Mar 262014
 

NARA1

24 February 1991, D-day Operation Desert Storm:
Berkekuatan 25.000 prajurit, 240 unit tank tempur utama M1 Abrams, 95 unit heli serbu dan serang , 230 unit kendaraan tempur M2/M3 Bradley, dan 8.000 unit kendaraan lain dari berbagai jenis, Divisi Infanteri Mekanis ke-24 memulai kampanye Operation Desert Storm dengan menyerang pangkalan udara di Talil dan Jabbah. Disana, Div. Infanteri Mekanis ke-24 sudah ditunggu oleh Divisi Infateri ke-37 dan 49 AD Irak, plus satuan Pengawal Republik, Divisi Infateri Mekanis Nebukadnezar dengan total kekuatan 28.000 personel, 200 tank, dan 300 kendaraan lapis baja ringan. Pertempuran seru pecah dan ditandai duel tank sengit antara satuan kavaleri berat M1 Abrams melawan elemen lapis baja divisi Nebukadnezar yang dilengkapi dengan tank T-72, T-62, dan T-55. Tidak ketinggalan satuan batalyon infanteri mekanis yang dilengkapi dengan IFV Bradley bergerak sangat cepat memotong jalur suplai logistik pasukan Iraq, dan berhasil merebut 2 pangkalan udara penting di kedua kota tersebut. Di tanggal 28 Februari 1991, secara total Divisi Infanteri ke 24 berhasil menghancurkan 420 tank dan kendaraan lapis baja Iraq, lebih dari 1000 unit artileri dari berbagai jenis dan menawan lebih dari 5000 personel AD Iraq.

Prolog diatas mengilustrasikan secara sederhana betapa penting peran Infanteri Mekanis dalam mengubah wajah peperangan darat modern di era abad 21 ini. Konflik seperti perang Libanon dan perang Iraq juga diwarnai oleh pertempuran yang melibatkan unit infateri yang didukung secara ketat oleh kendaraan tempur lapis baja pengangkut pasukan maupun kendaraan tempur yang berfungsi untuk memberikan bantuan tembakan.

NARA2

Postur Infanteri Mekanis TNI AD: Kini dan Rencana Pengembangan

Saat ini, TNI AD telah memiliki 1 Brigade Infanteri yang menjadi embrio pengembangan satuan infanteri mekanis di masa mendatang, satuan tersebut yaitu Brigade Infanteri (Brigif)-1 Pengamanan IbuKota/Jayasakti. Brigade ini memiliki struktur yang terdiri dari 3 Batalyon Infanteri Mekanis (Yonif 201, 202, dan 203) , 1 Batalyon Kavaleri Serbu (Yonkavser-9) dan 1 Peleton Intai Keamanan (Tontaikam/setara dengan unit Ranger/Scout) dengan total personel 3.140 prajurit plus 180 kendaraan lapis baja dari tipe AMX-13 dan Anoa.

Format Brigif Mekanis seperti yang dimiliki oleh Brigif 1 PIK/Jayasakti ini akan dikembangkan lebih lanjut pada formasi Brigade Infanteri Mekanis di beberapa Kodam. Adapun detil format satuan memiliki beberapa opsi, diantaranya yang jadi kandidat terkuat adalah:

A. Format light brigade: 4 Yonif mekanis, 2 yonkavser ringan, 1 kompi intai tempur/keamanan

B. Format heavy brigade: 4 Yonif mekanis full size (@ 800 personel), 1 yonkavser berat (MBT/medium tank), 1 Yonkavser ringan, 1 kompi intai tempur/keamanan.

Format heavy brigade akan dibentuk pada Kodam dengan tingkat eskalasi ancaman tinggi, dan yang light brigade pada Kodam dengan tingkat ancaman sedang/menengah.

