Jan 032019
 

Tank tempur utama Leopard-2PL Angkatan Darat Polandia © Armored Warfare

JakartaGreater.com – Pakar tank asal Polandia tidak begitu memahami tentang Leopard-2A4 buatan Jerman. Informasi berikut dibuat berdasar informasi yang disebarluaskan Damian Ratka pada forum militer Armored Warfare bulan lalu.

Berikut adalah beberapa masalah yang ditemukan pada Leopard-2A4:

  1. Sebagian besar Leopard-2A4 dan model lama mulai A0 hingga A3 telah menggunakan teknologi Advanced Modular Armor Protection alias AMAP® B. Tapi dalam pengujian teridentifikasi bahwa armor itu jauh lebih lemah daripada armor yang digunakan pada T-72M1 atau T-72M1 upragde yakni PT-91 Polandia. Hanya 70 Leopard-2A4 terakhir yang telah menggunakan teknologi AMAP® C atau AMAP® D seperti yang digunakan pada Leopard-2A5 dan Leopard 2A6, tapi Leopard-2PL Polandia tidak memakainya.
  2. Desain sasis Leopard-2A0 – Leopard-2A4 ditemukan cacat konstruksi “fatal” dibagian bawah sisi lambung tempat suspensi tidak dapat menahan beban lebih dari 60 ton, jika tidak maka beberapa bagian sasis akan mulai retak. Ini untuk mengupgradenya maka perlu memotong bagian bawah tank dan mengganti dengan yang baru dimana sangat mahal harganya. Sejumlah rumor menyebut ini juga dialami beberapa Leopard-2A5. Inilah alasan mengapa Leopard-2PL Polandia tidak memakai armor tambahan
  3. Dengan menggunakan teknologi armor AMAP® B yang di uji coba pada purwarupa tank Leopard-2PL Polandia maka tentu saja itu sangat mengecewakan.
  4. Kementerian Pertahanan Polandia berusaha mencari alternatif untuk Leopard-2, yang juga harus menggantikan armada T-72M1 dan PT-91 yang ternyata, modernisasi tank T-72M1 (PT-91) cukup mahal dan hasilnya tidak akan sesuai. Itulah sebabnya sejumlah kalangan dan kementerian pertahanan mendukung pembelian tank baru. Tak berarti bahwa tank yang diakuisisi adalah yang baru, namun ini adalah tentang teknologi dari negara mana pun yang dapat diperbaiki dan dimodernisasi. Berdasarkan RFI (Request for Information), Polandia membutuhkan antara 300-400 tank, tapi semua tergantung pada anggaran.

Sementara itu, pakar militer alassal Polandia lainnya, Jaroslaw Wolski, memberi pendapat atas poin-poin diatas. Berikut analisisnya seperti dilansir dari Sturgen House:

Menurut Wolski, untuk poin 1 sebagian besar adalah benar adanya. Armor KE pada PT-91M atau PT-91M1 lebih baik daripada armor AMAP® B Leopard 2A4 meskipun armor standar sedikit lebih lemah daripada Leopard-2A4 melawan amunisi HEAT. Tapi dengan Erawa-2, PT-91M/M1 jauh lebih terlindungi daripada Leopard-2A4. Menyedihkan memang, tetapi itu fakta. Di sisi lain, meski Leopard-2A4 ketinggalan jaman dari PT-91 disemua aspek nemun awak tank tidak berminat pada T-72M1 upgrade atau PT-91 alias tank Pendekar. Mereka hanya menginginkan Leopard-2PL.

Wolski mengakui bahwa kalau teknologi Leopard-2A4 sudah usang.

Lebih lanjut, Wolski menyebut bahwa teknologi AMAP® B pada Leopard-2A4 cukup baik, hanya saja “base armor” pada Leopard 2A4 adalah sampah. Menurut produsen pertahanan asal Polandia,Polska Grupa Zbrojeniowa (PGZ) Leopard-2PL seharusnya dipoles “melebihi level Leopard-2A5” tetapi saat di uji itu semua tidak tercapai. Hasilnya dirahasiakan tetapi pasti teknologi AMAP® B bukan sumber masalahnya.

Pada gilirannya, Kementerian Pertahanan Polandia melobi Amerika Serikat untuk akuisis antara 300 hingga 400 tank tempur utama M1A1 Abrams dan mengupgradenya. Perkiraan biaya pengadaan adalah sebesar $ 3 miliar. Jika benar kabar bahwa Angkatan Bersenjata Polandia lebih memilih tank Abrams untuk diakusisi, tentunya ini menjadi pukulan berat kepada industri pertahanan Polandia, serta Malaysia sebagai operator dari tank PT-91M Pendekar.

Bagikan: