Armenia: Azerbaijan Menyerang Ibu Kota Nagorno-Karabakh

Jakartagreater.com  –  Azerbaijan dan Armenia telah terlibat dalam permusuhan selama beberapa hari terakhir setelah kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan, dirilis Sputniknews.com pada Jumat 2-10-2020.

Pasukan Azerbaijan telah melancarkan serangan ke ibu kota Nagorno-Karabakh, Stepanakert, kata Kementerian Pertahanan Armenia pada hari Jumat 2-10-2020. Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia Artsrun Hovhannisyan tidak merinci serangan seperti apa yang diluncurkan oleh pasukan Azerbaijan atau senjata apa yang digunakan.

Hovhannisyan menambahkan, serangan tersebut mengakibatkan korban luka di antara warga sipil dan layanan penyelamatan serta kerusakan infrastruktur di kota tersebut. Akun Infocenter Terpadu Armenia, yang dikelola oleh pemerintah Armenia, kemudian men-tweet bahwa 10 staf layanan penyelamatan terluka dalam penembakan itu.

Koresponden Sputnik yang bekerja di tempat kejadian melaporkan beberapa ledakan di ibu kota republik yang memisahkan diri itu. Sebuah video yang diduga menunjukkan serangan di Stepanakert telah dibagikan secara online. Dalam rekaman tersebut, pilar asap putih terlihat membumbung ke langit.

Armenia dan Azerbaijan telah terlibat dalam konflik di wilayah mayoritas Armenia di Nagorno-Karabakh setelah memproklamasikan kemerdekaan dari Republik Azerbaijan Soviet pada tahun 1991.

Ketegangan berkobar pada hari Minggu, setelah kedua belah pihak saling menyalahkan karena memulai serangan terhadap titik-titik populasi sipil di wilayah tersebut.

Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bersama pada Kamis 1-10-2020 tentang konflik Nagorno-Karabakh, mendesak para pihak untuk segera melanjutkan negosiasi.

3 pemikiran pada “Armenia: Azerbaijan Menyerang Ibu Kota Nagorno-Karabakh”

  1. Ow ternyata Azerbaijan tak terima rakyat di wilayah Nagorno Karabakh merdeka thn 1991 dan minta gabung dengan Armenia, sampai panglima perang Turki bersumpah akan bela Azerbaijan. Moga2 tank Kaplan digunakan disana kita mau lihat seberapa hebat di gunakan di pertempuran sesungguhnya, semoga bisa mengelak dari serangan drone karena Kaplan lincah manuvernya supaya rencana PT. PINDAD produksi 100 unit buat kavaleri TNI AD bisa segera direalisir.

Tinggalkan komentar