Adapun struktur kekuatan Yonif mekanis nantinya akan terdiri dari 700-800 personel, 50-60 unit ranpur sekelas Anoa 6×6/8×8 dengan berbagai versi (APC, scout, anti-tank, fire support, dll). Sedangkan untuk Yonkavser berat memiliki setidaknya 30-40 MBT sekelas Leopard 2RI/Leclerc /T-90/99 atau tank medium buatan dalam negeri yang dilengkapi kanon 120 mm. Kombinasi kedua jenis satuan tersebut yang membentuk format standar unit brigade infanteri mekanis TNI AD akan menjadi komponen tempur yang memiliki daya pukul cukup mematikan dan masih cukup lincah untuk bermanuver guna menghadang kekuatan darat agresor/OPFOR (opposing force).

Dengan rencana bahwa tiap unit Yonif Mekanis akan dibekali sistem senjata anti tank portable NLAW atau Javelin setidaknya 60 pucuk, dan ranpur Tarantula/Anoa dg meriam Cockerill 90 mm untuk dukungan tembakan setidaknya 1 peleton/10 unit, maka untuk pertama kalinya dalam sejarah TNI, kita akan memiliki full strength, fully offensive-capable multi purpose combat unit. Plus, dengan bantuan fire power dari Yonkavser Berat yang memiliki 40 MBT atau tank medium dengan meriam utama 120 mm, maka…..TNI AD menjadi angkatan darat satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang punya satuan terpadu seperti ini (sonotan saja yang punya Brigade Infateri ke-5 hanya bersifat satuan administratif belaka).

Peran Infanteri Mekanis dalam Pemekaran Kekuatan Komando Utama TNI AD

Seperti yang kita ketahui bersama, renstra TNI dalam format MEF I sampai dengan MEF III didalamnya tercantum pemekaran komando utama (Kotama) TNI AD. Salah satunya adalah Kostrad,juga akan dimekarkan dalam kuantitas dan kualitas yang signifikan. Organisasi eksisting akan dimekarkan hingga 4 divisi dan 3 brigade komposit mandiri.

Satuan Raiders akan jadi “vanguard” atau ujung tombak satuan pemukul, dengan multikualifikasi. Belum lagi satuan lapis baja berat, artileri medan gerak sendiri (swagerak) dan sebagainya (detail undisclosed). Rencana Combatant force untuk kotama Kodam “tier 1 “ akan terdiri dari 1 Brigif Mekanis, 2 Yonif Raiders, 4 Yonif Kostrad, 3 Yonif reguler, 2 Yonkavser, 3 Yon Armed, dan 1-2YonArhanudri/Arhanudse.

Brigade Infanteri Mekanis dalam Kodam beserta satuan organik lainnya akan bertanggungjawab untuk melakukan containment terhadap OPFOR (opposing force).Bila Kondisi memungkinkan OPFOR bisa dihajar habis oleh komponen tempur kodam yang bersangkutan. Tapi kalau terjadi eskalasi dalam level diluar kemampuan Kodam tersebut, maka satuan QRF/RRF (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) akan siap on call membantu kodam tersebut

Bayangkan, jika rencana strategis di MEF II akan ada 8 Kodam didalam lingkup 3 Kogabwilhan yang memiliki 1 Brigif Mekanis, ditambah dengan unit-unit Pemukul Reaksi Cepat/RRF (Rapid Reaction Force) independen dibawah Kostrad, akan terlihat postur TNI AD yang jelas sangat berbeda dan pastinya jauh lebih siap untuk meghadapi potensi ancaman dari luar yang sudah nampak pada saat ini.

Jadi benar adanya, rencana fokus dan konsentrasi pengembangan 500.000 personel yang punya kualifikasi tidak hanya infanteri reguler, namun sudah ter-spesialisasi berdasarkan designasi peran di konteks Kogabwilhan (resident/defense unit atau mobile strike unit). Satuan infanteri mekanis, adalah salah satu implementasi dari rencana besar ini.

Penutup

Satuan infanteri mekanis merupakan salah satu wujud nyata transformasi doktrin TNI AD yang sebelumnya bertumpu pada satuan infanteri murni berpostur defensif menjadi satuan komposit multi dimensi yang memiliki kemampuan sebagai shock troops (seperti unit Stryker Brigade US Army). Dengan kemunculan unit baru ini, secara otomatis menimbulkan beberapa konsekuensi diantaranya: pengembangan strategi dan taktik tempur baru, familiarisasi para komandan lapangan dengan olah gerak dan olah tempur infanteri mekanis, pelatihan komprehensif dalam rangka konversi unit infanteri konvensional menjadi unit infanteri mekanis, modifikasi dan transformasi alur logistik, dan lain sebagainya.

