Okt 252014
 

Rudal jelajah yang karakteristik teknisnya masih dirahasiakan baru saja melewati tahap uji negara dan akan segera digunakan oleh armada angkatan bersenjata Rusia. Para ahli militer berpendapat hal tersebut mungkin merupakan inovasi roket terbaru dari para perancang Rusia, atau bisa pula hasil modifikasi produk berdasarkan roket yang sudah digunakan sebelumnya seperti Yakhont (Batu Delima).

Pada September lalu, rudal Jelajah terbaru yang dikembangkan oleh NPO Mashinostroyenia, bagian dari Perusahaan Rudal Taktis, telah selesai melewati tahap uji negara.

Menurut Direktur Umum NPO Mashinostroyenia Alexander Leonov, rudal baru tersebut dirancang untuk AL Rusia Bersama selesainya pengujian negara terhadap roket tersebut, dua perangkat rudal darat dan laut juga telah selesai melewati tahap uji negara. Namun, hingga saat ini belum diketahui nama, indeks, ataupun karakteristik taktis dan teknis dari ‘produk’ baru tersebut.

Pemimpin Redaksi Military Russia Dmitry Kornev menilai, meski dengan segala kerahasiaan yang mengiringinya, karakteristik ‘produk’ tersebut sudah bisa diterka. “Mungkin ini adalah rudal yang benar-benar baru, misalnya rudal hipersonik. Kita tak boleh lupa bahwa NPO Mashinostroyenia telah mengembangkan bidang tersebut dan belum lama ini maket roket hipersonik Brahmos 2 hasil kerja sama Rusia dan India ditampilkan dalam berbagai pameran,” ujar Kornev pada RBTH.

Selain itu, Kornev juga menduga bisa jadi rudal tersebut merupakan pemutakhiran rudal yang telah ada. Jika demikian, kemungkinan besar rudal tersebut dilengkapi dengan sistem kontrol baru yang lebih akurat yang dibuat menggunakan komponen dan perhitungan algoritma modern. “Mungkin juga peralatan kendali tersebut sudah diganti,” kata Kornev.

Kornev berpendapat jika ‘produk’ tersebut merupakan pengembangan dari rudal lama, kemungkinan besar itu merupakan pengembangan P-800 Onyx yang dikenal sebagai Yakhont di pasar ekspor. Yakhont merupakan rudal supersonik paling terkenal yang diproduksi NPO dan didistribusikan di pasar dunia. Sistem rudal supersonik Brahmos hasil kerjasama Rusia dan India serta sistem rudal pesisir Bastion diciptakan berdasarkan rudal tersebut.

Dmitry Boltenkov, ahli militer independen dan salah satu penulis buku Russia’s New Army, menjelaskan bahwa saat ini Angkatan Laut Rusia sedang mengembangkan konsep operasi ‘pasukan diversifikasi’, yakni ketika armada didukung bukan saja oleh pasukan udara tetapi juga oleh kelompok pasukan darat. Sistem rudal berbasis darat dan laut memainkan peran penting dalam aktivitas ‘pasukan diversifikasi’. Sistem tersebut tidak saja mampu mengenai kapal musuh dengan tembakan yang akurat, tapi juga bisa menghancurkan target di darat.

Boltenkov berpendapat, penempatan sistem rudal universal untuk digunakan oleh militer akan secara signifikan meningkatkan kekuatan Angkatan Laut Rusia. Pada saat yang sama, kedua ahli tersebut sepakat meski fakta mengenai produk baru ini masih rahasia, roket baru tersebut tentu memiliki potensi ekspor.

Beberapa negara, terutama Vietnam dan Indonesia, telah membeli sistem rudal Rusia, baik yang berbasis laut maupun darat dengan rudal Yakhont. Rudal Yakhont Vietnam yang dipasok sebagai bagian dari sistem rudal pesisir Bastion, menurut beberapa laporan, dapat mengenai target yang berada di laut maupun darat.

