Armada Su-30MKM Malaysia Jalani Program Peremajaan

Atraksi udara pesawat tempur Sukhoi Su-30MKM TUDM di LIMA 2019 © LIMA Exhibition

JakartaGreater.com – Pesawat pertama dari armada pesawat tempur multiperan Sukhoi Su-30MKM Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) menjalani program peremajaannya, seperti dilansir dari laman New Strait Times pada hari Senin. (25/3/2019)

Aerospace Technology Systems Corp. Sdn. Bhd. (ATSC), sebagai mitra lokal dari pabrikan Rusia, telah melakukan ‘Preventive and Restoration Work‘ setelah jet tempur mencapai usia layanan aktif 10 tahun.

Manajer senior untuk administrasi kontrak dan korporat di ATSC Mazliza Mohd Noor mengatakan bahwa pesawat dengan nomor registrasi militer M52-11, akan secara resmi diserahkan kepada RMAF besok (26/3/2019).

Mazliza Mohd Noor mengatakan bahwa Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad diharapkan menyerahkan pesawat Su-30MKM yang telah menjalani peremajaan tersebut kepada Kepala Staf TUDM Tan Sri Affendi Buang dalam upacara sederhana.

Acara tersebut, akan disaksikan oleh Menteri Pertahanan Mohamad Sabu, dijadwalkan akan diadakan tepat setelah Dr Mahathir membuka edisi ke 15 dari pameran Langkawi International Maritime and Aerospace (Lima) 2019 di Pusat Pameran Internasional Mahsuri di Padang Matsirat.

Jet tempur Su-30MKM TUDM menjalani peremajaan © ASTC Sdn. Bhd.

“Pekerjaan preventif dan restorasi dilakukan dengan biaya yang jauh lebih rendah didalam negeri, daripada harus mengirim pesawat ke Rusia untuk melakukan pekerjaan itu. Kami berencana melakukan pekerjaan peremajaan pada sisa armada TUDM secara bertahap”, katanya.

New Straits Times telah mempelajari bahwa pekerjaan perawatan dan restorasi dilakukan dengan biaya hingga puluhan juta ringgit, namun menyumbang penghematan besar bagi pemerintah dengan memperpanjang usia layanan pesawat tersebut.

Kepala Staf baru-baru ini menyuarakan keprihatinannya bahwa 40 persen dari aset TUDM memerlukan modernisasi segera. Termasuk pesawat BAE Systems Hawk 100/200, Boeing F/A-18D Hornet dan Lockheed C-130 Hercules, yang telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun.

Helikopter Sikorsky S-61A-4 Nuri juga melayani TUDM selama lebih dari 40 tahun.

Sukhoi Su-30MKM adalah pesawat tempur multi-peran andalan negara yang berbasis di pangkalan udara Gong Kedak di Terengganu. Masliza mengatakan ATSC fokus pada tiga bisnis inti utama yakni Sukhoi Su-30MKM Flanker dan MiG-29N Fulcrum TUDM.

Para teknisi di ASTC melakukan pengecekan mesin jet tempur Su-30MKM Malaysia © ASTC Sdn. Bhd.

Di Lima 2019, ATSC akan diberikan sertifikat ‘Authorised Engineering Organisations and Approved Maintenance Organisation’ atau AMO oleh departemen teknis kelaikan udara (DGTA) TUDM.

“Penghargaan ini diberikan bersamaan dengan usia 10 tahun pelayanan, pengembangan, desain, peninjauan dan persetujuan peralatan pendukung darat ASTC dan AMO untuk pemeliharaan level menengah dan level depot Su-30MKM.

“Pemeliharaan menyangkut sistem senjata pesawat terbang, perpanjangan masa pakai dan pekerjaan restorasi preventif, perbaikan dan perombakan setelah audit kepatuhan oleh Aeronautical Maintenance Regulation and Aircraft Aeronautical Engineering Regulation Team”, katanya.

Pada 25 Juni 1994, ATSC telah dibentuk sesuai dengan kesepakatan antar pemerintah dan Perusahaan Rusia bernama Rosvoorouzhenie, sekarang dikenal sebagai Rosoboronexport, dan Moscow Aircraft Production Organization (MAPO), yang sekarang dikenal sebagai JSC RAC MiG.

ATSC adalah anak perusahaan dari Industri Dirgantara dan Pertahanan Nasional Sdn Bhd (NADI) yang memegang 70 persen saham, sementara RAC MiG dan Rosoboronexport asal Rusia masing-masing memegang 25 persen dan 5 persen.

Tinggalkan komentar