Dalam konteks rencana deployment Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) di masa mendatang, maka praktis satuan Infanteri Mekanis ini akan menjadi andalan “resident force” yang berada dibawah kendali Pangkogabwilhan dalam setiap operasi tempur pertahanan wilayah. Sehingga, dengan demikian unit ini sebenarnya telah menjelma menjadi unit strategis yang berperan vital dalam grand design skema pertahanan NKRI.

Semoga dengan dukungan penuh dari seluruh komponen NKRI, rencana besar ini dapat terwujud, dan kita akan menyaksikan konsepsi “Indonesian Army 2.0” dalam waktu tidak lama lagi. Amiin…. (by Narayana)

  118 Responses to “Satuan Infanteri Mekanis: Elemen Pemukul TNI AD”

  1. pertamaaaax

  2. PERTAMAAAXXXX….

  3. ternyata kalah juga daku he he he ….

  4. Bung nara……. saya turut juga berdoa, semoga terwujud , amin yra

  5. “Sedangkan untuk Yonkavser berat memiliki setidaknya 30-40 MBT sekelas Leopard 2RI/Leclerc /T-90/99 atau tank medium buatan dalam negeri yang dilengkapi kanon 120 mm.”

    sekelas Leopard dgn cannon 120mm .. wah.. mantap euy

  6. Bismillah..ikut belajar suhu semua

  7. ternyata sonotan saja yang punya Brigade Infateri ke-5 hanya bersifat satuan administratif belaka ??

  8. salam kenal warjager & sesepuh disini

    ane ijin nyimak sambil belajar

    salam

  9. om Nara.. Indonesian Army 2.0….maksudnya apa ya om?

    • tks om… memang dah saatnya tampil garang, jangan lg low profile, persetan dg tetangga culas, persetan dg keseimbangan wilyah, saatnya bangsa lain SIKAP SEMPURNA pada BANGSA INDONESIA, TITIK.

    • Hebat sekali kalau kejadian, kemampuan adaptasi dalam perang asimetris menunjukkan bahwa kita sudah mulai setara dengan negara-negara yang memiliki kemampuan militer yang besar. Saya rasa warjager-warjager disini bisa juga mengisi banyak kolom di media yang lebih besar cakupannya seperti K*m*a*iana milik media Ko*p*s agar lebih banyak warga negara Indonesia yang bangga kepada NKRI dan Indonesia Raya.

  10. Indonesia sudah siap perang..!!! Memang harus dari sekarang dipersiapkan,karena sudah terlalu banyak gesekan dg negara” tetangga & sering menginjak-injak martabat bangsa ini.

  11. artikel yang pas buat menyambut berita AS menambah marinir di darwin sampai 22.750 personel
    http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=14784&type=108#.UzKfRaiSySo

  12. maaf bung nara, jika Yonkavser berat memiliki setidaknya 30-40 MBT sekelas Leopard 2RI/Leclerc /T-90/99..
    berarti MBT yang akan di terima TNI AD adalah lebih dari satu Jenis,,
    yang menarik disini adalah T-99 Armata, MBT canggih dan teranyar dari beruang merah ini harapan ane (mudah2an) akan di akuisisi juga oleh TNI AD, jika benar ada bocorannya tdk bung nara mengenai jumlah dan penempatannya..

    salam

  13. Amin semoga cepat terwujud di MEF 2 tanpa ada ”halangan” berarti…

  14. Bismillahh…

    Pertamax…… 😀

  15. Bung nara,bung jalo,bung satrio tlg dikasih info bagaimana reaksi NKRI menangapi pasukan AS yg di tempatkan didarwin australia.thx

  16. he he he sabar sabar sabar…….
    semua pertanyaan akan di jawab bung nara….
    ditunggu dulu sambil minum secangkir kopi untuk sore hari ini.

