Jul 032017
 

Artileri adalah raja dalam peperangan. Dengan daya ledak yang masif serta jangkauan yang jauh, mampu membuat formasi, garis pertempuran lawan rusak binasa. Untuk itu tidak heran jika artileri sering disebut King of Battle dalam medan perang. Artileri ibarat singa di hutan. Tembakannya melumat, semua sasaran yang ada di jangkauan.

Marinir Amerika Serikat (USMC) dari gugus tugas amfibi telah meninggalkan kapal mereka di Timur Tengah dan dikirim ke Suriah, untuk membangun sebuah pos terdepan yang bisa membuat tembakan artileri untuk mendukung pertarungan untuk menggulingkan ISIS dari kota Raqqa, Suriah utara, kata beberapa pejabat pertahanan.

Penyebaran ini menandai eskalasi baru dalam perang AS di Suriah, dan menempatkan pasukan AS yang lebih konvensional dalam pertempuran tersebut. Beberapa ratus pasukan Operasi Khusus telah memberi bantuan terhadap pasukan lokal di sana selama berbulan-bulan, namun Pentagon telah menghindari penggunaan kekuatan konvensional di Suriah. Misi baru muncul saat pemerintahan Trump menimbang sebuah rencana untuk membantu gerilyawan Suriah membawa mereka kembali Raqqa, yang nota bene ibukota de facto ISIS. Rencananya juga mencakup lebih banyak pasukan Operasi Khusus dan helikopter serang, termasuk pasukan artileri dari USMC.

Dengan penempatan Marinir dan tentara AS ke medan perang Irak dan Suriah, ada satu sistem senjata yang telah banyak bekerja dalam kampanye melawan ISIS. Dan senjata itu bukan pesawat tempur F-35: Kita berbicara tentang Howitzer M777 dan kru senapannya, yang selama setahun terakhir telah menembaki gerombolan yang selalu bersama militan ISIS.

Doc. Marines with Battery N, 5th Battalion, 14th Marine Regiment, fire an M777 A2 howitzer (U.S. Marine Corps photo by Cpl. Ali Azimi/Released)

Artileri ini diposisikan di depan pangkalan militer besar. Artileri marinir dan tentara berada di tempat perisai (gun pits), siang dan malam, sambil menembak untuk mendukung Operasi.

Di Suriah, Marinir AS dari 11th MEU, baru-baru ini telah menembakkan 4.500 roket pada militan ISIS untuk mendukung pejuang Suriah dan Kurdi setempat dalam perjalanan untuk merebut Raqqa, ibukota de facto ISIS, dan sekarang ada baterai artileri lain dari MEU yang berbeda, yang telah mengambil alih misi, seperti yang dilansir taskandpurpose.com.

Dijalankan oleh 7 atau 8 awak -dan lima jika perlu- meriam 155 rancangan BAE Systems menawarkan beberapa spesifikasi yang mengesankan. Dengan jangkauan 15 mil (24km), jangkauan mematikan meriam M777’z dapat ditingkatkan dengan rocket-assisted shells, memungkinkannya menjangkau dan menghancurkan target hingga 18,6 mil atau sekitar 30 km jauhnya, ujar Popular Mechanics. Untuk itu tidak heran jika artileri disebut King of Battle.

  6 Responses to “Artileri, King of Battle di Raqqa”

  1. Repot banget….. sembur aja pake gas Sarin, biar mampus tuh…

  2. Lebih efktif mana ya?…roket 122 ama kaliber 155 ini…soalnya kita punya semuanya…

  3. semoga Daesh Segera Musnah… ?

  4. POLISI DUNIA HARUSNYA MEMBASMI PEMBERONTAK.

    INI DI MANA MANA MALAH TERANG TERANGAN MELINDUNGI PEMBERONTAK.

    BIAR BAGAIMANAPUN WALAU SEJELEK APAPUN PRESIDEN SURIAH ADALAH PRESIDEN YG SAH.

    INGAT ASU JUGA MEMBANTU PEMBERONTAKAN DI TANAH AIR.YG WAKTU ITU PILOTNYA ASU DI TUKAR DENGAN 10 HERCULES.ALAN POPEYE.

    DAN MEMBELA PEMBERONTAK DI NEGERI MANAPUN.

    SAYA JG YAKIN ASU JG MEMBANTU DI PEMBERONTAK DI PHILIPINA.
    KITA TUNGGU SAJA SEJARAH YANG AKAN MENCATAT SEPAK TERJANG SI AMER.

 Leave a Reply