Artsakh Sangkal Terlibat Serangan Terbaru di Nagorno-Karabakh

1200px Russian peacekeepers and Azerbaijani military personnel near Vank village e1609202611635

JakartaGreater   –  Kementerian Pertahanan Republik Artsakh (sebelumnya dikenal dengan nama Republik Nagorno-Karabakh) membantah terlibat dalam “serangan” baru-baru ini terhadap posisi Azeri (Azerbaijan), dengan mengatakan bahwa prajuritnya tidak mengambil bagian dalam operasi apa pun, dirilis Sputniknews.com pada Senin 28-12-2020.

“Kemarin dan hari ini, sampai sekarang, tidak ada unit tentara pertahanan Artsakh (NKR), tidak ada seorang prajurit pun, yang ambil bagian dalam operasi apa pun. Tidak ada insiden yang tercatat, tidak ada tembakan yang dilakukan oleh pihak Armenia,” kata kementerian NKR, dalam sebuah pernyataan, dirilis oleh pusat info resmi.

Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengklaim bahwa salah satu tentaranya telah tewas akibat serangan terhadap posisi Azeri di Nagorno-Karabakh.

“Pada 27 Desember 2020, satu kelompok bersenjata Armenia yang tidak sah menyerang pos-pos Tentara Azerbaijan di desa Agdam di Distrik Khojavend. Akibatnya, salah satu prajurit kami, Ganbarov Elmir Rayil, terbunuh, dan 1 lagi tentara terluka ”, kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan.

Menurut kementerian, petugas yang terluka dibawa ke fasilitas medis setelah menerima bantuan medis segera, nyawanya tidak dalam bahaya. “Berkat langkah-langkah yang diterapkan, ke-6 anggota formasi bersenjata ilegal Armenia dieliminasi,” kata Kementerian Pertahanan Azeri.

Konflik Nagorno-Karabakh yang berlangsung puluhan tahun antara Armenia dan Azerbaijan berkobar pada akhir September 2020, mengakibatkan korban militer dan sipil di kedua sisi. Permusuhan berakhir setelah ke-2 pihak menyetujui gencatan senjata yang ditengahi Rusia pada 9 November 2020.

Kesepakatan itu mengakibatkan hilangnya sebagian besar wilayah yang dikendalikan oleh republik Nagorno-Karabakh yang memproklamirkan diri dan penempatan penjaga perdamaian Rusia ke wilayah tersebut.

Penjaga perdamaian mengawal konvoi militer, memastikan pengungsian kembali dengan aman ke Nagorno-Karabakh, memantau gencatan senjata, dan memberikan bantuan kemanusiaan.

Setelah kesepakatan ditandatangani, Moskow dan Ankara menandatangani nota tentang pendirian pusat di Azerbaijan untuk bersama-sama memantau gencatan senjata di wilayah yang disengketakan. Turki adalah pendukung Azerbaijan selama konflik.

Leave a Reply