  17. ok bu ng now…SIIIPPP

  18. hmmm..
    ditunggu bung..
    terima kasih buat info2 nya selama ini..
    salam.

  19. dan semua pun hancur ketika f-35 datang… :p

  20. Waduh banyak juga senjatanya, klo Jokowi jadi Presiden ntar di gudangin semua senjatanya, mirip satpol PP yang di gudangin pentungannya, becanda….hehehe.

  21. Faktor2 kenapa mamarika dengan sangat mudah menundukkan tentara iraq:

    – main keroyokan secara pengecut, lebih dari kekuatan puluhan negara dengan kekuatan militer up to date menyerang iraq sendirian.
    – kekuatan kecil tentara iraq sudah diperhitungkan akan kalah
    – dipantau oleh puluhan satelit mata2 multi negara dari atas langit
    – dibantu dengan hujan salvo dari beberapa kapal induk
    – tank2 mamarika dapat dengan mudah mempecundangi tank tercanggih irak yang dibeli rusia saat itu, karena jangkauan tembakan yang melebihi jangkauan tembakan tank irak.
    – keseluruhan amunisi mamarika menggunakan depleted uranium, sehingga dengan mudah mengoyak lapisan baja tank rusia tersebut seperti kerupuk, dan bahkan hingga tembus sampai ke belakang. di beberapa poto, saat tank2 irak berada di depan gundukan tanah (bukit) gundukannya bahkan ikut meninggalkan lubang yang lumayan besar serta juga meninggalkan jejak2 residu radiasi uranium dalam kadar tinggi, dan hilang sesudah beberapa tahun kemudian.
    – strategi perang bulan sabit…
    – iraq tidak memiliki rudal antar benua yang sanggup mencapai eropah ataupun benua amerika
    – iraq tidak memiliki nuklir, jumlah amunisi yang terbatas, serta (kurang) tidak mengamankan pasokan bahan bakar untuk berbagai mesin perangnya
    – rakyat terpecah2, ada yang pro dan ada yang kontra. apalagi saddam yang memimpin sebagian besar rakyatnya dengan cara tirani, namun di lain pihak memanjakan sebagian kecil rakyatnya yang satu golongan dengannya.
    – kekuatan angkatan laut yang amat lemah, sehingga dengan sangat mudah dilumat oleh AL sekutu.
    – dll….

  22. Club K Container Missile System Layak Diakuisisi
    Berkas:Club-K MAKS-2011 02.jpg

    Kerjasama Indonesia-Rusia dibidang pertahanan khususnya dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) telah berjalan cukup lama. Naik turun hubungan ini dimulai sejak jaman Presiden Soekarno, Soeharto hingga Presiden SBY saat ini. Dari pengadaan untuk TNI AU, TNI AL dan TNI AD telah dan terus berjalan, dimana selalu menyertakan Transfer of Technology (ToT) sebagai syarat pengadaan alutsista berbagai matra TNI dari produk luar. Ini jelas menguntungkan bagi Indonesia, untuk memajukan industri di dalam negeri terutama bagi pengembangan alutsista lokal.

    Salah satunya adalah kerjasama pengadaan Rudal Club K dari Rusia yang di bungkus dengan kerjasama rel kereta api di Kalimantan. Diharapkan nanti, Pulau kalimantan dapat dilalui kereta api yang dilihat dari teknisnya tidak akan kesulitan untuk ditempatkan Club K ini yang akan terpasang di kereta api. Jelas jalur transportasi ini sangat strategis karena mampu dengan cepat diluncurkan ke perbatasan Malaysia jika sewaktu-waktu terjadi konflik seperti terjadi tahun 2005 silam.

    Club K tidak hanya diluncurkan dari kereta api, namun juga dipasangkan di kendaraan darat biasa layaknya truk kontainer biasa, dan jelas musuh tidak akan pernah tahu dan bisa membedakan mana yang asli kontainer mana yang Club K. Demikian juga ketika diangkut oleh kapal-kapal laut, yang seolah-olah kapal pengangkut namun dengan cepat berubah menjadi kapal perang yang mematikan.

    Sistem rudal Rusia wadah baru, yang dikenal sebagai Club-K, merupakan penyebab saat ini menjadi perhatian para ahli militer karena sulit dideteksi. Menurut Reubon Johnson para ahli dari Departemen Pertahanan AS takut senjata dapat mengubah keseimbangan militer di dunia.
    Perangkat ini, dengan empat rudal balistik darat ke laut dan laut ke laut, tidak dibedakan dari wadah-meter panjang 12, seperti yang biasanya digunakan untuk mengangkut barang melalui laut atau kereta api, tambah sumber itu. Kamuflase yang membuat sangat sulit untuk mengidentifikasi angkutan rudal disimpan di dalam wadah, seperti yang dilansir Russia Today.

    Untuk bagiannya, website Politikus mengungkapkan bahwa kontainer bergerak dapat ditempatkan di kapal, truk, kereta api dan platform. Kamuflase mereka sangat baik akan memaksa sistem rudal musuh ‘untuk mengintensifkan dan mengubah pekerjaan intelijen mereka sebelum merencanakan serangan’.Rudal Club-K dapat dipindahkan diam-diam ke zona operasi mungkin dan melaksanakan artileri reaktif menembak menghancurkan dengan jangkauan hingga 300 kilometer, tambah sumber itu.
    Namun ditengah upaya peningkatan kemampuan pertahanan di negeri ini, patut disayangkan adanya upaya pelemahan dan penjegalan atas program pengadaan alutsista ini dari negara-negara besar dan antek-anteknya yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara besar. Dan yang paling berbahaya adalah antek-antek asing berkewarganegaraan Indonesia yang rela menjual diri demi dollar, semoga kita bukan termasuk diantaranya.

  23. Proposal bung, DPR? hadeuwww

    • Ya kan semuanya juga datang dari usulan user 😀 , kasi bocoran dikit kisi-kisi:

      “Indonesian Army, Navy, Air Force Proposed Procurement Programme” , siap2, publish malam ini :mrgreen:

      • teman2 warjag siapin diri krn malam ini menjadi malam yg panjang sambil diskusi bocoran kisi2 “Indonesian Army, Navy, Air Force Proposed Procurement Programme” ……
        sekalian nyiapin sunah rosul he he he he…..

  24. nah,,seru nih, lga bocofran 3 matra…duduk manis, sambil ngebul…nungguuuu

  25. Bung nara waktu saya lihat pameran di monas tahun kemarin kok andalannya cuma kanon ama rapier gak ada yang lebih gahar apa?

  26. @ mas nowyoudont

    terima kasih atas kisi kisi leopard dan armata-nya

    gimana ? kira kira bener nggak tebakan saya ?

  27. Izin nambahin bung nara moga2 berkenan…kerberhasilan infantri mekanis ASU di irak tdk terlepas dr suplay data satelit mata2 di war room yg jauh dari medan perang.Tank2 ASU bs melihat apa yg tdk dilihat tentara irak sehingga mereka bs tahu kelemahan irak dan menghantam ksana.apabila ada gerakan yg mengancam mereka segera bantuan di kirim pd saat yg tepat.

    Kadang tentara irak tdk tahu apa yg menghantam mereka tahu2 tank atau situs militer mereka sdh hancur luluh…

    Jd sangat penting kita memiliki satelit pertahanan atau bahkan satelit mata2 kedepannya…

    • Benar bung, saya setuju untuk pengadaan satelit pertahanan ini memudahkan kita menyusun peperangan dan melancarkan peperangan. Selain itu perlu juga disediakan alutsista contra satelit spt cina yg bisa menembak jatuh satelit mata2 amerika. Saya yakin satelit mata2 negara lain dengan peningkatan militer kita akan selalu mengintip di atas nusantara.

  28. Ini yg saya TUNGGU.
    Sudah mulai berdegup neh…
    1 jam, 2 jam lagi….atau….. Duaaaar segera keluar artikel dan Info A1 nya….

