman Military Watch pada hari Minggu.

Kairo, seperti dilaporkan telah menempatkan pesanan untuk 40 unit jet tempur multiperan generasi 4+ MIG-29M Fulcrum-E pada tahun 2013, termasuk rudal permukaan-ke-udara jarak jauh S-300V4, helikopter serang Ka-52 Alligator dan sejumlah canggih buatan Rusia lainnya untuk merevolusi kemampuan militernya.

Armada tempur Mesir adalah satu diantara yang terbanyak didunia dan sebagai negara yang memiliki armada tempur terbanyak di Afrika dan Timur Tengah dengan 20 skuadron udara, MiG-29M ini dipersiapkan untuk menyediakan kemampuan yang sebelumnya sangat kurang dan sekarang meningkatkan kemampuan negara untuk bersaing superioritas udara melawan musuh disamping rekan-rekannya.

Dengan armada yang sangat banyak, kemampuan perang udara Mesir secara kualitatif telah meninggalkan banyak hal yang diinginkan, menjamin kerugian yang cukup besar dalam hal bentrokan dengan kekuatan saingan.

Tulang punggung armada tempur Angkatan Udara Mesir terdiri dari 9 skuadron tempur F-16 Fighting Falcon dengan lebih dari 200 unit dalam layanan. Kairo bukan cuma dilarang untuk memperoleh jet tempur superioritas yang lebih canggih seperti F-15 dari AS, tetapi F-16 juga tak dilengkapi dengan rudal diluar jangkauan visual.

Armada F-16 Mesir sangat bergantung kepada rudal udara-ke-udara AIM-7M Sparrow kuno untuk mengudara. Sementara AS dan banyak sekutunya telah menurunkan varian AIM-120 sejak tahun 1990-an termasuk armada tempur Israel dengan AIM-120C. Malangnya, Mesir bahkan tidak dapat memperoleh varian paling dasar dari amunisi tersebut.

Hal tersebut telah meninggalkan kemampuan tempur F-16 Mesir pada amunisi 70 km, plus akurasi yang buruk. Dan dalam peperangan elektronika tak mampu untuk menargetkan jet tempur modern.

Disisi lain, jet tempur F-16 Angkatan Udara Israel dilengkapi amunisi dengan jarak tembak sejauh 105 km dan lebih akurat serta dilengkapi penanggulangan pernika yang lebih efektif, dengan demikian akan menikmati keunggulan luar biasa dalam pertempuran udara.

Jet tempur multiperan MiG-29M Angkatan Udara Mesir dilengkapi rudal R-77 dan rudal R-73 © Mahmoud Gamal via Twitter

Radius Keterlibatan Armada MiG-29M Mesir

MiG-29M kini menjadi pengubah permainan utama (game changer) bagi Angkatan Udara Mesir karena memiliki kemampuan mutakhir yang tak dimiliki oleh jet tempur F-16 Mesir. Para pejuang dilengkapi dengan rudal AIM-120 versi Rusia yaitu R-77 Vympel, yang punya jangkauan 110 km, lebih akurat dan tahan terhadap jamming daripada AIM-7 Sparrow.

Pejuang Mesir juga dapat mengintegrasikan R-27ER, yang mempertahankan jangkauan lebih lanjut hingga 130 km dan akan menjadi pelengkap yang sangat baik untuk platform AWACS E-2 Hawkeye.

Apakah MiG-29M akan terintegrasi dengan rudal udara-ke-udara K-77 Rusia tetaplah harus dilihat, seperti halnya keinginan Kairo untuk membeli senjata yang sangat mahal ini, tetapi jika rudal-rudal ini dipasang pada armada MiG-29M Mesir, maka mereka akan secara efektif mengubah tabel keterlibatan BVR dengan jangkauan 193 km plus kemampuan elektronika dan akurasi tak tertandingi.

Jet tempur multiperan F-16 Fighting Falcon Angkatan Udara Mesir © Egypt Defence Review via Twitter

Radius Keterlibatan MiG-29M dan F-16C Mesir

Jet tempur MiG-29M Mesir disegani tak hanya karena dilengkapi amunisi BVR saja, tetapi juga pada kemampuan mutakhir dari airframes mereka. Para pejuang ini dirancang dengan jangkauan yang lebih jauh dan sensor superior daripada MiG-29 asli dan itu sangat cocok pertempuran BVR.

Kunggulan pesawat itu adalah integrasi Infra-Red Search and Track Systems (IRST) yang memungkinkan mereka untuk beroperasi tanpa tanda tangan radar dan berpotensi sangat mematikan dalam pertempuran jarak menengah dan pendek.

Hal ini dikombinasikan dengan ketinggian operasional 18 km mereka, jauh melebihi F-16, dan kemampuan manuver mereka yang sangat tinggi termasuk persyaratan perawatan yang rendah membuat mereka menjadi aset yang sangat berharga.

Sementara jet tempur MiG-29M Mesir akan sangat mungkin untuk menangkal jet tempur elite F-15i Ra’am Israel sebagai superioritas udara, sebuah peran yang mana mereka tidak dirancang sebelumnya dan seharusnya membutuhkan platform yang lebih berat lagi seperti Su-30, MiG-29M adalah game changer utama bagi Angkatan Udara Mesir dan mewakili jet tempur yang paling mampu dalam armada tempurnya.

Akuisisi lebih lanjut dari jet tempur Rusia, mungkin termasuk yang lebih canggih dan lebih rendah perawatan seperti MiG-35 yang dilengkapi radar AESA atau Su-30 yang lebih berat, tetap merupakan kemungkinan besar di masa depan.

Tinggalkan komentar