Seperti yang dijelaskan oleh Boltenkov, sistem rudal pesisir Rusia Sopka (Gunung Berapi) dan Rubezh (Garis Batas) dipasok ke lebih dari sepuluh negara di seluruh dunia, dan bahkan beberapa kali digunakan dalam konflik militer seperti dalam konflik Arab dan Israel.
Wakil Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat Michael Connor sempat menyampaikan kerisauannya mengenai potensi perkembangan armada selam Rusia di The Inguisitr. Kekhawatiran itu muncul setelah uji coba rudal balistik antarbenua Bulava(Tongkat Pukul) terbilang berhasil, yang salah satu peluncurannya sukses dieksekusi pada September lalu. Saat diluncurkan dari tengah Laut Arktik, rudal balistik antarbenua tersebut menempuh jarak ribuan kilometer hingga mengenai targetnya di area pengujian Kura yang terletak di Timur Jauh. (indonesia.rbth.com)

Bagikan:

  29 Responses to “Armada Rusia Segera Miliki Rudal Jelajah Baru”

  1.  

    mbah sangat bangga

  2.  

    Brahmos versi 2 kecepatan nya hypersonic?

  3.  

    Pak Joko Widodo mohon telpon Pak Vladimir Putin segera untuk memesan rudal canggih ini segera. Para tetangga akan semakin respek sama Indonesia! 🙂

  4.  

    bagaimana kabar rudal Indonesia?

  5.  

    lanjutkan, pd kemana para sesepuh di warjag ni kok g nongol2

  6.  

    bungkus..

  7.  

    Yang urgent bagi Indonesia saat ini adalah :
    S-400/S-500, KS Kilo class dan Amur Calss masing2 10 unit ( untuk menambah yg sdh ada ), dari matra udara 2 skuadron SU-35S dan 2 skuadron SU-34fullback.
    itu saja dulu yang ditunggu segera !!!

    •  

      sip… ada yg kurang bung WKL,.. yaitu radar dan drone..

      •  

        Duit nya udah ada yah?
        Utk thn ini pak, jokowi bakal kerepotan, klo ga merubah APBN nya,
        Blm program sosial yg seperti beliau janjikan dlu, butuh biaya yg banyak,,

        Utk medapatan kan alutsista yg bagus, ekonomi yg kuat, rakyat yg sejahtera, butuh kekompakan dari semua unsur, Pemerintah dan birokrasi nya, sampai ke bawah, DPR yg solid yg memntingkan kepentingan rakyat di bandingkan partai dan golongan nya, serta rakyat yg terus membangun dan bekerja keras,

    •  

      Duit nya udah ada yah?
      Utk thn ini pak, jokowi bakal kerepotan, klo ga merubah APBN nya,
      Blm program sosial yg seperti beliau janjikan dlu, butuh biaya yg banyak,,

      Utk medapatan kan alutsista yg bagus, ekonomi yg kuat, rakyat yg sejahtera, butuh kekompakan dari semua unsur, Pemerintah dan birokrasi nya, sampai ke bawah, DPR yg solid yg memntingkan kepentingan rakyat di bandingkan partai dan golongan nya, serta rakyat yg terus membangun dan bekerja keras,

  8.  

    Ayo beli mumpung kondisi rusia lg bagus

  9.  

    semoga R HAN di perhatikan pak JOKOWI.
    demi perdamaian indonesia juga harus bisa buat BULAVA (versi NKRI)

  10.  

    Kado Pak Putin buat Pak Jokowi kayaknya neh

  11.  

    Kapal selam dulu kayaknya deh saya pikir
    Keberadaan Kapal selam jauh lebih Strategis

  12.  

    Lebih baik kita memperkuatkan dibidang rudal dan roket , karena lama kelamaan sda akan segera terkuras , belom lagi alutsista banyak menghabiskan minyak atau bahan bakar , lebih baik pake rudal / roket , efektif pula … IMO

  13.  

    Banjir artikel… Terimakasih untuk para kontributor dan Admin. Salam hormat!!

  14.  

    weleh. akeh tenan artikelnya.
    mantap. ni kira2 boyong lagi Yakhont apa malah naik kelas ya..

  15.  

    nyimak aje lah………..

  16.  

    Kalau memang versi terbaru rudal onyx nya lebih gahar boleh juga di bungkus nih, kl bisa pake versi yg non eksportnya pasti lebih josss …

  17.  

    “Beberapa negara, terutama Vietnam dan Indonesia, telah membeli sistem rudal Rusia, baik yang berbasis laut maupun darat dengan rudal Yakhont”

    berarti kemungkinan besar indonesia dan vietnam sudah memiliki 2 jenis yakhnot yaitu yang berbasis laut dan darat yah…?

 Leave a Reply