  29. ngak usah ngimpi beli tank baru
    cuma bakalan retrovit AMX aja kok

    • Setiap alutsista memiliki kelemahan dan keunggulan. Kita tidak bisa menganggap remeh AMX. Saya pikir AMX mempunyai keunggulan dalam mobilisasi dan efisiensi bahan bakar. Dengan ukurannya yg kecil dan ringan bisa dibawa oleh kapal apa saja bahkan dibawa heli chinook atau pesawat C130. Kita cukup menambah cannon, radar dan amour saja supaya bisa memiliki AMX yang gahar makanya kita retrofit AMX tsb.

  30. 3…. 2….

  31. 2…. :mrgreen:

  32. @om nara /om sat… maaf keluar dr yang dibahas…warung sebelah menyebutkan KOHANUDNAS… malah katanya kihanusnas akan mempunyai armada pespur sendiri diluar TNI AU..mhon penjelasannya omm….. makasih

  33. semakiin bangga dengan bangsaku…

    semakin kuaat negriku..

    trim bang jalo, bung satrio, bung nara atas penceraahannyaa…

  34. disaat negara kita di invasi. alutsista hancur lebur terserang lebih dl. kita akan kembali perang gerilya kota dan desa, namun bambu runcing tidak akan mampu menembus tank. perlu senjata portable pelumat baja sebanyak mungkin dan perlu sniper sebanyaknya biar musuh tidak berani keluar dari lapis baja dan kita lumat tank tersebut. bagaimana dg ancaman udara? adakah senjata portable bs jangkau ketinggian 17rb kaki?ataukah ada pendeteksi dini/radar pespur/kapal yg portable? bagaimana kalau musuh memakai kapal induk diparkir 450 km dari pantai?bisakah senjata portable menghancurkan?gerilya dilaut? kirim pasukan katak ke samudra atau selat?
    semoga petinggi militer py senjata rahasia dan taktik yg jitu. semoga BIN py data akurat. semoga mandiri dalam alutsista. berharap indonesia mempunyai roket dg jangkauan >1000km dan satelit militer mempunyai sonar dalam laut. merdeka

    • Kalau saya malah berpikir balon-balon udara yang bisa dipasangi alat pemantau dan pemancar sekaligus pengarah untuk memandu rudal dengan jangkauan sedang. Jadi tidak perlu satelit untuk posisi defensif dan tidak perlu mengirimkan pasukan lewat laut.

  35. Tambahan aja bung Afiq, terakhir saya ketemu dengan usernya langsung dan jagoan pembuat tank pindad, katanya kita masih fokus untuk pengembangan dalam negeri. Pemerintah sudah gelontorkan dana untuk pembangunan tank dalam negeri. Karena dijadwalkan kalau prototipenya jadi pada 2016, Kemenhan akan memesan 100 unit sesuai dengan MEF 1. Saya ikutin perkembangannya sering whatsappan dengan mereka, dan hasilnya mereka sekarang lagi gak bisa diganggu karena mengejar target 2016. Kata mereka kenapa harus dibuat didalam negeri, karena masalah kebutuhan tank harus mengikuti keadaan geografis NKRI termasuk didalamnya pengembangan teknologi dalam negeri.

    Terakhir awal bulan ini saya dikasih info dan gambar (maaf yang ini gak bisa di share) itu para peneliti melakukan penelitian terhadap tank BTR-80a, BMP-3f, dan lapis baja milik Marinir lainnya, (jadi ngerti ini untuk pengembangan apa). Dan juga sampai sekarang tim litbang TNI AD, Pindad dan Yonkav sedang menguji beberapa tank di 5 daerah di tanah air.

    Untuk turret saat ini yg saya dikasih tahu, itu masih seputaran kerjasama dengan Belgia dan Korea Selatan. Sisanya, ada rencana dengan Italia dan Turki (masih proses). Pengembangannya untuk bobot 25 ton, sekian infonya dulu ya bung Afiq.. nanti ada yang marah, hehehehehe 🙂

  36. @bung nara : diatas ada komen bung nara yg bilang alut gahar kita udah jatuhkan 5 uav dan 2 pespur? kok nggak ada beritanya di inet ya, terutama soal nembak 2 pespur, biasanya kan wartawan luar negeri tau aja berita2 kayakgini, btw ane selama ini SR aja di warjag ini tp ane lumayan serimg baca ni situs, ngeri ngeri sedap baca beritanya heheheeh…

    • Bung Nara berarti negara yg pespur jahil itu dah siap ya buat ngorbanin perpurnya buat liat siapa yang jaga pagar kita? Udh siap mati dong bung itu pilot artinya?

      • Maaf Bung Nara, mengingat negara pespur jahil itu sangat memperhatikan nyawa manusia termasuk pilotnya, kenapa beritanya nggak ada ya?
        Apa dia eject selamat dan ditolong Combat SAR-nya? Atau mungkin yg betul UCAV yg ditembak jatuh, bukan pespurnya?
        Terima kasih sebelumnya.

      • Pesawat yang bisa jamming dan pake decoy kalau gak salah F18 Hornet atau F-15 dari armada 7 US atau guam, atau australia.

      • Pasti semua ingin tahu jenis pespur, negara asal n lokasi kejadian, tapi ya itu mustahil n mustahal kalau Bung Nara sedang ingin bermain teka-teki .
        Ayo Bung Antonov,kejar pertanyaan terus…, yang dibelakang ini pada penasaran soalnya,he he….
        Salam buat bung-bung semua,ikut nyimak …

      • ditembak di wilayah remote, ada pod plus pake external fuel tank .. 🙄 bisa dikira-kira TKP dan aktornya 🙂

    • Wah uav itu mau ngetes dimana posiai sam indo… permah baca kalau di peperangam sesungguhnya posisi sam yg diketahui uav dihajar rudal jarak jauh

    • Wah terima kasih infonya bung Nara..

  37. Terima kasih Bung Nara, ada bocoran TOE-nya?
    Pengertian saya, yonkavser berat gabungan Leo + Marder? Yonkavser ringan, ??? + Anoa?
    ??? maksudnya the future medium tank kita, begitu Bung?
    Dari penjelasan Anda, Ki intai kita mengandalkan murni senyap/ penyusupan, bukan combat recon.
    Kalau sdh keputusan MBT Leo mau disebar, kapan kita beli tank transporter dan PMP floating bridge Rusia yg kesohor ampuh dan efektif dulu dipake Mesir di Yom Kippur war, dan dicontek oleh Barat.
    Maaf ngerepotin lagi.

  38. nyimak….clue dari bung nara bikin kelapa eh kepala puyeng….gara gara kebanyakan nyruput kopi pahit
    maksih buat cluenya bung nara….bikin deg deg an nih 😀

  39. @bung nara….wah mantap sekali ternyata pertahanan indonesia….semoga tetap maju alutsista tni..dan tentunya kalaubisa buatan dalam negeri ya harapan ane…..biar uangnya berputar di dalam negeri juga bisa buka lowongan kerja buat para sarjana teknik indonesia 🙂 hehehhe….

  40. ##A. Format light brigade: 4 Yonif mekanis, 2 yonkavser ringan, 1 kompi intai tempur/keamanan

    B. Format heavy brigade: 4 Yonif mekanis full size (@ 800 personel), 1 yonkavser berat (MBT/medium tank), 1 Yonkavser ringan, 1 kompi intai tempur/keamanan.

    Format heavy brigade akan dibentuk pada Kodam dengan tingkat eskalasi ancaman tinggi, dan yang light brigade pada Kodam dengan tingkat ancaman sedang/menengah.

    Adapun struktur kekuatan Yonif mekanis nantinya akan terdiri dari 700-800 personel, 50-60 unit ranpur sekelas Anoa 6×6/8×8 dengan berbagai versi (APC, scout, anti-tank, fire support, dll). Sedangkan untuk Yonkavser berat memiliki setidaknya 30-40 MBT sekelas Leopard 2RI/Leclerc /T-90/99 atau tank medium buatan dalam negeri yang dilengkapi kanon 120 mm. Kombinasi kedua jenis satuan tersebut yang membentuk format standar unit brigade infanteri mekanis TNI AD akan menjadi komponen tempur yang memiliki daya pukul cukup mematikan dan masih cukup lincah untuk bermanuver guna menghadang kekuatan darat agresor/OPFOR (opposing force).

    Dengan rencana bahwa tiap unit Yonif Mekanis akan dibekali sistem senjata anti tank portable NLAW atau Javelin setidaknya 60 pucuk, dan ranpur Tarantula/Anoa dg meriam Cockerill 90 mm untuk dukungan tembakan setidaknya 1 peleton/10 unit,##

    asumsi kebutuhan alutsista standar brigif mekanis:
    13 kodam, 8 kodam utama, 5 kodam pendukung,
    yonif mekanis, 13*4*800= 432 ribu personel.
    yonkavser berat, 40*8=320 unit MBT
    yonkavser ringan 40*18=720 unit medium tank
    ranpur sejenis/anoa 13*4*60=3120 unit, di antaranya anoa dengan meriam 520 unit.
    atgm 13*4*60= 3.120 pucuk.

    • kok sepertinya gak semua kodam ya. bayangin aja pindad buat ANOA 3000 unit? Paling cuma beberapa pulau besar saja. Jawa 2 brigif mekanis berat (Jatim dan DKI), Sumatra 1 brigif mekanis berat (Sekitar Riau), Kalimantan bisa 1-2 brigif mekanis berat, Sulawesi 1 Brigif mekanis ringan-berat (Makasar), dan Papua 1 Brigif mekanis ringan. Jadi realistisnya cuma 6-8 brigif mekanis.

      • 3000 unit itu bisa ANOA atau plus produk sejenisnya dari luar negeri. perbandingannya bisa 50;50 aja sudah lumayan . tapi semua tergantung kebijakan pemerintah jika yakin dengan PINDAD ya di support karena nilai ekonomi ranpur anoa saja bisa sampai 30T. saya yakin sekalipun negara tidak punya PMN buat PINDAD, maka investor pasti mw ikut membesarkan industri PINDAD. yang penting pemerintah komit dengan pembangunan pasar industri strategis dalam negeri.

        13 kodam itupun rasanya masih kurang untuk negara dengan wilayah tipikal kepulauan sebesar indonesia. malah ada kabar akan ada pemekaran lagi kodam. indonesia tidak memiliki sekutu jadi harus kuat mempertahankan wilayahnya sendiri walaupun menghadapi beberapa front sekaligus.

  41. Ilustrasi. Stryker Brigade Combat Team US Army

  42. @Bung nara:btw tuh paspur & uav yg rontok di hajar pagar NKRI berasal dari satu negara atau negara nato kah mohon pejelasanya aq jadi penasaran + bangga buat tni…..

  43. Untuk MBT kayaknya terlalu banyak macamnya ya? Apa kita g kewalahan dlm hal sucad, teknis, dan infrastruktur? Seperti clue Pespur medium class yang banyak pilihanya,, mungkin dari saudara semua bisa mengulas Masing kelebihan dan kekurangan dari setiap MBT ( Lecrec, T90, T99 ) kalau itu masih dalam perencanaan,, biar kita tahu mana yang pas untuk dibungkus,, CMIIW

  44. @Bung Nara & Poro Sepuh,

    permisi tanya, satuan ini kok ngga dilengkapi heli serang/serbu ya? biar lengkap & mandiri gitu…
    pertanyaan yang kedua: bagaimana mengatur fungsi & kewenangan kogabwilhan, kan sekarang sudah ada kodam, apakah tidak tumpang tindih?
    maaf pertanyaan nubi ya, ikutan belajar…

    salam nkri & salam…pertamax 🙂

  45. ….jika artikel bung nara dipublished ” hipotesis saya adalah kedaulatan Indonesia sedang diuji oleh OPFOR”

    apa ini karena para panglima nato lagi ngumpul di aussie ya….dan artikel bung nara adalah message untuk mereka dan tumben-tumbennya banyak artikel di jkgr selam 10 hari terakhir mengangkat issue kekuatan militer TNI …plus statement dari sahabat Indonesia yakni Russia baik lewat dubes maupun agen alutsistanya…..

    karena sekarang konteks alasan perang adalah cenderung karena berdasarkan pada dugaan dan bukan fakta yang mana diatasnya lagi adalah untuk suatu kepentingan tertentu.

 Leave a Reply